Bimantika.net. Dalam persidangan kedua gugatan sengketa hasil Pilkada Kabupaten Bima NTB, dengan pokok perkara 126 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Hakim ketua Arief Hidayat memimpin persidangan, Kamis, (4/2/2021), menyatakan alat bukti diajukan Termohon, Pihak Terkait dan Bawaslu Kabupaten Bima lengkap , dan diverifikasi.
Sidang kedua tersebut, dihadiri Termohon (KPU Kabupaten Bima), diwakili kuasa hukum Arifuddin SH dan Komisioner Wahyudiansyah, SH, MH, sementara pihak terkait Paslon nomor 3 Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Drs. H Dahlan M. Noer, M. Pd, diwakilkan oleh Sukirman Azis, SH, MH, sebagai kuasa hukum, sementara Bawaslu Kabupaten Bima, diwakili oleh Komisioner Taufikurahman, SH.
Dalam persidangan itu, dihadiri juga kuasa hukum termohon Paslon nomor 2 Drs. H Syafruddin, M. Noer, M. Pd dan Ady Mahyudi diwakili Maharijal dan Arifin SH.
Sidang di gedung MK yang dipantau oleh beberapa wartawan media online dan cetak melalui Live Streaming, Hakim Ketua Arief Hidayat, lebih awal meminta Termohon, untuk menyampaikan pokok-pokonya saja dan diminta untuk menyampaikan esepsi seperti yang tercantum dalam dukumen perkara. Begitupun kepada Pihak Terkait dan Bawaslu untuk menyampaikan hal pokok dan esepsi masing-masing.
Kata dia, dalam persidangan mendengarkan jawaban termohon, keterangan pihak terkait dan Bawaslu ini, pihak KPU Kabupaten Bima telah mengajukan daftar alat bukti dan alat bukti dari T1 sampai T33, sementara Paslon nomor 3 mengajukan daftar serta alat bukti berupa PT1 sampai PT10 dan Bawaslu mengajukan PK1 sampai PK33.
“Daftar alat bukti serta alat bukti diajukan Termohon, Pihak Terkait dan Bawaslu, kami nyatakan lengkap dan diverifikasi, dan saya telah mensahkannya,” jelas Hakim.
Lanjut dia, sidang pertama dan kedua sudah diselesaikan, nanti Majelih Panel akan melaporkan pada rapat putusan hakim yang dihadiri 9 orang hakim Mahkamah Konstitusi RI untuk mengambil kesimpulan dan keputusan.
“Apakah perkara bisa dilanjutkan untuk pemeriksaan saksi dan bukti-bukti lain atau dianggap selesai sehingga sehingga bisa diputuskan atau bagaimana, nanti akan diputuskan pada rapat putusan hakim,” kata dia, (MOB).
Bimantika.net. Rabu (3/2/2021) Pihak Pamhut Madapangga Lakukan Patroli dalam rangka pengamanan dan pencegahan hutan.
Patroli pengamanan dan pencegahan kerusakan hutan tersebut dilakukan pada hari Rabu 03 Februari 2021 jam 10:30 pagi hari.
Lokasi Patroli di Desa Dena so kapinae ( KTH Sama ngawa ) kecamatan Madapangga kabupaten Bima KH Toffo Rompu RTK 65
Menurut Wahyudin, SH bahwa patroli Pencegahan kerusakan dalam kawasan hutan selalu dilakukannya untuk menjaga kerusakan hutan.
Menurutnya, Hasil kegiatan di so kapina,e Menemukan jenis tonggk kayu tarotu satu pohon diameter keliling 150 panjang 11 m. wamba dua pohon dgn diameter keliling 80 dan 50 dgn panjang masing-masing 8 dan 6 m.
Di so boto ati petugas menemukan warga yg sedang memperbaiki pagar dgn menebeng beberapa jenis pohon luhu yg masih ukuran kecil.
Petugas juga Mengamankan 1 buah kapak sebagai barang bukti untuk di jadikan alat pemotong pohon kecil
Disi lainnya petugas patroli Memberikan pembinaan supaya tidak mengulangi lagi di kemudian hari. (tim)
Kepala Bidang Ekonomi dan Infrastruktur Bappeda Kota Bima, Arif Roesman Efendi, MT, Msc
Bimantika.net. banjir mengepung Kota Bima setelah seharian penuh setelah turun hujan dengan intensitas tinggi pada hari selasa (1/2/2021)
Warga RT 02 Ranggo Kelurahan NaE, Melody mengharapkan adanya penanganan banjir oleh Pemerintahan Kota Bima secara sempurna yang melibatkan arus bawah.
“Semoga bencana banjir yang kerap menghantui kehidupan warga Kota Bima bisa teratasi dengan baik oleh pemerintah” ujar Melody.
Menurutnya bahwa saat ini warga RT. 02 yang paling banyak mengalami korban banjir mereka membutuhkan bantuan darurat.
“Warga saat ini butuhkan bantuan Darurat” ungkap pemilik nama lengkap Mulyadin.
Masih menurutnya bahwa khususnya di Lingkungan Ranggo, dirinya berencana meminta ke pemerintah Kota Bima melalui Lurah agar ujung drainase lingkungan memerlukan alat berat sehingga setiap turun hujan tidak tergenang.
“Kami pengurus RT 01 dan RT 02 memprioritaskan urusan drainase tersebut” ungkap Mulyadin yang juga sebagai Ketus RT. 02 Ranggo Kelurahan NaE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima.
Sementara itu, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) melalui tim Bappeda Kota Bima saat di wawancarai Bimantika.net memberikan berbagai solusi konkrit.
Kabid Ekonomi dan Infrastruktur Bappeda Kota Bima, Arif Roesman Efendi, MT, Msc menyampaikan releasenya bahwa Kota Bima saat ini sedang mempersiapkan kerjasama penanganan banjir perkotaan dengan Bank Dunia melalui Program NUFREP (National Urban Flood Resilience Technical Assistance Program).
Kerjasama ini direncanakan berlangsung selama 5 tahun mulai tahun 2021. Hari ini dilaksanakan rapat dengan Tim Teknis Bank Dunia untuk membahas dan mempertajam usulan penanganan banjir di Kota Bima. Perwakilan Kota Bima terdiri dari Bappeda Litbang, Dinas PUPR, Dinas Perkim, DLH, BPBD dan Dinas Pertanian. Tahun 2021 adalah tahap persiapan dalam rangka mempersiapkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan mulai tahun 2022 sampai tahun 2025.
Terdapat 3 strategi besar penanganan banjir yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Bima yaitu: strategi pertama adalah Pengelolaan tata guna lahan di kawasan HULU untuk mengurangi puncak debit air dari daerah tangkapan air di kawasan hulu melalui pendekatan structural dan pendekatan non structural. Pendekatan structural di kawasan Hulu yang diusulkan meliputi: pembangunan embung di Ntobo, Nungga, Dodu, Lampe, Jatibaru serta Cekdam di Panggi. Sedangkan pendekatan non structural dilakukan melalui pengembangan pertanian alternative dimana didalamnya akan dikembangkan system terasering, membangun kembali kearifan lokal dalam bentuk Nteli untuk menahan sedimentasi dan pola pertanian terintegrasi antara tanaman tahunan dengan tanaman semusim serta peternakan di area-area sekitar lokasi di bangunnya embung tersebut.
Strategi kedua yaitu Memisahkan mekanisme penanganan akibat faktor banjir pluvial dan fluvial di dalam kota dengan membuat kompartemen-kompartemen drainase aman. Penanganan banjir yang di akibatkan oleh faktor banjir Pluvial (hujan setempat) diusulkan beberapa kegiatan yaitu : memperbaharui dan merehabilitasi sistem saluran drainase perkotaan antara lain: Kelurahan Penaraga, Penatoi, Lewirato, Mande, Sadia, Manggemaci, Monggonao, Santi, Nae, Pane, Paruga, Sarae, Tanjung, Dara, Melayu, Jatiwangi, dan Ule. Meningkatkan kapasitas kolam retensi,
pengerukan sedimen dan sampah pada saluran drainase serta membangun sumur resapan pada wilayah perkotaan. Sedangkan penanganan akibat Banjir Fluvial (meluapnya sungai) diusulkan Normalisasi sungai, Pengaturan sempadan sungai, Pembangunan tanggul/talud sungai. Adapun strategi ketiga adalah meningkatan kapasitas debit air di Kawasan HILIR dengan pendekatan non structural yang meiputi menyiapkan peraturan tentang pembangunan kawasan pesisir, Pengembangan ekosistem mangrove dan pengembangan sabuk hijau lainnya.
Sedangkan pendekatan structural di kawasan Hilir meliputi Membangun infrastruktur pencegah banjir rob, meliputi : pembangunan tanggul, peninggian dasar bangunan serta penataan dan normalisasi di beberapa kawasan hilir serta penataan cekungan kali Romo.
Khusus penanganan sungai padolo, melayu dan kali Romo akan dilaksanakan melalui kerjasama dengan JICA dan BWS Dalam rapat teknis tadi juga disepakati beberapa tindaklanjut antara lain menjadikan Taman Ria sebagai Taman Multi Guna yang tidak hanya berfungsi sebagai kolam retensi tapi juga memiliki fungsi lain secara ekonomi dan social budaya.
Disamping itu juga Kota Bima agar menyiapkan data dan informasi dalam rangka penyusunan Green book (buku hijau) yang akan disusun oleh kementrian PUPR. bahwa NUFREP Bank Dunia akan menyediakan tenaga ahli yang akan turun langsung ke Kota Bima untuk mendukung penyiapan kerjasama ini yang berbasis pada pendekatan green infrastructure dan nature base solution. (BNN_01)
Bimanntika.net, Pencanangan Vaksinasi Covid-19 tingkat kabupaten Bima berlangsung Selasa (2/02/2021) di aula Kantor Bupati Bima mengikut sertakan unsur pimpinan daerah, TNI/POLRI, tenaga kesehatan pelayanan Puskesmas dan perwakilan organisasi profesi.
Bupati Bima yang diwakili Sekretaris Daerah Drs. H.M. Taufik, HAK, M.Si dalam arahannya mengatakan bahwa Vaksinasi COVID-19 ini penting untuk menurunkan laju penularan pandemi dan mengurangi jumlah warga yang terpapar.
Menurutnya, Vaksin Covid lakukan agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal, disamping pada saat yang sama untuk memperkuat dan melindungi sistem kekebalan tubuh”.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima yang diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Rifai S.Sos,. M.Ap mengatakan bahwa pada pelaksanaan Vaksin melibatkan tenaga 105 orang vaksinator yang merupakan tenaga kesehatan dari 21 Puskesmas yang sudah mengikuti pelatihan.
“Untuk pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bima dengan target keseluruhan 294.181 orang penerima vaksin, dengan rentang usia antara 18-59 tahun, dari jumlah tersebut 3.000 tenaga kesehatan ditargetkan selesai dalam 1 bulan. Sedangkan pejabat publik, ASN, TNI/POLRI, guru, pelaku ekonomi dan masyarakat umum dituntaskan hingga bulan Maret mendatang”. Terangnya.
Ditambahkan Rifai, setelah vaksin tahap I akan dilanjutkan dengan vaksin Tahap II yang akan berlangsung tanggal 16 Februari 2021 mendatang. Dirinya mengharapkan agar masyarakat tidak takut menerima vaksin tersebut karena aman dan halal berdasarkan rekomendasi Badan POM dan Majelis Ulama Indonesia.
Terkait pelaksanaan Vaksinasi di Kabupaten Bima, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Bima dengan menggunakan aplikasi Primary Care (P-Care) untuk pelayanan vaksinasi Covid-19.
Aplikasi tersebut berfungsi untuk proses registrasi, screening, hingga pemberian vaksin. Masyarakat yang sudah terdaftar pada aplikasi P-Care dan ada pada Data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) dapat menjadi penerima vaksin SINOVAC tersebut katanya.
Pencanangan vaksin ditandai dengan vaksinasi aparat POLRI kepada Wakapolres Kabupaten Bima Kompol Edi Susanto, S.Sos dan Dandim 1608/Bima yang diwakili Kapten Seninot Sribakti. (BNN_01)
Proses pembangunan jembatan gantung kelurahan Mande
Bimantika.net. Sejumlah Warga Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda merasa berterimakasih pada Walikota Bika H. Muhammad Lutfi, SE (HML) atas dedikasinya dalam membangun khususnya di kelurahan Mande.
Salah seorang Warga setempat, Midun, S. Pd pada Media Bimantika menyenutkan bahwa hari ini warga Kelurahan Mande bersyukur atas dibangunnya fasilitas umum okeh Walikota HML.
Menurut Midun bahwa Masyarakat Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima segera menikmati pembangunan Jembatan Gantung yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Kota Bima buah dari Janji Politik Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE pada Pilkada 2018.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab Walikota HML dalam merealisasikan janji politiknya pada warga Mande saat Pilkada 2018 lalu” ungkap Midun.
Masih menurutnya bahwa Dimulainya Pembangunan Jembatan Gantung yang sedianya merupakan Janji Politik Pemerintahan sebelumnya, kini 2 tahun Pemerintahan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE jembatan tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat, untuk mempermudah akses kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Jembatan yang menghubungkan 2 kelurahan tersebut, antara Kelurahan Mande dan Kelurahan Sadia mulai dikerjakan Februari 2021, nampak Lurah Mande turut mengawasi berjalannya pembangunan Jembatan Gantung tersebut. (BNN_01)
Bimantika.net. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bima Suhardin M.Si memberikan apresisi yang mendalam atas langkah Walikota Bima H.M. Lutfi SE (HML) mendefinitifkan sejumlah Kepala Sekolah SDN maupun SMP baik yang berstatus Pelaksana Tugas (Plt), Pelaksana Harian (Plh) maupum yang status kepseknya kosong.
“secara kelembagaan saya selaku Ketua PGRI Kota Bima sangat mengapresiasi Wali Kota Bima, karena telah merespon desakan PGRI untuk segera mengisi beberapa Kepala Sekolah yang kosong. Buktinya hari ini beliau (Wali Kota Red) melakukannya,” Demikian ungkap Suhardin saat di konfirmasi melalui saluran WhatsApp nya pada hari senin (1/2/2021)
Mantan Wakil Ketua DPD KNPI era 2003 inipun menuturkan bahwa PGRI selama ini memberikan masukan pada Walikota Bima guna memenuhi urusan tersebut
“Ini adalah langkah maju dan strategis sehingga geliat dunia pendidikan pun terus melaju dan walikota HML benar-benar pemimpin yang responsif dan aspiratif, yang menghargai saran dan masukan dari stakeholders seperti PGRI,” ungkap Arjuna Sapaan akrab Ketua PGRI Kota Bima ini.
Menurut Arjun bahwa sebelumnya PGRI melakukan desakan pada Walikota semata-mata sebagai bentuk kemitraan. Baik mitra strategis sekaligus mitra kritis-konstruktif dengan Pemerintah Kota Bima.
“Dengab devinitifnya beberaapa kepsek yang plt dan terpenuhinya beberapa Kepala Sekolah yang sebelumny kosong, maka sedikit mengurangi problematika di dunia pendidikan khususnya yang terkait demgan kekosongan kepemimpinan. Karena memang kekosongan Kepsek, sangat berdampak pada terhambatnya Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah,” terangnya melalui WA.
Arjun dalam pesan WhatsApp nya memberikan ucapan terimkasih yang sangt mendalam kepada Walikota HML, atas respon cepat atas masukan kami dari PGRI.
“Intinya kami PGRI selalu mendukung semua kebijakan Pemerintah Kota Bima dalam menyejehterakan masyarakat Kota Bima, terutama dunia pendidikan. Dan selalu mensuport dan memberikan saran, termasuk kritik konstruktif,” demikian pesan WhatsAppnya. (BNN_01)
Bimantika.net. Sebanyak 32 sertifikat Tanah milik Pemerintah Kabupaten Bima (Pemkap Bima) diterima Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, (IDP) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bima.
Serah terima sertifikat tersebut berlangsung pada hari senin ( 1/2/ 2021), di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima.
Sertifikat tersebut diberikan secara simbolis oleh Kepala BPN, Moh Gholib Syaifudin, A.Ptah. Untuk Desa Kananta, Kecamatan Soromandi 10 Bidang, Desa Sai 18 bidang dan Desa Mandala, Kecamatan Wera 4 Bidang.
Turut hadir pada penyerahan tersebut Asisten III Setda Bima, Drs H Arifuddin HMY, Kabag Umum Setda Bima Kasmir S.Sos, Kabag Tatapem Setda Bima Drs. H Masykur dan sejumlah pejabat dari BPN sendiri.
Bupati Umi Dinda sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan dan support BPN terhadap tugas Pemerintah Kabupaten Bima.
Tentunya, kata Bupati, Bagian Tatapem yang menangani Bidang Aset dan Bagian Hukum, tetap saling berkoordinasi. Membina kemitraan yang baik, sehingga tata kelola aset yang selama ini menjadi kendala dapat diselesaikan.
Menurut Bupati Bima terpilih tersebut, bukti kepemilikan aset dengan diterbitkan sertifikat sangat penting. Karena hingga kini banyak orang yang berusaha mengclaim aset milik pemerintah. Terutama pemain-pemain lama, yang mengetahui kepemilikan aset atau sertifikat.
‘’Sekali lagi, atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih sudah mensupport Pemerintah Kabupaten Bima,’’ungkap Umi Dinda sapaanya.
Bupati berharap, kedepannya akan lebih banyak yang bisa dirumuskan bersama. Dan apa yang kita laksanakan hari ini akan bermanfaat dan tercatat dalam masa kerja kita semua.
“Sehingga mampu mengagendakan, untuk menerbitkan kembali sertifikat bagi aset-aset yang sudah terdata, yang selama ini dinilai bermasalah Pasca terbakarnya eks Kantor Bupati Bima,” pungkas ibu dua anak ini. Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Moh Gholib Syaifudin, mengaku tugas mereka di Kabupaten Bima cukup tinggi dan sedikit kendala karena Covid-19.
Kata dia, tanah tersebut telah diproses melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2020.
Menurut Gholib, pada tahun 2018, pihaknya telah menyelesaikan PTSL sebanyak 17.500. Tahun 2019 sebanyak 20.000 dan untuk tahun 2020 direncanakan sebanyak 17.500.
‘’Semuanya sudah selesai, tinggal disampaikan ke masyarakat,’’ungkapnya.
Gholib berharap, Bupati Bima beserta jajaran dapat membantu untuk mensosialisasikan sampai ke desa-desa. Karena masyarakat sangat membutuhkannya.
“Kemitraan Pemkab Bima dengan BPN, diakui Gholib, sangat Strategis,”harapnya. Ia berharap dapat berjalan dengan baik, dan dukungan Bupati Bima moril maupun spiritual menjadi penentu sesuai tema BPN dengan zona integritasnya. (BNN_01)
Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) sedang berbincang dengan pedagang Pasar tradisional Penaraga
Bimantika.net. Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE (HML) memiliki gaya kepemimpinan yang sangat merakyat. Dialam pikirnya HML bahwa urusan hajat hidup orang banyak adalah prioritas utamanya sehingga dirinyapun tidak ingin membiarkan waktu begitu saja tanpa harus melihat langsung geliat warga yang dipimpinnya.
Hari ini Sabtu (30/1/2021) Walikota HML didampingi Ketua DPRD kota Bima Alfian Indrawirawan, S. Ip, atau yang biasa disapa Dae Pawan, ,kadis Koprindag, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Elly Alwainy melakukan kegiatan peninjauan secara langsung geliat warga pelaku pasar tradisional Penaraga Kota Bima.
Kegiatan peninjauan yang filakukan oleh Walikota HML ini secara tiba-tiba dan tidak ada dalam jadwal tentatif sehingga warga pelaku pasar dikagetkan dengan kedatangan orang nomot satu di Kota Bima tersebut.
Terlihat dengan jelas keakraban HML dengan warga pelaku pasar tradisional tersebut sehingga sesekali walikota HML berbincang santai dengan para pedagang.
Ada pesan moral yang disampaikan oleh Walikota HML saat melakukan peninjauan tersebut yakni memberikan support pada pelaku pasar tradisional untuk lebih meningkatkan lagi kualitas dagangan mereka.
Walikota HML duduk dengan Ketua DPRD Kota Bima Dae Pawan di salah satu lapak Pasar Tradisional Penaraga
Walikota HML yang dikonfirmasi langsung oleh Pimpinan Redaksi Media Online Bimantika.net menyebutkan bahwa dirinya akan selalu memberikan support pada seluruh rakyat yang dipimpinnya melalui berbagai program pemberdayaan.
Pelaku pasar adalah salah satu yang dirinya prioritaskan dalam membangun geliat perekonomian arus bawah sehingga dirinya mengharapkan pada pelaku pasar tradisional selalu meningkatkan kualitas barang dagangannya.
“Para pedagang diharapkan menjual makanan khas Bima dan kuliner yg berkualitas sehingga disana ada perbedaan dgn pasar jajan lainnya” ungkap Walikota HML.
Di samping itu, Walikota HML berharap di era Millenial ini para pedangan kuliner tradisional tersebut mampu mengikuti perkembangan zaman yang serba canggih saat ini, sehingga bisa memasarkan secara online. (BNN_01)
Bimanntika.net. Walikota Bima H. Muhammad Lutfi SE (HML) langsung turun lapangan dalam rangka kegiatan Jum’at bersih dan penanganan kawasan kumuh di kelurahan Rontu pada hari Jum’at (29/1/2021)
Dalam kegiatan Jum’at bersih tersebut, Walikota HML juga didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Bima Drs H Mukhtar MH, Plt Kadis DLH, TNI/Polri, Kadis Perkim, Sekrataris Dinas Perkim, Satpol PP, unsur dari KOTAKU, anggota TSBK, Lurah Rontu, dan warga Kelurahan Rontu.
Liputan langsung Media Bimantika bahwa Jum’at bersih yang galakkan oleh Walikota HML untuk menangani pembukaan jalan sepanjang bantaran sungai rontu.
Warga setempat pun ikut dengan riang gembiranya bergotong royong dengan pemimpin yang mereka cintai.
Pada kesempatan gotong royong itu pula dilakukan penggeseran rumah warga yang ada di bantaran sungai Rontu.
Nampak dengan jelas bahwa warga Kelurahan Rontu saling bahu membahu membantu agar kegiatan pembukaan jalan bisa terlaksana dengan tuntas.
Walikota HML dalam memberikan arahan sebelum gotong royong menyampaikan pesan moral bahwa pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk penertiban bangunan-bangunan sepanjang sungai, Sebagaimana aturan tentang bangunan yang ada di sepanjang sungai yang diatur dalam Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2015 pasal 5 yang mengatur tentang Kriteria Penetapan Garis Sempadan paling sedikit berjarak 10 (sepuluh) meter dari tepi kiri dan kanan sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) meter.
Walikota HML sangat mengharapkan program ini benar-benar didukung oleh masyarakat sekitar agar pelaksanaannya berjalan lancar dan benar-benar tertib. Sehingga kegiatan pembangunan bisa selesai tepat pada waktunya dan sesuai dengan hasil yang diharapkan, karena ini menyangkut citra warga Kota Bima dan bisa kembali dipercaya mendapatkan program yang sama untuk penanganan kekumuhan di wilayah lainnya.
“Oleh karna itu, kami berharap warga harus dukung secara total dan tidak menghambat program untuk kemaslahatan bersama ini” tegas Walikota HML.
Masih menurut Walikota HML bahwa Gotong royong untuk kemaslahatan bersama inipun melibatkan TNI, Polri, Satpol PP melakukan penertiban dan diharapkan tidak ada hambatan lagi ke depannya, karena apapun tujuan dari Pemerintah adalah memberikan yang terbaik untuk warga yang dipimpinnya.
Setelah itu dilanjutkan dengan gotong royong dan di sepanjang bantaran sungai Rontu, nampak Walikota HML lakukan upaya komunikasi yang komunikatif denga warga Kelurahan Rontu. (BNN_01)
Ruslan (Baju merah) Ketua BMI Kota Bima dan H. Rahmat Hidayat (baju hitam) Ketua DPD PDIP NTB sekaligus Anggota DPR RI
Bimantika.net. Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Bima, Ruslan mengapresiasi kinerja Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) yang baru dua tahun memimpin Kota Bima sudah banyak menorehkan karya nyata untuk masyarakat Kota Bima.
Saat Pilkada 2018 silam, PDIP selaku partai pemenang Pemilu tidak mendukung HML semata-mata karena Keputusan partai saat itu mendukung pasangan H. Arahaman H. Abidin SE dan Hj. Ferra Amelia, SE (Manufer).
Parlan sapaan akrab Ruslan menyebutkan bahwa dirinya selama masa kepemimpinan Walikota HML sejak dilantik 2018 silam berada pada posisi oposisi, namun setelah melihat dan menilai kinerja nyata dari Walikota Bima HML, justru saat ini dirinya sangat apresiasi sangat mendalam.
“Saya sejak 2018 berada pada posisi oposisi, namun setelah melihat kinerja dan karya nyata H. Lutfi, kini saya selaku Ketua BMI Kota Bima kedepan siap mengawal kepemimpinan H. Lutfi untuk melangkah maju dua periode” ungkap Parlan.
Menurut Parlan bahwasannya HML telah banyak berjuang di banyak “pertempuran” yang sebagian besarnya di menangkan, juga di sebagian lainnya membuat ia kalah.tetapi jiwanya tetap menyala lebih terang dari sebelumnya,kekuatan dan keyankinannya tidak pernah memudar bahkan tidak lekang oleh waktu dan jaman.
“Ia sosok pemberani, tegas, lentur. dan berjiwa petarung bahkan mendedikasikan Hidupnya untuk bangsa, negara dan kota Bima. Ialah pejuang sejati. Melangkahlah terus walau hantaman badai dan gelombang perlawanan setia setiap saat dan waktu menghampiri. aku dan ratusan Ribu rakyat merindukanmu. “Dua Periode” adalah jawaban atas kinerja HML” demikian ungkap Parlan.
Masih menurut Parlan bahwa sesungguhnya H. Muhammad Lutfi, SE (HML) telah melanjutkan ikhtiar Almarhum Walikota Bima H. M. Nur A. Latif, bentuk ikhtiar itu adalah membangun sarana prasara publik yang bisa dinikmati secara luar oleh warga Kota Bima.
“Terbangunnya Taman Kodo di ujung timur Kota Bima adalah bentuk perhatian H. Lutfi dalam memberikan karya nyatanya, dan Taman Kodo itu kini dinikmati keindahannya oleh Warga Kota Bima” ujar Parlan.
Dari sisi politik, Parlan menyebutkan bahwa rival politik H. Lutfi saat ini memang berupaya membuat mainstream berpikir pada kaum bawah apapun yang dilakukan oleh Walikota HML semua serba salah, dan itu menurut Parlan wajar wajar saja.
“Namanya rival politik wajar membuat mainstream berpikirnya rakyat seperti itu, namun jangan lupa silakan kritik yang sifatnya konstruktif, bukan asal berbeda, karna rakyat tau persis mana hasil karya nyata mana yang bukan” tegas Parlan.
Masih menurut Parlan bahwa Walikota Bima HML baru berjalan dua tahun lebih sudah melakukan yang terbaik untuk masyarakat Kota Bima.
“Insya Allah dua tahun lebih terakhir ini Kami Banteng Muda Indonesia Kota Bima akan seiring dan seirama dengan Walikota HML untuk membangun Kota Bima yang lebih baik lagi” demikian Komitmen Parlan.
Untuk kaum oposisi yang selama ini melakukan kritik pada pemerintahan HML, dengan tegas Parlan katakan bahwa dirinya tidak melarang siapapun untuk melakukan kritikan, namun selalu berdasarkan fakta-fakta.
“Kalau saja Walikota HML lakukan kesalahan dan kekeliruan tentu ruang untuk melaporkan nya sangat terbuka di Aparat Penegak Hukum, itu jalur yang sangat tepat sehingga tidak terkesan menyebarkan Hoax di tengah-tengah rakyat Kota Bima” demikian saran Parlan mengakhiri wawancaranya.
Parlan pun beberkan beberapa pembangunan yang sudah dilakukan oleh HML yang monumental seperti Pembangunan Masjid Lingkup Pemkot Bima, Masjid Raya Kota Bima, dan bantuan Masjid beberapa kelurahan, Pembangunan Hunian tetap Kadole, pembangunan Taman Kodo, Penataan Pantai Lawata, pembangunan RTH Rontu dan Rabangodu, Penataan Lapak Lapangan Pahlawan, penataan Lapak pasar amahami, penataan lampu hias tiga jembatan
“ini baru lebih kurang dua tahun memimpin, apalagi sisa waktu masih separuh untuk lebih menggenjot pembangunan kota bima, maka hal ini tentu menjadi kebanggan kita semua” tegas Parlan (BNN_01)