Bimantika.net
“PDIP Partai Wong Cilik” sepertinya penggalan kalimat itu ada benarnya juga, karena sosok Kader Muda PDIP Kabupaten Bima yang juga sebagai Anggota Dewan Terpilih Dapil Bima 1, Firdaus, SH selalu melakukan silaturrahim hingga ke akar rumput. Ini menandakan bahwa sesungguhnya politisi di bawah Panji Kepala Banteng Moncong Putih tersebut memperlihatkan dirinya sebagai Kelas Rakyat Arus Bawah.
Di mintai tanggapannya terkait dengan perkembangan pembangunan di Kabupaten Bima, Firdaus Yang Juga Pendiri LSM LSIP inipum mengungkapkan bahwa Postur APBD Kabupaten Bima sama sekali tidak memberikan gambaran utuh tentang bagaimana mensejahterakan masyarakat. Dirinya membeberkan contoh riil bahwa APBD Kabupaten Bima sejak 2015-2019 yang dirinya pelajari hanya anggaran Bakulan rakyat yang sangat sedikit. “Ini sudah mencerminkan bahwa pemkab bima tidak pro rakyat kecil” ungkapnya.
Firdaus pun beberkan angka anggaran bakulan dalam klausul APBD tersebut kalau di rata-ratakan hanya berkisar 1,6 Milyar per tahun dari jumlah APBD 1,9 Triliun.
“kalau mau rakyat arus bawah sejahtera wajib hukumnya Pemkab Bima anggarkan dana bakulan untuk rakyat pedagang bakulan di kampung kampung itu minimal 30 – 40 milyar tiap tahun” harapnya.
Masih menurut Firdaus bahwa Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri sudah saatnya melakukan evaluasi anggaran dan mengusulkan anggaran itu yang pro pada kepentingan rakyat.
Menurutnya kepemimpinan Umi Dinda sudah berjalan 3 tahun ini tentunya menjadi bahan evaluasi Bupati agar APBD jauh lebih bermanfaat untuk masyarakat secara luas.
“Saatnya Umi Dinda lakukan evaluasi atas kinerja terutama urusan program pro rakyatnya” Demikian ujar Firdaus. (//arif)

