BIMAntika.net Sebuah Pamflet yang di keluarkan oleh Dinas Kominfostik Kota Bima tertera tulisan karya Walikota Bima H. Arahman H. Abidin, SE.
Dalam pamflet tersebut tertulis kalimat langsung dari Walikota Bima yang isinya :
“Untuk Maju, Kota Ini Butuh Keberkahan, Tanggungjawab Moral Kita Bukan Saja di Dunia Tetapi Juga di Akhirat”
Demikian kata-kata Aji Man sapaan Walikota Bima saat menggelar Rapat Pelayanan terpadu menyoroti fenomena sejumlah kafe liar di Kota Bima yang menyalahi izin peruntukannya (14/10)
Negeri yang diberkahi atau disebut baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dikutip oleh Al-Qur’an sebagaimana ayat:
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِى مَسْكَنِهِمْ ءَايَةٌۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍۖ كُلُوا۟ مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” ( Saba’: 15)
Kota maju membutuhkan “keberkahan” bukan hanya dalam arti spiritual, tetapi juga kemakmuran dan kebahagiaan bagi penduduknya.
Hal ini dapat dicapai melalui kombinasi pembangunan fisik seperti infrastruktur yang baik, ekonomi yang kuat, lingkungan yang bersih dan nyaman, serta rasa aman, dukungan, dan memiliki di antara warganya.
Aspek keberkahan dalam konteks kota maju
Spiritual dan moral:
Keberkahan dapat dimaknai sebagai berkah dari Tuhan, yang sering dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual seperti doa dan ibadah.
Doa bersama oleh berbagai pemuka agama para alim ulama para pendakwah untuk kemajuan kota Bima misalnya adalah salah satu cara upaya dan iktiar untuk mendapatkan keberkahan secara spiritual.
Ekonomi dan kesejahteraan.
Keberkahan duniawi bisa berupa kelebihan dalam penghasilan, perdagangan, dan kesejahteraan ekonomi penduduknya, seperti yang dicontohkan dalam hadis tentang Madinah.
Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua lapisan masyarakat.
Lingkungan dan fasilitas:
Infrastruktur yang mendukung, seperti transportasi publik yang terintegrasi, area rekreasi, dan fasilitas digital, menciptakan lingkungan yang nyaman dan efisien bagi warganya.
Lingkungan yang bersih dan berkelanjutan juga penting untuk kesejahteraan jangka panjang.
Sosial dan kemanusiaan:
Rasa aman, dukungan, dan rasa memiliki di antara warga merupakan kunci kebahagiaan dan kemajuan sebuah kota.
Kota yang maju tidak hanya dibangun dari aspek fisik, tetapi juga dari nilai-nilai sosial yang kuat.
Ayat tentang negeri yang makmur adalah QS. Al-A’raf ayat 96: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan”.
Ayat ini menjelaskan bahwa kemakmuran lahir dari iman dan takwa penduduknya, yang akan mendatangkan berkah dari langit dan bumi,
QS. Saba’ ayat 15: “(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”
Ayat ini menggambarkan negeri yang makmur, subur, dan aman dengan penduduk yang tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT.
QS. An-Nahl ayat 112: “Dan Allah telah membuat perumpamaan sebuah negeri yang dahulunya aman, tenteram, rezekinya datang melimpah ruah dari setiap tempat, tetapi karena penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah, maka Allah merasakan bencana kelaparan dan ketakutan sebab ulah perilaku mereka sendiri,”
Ayat ini menjadi peringatan bahwa kemakmuran bisa hilang jika penduduknya mengingkari nikmat dan banyak melakukan kemaksiatan. (****//Bbs)

