Bimantika.net -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima Syamsurih S.H., menghadiri acara Konferensi Pers tentang Pengungkapan Kasus Narkoba oleh Polres Bima Kota sejak Januari hingga Maret 2025.
Kepala Kepolisian Resor Bima Bpk. Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., memimpin acara konferensi pers tentang pengungkapan kasus narkoba oleh jajaran Polres Bima Kota, khususnya Satuan Reserse Narkoba, dalam penangkap dan mengungkap peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin, S.E. Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H., dan para pejabat Forkopimda Kota Bima. Serta dari Polres Bima Kota juga hadir Waka Polres Kompol Herman, Kasat Resnarkoba AKP Maulangi, S.H., KBO Sat Resnarkoba Ipda Sirajuddin, Kanit 2 Sat Resnarkoba Ipda David Misa, Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih, serta sejumlah pejabat utama Polres Bima Kota lainnya.
Narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda, meski perang terhadap narkoba sudah didengungkan oleh seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.
Data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) menunjukkan sebanyak 2,2 juta remaja di Indonesia menjadi pengguna narkoba.
Angka ini terus mengalami kenaikan setiap tahunnya, walau banyak yang sudah mengetahui bahaya narkoba bagi kesehatan mental dan fisik.
Narkoba Merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis, yang dapat menimbulkan efek penurunan tingkat kesadaran serta daya rangsang.
Awalnya, narkoba merupakan obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri serta memberi ketenangan.
Namun, penggunaan yang tidak terkendali dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kecanduan, yang berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.
Bahaya Narkoba bagi Kesehatan Fisik
Dampak buruk narkoba pada kesehatan tubuh berbeda dari orang ke orang, sesuai dengan jenis narkoba yang dikonsumsinya. Namun, secara umum, kerugian fisik yang langsung dirasakan oleh para penyalahguna narkoba adalah:
Kerusakan pada Otak
Salah satu efek dari narkoba adalah meningkatkan kinerja otak, sehingga membuat penggunanya merasa bersemangat, segar, dan percaya diri. Namun, penggunaan narkoba yang berlebihan dapat memacu otak untuk bekerja keras secara terus menerus, mengakibatkan penggunanya mengalami gangguan tidur, serta peningkatan detak jantung dan tekanan darah.
Kerusakan Hati
Narkoba yang disuntikkan dapat memicu terjadinya infeksi Hepatitis B, Hepatitis C, bahkan gagal hati akibat jarum suntik yang tidak steril, yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ hati.
Kerusakan Paru-paru
Beberapa jenis narkoba, seperti ganja dan kokain, dapat menyebabkan iritasi paru-paru serta meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan dan bronkitis kronis.
Penyakit Kardiovaskular
Penggunaan obat terlarang, seperti kokain, amfetamin, dan heroin, dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, penyempitan pembuluh darah, hingga irama jantung tidak teratur. Semua ini dapat menghambat aliran darah ke otot jantung, dan meningkatkan risiko terkena serangan jantung.
Melemahkan Kekebalan Tubuh
Penggunaan narkoba dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan menghambat kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.
Hilangnya Keseimbangan Tubuh
Narkoba dapat mempengaruhi sel-sel otak yang mengendalikan koordinasi gerakan tubuh, serta organ keseimbangan di telinga. Hal ini dapat menyebabkan pecandu narkoba mudah kehilangan keseimbangan tubuh. (***)

