Walikota HML Gerak Cepat Soal Teluk Bima, Dr. Syaifyudin: “Mari Berwisata di Lawata”

Bimantika.net _Seperti ada berkah ramadhan, Tragedi Pencemaran Teluk Bima sehari itu mengudang perhatian nasional dan bahkan menjadi isu dunia.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pun mengambil tindakkan cepat, membentuk tim untuk melakukan langkah penangananya.

Tim yang terdiri dari berbagai unsur itu dikoordinir oleh kepala DLH Kota Bima. Tim juga mengajak kolaborasi dari Perguruan Tinggi, LSM dan Dunia Usaha termasuk membuka akses dengan media masa, Jelas A.Haris Dinata, M.Si dosen Teknik Lingkungan STT Bima yang merupakan salah seorang anggota Tim Adhock.

Fenomena buih laut itu membuat orang kaget dan bahkan bingung. Tidak saja masyarakat, pemerintah, para akademisi dan peneliti pun ikut bingung. Buih itu muncul dua hari mulai tanggal 26 dan 27 memuncak selanjutnya hilang perlahan.

Kata Haris, mengutip notulensi rapat yang difasilitas DLH dan Dinas Pariwisata Kota Bima, Sabtu,30/4/2022, di Lawata. Buih itu terurai secara alamiah oleh factor atmosferik dan oseanografi dalam teluk Bima. Lanjut mantan Wartawan ini, hasil analisis mikroskopik yang dilakukan oleh Dr. Syaifyudin, ST, M.Si dan tim ternyata buih gel mengandung jebakan udara sehingga sangat mudah untuk mengapung.

Sejumlah besar udara terperangkap menyebabkan kolom air kekurangan oksigen dan akhirnya semua biota termasuk ikan pelagis banyak yang mati.

Pantai mengalami pembusukan akibat ikan mati dan meninggalkan bakteri. Sejumlah besar ikan mati yang berdampak pada kehilangan biodiversitas pada ekosistem laut di Teluk Bima.

DLH Kota Bima dan DEPO Pertamina Bima pun melakukan tindakan cepat apalagi hampir semua mata tertuju ke PT. Pertamina Bima. Pertamina terjebak merasa tertuduh.

Untuk membuktikan adanya kandungan minyak, pihak Pemerintah menghadirkan Labkesda Kota Bima melakukan uji bakar, hasilnya nihil. selain itu Sample air juga di bawa ke LabKesDa Kota Bima. Hasilnya, Kandungan Logam Berat (Arsen) NEGATIF.

Tak puas dengan itu, untuk memastikan hasil, Pertamina bersama Polres Bima Kota, BPBD Kota Bima pun melakukan pengujian yang sama di lokasi dengan UJI BAKAR, hasilnya pun nihil.

Kesimpulannya bahan tersebut tidak mengandung minyak/hydrocarbon.
Selanjutnya kata Haris, DLH bersama Pertaminan yang disaksikan polisi, BPBD,

Dinas Kelautan juga telah membawa sampel Air ke Laboratorium Kesehatan Kelautan Sekotong Lombok Barat dan juga dikirim ke Laboratorium Yayasan Generasi Biologi Indonesia Surabaya. hasilnya belum keluar.

Tak henti sampai disitu, 28/4, Dr. Syafyudin Yusuf yang didampingi kadis LH, Kadis Pariwisata dan tim melanjutkan penelitian terbatas bio-fisik sampel Gellatin Laut. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah pengamatan mikroskopik, pengukuran suhu, pemotretan, identifikasi ikan terdampak.

Di hari yang sama pun pihak Kemeterian melakukan Rakor tingkat Kementrian dan Badan terkait, bersama Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota serta stakeholder terkait termasuk Pertamina.

Seperti tak bisa tenang, Walikota pun siaga. Untuk mendengarkan masukan hal itu, usai Taraweh 28/4 Walikota mengudang sejumlah ahli yang terdiri dari Perguruan Tinggi dan Budayawan, dikediamannya.

sejumlah lembaga dan organisasi pun rame-rame ikut ambil bagian, tak kecuali IWA MBOJO UNHAS (Ikatan Mahasiswa Unhas) mengadakan diskusi Publik Daring dan Luring. Luring di pusatkan di Fix Laluni Lawata.

Usai Diskusi Public di Fix Laluna, Tim bentukan Walikota melaksanakan meeting terbatas dengan perwakilan Kemenko Marves. Hadir saat itu, kepala Pertamina, Kepala SKPD : DLH, Pariwisata, Kelautan dan Perikanan, Unhas, Sekolah Tinggi Tehnik Bima dan GM Geopark Tambora Samota Biosphere Reserve.

Minggu, 30/4, Pertamina bekerjasama dengan PEMKOT BIMA melakukan penyedotan/pembersihan material sisa pencemar di pesisir pantai Teluk Bima.

Menurut Haris sebagaimana harapan Dr. Syafyudin, penyelam terbaik dunia kelahiran Penaraga itu mengajak “Mari Berwisata, ramaikan Pantai Lawata tapi Jangan dulu Mandi di Laut”.

Hal ini dilakukan untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan. Sembari menunggu hasil lab uji lengkap, uji patogen (virus dan bakteri), penurunan signifikan DO di kolom air dan peningkatan konsentrasi NO3 (Nitrat).

Selanjutnya, untuk penanganan berkalanjutan kata Haris, tim menyarankan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang perlu, seperti ; bentuk POKJA tingkat Kabupaten Bima/ Kota Bima dan Provinsi NTB.

PT. Pertamina buat MoU dengan Perguruan Tinggi untuk melakukan monitoring secara berkala, melakukan Sosialisasi kepada masyarakat, Melakukan identifikasi biodiversiti yg terganggu, Identifikasi dampak wisata, social, ekonomi Mamsyarakat di Teluk Bima.

Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi sebelum ada hasil uji laboratorium. terakhir Pemerintah didukung swasta dan lembagan peneliti atau universitas untuk membuat suatu data base kelautan Teluk Bima sebagai referensi masa mendatang (bioekologi, fisik, seabase, oseanografi). (***)

Puan Datangi DPC PDIP Sragen, Kader Banteng Teriakkan “Mbak Puan Presiden!”

Bimantika.net Sragen – Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyambut kedatangan Puan Maharani di kantor DPC PDI-P Sragen, Rabu (27/04). Yel-yel penyambutan terdengar begitu Puan memasuki kantor DPC Sragen.

“Mbak Puan…,” seru pengurus yang langsung disambut suara serentak “Presiden!”.

Puan menyapa para kader PDI-P yang sudah berkumpul di halaman kantor DPC. Puan berinteraksi dengan para kader hingga melayani permintaan kader yang ingin selfie bersama.

Di pertemuan itu, Puan mengaku senang dan bersemangat bisa menemui pengurus dan kader PDI-P di kantor DPC Sragen. Ini adalah kali pertama Puan mendatangi kantor DPC Sragen. Biasanya, pertemuan dengan kader PDI-P Sragen dilakukan di Pendopo Kabupaten. Kunjungan Puan ke kantor DPC Sragen adalah untuk melakukan konsolidasi mempersiapkan Pemilu 2024.

Lewat pidatonya, Puan mengingatkan bahwa gelaran Pemilu 2024 sudah sebentar lagi. Puan meminta agar pengurus dan kader fokus untuk pemenangan partai.

“Sragen InsyaAllah sudah kompak. Pasti Sragen ini suaranya nanti naik. Solo Raya harus jadi kantong kemenangan nasional,” seru Puan.

“Kerja turun lapangan. Jangan terpengaruh survei, itu hanya jadi pegangan. Jangan terganggu ada calon ini itu. Yang penting kerja, kerja, dan tunggu instruksi Ketua Umum. Nanti saya pastikan kita punya Capres dari PDI Perjuangan,” tegas Puan.

Tak hanya konsolidasi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan agenda Ramadan Berbagi. Lewat kader DPC PDI-P, Puan membagikan paket sembako untuk warga di 20 kecamatan se Kabupaten Sragen.

Puan mendorong kekompakan kader DPC untuk turun menemui masyrakat.

“Sambil menyelam minum air, saya berikan kontribusi saya -beras. Yang jadi kebutuhan jelang Hari Raya. Bapak Ibu bantu bagikan, saya yang sediakan. Ini implementasi konkret gotong royong sebagai keluarga besar PDI Perjuangan. Harus terus kita lakukan untuk kemenangan 2024, siap atau enggak?,” kata Puan yang langsung disambut teriakan “Siap,” oleh para kader.(*)

Polres Bima Kota Berbagi Takjil untuk Warga Binaan

Bimantika.net _Jajaran Polres Bima Kota di Bawah Komando Kapolres AKBP Henry Novika Chandra, S.I.K., MH hari ini Sabtu 30 April 2022 melakukan kegiatan bagi-bagi Takjil.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kasih mengasihi satu sama lainnya di bulan penuh rahmat dan berkah Allah SWT.

Kapolres Bima Kota melalui Wakapolres Bima Kota Kompol Mujahiddin, S.Sos Berbagi Takjil kepada Warga Binaan bertempat di Ruang Sat Tahti Polres Bima Kota.

Wakapolres yang santun dan memiliki gaya komunikasi humanis ini sepertinya sehati dengan Kapolres Yang juga memiliki gaya komunikasi yang komunikatif.

Kompol Mujahiddin menyebutkan bahwa
Pembagian Takjil ini Sebagai Bentuk Kepedulian Polres Bima Kota kepada Warga Binaan di Rutan Polres Bima Kota pada Momentum Ramdhan 1443 Hijriah.

Lanjut Mujahiddin bahwa Bulan Suci Ramadhan tentu dimanfaatkan dengan menanamkan nilai-nilai keikhlasan pengabdian untuk mewujudkan Polri yang Presisi. (***)

Anggota DPR RI Herman Khaeron Turun Langsung Bagikan 12.000 Paket Sembako

Bimantika.net _Cirebon _Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, H.E Herman Khaeron beserta isteri, Hj Ratnawati sejak tanggal 28-29 dan 30 April 2022 menyalurkan sebanyak 12.000 paket sembako lebaran yang diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Indramayu, Kabupaten/Kota Cirebon yang terdampak kenaikan harga sembako dan terdampak Covid-19.

Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, HE Herman Khaeron menyatakan, penyaluran bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap warga terdampak akibat kenaikan harga sembako dan terdampak Covid-19 dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. “Semoga paket sembako lebaran ini, bisa membantu meringankan beban mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Dengan harapan, kata Hero, bantuan paket sembako yang disalurkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dalam menghadapi lebaran Idul Fitri 2022.

Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pihaknya mengajak masyarakat agar tetap mematuhi aturan protokol kesehatan. “Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, kita tidak boleh lengah dan harus tetap mematuhi aturan prokes,” imbaunya.

Sementara Hj Ratnawati berharap, paket sembako lebaran ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, agar warga yang menerima paket sembako tersebut dapat menikmati kebahagiaan.

Pembagian paket sembako yang dilakukannya, merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama.

Terakhir, Kang Hero beserta Ibu Hj Ratnawati mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022. Mohon maaf lahir & batin. Tetap menjaga kesehatan, taati aturan protokol kesehatan,” ungkapnya. (***)

Pasca Kebakaran Desa Renda, Bupati IDP Kunjungi Para Korban

Bimantika.net _Musibah kebakaran sore ini Sabtu (30/4) yang terjadi di RT. 07 dan RT. 11 Desa Renda kecamatan Belo mengundang keprihatinan mendalam Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) yang mengunjungi lokasi kebakaran sesaat setelah musibah.

Bupati yang yang hadir bersama Kapolres Kabupaten Bima AKBP Heru Sasongko, S.IK, Komandan Batalyon Pelopor C Brimobda NTB AKBP Zulkarnain S.Ik, Wakapolres dan Kabag OPS serta Kapten Gusti (Kodim 1608/Bima) mengungkapkan, Pemerintah Daerah menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa keluarga di RT. 07 dan RT.11 Desa Renda dan semoga keluarga diberikan kesabaran menerima cobaan ini.

Pada kesempatan tersebut Bupati langsung menginstruksikan agar Dinas Sosial menyediakan nasi bungkus untuk makan malam warga terdampak bencana dan Minggu (1/5) pagi mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga.

Kepala BPBD Kabupaten Bima melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Nurul Huda ST, MT mengatakan bahwa sesuai instruksi Bupati pihaknya segera melakukan kaji cepat dan pendataan bersama aparat terkait dari Dinas Sosial, Camat Belo dan Kepala Desa.

“Berdasarkan data sementara terdapat, 53 rumah mengalami kerusakan, sumber kebakaran berasal dari rumah H.Jamaludin di RT 11 dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat keamanan. Tim Assessment masih melakukan pendataan. (***)

Bersama Pakar, Walikota HML Bahas Soal Pencemaran Teluk Bima Hingga Komitmen Bangun Kepariwisataan

Bimantika.net _Patut di apresisi tindakan dan Langkah Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) soal isu pencemaran pantai dan teluk BIma.

Walikota HML Tak ingin pantai teluk Bima Khususnya lawata tercemar yang menyebabkan areal pariwisata andalan Kota Bima ikut tercemar.

Pada hari Jumat 29/4 Walikota HML mengundang para Ahli untuk membahas tentu juga mencari solusi yang solutif.

Tak tanggung-tanggung HML menghadirkan Dr. Syafyudin Yusuf, ST, M.Si doesn kelautan dan Perikanan Unhas/Peneliti Marine Center,

A.Haris Dinata, MSi, Dosen Amdal/Lingkungan STT Bima.

Ir. Hadi Santoso, MM.General Manager Geopark Tambora SAMOTA Biosphere Reserve.

Dalam kesempatan itu Dr. Syafyudin menyatakan beberapa hari yang lalu menyimak berita tentang pencemaran teluk Bima langsung melakukan wanwancara by phon dengan para pihak termasuk om Haris Dinata.

Awalnya para Ahli ini menduga bahwa sumber pencemaran ini adalah dari aktivitas cucian kapal atau dari limbah akibat kebocoran tangki, juga menduga limbah buangan yang perusahaan Listrik seperti PLTD NIU, PLTU dan juga menduga akibat dari buangan dari aktivitas PT. Pertamina namun setelah diteliti semuanya nihil.

secara fisik pihak peneliti amati itu bukan berbentuk minyak dan tidak berbau minyak.
Namun itu nyatanya berlendir seperti Jelly.

itu bersumber dari booming tumbuhan laut berupa plankton dan juga fitoplankton akibat tingginya unsur hara yang ada di sekitar teluk Bima.

Unsur hara yang tinggi inilah menyuburukan tumbuhan laut. Dari mana unsur hara ini ?, kata penyelam yang pernah menyelam dan mengisi symposium internasional ini, unsur hara itu merupakan residu kiriman dari aktivitas pertanian yang tinggi disekitar kota BIma.

Sawah –sawah dan gunung-gunung sebagaimana kita ketahui aktivitas pertanian jagung yang menggunakan pupuk berlebihan bisa memicu tingginya unsur hara tersebut.

Namun demikian kita tetap saja menunggu hasil laboratorium yang sedang di lakukan uiji oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima.

Dari hasil itulah kita baru bisa mendapatkan kepastian bahwa apa saja unsur yang ada di air laut yang berbusa berbentuk Jelly itu.

Senada dengan dengan itu, ahli Lingkungan Sekolah Tinggi Teknik STT Bima A.Haris Dinata, M.Si pun setuju dengan pendapat Dr. Syafudin.

Jelas Haris mantan pejabat DLH puluhan tahun ini, sejak banjir 2006, 2016 ditambah lagi banjir-banjir 3 tahun terakhir ini sedangkan diatas sana aktivis petani jagung makin tinggi menyebabkan erosi yang sangat tinggi pula.

Dampaknya adalah teluk BIma telah menumpuk sedimentasi yang sungguh luar biasa tinggi.

Ironis nya sedimentasi itu adalah bersumber dari erosinya topsoil yang subur yang menyuburkan lautpun subur akibatnya dalah tumbuhan laut berkembang dengan cepat.

Makanya booming algae di teluk Bima saat ini. manakalah algae itu terpapar oleh sinar matahari ekstrim atau perubahan iklim yang sangat ektrim menyebabkan tumbuhan laut itu mati dan stress sehingga mengapung membentuk jelly dan Leadir berbusa seperti yang kita lihat sekarang ini.

Kenapa kelihatan cioklat seperti kopi susu ?, karena tercampur oleh lumpur/sedimen yang mengembang terbawa arus dan pang surut, ungkap Mantan Wakil Ketua Bidang LH KNPI Kota Bima ini.

Ditempat yang sama Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) pun mendapat masukan dari Budayawan Alan Malingi.

Alan menyatakan bahwa Teluk Bima harus tetap dijaga dan dilestarikan karena ada banyak Heritage yang perlu di jaga.

Apalagi Walikota HML ini konsen di wisata Bahari maka konsekwensinya adalah laut kita harus tetap jerni dan indah sembari kita eklpor Heritage yang berada diteluk Bima, Ungkap Alan penuh akrab.

Ir. Hadi Santoso Staf Khusus Gubernur NTB yang juga GM Geopark Tambora Samota Biosphere Reserve menjanjiikan akan mensingkronkan program-program NTB dengan rencana pengembangan pariwisata kota Bima.

“Kami salut dan sangat mendukung langkah pak wali yang begitu semangat bangun Kota BIma terutama bidang Pariwisata”, ujar Pemilik Toko Central Muslim Bima ini.

Merespon masukan para ahli terebut, Walikota HML mengaku senang dan terima kasih pada semua pihak terutama Dr. Syaifuddin datang jauh dari Makassar yang begitu peduli pada teluk BIma.

“Kami tetap mohon pada pak Doktor utk membantu kota BIma dalam menyelamatkan teluk Bima karena kita sedang menata menjadikan wisata pantai ini menjadi andalah di kota BIma” demikian harap Walikota HML.

Walikota HML menyadari dulu sebelum dirinya menjabat Walikota Bima anggaran Pariwisata Kota Bima hanya 1,2 M sekarang sudah mencapai 12 M.

Pariwasata Kolo sudah dan sedang kami kembangkan Pondok wisata yang dulu berantakan sudah kami sulap menjadi indah menjadi tempat penginapan yang nyaman, lumayan untuk mendongkrak PAD.

“kalau Prof mau nginap disana sampaikan ke saya supaya saya telpon kadis pariwisata untk memfasilitasi”, canda HML yang diikuti tertawa bareng.

Walikota HML pun menyampaikan bahwa pariwisata Lawata semakin di percantik untuk membuat daya tari pengunjung.

“Kami sudah membuat masterplan dan rencana pengembangan Zona Pariwisata Lawata. komitmen kami Lawata akan di percantik. Lawata pasti kren” ungkapnya optimis.

Walikota HML dan pihak Unhas akan menjajaki kerjasama dalam rangka pengembangan teluk Bima untuk masa-masa yang akan datang. (***)

Bungkamnya Dunia Atas Kekejaman Israel Terhadap Palestina

Oleh: Rahmania, S. Psi

Sejak 74 tahun silam Palestina menjadi sasaran kekejaman Israel. Selama kurun waktu tersebut penindasan, pembunuhan, serta kezaliman Israel lainnya abai dari perhatian publik. Terbukti dunia internasional bungkam akan pembunuhan yang terjadi secara terus menerus ini.

Derita Palestina

Hancur! Seperti itulah kondisi Palestina hari ini. Bangunan-bangunan porak-poranda, baik rumah penduduk maupun fasilitas umum hancur lebur. Tak hanya bangunan, penduduk pun ditembak dan dihabisi. Tak terhitung telah berapa kali Israel membombardir Palestina, tak melihat waktu bahkan di bulan Ramadhan, tak melihat tempat, bahkan di dalam Masjidilaqsa rakyat Palestina ditembak membabi buta.

Dentuman bom dan ledakan senjata adalah suara yang kerap kali menemani rakyat Palestina. Tak terhitung berapa banyak saudara kita yang syahid dalam kekejaman Israel ini.

Serangan Israel terhadap Palestina sangat tidak berperikemanusiaan. Mereka bahkan membunuh wanita, anak-anak lemah yang tidak memerangi mereka, bahkan orang tua juga pekerja, seperti para peliput berita. Banyak dari para wartawan yang meninggal bahkan cacat seumur hidup akibat dari invasi militer ini.

Demikian kondisi Palestina hari ini. Rasulullah saw. bersabda, “‘Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)” (HR Muslim).

Maka telah sepantasnya seluruh umat Islam di negeri-negeri muslim bereaksi atas kezaliman Israel ini sebagai wujud keberpihakan terhadap kondisi sesama kaum muslimin. Umat Islam tidak sepatutnya diam jika saudara seiman di seluruh dunia tertindas dan terzalimi. Sebab Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, salah satunya mewujud dalam tindakan kepedulian terhadap sesama.

Media Bungkam Terhadap Derita Palestina

Invasi senjata Rusia terhadap Ukraina begitu ramai diperbincangkan media. Terutama media internasional yang sangat kuat mengaruskan informasi ini. Terhitung sejak awal invasi dilancarkan pada bulan Februari hingga hari ini media informasi dunia seperti Al Jazeera begitu gencar mengaruskan berita ini.

Sangat berbeda dengan penyerangan Israel terhadap Palestina atau penyerangan negara barat terhadap negeri Islam yang sepi akan pemberitaan. Dalam invasi militer Rusia, dunia barat melihatnya dari sudut pandang kemanusiaan,

Rusia dianggap melakukan kejahatan kemanusiaan bahkan rakyat Ukraina siap diterima sebagai imigran oleh negara lain. Berbeda sikapnya terhadap Palestina. Media internasional bahkan memberitakan bahwa rakyat di negeri muslim adalah teroris. Dan tak ada satu negera pun yang bersedia menerima imigran baik dari Palestina maupun negara muslim lainnya.

Padahal fakta kejahatan negara barat sudah berlangsung puluhan tahun lamanya, seperti di Palestina yang telah berlangsung 74 tahun, telah membunuh dan menumpahkan darah rakyat Palestina. Israel telah mencaplok paksa wilayah Palestina, mengurung rakyat Palestina dengan tembok pemisah. Seharusnya inilah yang merupakan sebuah kejahatan kemanusiaan juga tindakan terorisme, namun dunia bungkam terhadap kekejaman ini.

Padahal kejahatan ini terus dirasakan oleh rakyat Palestina tanpa kenal waktu bahkan di bulan Ramadhan. Terbaru Israel menembak rakyat Palestina yang tengah melaksanakan sholat tarawih di Masjidilaqsa 15 April lalu, juga menembak rakyat Palestina yang sedang memperingati isra mikraj Februari lalu.

Dalam kurun waktu 2 bulan telah terjadi dua tindakan keji, namun invasi militer Rusia pada Ukraina lebih gencar diberitakan media-media di dunia.

Tak dipungkiri asas kepentingan meliputi dalam sistem kapitalisme global hari ini. Begitu juga dengan munculnya sikap dan reaksi, baik dari media maupun reaksi dari masyarakat dunia.

Fakta bahwa hari ini seluruh negara di dunia telah melakukan hubungan luar negeri dengan Amerika dan Israel, tak terkecuali dengan negeri-negeri kaum muslimin. Dan negara-negara tersebut telah melakukan perjanjian damai dengan Israel terkait kasus Palestina.

Tidak lah mengherankan jika seluruh negara hari ini hanya mengecam atas tindakan keji Israel dan Amerika terhadap Palestina dan negeri-negeri kaum muslimin. Juga bungkamnya media-media di dunia, sebab jika dunia hari ini menguak kejahatan kedua negara tersebut, maka akan mengancam hubungan bilateral dan politik luar negeri mereka dengan Amerika dan Israel.

Demikian potret negara muslim di bawah kungkungan sistem kapitalisme hari ini, mereka lemah tidak memiliki kedaulatan dan sangat bergantung pada otoritas negera kafir yang sangat jelas merupakan musuh bagi kaum muslimin.

Hanya Khilafah yang Akan Menjadi Benteng Terhadap Penjajahan

Melihat kondisi hari ini rasanya sangat sulit bahkan mustahil untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman Israel. Ketiadaan institusi Islam semakin memperburuk kondisi Palestina. Umat Islam yang seharusnya berpihak pada sesama muslim justru saat ini mereka bergandengan tangan bermesraan dengan negara penjajah Amerika dan Israel.

Sikap negeri-negeri muslim terhadap penjajah seharusnya adalah sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 14 yang artinya, “perangilah mereka, niscaya Allah akan hancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum mukmin.”

Demikian juga dalam surat Al-Baqarah ayat 191 yang mana Allah memerintahkan kita untuk mengusirnya, “usir lah mereka dari tempat dimana mereka telah mengusir kalian”. Dalam Ayat tersebut sangat jelas bahwa Allah memerintahkan untuk memerangi kaum kafir penjajah serta mengusir mereka dari tanah-tanah kaum muslimin.

Namun dengan kondisi umat Islam yang terpecah belah menjadi banyak negara saat ini, memerangi penjajah adalah hal mustahil untuk dilakukan. Dengan ketiadaan komando atau imam sebagai pemimpin perang (baca:jihad) untuk melawan penjajah. Kondisi Palestina yang dijajah dengan senjata dan militer telah sepatutnya dilawan dengan senjata dan militer pula sebagai langkah adil dalam memberikan perlawanan.

Maka sudah saatnya negeri-negeri muslimin menyatukan wilayah mereka agar menjadi satu wilayah berkekuatan besar yang mewujudkan kaum muslimin untuk memiliki junnah sebagai pelindung dan penjaga keselamatan dan kehormatan jiwa kaum muslimin di seluruh dunia. Siapa saja yang memusuhi Islam dan kaumnya, khalifah lah yang menjadi benteng penjaga.

Tidak seperti hari ini, umat Islam di seluruh dunia hidup dalam kondisi dihinakan oleh kaum kafir dan sistem yang mereka ciptakan. Hanya dengan institusi khilafah negara penjajah takut dan tidak lancang menginjak dan mengambil tanah kaum muslimin. Penjajah tidak mudah membunuh serta menzalimi umat Islam.

Dan untuk mewujudkan hadirnya seorang khalifah maka umat Islam di seluruh dunia harus berjuang untuk mendatangkannya dengan jalan memperjuangkan agar diterapkannya kembali syariat Islam.

Sebab menjadi khalifah adalah amanah mulia dari Allah dan Rasul-Nya. Jelas bahwa khalifah akan hadir dari sistem yang agung.

Khalifah tidak akan pernah lahir dalam sistem kufur seperti sistem sekularisme kapitalisme yang diterapkan hari ini. Untuk itu, menjadi kewajiban bagi setiap kaum muslimin di seluruh dunia untuk terus berjuang mendakwahkan sistem Islam yakni khilafah.(//***)

Walikota HML Jum’at di Panggi, Warga Sambut Penuh Familiar

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) melkukan Jum’at bersama warga masyarakat Kelurahan Panggi Kecamatan Mpunda Kota Bima Jum’at 29 April 2022.

Kehadiran Walikota HML disambut penuh familiar oleh Warga Masyarakat setempat, satu persatu warga menyalami Walikota HML.

Pada momentum Jum’at bersama waega Pangi tersebut, Walikota HML pun setelah melirik dan melihat langsung Masjid At-Taqwa Panggi merasa terpanggil untuk melanjutkan proses pembangunan Masjid Kebanggaan Warga Panggi tersebut.

Salah seoramg Warga yang di wawancara media online Bimantika merasa bersyukur atas hadirnya Walikota HML di Kelurahan Panggi.

“Alhamdulillah Barakallahu
InshaAllah Anggaran sebesar 250 Jt akan di gelontorkan untuk kelanjutan pembangunan Masjid At-Taqwa Panggi di tahhn depan” ungkap Warga.

Walikota HML yang dikonfirmasi menyebutkan bahwa dirinya tidak akan berhenti untuk memberikan memberikan bantuan kepada Masjid dan Mushola se Kota Bima.

“Insya Allah kita akan selalu perhatikan pembangunan Masjid baik untuk kelanjutkan pembangunan induk Masjid maupun pembangunan Menara Masjid dan lainnya untuk memajukan Peradaban Islam di Kota Bima” demikian ujar Walikota HML. (***)

Nahyar : “Terimakasih Walikota HML Fokus Bantu Masjid di Asakota”

Bimantika.net _Hari ini Kamis 28 April 2022 Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) kali ke tiga melaksanakan Safari Ramadhan di Kecamatan Asakota Kota Bima.

Lurah Jatibaru Barat, Nahyar Munkar, S. PdI mengungkapkan bahwa pertama di Lewi Jambu Kel Ule dan kedua Tolotongga Kel Ule dan yg tiga di Ling Rasa Lewi Kelurahan Jatibaru Barat.

Menurutnya Langkah ini sebagai bentuk komitmen Walikota Bima HML dalam berikhtiar membangun Sarana ibadah.

Lurah jatibaru barat Nahyar Munkar mengucapkan terima kasih yang tulus atas kehadiran Walikota HML sekaligus menyapa warga nya.

*Semoga Aji wali selalu sehat dalam berikhtiar membangun kota Bima ini” ujar Nahyar.

Nahyar pun mengungkapkan bahwa hadirnya Walikota HML menyapa warganya adalah bentuk kepedulian beliau menjadi seorang Pemimpin di Kota Bima ini.

Nahyar merincikan bahwa kehadiran Walikota HML di Kelurahan Jatibaru Barat menyerahkan bantuan di beberapa Masjid antara lain ; Masjid Al Mardiyah 200 juta dan Mushalla Jayinus Sajidin 10 juta.

Jumlah Masjid dan Mushalla yg mendapat Bantuan Tahun 2022 : Masjid 49 Mushalla 25

“Sedangkan Jumlah Masjid yang berada di kota Bima Masjid 222 Mushalla 159 total 381 Masjid dan Mushalla” ujar Nahyar.

“Sekali lagi saya sampaikan kepada Walikota HML yang sudah sangat fokus memberikan bantuan untuk Masjid dan Musholla di Kecamatan Asakota khususnya di Kelurahan Jatibaru Barat” demikian ujar Nahyar. (***)

15.000 Penerima Penyaluran BTPKLWN TNI 2022

Bimantika.net _Penyaluran Bantuan Tunai bagi PKL, Warung dan Nelayan (BTPKLWN) di Kabupaten Bima sudah mencapai 15.000 orang sesuai target sasaran hingga (27/4/22)

Penyaluran BTPKLWN yang dilakukan Kodim 1608/Bima sejak 11 April 2022 itu telah berhasil menyalurkan dana Rp 9 miliar pada Kamis (28/4/22). Ada pun total bantuan dari Pemerintah berkolaborasi dengan TNI.

“Total ada Rp 9 miliar dana BTPKLWN yang akan disalurkan oleh Kodim 1608/Bima kepada masyarakat, penyaluran Bantuan tersebut dilakukan secara bertahap. Alhamdulillah penyalurannya sudah selesai,” kata Dandim 1608/Bima Letkol Inf M.Zia Ulhaq,S.Sos

Kemarin, tim Kodim 1608 Bima kembali membagikan bantuan di Posramil Wera dan Koramil Woha Kodim 1608/Bima, Rabu Malam (27/4/22). Ada pun penerima bantuan datang dari Kecamatan Wera, Kecamatan Ambalawi dan Kecamatan Woha, Bima.”Tambahnya Dandim Bima.

“Target 14.897 dapat disalurkan dibeberapa wilayah, Akhirnya Capaian penyaluran BTPKLWN lewat Kodim Bima di posramil wera tambahan 45 penerima serta di koramil Woha 58 penerima, Sehingga capaian BTPKLWN sudah fix 100% sesuai dengan target 15.000 orang yang disalurkan untuk penerima PKL, Warung DAN Nelayan masing masing mendapat Rp 600 ribu.”Tutup Letkol Inf M.Zia Ulhaq,S.Sos.

Sambung Plh Danramil Wawo Letda Inf Husain saat dilokasi kepada warga penerima “Semoga bantuan tunai yang diberikan bisa digunakan untuk tambahan modal PKL, Warung dan Nelayan,”

Penyaluran bantuan berjalan tertib, tampak beberapa personel TNI mengatur antrean. Semua penerima harus diinput data secara langsung, beserta foto diri membawa KTP dan uang yang diterimakan.

Sejak awal, kegiatan penyaluran bantuan tunai dilaksanakan dengan terjadwal, standard protkes Covid 19 tetap dijalankan untuk mengurangi kerumunan di lokasi. Masing masing kecamatan, diberikan waktu yang berbeda agar penerima tidak datang bersamaan.”Imbuhnya.(***)