“Selasa Menyapa” Program Pro Rakyat Ady-Irfan Bangun Bima Bermartabat

jpn

Bimantika.net -Program Andalan sekaligus unggulan Pemerintah Kabupaten Bima dibawah kendali Bupati dan wakil Bupati Bima Ady Mahyudi dan dr. H. Irfan (Ady-Irfan) adalah “Selasa menyapa”.

Program ini membuktikan bahwa Ady-Irfan selalu ada ditengah-tengah warga masyarakatnya.

Masyarakat sangat antusias dalam menyambut kedatangan Bupati fan Wakil Bupati bima serta seluruh rombongan.

Setelah penyambutan rombongan Bupati Bima Ady Mahyudi, Wakil Bupati dr.H. Irfan dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti ditandai dengan pengalungan selendang tenun Bima oleh Camat Lambitu Abdul Hafid S.Sos dan Ketua TP.PKK Kecamatan Lambitu di Desa Kuta Lambitu.

Rombongan kemudian Selasa malam (10/6) mengikuti rangkaian acara Ngopi Bareng dengan warga desa setempat yang dipusatkan di Gedung Serbaguna (GSG) Desa Kuta.

Bupati Bima Ady Mahyudi di hadapan Camat Lambitu, Muspika, para kepala desa dan tokoh agama dan tokoh masyarakat di kecamatan tersebut dalam sambutannya mengungkapkan, program strategis Selasa menyapa merupakan komitmen untuk mendekatkan dan meningkatkan pelayanan publik.

Bupati Bima Ady Mahyudi menghimbau agar seluruh warga desa di Lambitu dapat hadir menerima pelayanan secara langsung lebih dekat tanpa harus pergi ke kantor pemerintah.

Bupati yang hadir bersama staf ahli Bupati, asisten, para kepala OPD dan Kabag lingkup sekretariat daerah menjelaskan, melalui program ini, beragam layanan publik baik pengurusan KTP, Pelayanan Pajak pelayanan kesehatan kegiatan gotong royong, penghijauan dan perbaikan infrastruktur bisa dilaksanakan secara bersama oleh unit kerja terkait bersama masyarakat setempat.

Dalam dialog yang dipandu Plt. Kepala BRIDA Raani Wahyuni, ST.MT,. M.Sc Wahyuni dan Dr. Karyadin tersebut Ady Mahyudi menjelaskan, program usaha menyapa merupakan upaya untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang semakin hari semakin berkurang.

Ady-Irfan ingin ingin membangun, yang paling utama agar tidak ada lagi jarak antara pemerintah dan masyarakatnya dan dapat berjalan beriringan”.

“Ayo dukung Selasa Menyapa, agar Bima menjadi lebih baik”. Ajak Bupati Bima pada akhir sambutannya.

Setelah sesi Ngopi Bareng tersebut, Bupati dan rombongan kemudian bermalam di desa Sambori untuk keesokan harinya melakukan beragam kegiatan penghijauan dan gotong royong bersama warga. (****//Ruma Rengge Sape//RRS007)

“Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” : Patroli Gabungan TNI, BTN, Polri di Kawasan TN Tambora

jpn

Bimantika.net -Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah aktivitas ilegal di kawasan konservasi, Anggota Pos Ramil Tambora dan Pos Ramil Sanggar dari Koramil 1608-05/Donggo melaksanakan patroli rutin di wilayah Taman Nasional (TN) Tambora (10/6).

Lokasi patroli tepatnya di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Kegiatan ini melibatkan personel TNI yakni Serka Usman, Serka Juhari, dan Sertu David, yang bersinergi bersama Polri, Tim Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP).

Patroli gabungan yang dipimpin oleh Ketua Tim dari Balai Taman Nasional Tambora, Bapak Yoga Ari Wibowo, A.Md., S.H., diawali dengan briefing di Resort Piong. Selanjutnya, tim menyusuri jalur Wadu Udu dan jalur pendakian di Desa Piong.

Selama kegiatan, tim melakukan pemantauan terhadap kondisi hutan, pengecekan patok batas kawasan, serta memastikan tidak ada aktivitas perburuan satwa liar maupun penebangan pohon endemik.

Ketua Tim Patroli, Yoga Ari Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga warisan alam.

“Kami ingin memastikan kawasan Taman Nasional Tambora tetap lestari dan bebas dari aktivitas yang merusak. Kolaborasi dengan TNI, Polri, dan masyarakat sekitar menjadi kunci keberhasilan pengamanan kawasan ini,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung aman dan lancar, serta diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan konservasi kawasan lindung di wilayah Tambora. (****)

Dewan Pertanyakan Pergeseran Anggaran, TAPD Kota Bima Beri Penjelasan

jpn

Bimantika.net -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kota Bima (10/6).

Tujuan RDP ini Menurut Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH dalam rangka transparansi alokasi dana hasil efisiensi anggaran yang telah dilakukan pemerintah daerah.

Rapat yang berlangsung di ruang Banggar DPRD Kota Bima dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH.

Sejumlah Anggota Dewan mempertanyakan dokumen anggaran yang dinilai tidak transparan dan tidak disusun secara rinci.

Anggota DPRD Kota Bima Utusan Partai Gerindra, Khalid Bin Walid, SH mempertanyakan arah efisiensi anggaran tersebut.

“Efisiensi sudah dilakukan beberapa kali tapi hasilnya dialihkan ke mana saja? Ini yang belum dijelaskan secara rinci, oleh TAPD Pemkot Bima” ujar Walid yang juga sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bima.

Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih menegaskan dalam forum tersebut bahwa tujuan dari RDP semata-mata bentuk pengawalan Dewan terhadap adanya kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah daerah dalam beberapa kali telah dilakukan.

“Rapat ini sangat urgen karena Perda APBD 2025 telah ditetapkan, sementara kepala daerah mulai melakukan efisiensi anggaran yang mengacu pada Inpres terbaru sehingga Dewan selaku lembaga pengontrol pun mempertanyakan sejumlah hal” ujarnya.

Kepala Bappeda Kota Bima, Drs. Adisan Sahidu menyebutkan bahwa Inpres Nomor 1 Tahun 2025 memberikan ruang luas bagi kepala daerah terpilih untuk melakukan penyesuaian anggaran sesuai visi dan misi pemerintahan.

“Hasil efisiensi tersebut dialihkan ke program-program prioritas kepala daerah terpilih” ujar Adisan.

Ia memberikan contoh seperti penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah overload, sektor kebersihan, dan sejumlah program infrastruktur dan pelayanan publik lainnya.

Adisan menjabarkan bahwa efisiensi ini lebih prioritaskan urusan yang strategis dalam rangka penguatan program prioritas dan penyesuaian terhadap kondisi keuangan daerah saat ini.

Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan, S. Adm menyarankan sekaligus memberikan peringatan pada TAPD agar berhati-hati dalam pengelolaan anggaran.

“TAPD agar berhati-hati soal penggunaan anggaran Jangan sampai ada masalah hukum di kemudian hari,” Demikian Saran Dae Pawan Sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Kota Bima pada Tim TAPD.

Kepala BPPKAD Kota Bima melalui Kabid Anggaran, Muslih dalam penjelasannya hanya menyampaikan gambaran umum, bahwa telah dilakukan tiga kali efisiensi anggaran oleh TAPD.

Ia menjelaskan bahwa total anggaran pasca efisiensi Rp 80 milyar lebih dialokasikan untuk mendukung berbagai program kepala daerah terpilih..

Item nya yaitu pengadaan alat berat pada Dinas Lingkungan Hidup, program lampu jalan pada Dinas Perhubungan dan alokasi untuk mendukung program Nufreed serta PKH MARI.

Sementara mengenai rinciannya sebenarnya ada dalam file dokumen dimiliki TAPD, namun karena agenda dalam surat rapat tak merinci, sehingga tak disampaikan dalam dokumen diserahkan.

Sebagai kesimpulan rapat, bahwa akan digelar RDP Susulan dan Ketua DPRD Syamsurih meminta TAPD Kota Bima dalam RDP Lanjutan agar menyiapkan data dan dokumen yang lengkap. (****)

Koramil 1608-04/Woha Bersinergi Bantu Warga Dampak Kebakaran di Talabiu

jpn

Bimantika.net -Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Personel Koramil 1608-04/Woha, Babinkamtibmas Polsek Woha, Satpol PP dan warga masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang melanda permukiman warga Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima (10/6/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA ini turut dihadiri oleh Danramil 1608-04/Woha Kpt. Cba. Iwan Budi Susanto beserta anggota, Sekcam Woha serta warga masyarakat setempat.

Gotong royong ini menjadi wujud nyata solidaritas TNI, pemerintah daerah, dan warga dalam membantu pemulihan pasca musibah.

Pantauan langsung media ini Kegiatan berjalan dengan lancar dan aman hingga selesai pada pukul 12.00 WITA. Danramil 1608-04/Woha, Kpt. Cba. Iwan Budi Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.

“Kami hadir untuk membantu meringankan beban warga dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan cepat dan aman. Sinergi semua pihak sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Usai kegiatan gotong royong, Serka Surya Babinsa Talabiu Koramil 1608-04/Woha turut mendampingi proses penyaluran bantuan kemanusiaan dari Dinas Sosial Kabupaten Bima diserahkan langsung Wakil Bupati Bima dr. Irfan dan Kadis Sosial Kabupaten Bima kepada warga yang terdampak kebakaran.

Bantuan yang diberikan meliputi tenda, kasur lipat, terpal, mie instan, air mineral gelas, karpet plastik, panci, sabun cuci, dan tas berisi perlengkapan bayi.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dalam memenuhi kebutuhan dasar sementara.

“Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat serta mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana” Ujar Sekcam Woha. (****)

Walikota Aji Man Sesalkan Aksi Pencurian Kabel dan Pemotongan Pohon Bunga di Jalan Gatot Soebroto Sadia

jpn

Bimantika.net -Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin mengungkapkan, Kota Bima adalah rumah besar bagi kita semua. Sejatinya sebuah rumah tempat kita hidup, Kota Bima rumah besar yang harus kita jaga bersama. Tetapi masih saja ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang ingin meruntuhkan rumah besar (Kota Bima) yang kita cintai.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Bima di acara Pembukaan MTQ Ke-16 tingkat Kelurahan Mande pada Minggu (8/6) malam, buntut dari adanya aksi pencurian kabel listrik lampu jalan dan pemotongan pohon dan bunga di sepanjang Jalan Gatot Soebroto Sadia oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Sebulan yang lalu, sepanjang jalan Gatot Soebroto Sadia-Sambinae semua lampu jalan nyala. Kemudian di minggu berikutnya, lampu jalan antara Sadia-Sambinae padam. Penyebabnya adalah semua kabel dipotong dan dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Tidak hanya itu, pada momen Idul Adha kemarin pohon dan bunga di Jalan Gatot Soebroto dipotong,” ungkap Wali Kota Bima.

Wali Kota menegaskan, Gerakan Kota Bima BISA bukan hanya sekadar slogan, ini adalah gerakan moral dan sosial dalam rangka mengajak masyarakat untuk mewujudkan Kota Bima bersih, indah, sehat dan asri. Kota Bima ini rumah besar kita yang patut dijaga bersama.

“Kota Bima, rumah besar kita semua bukan hanya milik saya dan Wakil Wali Kota saja, tetapi milik seluruh masyarakat yang wajib dijaga bersama. Sebuah rumah tanpa ada rasa cinta dari kita, menjebol dinding rumah, maka rumah besar ini akan runtuh,” tegasnya.

“Tindakan ini merugikan seluruh masyarakat. Karena kabel yang dicuri, pohon dan bunga yang dipotong dibeli menggunakan uang rakyat, uang APBD kita. Niatnya apa wallahualam,” tambahnya.

Wali Kota Bima mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Rumah Besar (Kota Bima) yang telah dibangun dengan darah dan airmata oleh para pemimpin terdahulu. Kewajiban kita semua merawat dan menjaganya.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri mewujudkan itu semua. Tapi saya meyakini kalau semua elemen memiliki mimpi yang sama merawat rumah besar (Kota Bima) ini, maka harapan dan cita-cita kita menciptakan Kota Bima BISA mampu diwujudkan dimasa akan datang,” tutupnya. (****)

Fornas Vlll NTB Digelar Juli-Agustus 2025, Ajang Perkenalkan Olahraga di Masyarakat

jpn

Bimantika.net -Pelaksanaan Festival Olah Raga Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah memasuki tahap persiapan akhir.

Berdasarkan informasi yang tersedia, biaya pelaksanaan FORNAS VIII di NTB ditanggung oleh APBD NTB sebesar 25 miliar rupiah.

Selain itu, Kemenpora juga mendukung pembiayaan FORNAS VIII sebagai agenda prioritas.

Dalam pertemuan antara Menpora Dito Ariotedjo dan KORMI Nasional, dibahas juga mengenai penambahan anggaran untuk transportasi juri dan pembinaan induk olahraga (Inorga) yang berpartisipasi dalam FORNAS.

Menpora menyatakan setuju jika anggaran tersebut ditambahkan, mengingat FORNAS merupakan ajang penting untuk memperkenalkan olahraga untuk semua kepada masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTB sebagai tuan rumah telah menunjukkan kesiapan untuk menyelenggarakan FORNAS VIII yang melibatkan sekitar 15.000 peserta dan 81 Induk Organisasi Olahraga (INORGA).

Selain dukungan APBD NTB, KORMI Nasional juga berupaya mencari dukungan sponsor melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora RI.

Jajaran pengurus kormi dan Induk Organisasi (INORGA) yang membidangi masing-masing cababg olahraga sebayak 83 cabor
Siap mengawal pelaksanaan FORNAS 26 Juli sampai 1 Agustus 2025. (***)

Babinsa Risa Kolaborasi dengan Tim SAR Gabungan Evakuasi Mayat Tak Dikenal di Hutan Desa Risa

jpn

Bimantika.net -Seorang pria tak dikenal ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di pohon menggunakan tali nilon di kawasan hutan Gunung Ndudu Jara, Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima (7/6).

Evakuasi jenazah dilakukan melalui kolaborasi antara Babinsa Desa Risa, Koramil 1608-04/Woha, Basarnas Bima, Polsek Woha, dan Puskesmas setempat. Proses evakuasi berlangsung sejak pukul 12.30 WITA hingga 17.55 WITA akibat medan yang sulit dan lokasi terpencil.

Kejadian bermula ketika sekelompok pemuda Desa Risa yang sedang berkemah di Gunung Ndudu Jara mencium bau tidak sedap sekitar pukul 12.00 WITA.

Setelah menelusuri sumber bau, mereka menemukan sesosok mayat pria tergantung di pohon.

Mereka segera melaporkan temuan tersebut kepada Serka Suhardi, Babinsa Desa Risa, yang kemudian memverifikasi lokasi dengan berjalan kaki selama 90 menit.

Setelah memastikan kebenaran laporan, Babinsa segera mengkoordinasikan dengan Babinkamtibmas, Kepala Desa Risa, dan Danramil 1608-04/Woha untuk meminta bantuan Tim SAR Bima, Puskesmas Woha, dan Tim Inafis Polres Bima.

Dengan lokasi yang sulit dijangkau, Babinsa bersama warga setempat terlebih dahulu mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sambil menunggu kedatangan tim gabungan.

Pukul 15.40 WITA, personel Polsek Woha, Tim Inafis, dan Basarnas tiba untuk melakukan olah TKP dan evakuasi.

Jenazah akhirnya berhasil dibawa ke Desa Risa pukul 17.55 WITA dengan diawasi langsung oleh Danramil 1608-04/Woha Kapten Cba Iwan Budi Susanti SH dan Kapolsek Woha.

Jenazah kemudian dipindahkan menggunakan ambulans Puskesmas Monta menuju RSUD Bima untuk pemeriksaan visum.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui karena kondisi jenazah yang sudah membusuk.

Aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab kematian. (****)

Pemkab Bima Terima Sapi Qurban Bantuan Presiden Prabowo

jpn

Bimantika.net -Presiden RI H. Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara menyerahkan 1 ekor sapi kurban kepada Kabupaten Bima. Yaitu berupa 1 ekor sapi jantan super, jenis limosin dengan berat 820 kg.

Bantuan sapi tersebut atas upaya komunikasi Bupati Bima melalui Dinas Peternakan dan kesehatan hewan yg disampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara di Jakarta.

Plt Kadis Peternakan dan Keswan Kabupaten Bima Drh. Joko S Jumat (6/6) mengungkapkan sapi jenis limosin ini adalah sapi jenis pernakan hasil IB (inseminasi buatan) yang telah diternakkan oleh masyarakat di kabupaten Bima dan dibeli langsung oleh pihak Sekretariat Presiden, melalui koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi NTB.

Pada hari Kamis (5/6) sapi tersebut diserahkan kepada Masjid Besar Ar-Rahmah desa Rato Kecamatan Lambu- Bima, yang diterima oleh Kades dan Camat Lambu bersama pengurus Masjid dimaksud, yang disaksikan oleh Babinsa, Babinkamtibmas dan masyarakat.

Plt. Camat Lambu Muaidin, S.Pd,.MM atas nama pemerintah Kabupaten Bima dan masyarakat desa Rato menyampaikan ucapan terimakasih kepada atas bantuan hewan Kurban dari Presiden Prabowo.

Usai salat Ied pada Jumat (6/6) hewan kurban tersebut dilakukan penyembelihan dan dagingnya dibagikan kepada kaum dhuafa dan masyarakat setempat. (****)

Kisah Seorang Haji Mabrur Tanpa ke Baitullah

jpn

Bimantika.net -Kisah ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Al Mubarak yang menceritakan bahwa setelah menyelesaikan ibadah haji, ia beristirahat dan tidur.

Selama tidurnya, ia bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit dan mendengar percakapan mereka.

Salah satu malaikat bertanya kepada yang lain, “Berapa banyak orang yang datang untuk menunaikan ibadah haji tahun ini?”

“Mereka berjumlah enam ratus ribu jemaah,” jawab malaikat yang ditanya.

Kemudian, malaikat pertama bertanya lagi, “Berapa banyak dari mereka yang ibadah hajinya diterima?”

“Tidak ada satu pun dari mereka,” jawab malaikat yang pertama.

Percakapan ini membuat Abdullah bin Al Mubarak merasa gemetar. Sambil menangis dia berkata, “Apakah semua orang ini datang dari tempat yang jauh dengan perjuangan dan kelelahan, melewati gurun yang luas, hanya untuk semua usahanya menjadi sia-sia?”

Dengan gemetar, dia terus mendengarkan percakapan kedua malaikat tersebut.

“Namun ada seseorang yang meskipun tidak melaksanakan haji, amal perbuatannya diterima oleh Allah dan semua dosanya diampuni. Karena dia, seluruh jemaah haji diterima oleh Allah.”

“Bagaimana hal itu bisa terjadi?” tanya malaikat pertama.

“Itu adalah kehendak Allah.”

“Siapakah orang tersebut?” tanya malaikat pertama lagi.

“Orang itu adalah Ali bin Al Muwaffaq, seorang tukang sol sepatu di Kota Damaskus.”

Setelah mendengar ucapan itu, Abdullah bin Al Mubarak terbangun dari tidurnya. Setelah kembali dari ibadah haji, dia tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan pergi langsung ke Damaskus, Suriah. Hatinya masih gemetar dan penuh pertanyaan.

Ketika dia tiba di sana, dia mencari tukang sol sepatu yang disebutkan oleh malaikat dalam mimpinya. Dia bertanya kepada hampir semua tukang sol sepatu apakah ada seorang tukang sol sepatu bernama Ali bin Al Muwaffaq.

“Iya, dia ada di tepi kota,” jawab salah satu tukang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya

Setelah sampai di tempat tersebut, dia menemukan seorang tukang sol sepatu yang berpakaian sangat sederhana. “Apakah Anda Ali bin Al Muwaffaq?” tanya Abdullah bin Al Mubarak.

“Iya, tuan. Ada yang bisa saya bantu?”

“Saya ingin tahu apa yang telah Anda lakukan sehingga Anda layak menerima pahala haji yang diterima oleh Allah, padahal Anda tidak pergi menunaikan haji.”

“Saya sendiri tidak tahu, tuan.”

“Ceritakan lah kehidupan Anda selama ini.”

Ali bin Al Muwaffaq kemudian menceritakan, “Selama puluhan tahun, setiap hari saya menyisihkan sebagian uang dari penghasilan saya sebagai tukang sol sepatu. Saya menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya pada tahun ini, saya memiliki 350 dirham, jumlah yang cukup untuk pergi menunaikan ibadah haji. Saya sudah siap untuk berangkat haji.”

“Tapi Anda tidak pergi menunaikan haji.”

“Benar.”

“Apa yang terjadi?”

“Pada saat itu, istri saya hamil dan sedang mengidam. Ketika saya hendak pergi, dia sangat menginginkan aroma makanan yang lezat.”

“Suamiku, bisakah kau mencium aroma masakan yang enak ini?”

“Iya, sayang.”

“Cobalah cari siapa yang memasak, aroma masakannya sangat harum. Tolong mintakan sedikit untukku,” pintanya.

“Akhirnya, saya mencari sumber aroma masakan itu. Ternyata berasal dari gubuk yang hampir roboh. Di sana, ada seorang janda dan enam anaknya. Saya memberitahunya bahwa istri saya menginginkan masakan yang dia masak, meskipun hanya sedikit. Janda itu diam dan memandang saya, jadi saya mengulangi kata-kata saya,” ungkap Ali bin Al Muwaffaq.

Akhirnya, dengan sedikit ragu, dia mengatakan, “Tidak boleh, tuan.”

“Apa pun harganya, saya akan membelinya.”

“Makanan ini tidak dijual, tuan,” katanya sambil meneteskan air mata.

“Mengapa?” tanya Ali.

Dengan berlinang air mata, janda itu menjawab, “Makanan ini halal bagi kami, tapi haram bagi tuan.”

Dalam hatinya, Ali bin Al Muwaffaq bertanya, “Bagaimana mungkin ada makanan yang halal baginya, tapi haram bagiku, padahal kita semua muslim?” Oleh karena itu, dia mendesaknya lagi, “Kenapa?”

“Selama beberapa hari ini, kami tidak memiliki makanan. Di rumah kami tidak ada makanan sama sekali. Hari ini, kami melihat seekor keledai mati, jadi kami mengambil sebagian dagingnya untuk dimasak dan dimakan,” janda itu menjelaskan sambil menangis.

Mendengar cerita itu, Ali bin Al Muwaffaq menangis dan pulang ke rumah. Ia menceritakan kejadian tersebut kepada istrinya dan ia juga menangis. Akhirnya, kami memasak makanan dan pergi ke rumah janda tersebut.

“Kami membawa makanan untukmu.”

Ali bin Al Muwaffaq memberikan 350 dirham, uang yang dikumpulkannya untuk pergi menunaikan haji, kepada mereka. “Gunakan uang ini untuk keluarga Anda. Gunakan untuk usaha agar Anda tidak kelaparan lagi.”

Mendengar cerita itu, Abdullah bin Al Mubarak tidak bisa menahan air mata. Ternyata, inilah amal yang dilakukan oleh Ali bin Al Muwaffaq sehingga Allah SWT menerima amalan hajinya meskipun dia tidak mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. (****Berbagai Sumber)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom