Bupati IDP Serahkan Bonus Juara STQH Provinsi NTB

jpn

Bimantika.net -Kegiatan Pembinaan IMTAQ Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima yang digelar Jumat (8/9) di Masjid Agung Kabupaten Bima Godo Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Dalam kegiatan itu selain diisi ceramah agama, juga dilakukan penyerahan secara simbolis bonus dari pemerintah Kabupaten Bima kepada Qori dan Qori’ah para juara Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) ke-27 Tingkat Provinsi NTB tahun 2023 di Kota Mataram beberapa waktu lalu.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.,M.IP (IDP) didampingi Sekda Drs. H.M. Taufik HAK.,M.Si dan Kakan Kemenag Kabupaten Bima H.Mujiburrahman, S.Ag.

Dalam momentum itu, Bupati IDP menyerahkan Bonus Rp 10 juta kepada Juara I Cabang Tilawah Golongan Anak-anak Putra Iyan Setiawan dan jumlah yang sama juga diserahkan kepada Juara I Cabang Tilawah Juara 1 Golongan Dewasa Ust. Syamsuri Firdaus S.Hum.
Bonus juga diserahkan kepada Juara II Cabang Tilawah Golongan Anak-anak Putri Al – Mira Noviyanti senilai Rp. 7 juta dan Juara II Cabang Golongan MHQ 1 Jus dan Tilawah Putri Zahra Agustina Rp 7 juta.

Bupati IDP pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perjuangan para Qari dan Qoriah Duta Kabupaten Bima yang telah mempersembahkan prestasi dan terus mendorong tumbuh kembangnya kegiatan membumikan Al-Quran.

“Dengan terus menoreh prestasi dalam bidang Keagamaan Sehingga visi menjadikan kabupaten Bima yang religius dapat dicapai bersamaan” ujar Bupati IDP.

Kepada para pembimbing dan pelatih yang telah memberikan darma baktinya, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih atas ikhtiar yang telah dilakukan, baik sebelum event Musabaqah maupun setelah kegiatan berlangsung.

“Kegiatan pembinaan diharapkan dapat terus dilakukan secara berjenjang agar Qori dan Qori’ah Kabupaten Bima dapat mampu terus mempersembahkan prestasi yang lebih baik di masa yang akan datang. Imbuhnya

Usai penyerahan bonus, Bupati melakukan peninjauan kantor organisasi keagamaan antara lain kantor BAZNAS yang berlokasi di lantai dasar (basement) Masjid Agung Kabupaten Bima. (***)

Polsek Madapangga Gotong Royong Bersihkan Makam Bersama Warga Binaan

jpn

Bimantika.net -Tugas kepolisian tidak hanya seputar Penegakan hukum dan Harkamtibmas, tetapi juga membantu meringankan pekerjaan Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Madapangga Polres Bima Polda NTB Jum,at (8/9/23) Sekira Pukul 07.30.Wita.

Bertempat di Desa Rade Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima dengan pakaian kostum lengkap Bhabinkamtibmas Briptu Soni Adi Wantara tidak canggung untuk ikut kegiatan gotong royong membersihkan atau membenahi kuburan warga binaannya.

“Jadi selain menjaga situasi Kamtibmas, kami juga ikut terlibat dalam membangun kebersamaan dengan masyarakat mewujudkan Polri yang humanis, diantaranya dengan kerja bakti atau bergotong royong bersama warga desa binaan,” terangnya

Kapolres Bima AKBP Hariyanto, SH.,S.I.K melalui kasi humas Iptu Adib Widayaka mengatakan bahwa apa yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas nya sudah tepat guna selalu menjalin sinergi dan membaur bersama warga dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta Harkamtibmas yang aman dan kondusif.

Menurutnya, dengan membiasakan ikut berpartisipasi pada setiap kegiatan masyarakat Bhabinkamtibmas bisa lebih dekat dengan masyarakat, sehingga dapat membantu tugas Kepolisian dalam rangka menciptakan Harkamtibmas yang aman dan kondusif.

“Momen ini sangat bermanfaat bagi Polri khususnya Polres Bima dan Polsek jajaran dalam membina keakraban dan kedekatan anggota dengan lingkungan masyarakat sehingga memudahkan komunikasi dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan masyarakat,” Kata Kapolres mengutip Adib.

Tentunya dengan kebersamaan dan sinergitas, pelaksanaan tugas menjalankan kamtibmas akan lebih mudah.

“Mari kita lestarikan budaya Gotong royong di wilayah Kabupaten Bima” Tutupnya. (***))

Celakalah Bagi Pengumpat dan Pencela dengan Ketidaktahuannya

jpn

Bimantika.net -Diantara yang bisa dimanfaatkan untuk menabung bekal di sisi Allah adalah lidah.

Dengan lidah, seseorang bisa berdzikir dan saling menasihati sehingga meraih banyak pahala.

Lidah juga bisa mengakibatkan dosa dan menyeret seseorang ke neraka, jika tidak dimanfaatkan untuk kebaikan.

Kesadaran seseorang terhadap fungsi dan bahaya lidah ini akan mendorong dirinya untuk menjaga lidah, tidak berbicara kecuali yang bermanfaat.

Ada beberapa poin Pentingnya menjaga lidah ini agar terhindar dari bala dan bencana. Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكَهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Sesungguhnya di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Malik, al-Baghawi. Dishahihkan oleh al-Albani)

Sesuatu yang tidak bermanfaat itu, bisa berupa perkataan atau perbuatan; perkara yang haram, makruh atau mubah yang tidak bermanfaat.

Oleh karena itu, supaya terhindar dari bahaya lidah ini, hendaklah seseorang selalu mengucapkan yang mengandung kebaikan. Jika tidak bisa, hendaknya diam.

Kedua, berdebat tanpa ilmu, Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِنَّ أَبْغَضَ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الْأَلَدُّ الْخَصِمُ

“Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah adalah orang yang selalu mendebat. (HR. Bukhari dan Muslim)

Mendebat dalam hadits tersebut maksudnya mendebat dengan cara batil atau tanpa ilmu. Sedangkan orang yang berada di pihak yang benar, sebaiknya dia juga menghindari perdebatan.

Karena debat itu akan membangkitkan emosi, kemurkaan, dendam, dan mencela orang lain.

Ketiga, banyak berbicara dan sombong, Sabda Nabi Muhammad SAW :

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَ

Sesungguhnya termasuk orang yang paling kucintai di antara kamu dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang-orang yang paling baik akhlaqnya di antara kamu. Dan sesungguhnya orang yang paling kubenci di antara kamu dan paling jauh tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah ats-tsartsarun, al-mutasyaddiqun, dan al-mutafaihiqun. Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui al-tsartsarun dan al-mutasyaddiqun, tetapi apakah al-mutafaihiqun? Beliau menjawab: “Orang-orang yang sombong”. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Keempat, mengucapkan perkataan keji dan celaan. Nabi Muhammad SAW bersabda:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ

“Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaqnya), dan bukan orang yang jorok omongannya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad

Kelima, keterlaluan bercanda, Yaitu semua waktunya digunakan untuk bercanda.

Sesungguhnya banyak canda akan menjatuhkan wibawa, menyebabkan dendam dan permusuhan serta mematikan hati.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tertawa itu akan mematikan hati. (HR. Ibnu Majah)

Keenam, membicarakan yang bathil, Maksudnya adalah menceritakan perbuatan maksiatnya, seperti berbangga dengan perbuatan kemungkaran.

Yang paling berbahaya bagi manusia hingga manusia itu celaka adalah Mengumpat atau mencela manusia Lainnya, Allah SWT menerangkan :

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ

Artinya : Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,

Celakalah bagi setiap pengumpat atau pencaci, baik dengan ucapan atau isyarat, dan demikian pula pencela dengan menampilkan keburukan orang lain untuk menghinakannya.

Ragam Tafsir Surat Al-Humazah Ayat 1
Mayoritas mufasir memaknai kata “wailun”, dengan dua makna, yaitu (1) kehinaan, azab dan kebinasaan; dan (2) suatu lembah di neraka Jahanam.

Menurut Syekh Mustafa Al-Maraghi (wafat 1371 H), kata “wailun” digunakan untuk mencela dan memburukkan. Maksudnya adalah peringatan atas buruknya perbuatan yang akan disebutkan setelahnya.” (Ahmad bin Musthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, juz XXX, halaman 237).

Sementara menurut Prof Quraish Shihab kata “wail” digunakan untuk menggambarkan kesedihan, kecelakaan dan kenistaan. Kata ini juga digunakan untuk mendoakan seseorang agar mendapatkan kecelakaan dan kenistaan itu. Dengan demikian ia dapat menggambarkan keadaan buruk yang sedang atau akan dialami. Banyak ulama memahaminya dalam arti kecelakaan atau kenistaan yang akan dialami, dan dengan demikian ia menjadi ancaman buat pengumpat dan pencela. (M Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, [Lentera Hati, Cilandak Timur Jakarta: 2005], volume XV, halaman 511).(***//Berbagai Sumber)

Walikota HML : Peranan Wanita Menentukan Majunya Daerah

jpn

Bimantika.net -Agama Islam memandang wanita memiliki banyak keistimewaan dan bahkan wanita bisa dikatakan lebih unggul dibandingkan laki-laki.

Alasan atau dalilnya sebagaimana diungkapkan di dalam Al-Qur’an surat An-Nisa.

Bahkan, Nabi Muhammad Rasulullah SAW ketika ditanya siapa orang yang paling berhak untuk dihormati dan didahulukan, dengan lantang dan tegas dijawabnya. “ibumu! ibumu! ibumu! kemudian ayahmu“.

Wanita dalam rumah tangganya sangat berperan. Alasannya karena rumah tangga merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang di dalamnya rumah tangga tersebut terdapat ayah, ibu, serta anak.

Kemudian, semua anggota keluarga mempunyai tugas dan fungsi masing- masing, dimana wujud keluarga merupakan bentuk organisasi yang masing- masing anggota keluarga sangat berperan.

Tentunya semua orang berkeinginan menjadikan keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.

Begitu pula peranan perempuan secara luas yang ada di daerah Kota Bima.

“Tanpa dukungan dari kaum perempuan khususnya istri-istri ketua RT dan RW tidak mungkin daerah bisa maju, selain peran para ketua RT dan RW, para istri RT dan RW pun berperan penting dalam memajukan daerah,” ujar Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML).

Hal tersebut disampaikan Walikota HML saat menerima silaturrahmi bersama 841 orang istri-istri Ketua RT dan RW se Kota Bima di Kediaman Walikota Bima Kelurahan Rabadompu Barat Rabu malam 6 September 2023.

Walikota HML mengaku, sengaja mengundang istri ketua RT dan istri ketua RW di penghujung masa jabatannya yang berakhir pada 26 September 2023.

Menurutnya, ini menjadi pertanyaan besar kenapa selama ini yang kita undang hanya ketua RT ketua RW, ternyata variabel ini tidak boleh dipisahkan, ini merupakan satu kesatuan karena fungsi istri adalah mengingatkan kita.

“Makanya saya undang istri-istri Ketua RT dan RW karena kita ingin kota ini bersih, Pemerintah Kota Bima telah membeli mobil penyapu jalan, Pemerintah Kota Bima telah membeli berbagai macam peralatan untuk kebersihan, karena sebagian besar penyumbang sampah yakni berasal dari sampah rumah tangga,” ucapnya.

Walikota HML menambahkan, daerah ini telah diletakkan pondasi yang begitu kuat yakni sebagai kota pintar, semua pelayanan kepada masyarakat sudah berbasis digitalisasi.

Sehingga akses ini terlayani semua ditengah masyarakat kita. Tidak ada lagi yang tertinggal di dalam pelayanan di tengah-tengah masyarakat.

“Karena di rumah RW nya sudah ada WiFi gratis, jadi untuk ibu-ibu RW nya juga sudah disiapkan alat masak sejumlah 11 item, tahun ini juga akan dibagi di seluruh RW se Kota Bima.

“Jadi tidak perlu lagi pinjam-pinjam, tidak perlu lagi sewa, kalau mau acara rame-rame tinggal pinjam di ketua RW saja,” tuturnya.

Diakhir arahannya, HM Lutfi berharap ikatan emosional antara warga dengan RW semakin kuat dengan ibu RW untuk mengarahkan warganya untuk menjaga kebersihan, budayakan gotong royong.

“Mudah-mudahan pertemuan ini bukan yang terakhir”. Tutupnya. (***)

Iri dan Hasad Kejahatan Tersembunyi Dalam Diri Manusia

jpn

Bimantika.net -Perlu pahami, iri dengki adalah salah satu penyakit yang bisa menggugurkan pahala.

Ini senada dengan ucapan Rasulullah dalam hadis riwayat Abu Dawud “Waspadalah terhadap hasad, sesungguhnya hasad mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu,” (HR. Abu Dawud).

Manusia adalah makhluk unik dan istimewa. Berbeda dengan makhluk-makhluk lainnya ciptaan Allah SWT.

Mahluk yang bernama manusia dianugerahi unsur-unsur immaterial yang lengkap, yaitu: ruh, akal, hati, dan nafs (syahwat dan ghadlab) yang terbentuk dalam satu kesatuan yang disebut jiwa (soul).

Dari komponen immaterial ini, manusia hakikatnya adalah sebagai makhluk spiritual. Masing-masing unsur tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

Ruh memiliki sifat yang suci, cenderung kepada kesejatian (hakikat) dan lebih dekat dengan Allah.

Akal berfungsi untuk berfikir, mengingat, menghitung, dan berlogika.

Hati berfungsi untuk meyakini (beriman), mencintai, membenci, empati, dan hal-hal yang berhubungan dengan rasa.

Sedangkan nafsu merupakan energi jiwa yang berpotensi pada kesenangan dan kemarahan (nafs al-ammarah).

Bagi yang mampu mengendalikan “jiwa tirani” (al-nafs al-ammarah) dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah, maka ia akan menjadi pribadi yang utuh.

Sebaliknya, jika seseorang dikendalikan oleh jiwa tirani dengan memenuhi kesenangan-kesenangan dasar (pleasure principle), maka ia akan menjadi pribadi yang pincang.

Sebagai makhluk spiritual, manusia seharusnya mampu membersihkan hatinya dengan melakukan latihan-latihan kebaikan untuk melawan kecenderungan nafsu rendah yang menyukai dosa dan kemaksiatan.

Di dalam jiwa manusia, sesungguhnya ada unsur energi negatif yang dapat menghancurkan diri, lingkungan, dan peradaban, yaitu “penyakit hati” atau “amradlul qulub”

Penyakit hati ini yang menimbulkan sifat sangat buruk.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayat Al Hidayah menuturkan bahwa ada tiga sifat hati yang sangat berbahaya, dimana sifat hati tersebut selalu muncul dari zaman ke zaman.

Tiga sifat hati tersebut akan membawa kepada kebinasaan diri dan penyebab dari sifat-sifat tercela lainnya, yaitu: hasad (iri hati), riya (pamer), dan ujub (angkuh, sombong atau berbangga diri).

Dari ketiga penyakit hati tersebut yang memiliki dampak paling dahsyat adalah “hasad” atau dengki.

Hasad adalah klaster problem jiwa yang memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan diri, lingkungan, masyarakat, bahkan peradaban itu sendiri.

Betapa banyak perkelahian, percekcokan, dan peperangan fisik dengan saling membunuh dan meniadakan, diakibatkan oleh munculnya sikap dengki.

Menurut Asy-Sya’rawi, penyakit jiwa bernama “hasad” benar-benar nyata.

Al-Qur’an sendiri dengan jelas menyebut sifat ini. Dalam Alquran disebutkan tentang sikap sebagian ahli kitab terhadap Rasulullah Saw.

اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّاسَ عَلٰى مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۚ

Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? (QS: an-Nisa: 54).

Demikian juga Rasulullah Saw menyebut dengan jelas agar siapapun menghindari penyakit hati ini:

اِياَّ كُم وَالحَسَدَ فَاِنَّ الْحَسَدَ يَاْ كُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَاْ كُلُ النَّارُ الحَطَبَ

Artinya: ”Jauhkanlah dirimu dari hasad karena sesungguhnya hasud itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu-bakar.” (HR. Abu Dawud).

Hasad adalah kejahatan energi tersembunyi yang dapat membahayakan manusia. Allah menyuruh kita untuk meminta perlindungan Allah darinya: “Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki” (Q.S. Al-Falaq: 5).

Secara psikologi, hasad memiliki dampak, diantaranya:

  1. Membentuk jiwa yang tidak mau mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh Allah (kufur nikmat).
  2. Menyiksa diri sendiri karena hatinya tak tenang yang disebabkan munculnya rasa tidak nyaman atas kebahagiaan orang lain.
  3. Munculnya ghibah, fitnah dan sebagainya yang dapat menimbulkan perpecahan dalam keluarga dan ikatan persaudaraan sesama.
  4. Munculnya kebencian dan permusuhan yang dapat menimbulkan kerusakan dalam jangka waktu yang tak terbatas.

Hasad atau dengki adalah menginginkan nikmat yang dimiliki orang lain dan menghendaki nikmat tersebut berpindah kepada dirinya. Hasad berawal dari sikap tidak menerima nikmat yang diberikan Allah kepadanya, karena ia melihat orang lain diberi nikmat yang dianggap lebih besar. Hasad pun bisa timbul bila seseorang menganggap dirinya lebih berhak mendapatkan nikmat dibanding orang lain.

Yakinlah bila manusia telah menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai manhajnya dan menjadikan Al Qur’an sebagai karakter dan kalimah yang paling dekat dihatinya maka dengan izin Allah akan dijauhkan dari penyakit hati Al Hiqdi Wal hasad. (***//Berbagai Sumber)

Umi Elly Bantu Penenun, Bangkitkan Semangat UMKM Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Ketua Dekranasda Kota Bima Hj. Elly Alwaini dalam kapasitasnya sebagai istri Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) telah banyak berbuat dalam aktivitas positifnya untuk kemaslahatan warga masyarakat Kota Bima.

Sebagai Ketua Dekranasda Kota Bima, Umi Elly dalam setiap tahun menyambangi warga masyarakatnya untuk memberikan motivasi dan spirit khususnya pelaku UMKM di Kota Bima.

Sadar akan kapasitasnya sebagai motivator dalam menggeliatkan ekonomi arus bawah, Umi Elly mendatangi warga dan memberikan bantuan untuk usaha.

Umi Elly berharap semoga bantuan selama ini bermanfaat untuk menggeliatkan ekonomi arus bawah.

“Mada kaso (saya,red) juga berpesan agar jangan malu mengenakan busana dengan corak tenun Mbojo, karena orang luar sana iri pada hasil tenun Ndai Mbojo, pertahankan warisan berharga yang kita miliki”. Ucap Hj. Eliya HM Lutfi.

Hal itu disampaikan Umi Eliya pada acara pembagian bantuan benang dari Dekranasda Kota Bima kepada 20 kelompok tenun atau sebanyak 200 orang penerima manfaat di Kelurahan Rabadompu Barat. Rabu 6 September 2023. (***)

Ribuan Rakyat dan Walikota HML Senam Sehat Sambut HUT PKH Kota Bima ke X

jpn

Bimantika.net -Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Program Keluarga Harapan (PKH) ke X, Pemerintah Kota Bima di bawah kendali Dinas Sosial Kota Bima melaksanakan senam sehat yang diikuti oleh Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) serta masyarakat Kota Bima.

Bertempat di Halaman Kantor Wali Kota Bima, Rabu 6 September 2023, acara senam sehat tersebut juga diikuti oleh seluruh Staff Ahli, Seluruh Asisten, Seluruh Kepala Perangkat Daerah, Seluruh Kabag, serta Camat dan Lurah se-Kota Bima.

Walikota HML menyambut hangat masyarakat Kota Bima yang hadir untuk merayakan momen bersejarah ini. Dengan dengan penuh semangat, Ia menyampaikan pencapaian besar yang telah dicapai oleh PKH selama satu dekade terakhir.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menguatkan PKH di Kota Bima. Selama 10 tahun, program ini telah memberikan dukungan signifikan kepada keluarga-keluarga kita yang membutuhkan. Kami telah melihat transformasi luar biasa dalam kehidupan mereka, dari pendidikan hingga kesehatan,” ungkapnya.

Dalam upaya meningkatkan kesehatan dan pendidikan masyarakat, Wali Kota Bima juga mengajak semua warga untuk aktif berpartisipasi dalam olahraga, seperti senam sehat yang menjadi bagian dari perayaan ini.

“Kesehatan adalah aset berharga bagi kita semua, mari bersama-sama menjaga kesehatan tubuh kita melalui olahraga dan pola hidup sehat,” ujarnya.

Acara senam sehat ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sebagai wujud solidaritas sosial di antara masyarakat Kota Bima. H. Lutfi berharap bahwa semangat kebersamaan yang tercipta dalam acara ini akan terus membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga berkomitmen untuk terus mendukung PKH dalam memberikan bantuan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan. Karena PKH sangat berarti untuk masyarakat dan pendidikan anak-anak di Kota Bima.

“Kami akan terus mendukung PKH agar program ini bisa terus berjalan sukses, ini adalah investasi bagi masa depan Kota Bima yang lebih baik. Mudah-mudahan semua penerima manfaat ini akan menjadi keluarga sejahtera dikemudian hari,” harapnya.

Acara perayaan ulang tahun ke-10 PKH Kota Bima ini berlangsung sangat meriah dan diakhiri dengan penuh semangat, dilanjutkan dengan pembagian hadiah menarik yaitu beberapa dorprize undian yang telah disediakan oleh panitia penyelenggara, dan Semua orang yang hadir merasa terinspirasi untuk terus mendukung program-program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Diharapkan PKH Kota Bima terus menjadi cahaya harapan bagi keluarga-keluarga yang memerlukan, dan semoga kesehatan serta kebersamaan selalu mewarnai kota ini. (***)

Allah Terangkan, Fitnah Perbuatan Keji dan Dosa Besar

jpn

Bimantika.net -Fitnah adalah perbuatan yang di larang Allah Karena bahaya yang besar.

Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan tentang fitnah yang disebut sebagai dosa besar yang lebih kejam dari pembunuhan.

“… Fitnah lebih kejam dari Pembunuhan… (Al-Baqarah: 217).

Dalam islam, fitnah adalah perbuatan yang dianggap dosa keji karena hal itu terkait dengan nasib orang lain. Ganjaran bagi yang melontarkan fitnah juga tidak main-main.

Fitnah adalah dosa besar ini termaktub dalam banyak riwayat dan juga diwanti-wanti Al-Qur’an agar tidak dilakukan oleh seorang Muslim.

Untuk itulah, umat Islam dilarang untuk melakukan fitnah karena efeknya kepada orang lain yang terkadang akibatnya tidak bisa diperkirakan.

Dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 4 disebutkan tentang ancaman bagi mereka yang menuduh tanpa bukti atau melontarkan sebuah fitnah.

Tidak main-main, disebutkan bagi mereka yang melontarkan fitnah dan tidak terbukti, maka ia akan terkena hukuman dan kesaksiannya tidak boleh diterima, selama-lamanya.

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. an-Nur: 4).

Dalam hadis Nabi dijelaskan tentang orang yang suka menyebarkan fitnah maka bagi dia tidak akan masuk surga.

Sabda Nabi Muhammad, “Tidak masuk surga orang yang suka menyebarkan fitnah,” (HR.Bukhari dan Muslim).

Karena bahaya yang besar, dalam Al-Qur’an juga dijelaskan tentang fitnah yang disebut sebagai dosa besar yang lebih kejam dari pembunuhan.

“… Fitnah lebih kejam dari Pembunuhan… (Al-Baqarah: 217).

Untuk itulah, umat Islam dilarang untuk melakukan fitnah mengingat efeknya yang besar baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam riwayat Muhammad bin ‘Amr menceritakan dari Abu ‘Ashim, dari ‘Isa bin Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, berkata mengenai ayat fitnah lebih parah dari pembunuhan yakni, Membuat seorang mukmin kembali menyembah berhala (murtad) lebih dahsyat bahayanya dibanding dengan membunuhnya.

Sehingga fitnah juga berarti syirik dan membuat orang terjerumus ke dalam syirik lebih besar dosanya dibandingkan dengan pembunuhan.

Karena itu ketika mendengar suatu berita berhati-hatilah, jangan sampai ternyata berita itu hanyalah fitnah belaka. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al Hujurat,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang orang fasik membawa berita maka periksa berita tersebut dengan teliti agar tidak menyebabkan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang nantinya akan menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan tersebut” (QS. Al Hujurat:6). (***//Berbagai Sumber)

Polisi Tangkap Dua Pria Asal Hu’u Kuasai Narkoba 11,11 Gram

jpn

Bimantika.net -Dua pria masing-masing berinisial HK (42) dan IF (23) warga Dusun Sawe, Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu dibekuk polisi pada Senin (4/9/2023) malam, sekira pukul 23.15 Wita.

HK dan IF ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba, Polres Dompu bertempat di salah satu rumah warga yang ada di desa setempat bersama Barang Bukti (BB) narkotika diduga jenis sabu-sabu seberat 11.11 gram.

Kasat Narkoba, Iptu Abdul Malik, SH melalui Kasubsi Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari salah satu tim opsnal mendapat informasi dari masyarakat.

“Berdasarkan informasi yang kita peroleh bahwa di desa tersebut sering terjadi peredaran gelap narkotika kemudian anggota melaporkan informasi tersebut kepada Kasat Narkoba,” ungkap Hujaifah.

Selanjutnya, Kasat Narkoba Iptu Abdul Malik, SH menindaklanjuti informasi tersebut, sekira pukul 23.15 Wita, Kasat Narkoba bersama anggota langsung menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pengintaian.

“Tidak lama dari pengintaian tersebut terlihat beberapa orang yang sudah dkantongi identitasnya sedang melakukan transaksi Narkotika di salah satu rumah warga, dan tanpa menunggu lama anggota melakukan penggeladahan dan penangkapan dan berhasil mengamankan dua orang terduga,” ungkapnya.

Namun sebelum dilakukan penggeledahan, tim Opsnal memanggil saksi umum untuk menyaksikan proses penggeledahan dan dari hasil penggeledahan tim berhasil mengaman sejumlah BB.

Selain BB narkotika diduga jenis sabu-sabu, petugas juga berhasil mengamankan BB lain termasuk uang tunai sebesar Rp : 19.170.000.

“Selesai melakukan penangkapan dan penggeledahan Tim langsung mengamankan terduga dan sejumlah BB ke Mako Polres Dompu untuk diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Adapun BB lain yang berhasil diamankan yakni, tiga buah buah plastik klip transparan yang didalamnya terdapat kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu-sabu.

Satu buah plastik klip transparan yang di dalamnya terdapat tiga poket plastik klip yang didalamnya terdapat kristal bening yang diduga sabu-sabu.

Tiga poket plastik klip transparan yang didalamnya terdapat kristal bening yang diduga sabu-sabu ditemukan di lantai rumah terduga.

Satu buah bong yang terbuat dari botol Aqua tanggung lengkap dengan pipet dan tabung kaca, satu buah sekop, satu buah korek api lengkap dengan sumbu, satu buah dompet warna cokelat, dua buah timbangan, satu buah Unit Hp merk Realme warna Hitam, tiga buah Bundel plastik klip transparan ukuran besar dan lima buah plastik klip transparan ukuran sedang. (***//)

Pentingnya Menjaga Kesucian Hati dan Jiwa Bagi Manusia

jpn

Bimantika.net -Berdasarkan surah As-Syams juz ke-30, dijelaskan bahwa menjaga kesucian jiwa menjadi hal terpenting.

Dalam Al-Qur’an disebutkan tentang alasan menjaga hati agar selalu bersih yakni surah Asy-Syu’ara ayat 88–89 yang memberikan petunjuk bahwa hati manusia harus senantiasa bersih.

Pada Hari Kiamat, tidak ada yang bermanfaat kecuali beriman kepada Allah, tunduk hanya kepadaNya, bebas diri dari perilaku syirik dan para penganutnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ

(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, [QS. Asy-Syu’ara’: 88].

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ؕ

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, [QS. Asy-Syu’ara’: 89].

Yang paling substansi dalam diri manusia adalah hati atau jiwanya, yang berpengaruh pada perilaku seseorang.

Pada hati manusia, Allah memberikan keterangan bahwa terdapat potensi baik dan buruk.

Jika potensi ini diasah untuk menuju kepada-Nya, maka Allah menyebutnya manusia beruntung, begitu pun sebaliknya.

Hakikat potensi buruk dalam jiwa manusia adalah ketika dikotori dengan kejahatan atau hal-hal yang sudah dilarang dalam agama Islam. Berdasarkan surah As-Syams juz ke-30, dijelaskan pula bahwa menjaga kesucian jiwa menjadi hal terpenting.

Sementara itu, dalam Al-Qur’an juga disebutkan tentang alasan menjaga hati agar selalu bersih yakni surah Asy-Syu’ara ayat 88–89 yang memberikan petunjuk bahwa hati manusia harus senantiasa bersih.

Begitu pun dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dijelaskan hati inilah yang akan memengaruhi jasad manusia. Bersih atau kotornya hati manusia akan berdampak pada perilakunya sehari-hari.

Banyak sekali kitab tafsir menjelaskan tentang cara menjaga kesucian hati. Salah satunya dalam Ibnu Katsir ketika mengomentari ayat Asy-Syu’ara yang disebut dengan qalbun salim atau hati yang bersih. Pertama, terhindar dari kemusyrikan atau menduakan Allah.

“Ini adalah hal yang paling pokok dalam menjaga hati agar tetap bersih. Baik itu syirik dhohir dalam arti penyembahan secara langsung maupun kesyirikan dalam arti meyakini adanya kekuatan dan datangnya manfaat selain dari Allah SWT.

Kedua, terhindar dari sifat sombong. Kesombongan dengan merasa lebih dari yang lain dan bentuk kesombongan lainnya merupakan pupuk kotoran hati.

Ketiga, syahwat atau keinginan-keinginan yang tidak dikendalikan, sehingga menjadi penghalang untuk mengetahui kebenaran.

Potensi selanjutnya yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada manusia adalah memiliki akal untuk berpikir.

Selaras dengan kesucian hati, maka akal juga perlu bersihkan. “Para ulama ada yang menyebutkan kotoran dalam akal itu adalah kebodohan, seseorang yang tidak mau lagi belajar, tidak mau membaca, dan lainnya.”

Keutamaan menjaga kebersihan akal ini sesuai dengan ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah Swt. yaitu surah Al-Alaq sehingga akal harus difungsikan di antaranya membaca sebagai bentuk untuk membersihkan akal dari kotoran.

Oleh karena ada dua jenis pendidikan yakni formal dan informal. “Dalam surah Al-Baqarah ayat 219, Allah menjelaskan dengan detail tentang mabuk dan berjudi adalah dosa besar yang lebih banyak kerugiannya dibandingkan manfaatnya. Kalau dihubungkan dengan akal, al-khamar ini akan merusak akal secara fisik termasuk juga fungsinya.

selain memperhatikan kesucian batin, kesucian akal, Islam juga secara detail mengajarkan kesucian secara fisik yang biasa disebut dengan taharah atau bersuci.

Ada dua hal yang wajib dalam menyucikan diri secara fisik yaitu bersih dari najis dan hadas. (***//Berbagai sumber)