Walikota HML, Tak Kenal Lelah Urus Para Pelaku Pedagang dan Pelaku Pasar

Bimantika.net. Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) benar-benar menggenjot urusan perekonomian warga Kota Bima yang di pimpinnya.

Bukti awal adalah langsujg menyerap apa yang menjadi keluh kesah Para Pedagang Pasar Lama dan Pasar Raya Amahami
Bima sebagi pusat utama roda perekonomian.

Pada hari Senin (18/01/2021), Walikota HML melakukan inspeksi secr langsung sambil menelusuri lorong-lorong pasar untuk meninjau secar langsung geliat perekonomian warga Kota Bima.

Walikota HML dengan pola sederhananya lakukan komunikasi Face to Face dengan para pedagang sehingga dirinya paham betul apa yang menjadi kebutuhan dasar para pedangan.

Dalam Komunikasi Face To Face dengan para pedagang, HML pun sembari melontarkan pertanyaan-pertanyaan buat warga pedagang.

“Bagaimana penjualannya setelah menempati bangunan yang baru bu? Apakah lebih Aman dan nyaman?,” tanya Walikota pada salah seorang pedagang.

Tanpa pikir panjang Pedagang setempat menyatakan bahwa “Lebih nyaman pak Wali, hanya saja sedang sepi mungkin karena imbas corona ini, ungkap seorang pedagang tanpa beban.

Lebih Jauh HML menjelaskan secar langsung pada para pelaku pasar bahwa dirinya akan terus melakukan upaya terbaik bagi para pedagang pasar Kota Bima.

“Kami terus memikirkan bagaimana agar para pedagang kita merasa aman dan nyaman di tempat ini, tentu upaya itu terus dilakukan oleh pemerintah untuk menjawab kebutuhan para berdagang seperti tempatnya baik, tempatnya tidak becek seperti yang sudah kita lakukan ini” Ungkap HML.

Di pikiran HML bahwa sesungguhnya rasa aman dan nyaman warga sebagai pelaku pasar adalah poin inti dalam ikhtiar selanjutnya.

“untuk menuju aman dan nyaman itulah sehingga ikhtiar penataan terus menerus dilakukan lakukan secara kontinyu” ujar HML dihadapan OPD yang berkaitan dengan urusan Pasar. (BNN_01)

Rapat Perdana RW 01 Ranggo, Warga Pertanyakan Ketidakhadiran Lurah

Bimantjka.net. Rapat Perdana Ketua RT 01, 02, 03,04 RW 01 Ranggo Kelurahan NaE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima dalam rangka menyusun rencana kegiatan untuk kedepan dihadiri oleh hampir seluruh keterwakilan Keluarga.

Rapat tersebut dilaksanakan di perempatan gang Pemukiman Warga RT 01 dan 02 pada hari Jum’at Malam (15/1/2021).

Pada Pelaksanaan Rapat Perdana tersebut Sekretaris RT 01 Ranggo, salah seorang warga pada Bimantika.net menyampaikan rasa tidak puasnya atas ketidak hadiran Lurah NaE sebagai pemerintahan tempat dirinya berkonsultasi.

“Lurah itu tempat kami konsultasi tentang berbagi hal demi keamanan dan kenyamanan warga, justru tidak hadir saat lakukan rapat perdana kami, ini tentunya kami pertanyakan setelah kami layangkan undangan” ungkapnya dengan kesal.

Lanjutnya bahwa semalam sangat mengharapkan hadirnya Lurah NaE sebagai representasi Pemerintahan Kota Bima untuk memberikan arahan dan bimbingan secara langsung pada RT sehingga kedepan kita bisa sinergikan segala bentuk program pemerintahan di warga kami.

“Hal itu sebenarnya yang kami butuhkan, yakni adanya bimbingan langaung dari Lurah sehingga kedepan kami bisa sinergikan antara apa yang menjadi program yang bermanfaat untuk masyarakat kami” ujar warga

Senada dengan kekecewaan warga sebahgian besar Dengan tidak hadirnya Lurah, Sekretaris RT 01 Ranggo, Yaumul Ma’ruf, A.Md mengungkapkan bahwa rasa kecewanya yang sangat mendalam sehingga dirinya selaku Sekretaris RT mengeluarkan pernyataan bahwa kedepan Lurah bisa lebih mementingkan lagi urusan RT dan RW.

Ini juga menjadi catatan penting bagi Lurah agar kedepannya tidak lagi menganggap sepele undangan dari RT dan RW. “Kalau situasi seperti ini berjalan terus maka tidak menutup kemungkinan warga apatis terhadap eksistensi Lurah selaku tepresentasi dari Pemkot Bima” tegas Yaumul.

Lanjut Yaumul Ma’ruf bahwa Rapat perdana semalam adalah merealisasikan agenda beruoa pengukuhan bidang-bidang kepengurusan RW/RT beserta anggota nya.

Sementara Itu, Babinkamtibmas, menghimbau kepada masayarakat agar tetap menjaga keamanan kampung dan mengaktifkan kembali portal di tiap-tiap gang.

“Terimaksih pada pak babinkantibas Kelurahan NaE yang sangat support dengan acara ini, sy baru temukan musyawarah lingkungan yang seperti ini, klu bisa di adakan minimal 2 kali dalam setahun” ujarnya.

Diskusi singkat antar warga dan RW/RT baru, terkait problem yang terjadi di lingkungan RW. 001 Ranggo cukup diapresiasi oleh warga

RT/RW memiliki visi dan semangat yang sama untuk menjadikan lingkungan RW.001 Nae sebagai kampung per contohan

Fathurrahman, M.Pd selaku sekretaris RW.001 kel.nae kota bima memiliki konsep untuk lingkungan RW.001 ke depan nya, yaitu konsep yang di sebut Smart City. (BNN_01)

NSD Kedo Solusi Urusan Perumahan Kota Bima, Ide Cemerlang Walikota HML

Bimantika.net Soal Hunian atau Perumahan di sebuah Kota yang sedang berkembag lambat laun akan menjadi problem tersendiri, sebelum problem itu muncul maka Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bima mengantisipasi lebih awal akan problematika Perkotaan tersebut.

Dalam rangka itu, Pemerintah Kota Bima di Bawah Kendali Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE (HML) membangun Hunian Rumah Sewa NSD ( New Side Development) Untuk Kebutuhan warga masyarakat Kota Bima yang semula tidak memiliki hunian atau menempati hunian di wilayah kumuh

Berkat Ide dan gagasan inovatif nya Walikota Bima HML, NSD dibangun diatas lahan seluas lebih kurang 3 Ha Eks Kantor Karantina Hewan di Lingkungan Kedo Kelurahan Ule Kecamatan Asakota. Semula tempat itu adalah bekas Kantor Karantina Hewan Oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dengan ide kreatif dan inovatif nya membangun Hunian untuk Warga Kota Bima yang belum memiliki Rumah Tempat tinggal.

Dilahan itupun kini berdiri 140 Unit Rumah Tipe 26 yang Menurut Walikota HML di tahun 2021 ini akan menambah puluhan unit rumah lagi sebagai bentuk program Pemkot Pro Rakyat.

Sekretaris Dinas Perkim Kota Bima, A. Faruk, S. Par, M.Si saat dikonfirmasi Media Online Bimantika net Sabtu (16/1/2021) menyebutkan bahwa Hunian Rumah Sewa NSD (New Side Development) tersebut diperuntukan Bagi Warga Masyarakat Kota Bima yang Belum Memiliki Rumah dalam Rangka Mengurai dan menekan Angka BackLog Perumahan Kota Bima.

“Insya Allah Dalam minggu terakhir Januari ini akan diisi full oleh Warga dengan sarat warga Hunian membayar Sebulan 118 ribu. Pembayaran itu Penggunaanya untuk bayar air dan insentif Petugas POL PP dan pelayanan sampah dll” ungkap Faruk

Gambaran Umumnya bahwa Backlog Rumah adalah salah satu indikator yang digunakan oleh Pemerintah sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) yang terkait bidang perumahan untuk mengukur jumlah kebutuhan rumah di Indonesia. Backlog rumah dapat diukur dari dua perspektif yaitu dari sisi kepenghunian maupun dari sisi kepemilikan.

Masih Menurut Faruk bahwa sesungguhnya Ikhtiar Pemerintah Kota Bima mengantisipasi Hunian Layak terus menerus dirinya lakukan sehingga kedepan problem tempat tinggal atau Hunian akan bisa teratasi dengan berbagai bentuk program penunjang.

“Kedepannya Insya Allah ikhtiar itu terus menerus dilakukan oleh pihak pemkot dalam hal ini Dinas Perkim Kota Bima” demikian ungkap Faruk. (BNN_01)

Maha Karya Walikota Bima HML, di Apresiasi oleh Anak Muda

Oleh : Mardiansyah Man

Bimantika.net. H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang kini sedang menjadi Walikota Bima adalah nama yang sederhana, simple dan mudah di ucapkan oleh Kalangan Masyarakat Kota Bima.

Politisi Golkar dan Mantan Anggota DPR RI 2 Periode hari ini, ramai di bahas oleh berbagai kalangan, mulai dari kalangan akademisi-pengajar, Praktisi, Aktivis, Pemuda, PKL, Ojek, dan kaum termarjinalkan (Musta’dhifin), di dunia nyata lebih² di dunia Maya/netizen.

Apa yang dibahas ???

Tentunya hal-hal yang baik dan kurang baik bahkan buruk sekalipun dibahas. Misal bagi kalangan Khusnulzhon ada 3 hal :

  1. Segi Agama

Rumah² ibadah Masjid dan Musholla diberikan bantuan yg dahsyat, minimal 25-50jt utk Musholla, sedangkan Masjid minimal 75jt-400jt. Belum lagi soal Keseriusan membangun Masjid Agung Al-Muwahidin Bima dgn dana multi years 36 M. Skrg sdh di alokasikan ±10 M.
Wah kan ?

Tentu sangat, sangat dan sangat wah. Kenapa ?

Karna sepanjang sejarah lahirnya Kota Bima baru di Pemerintahan LUTFI-FERI, yang serius menganggarkan dana Masjid puluhan milyar.

2. Dari segi Inovatif

Akhir 2020, Kota Bima berhasil meraih Penghargaan Kota Ter-inovatif se-Indonesia, dan satu²nya di NTB

Lewat terobosan²nya salah satunya Command Center atau Pusat Kendali Pemerintahan lewat Digitalisasi, OPD di awasi kinerja nya, Camat, lurah bahkan RT di awasi.

Yang sekarang yang lagi viral soal Lampu Hias 1,4 M utk 3 jembatan di Kobi, menambah indahnya Kota Mungil ini dan hal lain nya.

3. Pemberdayaan dan Pariwisata

Juga tidak kalah menarik nya, Destinasi Pariwisata Kota Bima di genjot Milyaran, yg dulu tempat bersejarah tersebut cenderung salah digunakan oleh makhluk manusia yg kurang sehat akal dan jiwa nya, untuk berbuat sesuatu yang melanggar norma-norma agama dan sosial.

Hari ini Lawata di sulap begitu indah dan cantik menawan serta mjd salah satu penyumbang PAD terbanyak di Kota Bima.

Soal pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (Kube) diberikan bantuan modal usaha dgn dana fantastis ±7 M. Blm lagi gerakan² kecil tp luar biasa oleh ibu² yg tergabung dlm organisasi ibu² misal PKK, GOW, DEKRANASDA, BUNDA PAUD, Ibu Darma Wanita, Majlis Ta’lim dan sebagainya menyetuh setiap sendi2 kehidupan walaupun sedikit tp sangatlah bermanfaat.

4. Aspek Kesehatan dan Pembangunan

Di tahun 2020 Bangunan megah berdiri kokoh yaitu Puskesmas Paruga-Dara, Puskesmas Mpunda mjd fokus pembangunan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat di bidang kesehatan.

Tidak berhenti disitu 2021 ada 2 Puskesmas megah juga di bangun Penaraga dan Kumbe.

Tidak lupa juga, Taman Kodo, Bedah Rumah Kota-Ku Ratu Raga Mantika dan lainnya.

5. Aspek Ekonomi BUMD-Aneka Perumda.

HML, melihat geliat Ekonomi di Kobi tumbuh dg baik maka pemerintah hadir untuk mengakomodir semua hasil UMKM, home industri dan lain sebagainya, dgn harapan adanya pemasukan PAD utk keberlanjutan Kota Bima. HML Top Leaders.

Masih banyak yang lain di 2021, Perpustakaan Nasional 10 M, DAM terintegrasi “One sistem one integrited” untuk meminimalisir Banjir di Kota Bima sebagai Kota Tepian air.

Sejauh ini, Pembangunan di Kota Bima mengalami kemajuan yang sangat pesat, perlu kita berikan Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan Totalitas yg komprehensif disegala bidang.

Rasa-rasanya masih banyak Capain-capaian yang di capai hari ini dan ingin di capai di masa akan datang, dan kita berharap pemimpin kita diberikan umur panjang, kesehatan yang sehat baik jasmani maupun rohani.

Meskipun berat memang cobaan, ujian, ujaran kebencian dan hal hal negative lain, tapi HML sangat lah kuat menghadapi semua yang ada.

Tentu dengan Tekad dan semangat yang kuat demi masyarakat Kota Bima seluruhnya.

“Kulluroim wakulukum mas’uulin anroiyyatihi” Kalian itu adalah Pemimpin dan setiap pemimpin pasti dimintai pertanggungjawaban nya atas kepemimpinan nya.

Penulis : Mardiansyah Hijo Sekjend GPK Kota Bima.

Pembangunan RTH di Rontu dan Rabadompu Barat Sudah Dimulai, Warga Apresiasi Kinerja Walikota HML

Bimantika.net,_Kota Bima dengan Slogan Perubahan Bangkit yang dikendalikan oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) lebih kurang berjalan dua tahun memperlihatkan arah Perubahan yang sangat signifikan.

Pembangunan sarana dan prasarana Publik kini terus di genjot oleh Walikota HML, Ide dan Pikiran Walikota HML yang Inovatif tentu diterapkannya saat menjdi Walikota Bima sejak di lantik 2018 silam.

Walikota HML dalam mengimplementasikan tanggung jawabnya sebagai Orang nomor satu di Pemkot Bima memiliki tipikal yang sangat teliti untuk melihat secara langsung dilapangan terkait dengan program yang sedang di jalankannya.

Rupanya Walikota HML tidak ingin mendapatkan progres dan capaian pembangunan itu hanya melalui laporan dari bawahannya saja, melainkan langsung pada obyek yang sedang di kerjakan. Tentu ini akan memberikan gambaran utuh tentang progres pekerjaan yang sedang dikerjakan.

Terbukti, Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE (HML) didampingi oleh Wakil ketua DPRD Kota Bima Syamsurih SH, Sekretaris DPMPTSP Drs Adisan, Sekretaris Dinas Perkim A Faruk SSTPar beserta jajaran dinas Perkim dan PU, meninjau secara langsung pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di kelurahan Rontu dan kelurahan Rabadompu Barat beberapa hari yang lalu (12/1/2021).

Tidak hanya sekedar meninjau begitu saja, Walikota HML pun pada momen melihat langsung proses pembangunan RTH tersebut memberikan warning pada pihak pelaksana (kontraktor) agar dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan prosedur maupun perencanaan awal sehingga program KOTAKU benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Jangan sampai pembangunan ruang terbuka hijau ini keluar dari prosedur dan perencanaan,” demikian Walikota HML memberikan warning keras pada pihak pelaksana.

Kegiatan infrastruktur di dua kelurahan yang ditinjau ini merupakan bagian dari Program KOTAKU “Raturaga Mantika”.

Untuk di Kelurahan Rabadompu Barat beberapa item yang dikerjakan diantaranya saluran drainase, saluran beton crossing jalan (Box Culvert), hotmix jalan, jalan pedestrian dan RTP, pekerjaaan panggung terbuka Rabadompu, pekerjaan gerbang gapura, pekerjaan drainase penghubung, pekerjaan penerangan jalan, pekerjaan bak/tempat sampah 3R, pemasangan gajebo, tempat duduk beton, memasang main hole grill besicor.

Sementara di Kelurahan Rontu, beberapa item yang dikerjakan pekerjaan saluran drainase, jembatan, pekerjaan saluran beton crossing jalan (box culvert), jalan hotmix, jalan pedestrian dan RTP, gerbang gapura, drainase penghubung, penerangan jalan, penyediaan Bak/Tempat Sampah 3 R, pemasangan gajebo, tempat duduk beton, pemasangan Main Hole Grill Besi cor, dan pemasangan bronjong.

Desain kawasan penataan sempadan sungai, penyediaan ruang bagi masyarakat untuk beraktifitas, pengembangan keterampilan dan ekonomi lokal menjadi point utama pada penataan bantaran sungai segmen ini. Khusus di Rabadompu Barat juga dilakukan penataan
jalan menuju tempat tenun sekaligus tempat untuk memasarkan hasil tenun. Penataan skala kawasan dilaksanakan oleh pihak ke-3 yakni PT. Amar Jaya Pratama Group dengan nilai kontrak Rp 12.469.300.000,-

Dengan adanya pembangunan ruang terbuka hijau ini diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat yang ada, baik masyarakat sekitar maupun wisatawan sehingga ke depannya nanti mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di sekitar.

Rencananya pembangunan ruang terbuka hijau ini nantinya untuk tratoar menggunakan batu underseat sekitar 1,5 meter dan aspal sekitar 3 meter serta saluran air.

Lebih lanjut, Wali Kota juga mengingatkan agar kontraktor memasang lampu di sepanjang ruang terbuka hijau. Tak lupa juga dimintanya agar ada papan himbauan larangan membuang sampah di sungai.

Pada kesempatan yang sama juga Wali Kota Bima juga meninjau rumah ibu Sumantiar yang ada di RT 02/RW 01 kelurahan Rontu yang rusak akibat terkena banjir beberapa tahun lalu dan belum disentuh oleh pemerintah.

“Insyaallah perbaikan rumah akan diprioritaskan dan di bantu dengan program bedah rumah,” ucapnya.

Warga Kota Bima, Mardiansyah Man yang diwawancarai Bimantika.net Kamis (14/1/2021) menyebutkan bahwa dirinya selama ini terus mengikuti perkembangan pembangunan Kota Bima yang sampai hari ini dirinya mengapresiasi kinerja Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE selama dua tahun menjabat Walikota Bima

Dirinya selaku pejuang barisan depan berterima kasih banyak atas dedikasi Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE selama menjadi Walikota Bima.

“Sepertinya Lonceng perubahan terus digaungkan oleh Walikota HML dalam memberikan karya nyata untuk Perubahan Kota Bima” ungkapnya. (BNN_01)

Jokowi Terpilih Jadi Ketua Paguyuban Jawa Timuran Kota Bima

Jokowi (baju putih) bersama Pimpinan redaksi media online Bimantika.net

Bimantika.net,_Paguyuban Jawa Timuran (PJT) Kota Bima terbentuk sejak 13 Tahun silam. Eksistensinya di Kota Bima sangatlah bermanfaat karena paguyuban ini selalu hadir memeriahkan acara-acara pemerintahan di pemerintahan Kota Bima.

Minggu (10/1/2020) bertempat di Ulet Jaya Baru (UJB) Paguyuban ini melakukan prosesi pemilihan Ketua Paguyuban yang anggotanya lebih kurang 150 orang.

Terpilih dalam pemilihan Paguyuban Jawa Timuran Kota Bima adalah Jokowi yang saat ini bersomisili di RT 02 RW 01 Ranggo Kelurahan NaE Kota Bima.

Jokowi dalam kesehatiannya di Ranggo sangat membaur dengan warga setempat hingga fi awal tahun 2021 inipun diangkat sebagai Sekretaris RT. 01 Ranggo Kelurahan naE.

Pemilik nama asli Yoyo Eko Heru Yaya ini asli Demak Timur Gang 6 Nomor 14 Surabaya memiliki Visi Kemanusiaan yang sangat luar biasa dalam hidupnya.

Pengusaha Gorden inipun selalu mengedepankan Silaturrahim karena menurutnya Silaturrahim itu akan menambah rejeki.

“Insya Allah dalam Visi misi saya selaku ketua Paguyuban terpilih selalu kedepankan tali silaturrahim dengan sesama paguyuban dan selalu siap bersama Pemerintah kota bima mewujudkan cita-cita pembangunan bersama pemerintahan kota bima” ujarnya.

Jokowi melanjutkan bahwa dirinya siap membesarkan Paguyuban dan solid memberikan support untuk pembangunan kota bima,

“Insya Allah kita akan terus mengerahkan segala potensi Paguyuban demi mewujudkan cita-cita bersama bersama Pemerintahan Kota Bima” ungkap Jokowi. (BNN_01)

Kepedulian Walikota Bima Urusan Banjir, Hingga Rencana Bangun Dam Lampe dan Buat Perwali

Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE (HML)

Bimantika.net,_Kota Bima saat ini dikenal dengan Kota Tepian air tempat bermuaranya seluruh air sungai yang dari Kecamatan Wera dan Kecamatan Wawo Kabupaten Bima akan bermuara di Kota Bima. Secara alam bahwa kalau saja intensitas hujan sangat tinggi di wilayah Wawo dan Wera tentu dampak langsungnya adalah warga kota bima.

Tercatat, akibat hujan deras pada hari Kamis lalu (7/1/2021) menyebabkan luapan air di sungai yang mengakibatkan banjir disejumlah pemukiman warga dan merendam ratusan rumah warga di Kota Bima padahal intensitas hujan di Kota Bima hanya hujan ringan saja.

Banjir disebabkan karena curah hujan yang tinggi di seputar Kecamatan Wawo Kabupaten Bima dan beberapa tanggul pembatas jebol, serta pintu airnya yang sangat rendahrendah.

Walau demikian, Secara cepat dan tanggap Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE (HML) langsung turun meninjau warga yang terdampar didampingi Ketua DPRD dan BPBD, Dinas PUPR Damkar dan sejumlah OPD lainnya.

Penangan secara cepat dilakukan, saat mengunjungi Warga, Walikota HML berharap masyarakat bisa bersabar, sembari dilakukan penanganan secara cepat. Hingga menurunkan BPBD, Dinas PUPR, Damkar dan TSBK turun membantu masyarakat, dan penyemprotan lumpur di jalan dan wilayah pemukiman.

Pada kesempatan pertemuan dengan warga yang terdampak, Walikota HML menekankan bahwa bencana ini tidak bisa dihindari. Penanganan banjir juga harus dilakukan secara terintegrasi, terutama di wilayah hulu yang tidak bisa menampung intensitas hujan yang tinggi.
Tak lupa Diimbau juga masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai.

Masih Menurut HML bahwa dirinya memiliki rencana terpadu terkait penanganan banjir sehingga di tahun 2021 memiliki rencana besar yakni membangun Dam Lampe dengan anggaran Triliun sehingga kedepan akan tertanggulangi urusan bencana banjir.

Sisi lainnya Walikota Bima HML akan tetap memaksimalkan upaya-upaya integrasi lainnya berupa penghijauan.

“Nanti kita mau keluarkan perwali setiap ASN kota Bima yang kenaikan golongan akan menyumbang pohon tanaman keras yang produktif untuk ditanam digunung” demikian Ungkap Walikota HML melalui Pesan WhatsApp nya saat di Hubungi Bimantika.net Sabtu (9/1/2020). (BNN_01)

Pemkot Bima Melalui Dinsos Tanpa Henti Perjuangkan Urusan PKH

Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Bima, Sri Nunung Andriani, SE

Bimantika.net,_Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat oleh pemerintah untuk Keluarga Miskin (KM) yang sudah ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) PKH.

program PKH ini adalah salah satu dari sekian banyak upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di tanah air yang di Programkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo sejak tahun 2007.

Pemerintah Indone­sia telah melaksanakan PKH. Program Perlindungan Sosial yang juga dikenal di dunia internasional dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) dan program ini terbukti cukup berhasil dalam menanggulangi kemiskinan yang dihadapi di negara-negara tersebut, terutama masalah kemiskinan kronis.

Sebagai sebuah program bantuan sosial bersyarat, PKH membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes) dan fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia di sekitar mereka.

Manfaat PKH juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI Joko Widodo.

Rapat Pemantapan urusan PKH di Dinas Sosial Kota Bima

Terkait dengan urusan PKH tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Bima, Sri Nunung Andriani, SE saat di wawancarai pada hari Jum’at (8/1/2020) mengungkapkan bahwa dirinya tetap konsisten membantu Walikota Bima untuk mengurus BPJS dan PKH di Kota Bima.

“Dan yang sudah kami lakukan adalah membantu merealisasikan BPJS Gratis sebanyak 3457 kuota penerima BPJS dan 6618 warga Penerima PKH” beber Nunung.

Lebih Lanjut Nunung Katakan bahwa di tahun 2021 ini sebenarnya ada yng diwisuda alias berhentikan.

“Istilah di wisuda itu sudah tidak berhak lagi menerima PKH dan kami dari Dinas Sosial sedang memperjuangkan warga untuk masuk PKH sebagai pengganti” demikian ujar Nunung. (BNN_01)

13 RT dan 4 RW Kelurahan Na’E Di Lantik

Bimantika.net,_Pemerintah Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima hari ini Jum’at (8/1/2020) melakukan pelantikan sejumlah RT dan RW di Wilayah Kelurahan Na’E

Pada wartawan media Online Bimantika.net sekretaris RT 01 Ranggo Kelurahan Na’E, Yaumul Ma’ruf, Amd menyebutkan bahwa hari ini dirinya dan sejumlah perangkat RT dan RW di Kelurahan NaE di lantik oleh Camat RasanaE Barat.

“Sebanyak 13 RT dan 4 RW dilantika di Kantor kelurahan naE oleh camat RasanaE Barat” ujar Yaumul Ma’ruf.

Dalam pidatonya, Lurah naE, Haerunas, S. Sos menyebutkan bahwa
RT/RW merupakan tulang punggung nya pemerintah atau ujung tombak nya pemerintah.

“awal dan akar permasalahan itu tugas RT/RW, semua masalah yg terjadi di lingkungan di foto dan laporkan, tahun 2021 ini Pemkot akan mengadakan alat bantu HP untuk RT/RW” ujar Lurah.

Sementra itu Ketua RT 01 Ranggo Kelurahan Na’E, Kurniawan usai pelantikan berpendapat bahwa Seyogyanya sebagai lembaga kemasyarakatan, keberadaan RT dan RW Merupakan penghubung antara masyarakat dengan Pemerintah, dalam hal Ini Kelurahan.

“pengurus RT dan RW merupakan sarana atau jembatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat pada Lurah sebagai aparat Pemerintah. Sebaliknya, pengurus RT Dan RW mampu menerjemahkan segala kebijakan atau program yang digulirkan aparat Pemerintah kepada masyarakat” ujar Kurniawan.

Pose bersama RT dan RW sebelum prosesi pelantikan

Lanjutnya bahwa Perkembangan dari zaman ke zaman menuntut kecakapan RT dan RW dalam mengelola dan mengemban amanah serta Menyampaikannya kepada masyarakat yang dipimpinnya.

Warga Ranggo menyenutkan bahwa selain sebagai jembatan penghubung antara masyarakat dengan aparat Pemerintah, RT dan RW juga mempunyai kekhususan dalam hal penyambung lidah rakyat untuk mewujudkan berbagai bentuk keluh kesah dan kebijakan Pemerintah.

“Yang terutama sekali adalah pemberdayaan masyarakat dalam segala hal, Oleh karena itu, aparat RT dan RW seharusnya memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk menunjang hal-hal tersebut” ungkap warga
(BNN_01)

Walikota Bima Warning Dishub Urusan Ketertiban Arus Lalu Lintas

Bimantika.net,_Keberadaan Dinas Perhubungan diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat akan penggunaan tata tertib berkendara di jalan semakin tinggi meskipun Dishub tidak memiliki kewenangan menilang kendaraan, hanya berfungsi untuk mengedukasi dan melarang pengguna jalan melanggar lalu lintas. Demikian yang disampaikan oleh Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE (HML) pada kunjungan kerja di Dinas Perhubungan Kota Bima pada Rabu (6/1/2021)

Wali Kota Bima disambut oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima Drs. M. Farid beserta jajarannya di Aula Kantor Perhubungan Kota Bima.

Pada kunjungan tersebut Wali Kota juga menegaskan agar pengamanan lalu lintas dijalan harus terus ditingkatkan terutama di perempatan jalan masih banyak ditemukan pengguna jalan yang tidak taat dan melawan jalur.

“Jika kita buat Peraturan Daerah tentang penggunaan jalan maka langkah-langkah diatas yang akan dikaji. Dengan tidak adanya Perda membuat keberadaan Dishub tak di anggap oleh masyarakat,” ujarnya.

Semua permasalahan di jalan harus segera diatasi harap Wali Kota terutama pembagian pola kerja harus benar dan terstruktur serta penempatan petugas disetiap titik yang rawan harus dimaksimalkan serta terkait dengan KIR harus terdata, baik jumlah mobil berplat dalam daerah maupun luar daerah.

“Jangan lagi ada lampu merah yang rusak atau tidak berfungsi disepanjang jalan, Dishub harus memiliki suku cadang. Jangan ada istilah rusak dulu lalu diperbaiki sebab lampu merah sifatnya mendesak. Gunakan aplikasi kemajuan teknologi guna menginformasikan kepada masyarakat terkait waktu pelaksanaan KIR sehingga tingkat kepuasaan masyarakat kepada pelayanan Dishub meningkat dan lakukan koordinasi dengan Kominfo terkait aplikasi untuk KIR”, jelas Wali Kota.

Diharapkannya pula agar Dishub mengusahakan juga seluruh pembayaran dilakukan secara non tunai agar peningkatan PAD terarah dan juga setiap aset harus ada uang perawatannya. Wali Kota juga mendukung adanya pengadaan pakaian dinas ASN maupun honorer pada dinas Dishub mengingat Dishub merupakan OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga performa yang ditampilkan harus bagus.

Diakhir sambutannya Wali Kota mengingatkan agar SOP tentang aturan bagi kendaraan yang berplat di luar wilayah Kota Bima harus dibuat serta bagaimana payung hukumnya.

“Jadilah agent of change di tengah masyarakat”, ajak Walikota HML (BNN_01/tim)