Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Butuh Solusi Tuntas

jpn

Oleh : Hasbiati, S. ST

Bimantika.net -Tidak ada lagi tempat yang aman bagi anak. Kalimat ini mungkin tidak berlebihan untuk menggambarkan situasi dan kondisi lingkungan di sekitar anak-anak. Mereka bisa kehilangan rasa aman  meskipun berada di dalam rumah.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, seorang paman diduga mencabuli keponakannya sendiri, seorang anak penyandang disabilitas.

Kejadian tersebut terjadi di rumah korban di Desa Sampungu Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.

Pelaku memanfaatkan kondisi rumah korban yang sepi karena kedua orang tua korban sedang bertani di Dusun Nanga Fanda (Lombokpost.com, 26/06/2025).

Kasus kekerasan seksual, pernikahan anak, kehamilan diluar nikah hingga dispensasi nikah adalah deretan permasalahan anak yang belum terselesaikan dengan tuntas.

Ironis, hal ini justru terjadi di tengah pembangunan Kota Layak Anak yang menjamin perlindungan khusus anak.

Dimana setiap anak berhak atas pemenuhan hak-haknya, baik dalam bentuk sarana, pra sarana maupun layanan dasar seperti pengasuhan, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi Anak.

Faktor Penyebab

Hasil analisis Kementrian PPPA menyebutkan, bahwa penyebab kekerasan terhadap anak berasal dari tiga faktor, yaitu pola asuh yang tidak tepat, penggunaan gadget yang tidak bijak dan pengaruh lingkungan.

Ketiga hal tersebut sebenarnya dampak dari diterapkannya sistem kapitalisme, yang melahirkan individu dengan akidah yang lemah. Halal haram bukan lagi menjadi standar perbuatan.

Penerapan sistem kapitalisme mendorong perempuan untuk eksis mencari nafkah, yang akhirnya ibu memiliki beban ganda yaitu istri dan pencari nafkah.

Perempuan akhirnya tidak memiliki waktu untuk mendidik anak, melindungi dan memantau segala hal yang terjadi pada anak.

Kurangnya pemahaman orang tua tentang agama sehingga anak tidak dididik dengan batasan auratnya, dipisahkannya tempat tidur yang memicu tindak kekerasan terhadap anak.

Merebaknya pornografi dan pornoaksi yang bebas diakses melalui gadget, mendorong untuk dilampiaskannya nafsu tanpa melihat apakah itu anak sendiri, adik, atau keponakan.

Disamping itu, lingkungan masyarakat yang individualis, tidak peduli dengan kondisi sekitar, pergaulan yang rusak dan berbagai kejahatan yang tersebar luas di tengah masyarakat juga disebabkan oleh sistem kapitalisme.

Berbagai regulasi sudah diterapkan dalam rangka melindungi anak. Diantaranya Undang-undang Perlindungan Anak yang sudah direvisi sebanyak dua kali, Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual maupun KUHP.

Hal ini nyatanya belum mampu mengatasi masalah kekerasan seksual terhadap anak.

Islam sebagai solusi

Untuk memutus rantai kejahatan yang terjadi tentu membutuhkan adanya sistem yang bisa mengatasinya hingga ke akarnya. Sistem Islam yang berasaskan akidah Islam menjadi solusi terhadap seluruh problematika kehidupan.

Di dalam Islam, sistem pendidikan akan menjadikan pribadi individu yang bertakwa, sehingga tidak akan mudah untuk berbuat maksiat. Islam juga mencegah adanya konten pornografi dan pornoaksi, sehingga tidak ada rangsangan yang mendorong terjadinya kekerasan seksual.

Selain itu, sistem ekonomi Islam akan menempatkan kewajiban mencari nafkah adalah suami dengan memberikan lapangan pekerjaan, sehingga perempuan tidak perlu ikut membantu mencari nafkah. Namun, kembali kepada fitrahnya sebagai ibu dan pengatur rumah.

Islam memiliki sistem sanksi yang tegas. Bagi pelaku pelecehan seksual yang terkategori zina, hukumannya adalah 100 kali dera bagi yang belum menikah dan dirajam bagi yang sudah menikah.

Adapun pelaku pemerkosaan atau rudapaksa, perlu dijatuhi sanksi tersendiri yaitu ditetapkannya ta’zir yang akan memberikan efek jera bagi pelaku dan orang lain yang ingin melakukan hal yang sama.

Demikianlah, Melalui penerapan Islam kaffah dalam Daulah khilafah kekerasan seksual terhadap anak bisa teratasi dengan tuntas. Wallahu’alam. (****)

Seksi Dokkes Polres Bima Cek Kondisi Kesehatan Personel Termasuk Kapolres Bima dan Suplai Vitamin

jpn

Bimantika.net -Polres Bima Polda NTB menunjukkan komitmennya dalam menjaga kondisi stamina Kesehatan seluruh personelnya.

Melalui Seksi Dokkes (Sidokkes), Polres Bima aktif memberikan layanan pemeriksaan kesehatan bagi anggota termasuk Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K., serta pejabat utama yang juga menjalani pemeriksaan sebagai bentuk keteladanan.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada Senin 28 Juni 2025 di Lobi Mapolres Bima.Layanan medis meliputi cek tensi darah dan pemberian vitamin guna memastikan kebugaran anggota tetap terjaga di tengah tingginya intensitas tugas.

“Kami terus melakukan monitoring dan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap anggota. Kesehatan personel adalah kunci utama kelancaran dan keberhasilan dalam menjalankan tugas ” Kata Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., sebagaimana diulas Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

“Kesiapan personel, baik fisik maupun mental, menjadi prioritas utama dalam menjalankan tugas sebagai Pelindung, Pelayanan dan Pengayom Masyarakat”.Jelasnya.

Dari hasil pengecekan, seluruh personel yang menjalani pemeriksaan berada dalam kondisi sehat. (****)

PAM Wisata di Pantai Kalaki, Satpolairud Polres Bima Himbau Pengunjung Jaga Kebersihan Pantai

jpn

Bimantika.net -Pengamanan Obyek Wisata/rekreasi di Wilayah hukum perairan Polres Bima Polda NTB serta memberikan Himbauan kamtibmas kepada para pengunjung.

Patroli pengamanan atau yang di sebut dengan istilah PAM Wisata itu berlangsung pada Minggu 27 Juli 2025 dan di kendalikan oleh Kasatnya Iptu Hari Purnomo SH.

Hal itu dilaksanakan oleh tim patroli Satpolairud Polres Bima di pantai Kalaki yang kerap di kunjungi wisatawan di masa libur akhir pekan.

Pengamanan dan patroli itu merupakan upaya preventif Satpolairud jajaran Polres Bima dalam rangka menjamin kenyamanan para pengunjung serta mencegah potensi adanya aksi Premanisme aksi Kriminalitas lainya

Hal itu diutarakan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Tidak hanya itu Patroli juga menghimbau kepada para pengunjung agar tetap menjangkau dan menemani anak anak yang mandi laut. (****)

Personel Polsek Bolo Kawal Pengamanan Pawai Ta’aruf Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Bolo

jpn

Bimantika.net -Dipimpin oleh Kapolseknya AKP Nurdin personel Polsek Bolo Polres Bima Polda NTB melaksanakan pengamanan dan pengawalan Pawai Ta,Aruf pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an Tingkat Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Sabtu 27 Juli 2025.

Kegiatan yang dimulai sekira pukul 14.00. Wita itu personel ditempatkan di titik strategis guna memastikan kelancaran acara dan mencegah terjadinya kemacetan Arus Lalulintas.

Terpisah Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan kehadiran anggota Polsek Bolo merupakan wujud pelayanan terbaik Polri guna memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan positif di tengah masyarakat.

Adib meneruskan, pengamanan yang dilaksanakan oleh Polsek Bolo itu mulai dari titik star di Paruga Nae Sila hingga ditempat finish lapangan bola Fajar Desa Tambe sebagai Arena MTQ.

Musabaqoh Tilawatil Qur’an tingkat Kecamatan Bolo tahun ini mengangkat tema “Melalui MTQ Tingkat Kecamatan Bolo 2025 M 1447 H kita ciptakan generasi yang Qur’ani dan berakhlak mulia menuju bima bermartabat “.

Pawai Ta’aruf,Aruf itu diikuti oleh seluruh Muspika Kecamatan Bolo, Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah dan Siswa dan Siswi SMP, SMA se-Kecamatan Bolo, seluruh Perangkat Desa, seluruh KUPTD, seluruh Pimpinan Ponpes dan Santri serta Santriwati, pimpinan BUMN dan BUMD dan seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Bolo.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman serta situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Bolo dilaporkan Kondusif. (****)

Beri Rasa Aman dan Nyaman, Polsek Madapangga Gelar Patroli Pengamanan Wisata

jpn

Bimantika.net -Mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan  di tempat wisata pada akhir pekan di Kawasan wisata pemandian Kolam renang  di Desa Ndano Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.

Untuk itu personel Polsek Madapangga Polres Bima Polda NTB yang dikendalikan oleh Kapolseknya Ipda Mujahidin melaksanakan Patroli dan pengamanan tempat wisata atau PAM wisata  Minggu  (27/07/25).

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui kasi humas Iptu Adib Widayaka mengatakan, patroli dan pengamanan itu dilakukan guna mencegah terjadinya berbagai tindak kejahatan dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan.

Kegiatan patroli dan pengamanan obyek wisata rutin dilaksanakan oleh anggota Polsek Madapangga dalam rangka memberikan pelayanan bagi masyarakat yang menikmati liburan.

“Polri Khususnya Polres Bima dan jajaran akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat demi terwujudnya situasi Kamtibmas yang di wilayah Kabupaten Bima”Kata Kapolres mengutip Adib. 

Dalam kegiatan itu juga Tim Patroli memberikan himbauan kepada para pengunjung  Kolam renang agar berhati-hati termasuk menjaga anak-anak, memarkirkan kendaraan ditempat yang sudah disediakan.

Patroli itu bertujuan untuk mencegah, meminimalisir dan menekan terjadinya  Curas,Curat dan Curanmor atau yang disebut dengan 3C maupun tindak Kejahatan lainnya.

Dan apabila mengetahui adanya tindakan kriminal agar segera melaporkan kepada tim Patroli yang Standby di Lokasi Wisata. (****)

Personel Polsek Monta Kawal Kunker Bupati dan Wabup Bima di Pantai Wane

jpn

Bimantika.net -Dibawah kendali Kapolseknya Iptu Sudarto SH, Personel Polsek Monta Polres Bima Polda NTB diterjunkan guna mengawal kunjungan kerja (Kunker) Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Bima dr. Irfan Zubaidi.

Kunjungan kerja pimpinan Daerah dan wakilnya itu berlangsung pada Sabtu 26 Juli 2025 sekira pukul 09. 00.Wita bertempat di Pantai Wane Desa Tolotangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima

Sejumlah personel ditempatkan di titik kegiatan untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran seluruh agenda kunjungan.

Dalam kunjungannya Bupati Bima menyalurkan bantuan pohon bakau untuk ditanam di sepanjang pantai Wane.

Bukan saja pengamanan terbuka namun pengamanan tertipu juga diterapkan Oleh Personel Polsek Monta.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., dalam keterangan tertulisnya melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Rangkaian kegiatan kunjungan berakhir sekitar pukul 14.00 WITA situasi aman dan kondusif, sinergitas dan kesiapsiagaan Polsek Monta sebagai penanggung jawab utama di lapangan. (“***)

Kecelakaan Lalulintas di Desa Penapali, Unit Gakum Satlantas Polres Bima Olah TKP

jpn

Bimantika.net -Unit Gakum Satuan lalulintas (Satlantas) Polres Bima Polda NTB melaksanakan olah tempat kejadian perkara kecelakaan lalulintas.

Kecelakaan lalulintas yang melibatkan sepeda motor (SPM) dan pejalan kaki tersebut terjadi pada Jum,at 25 Juli 2025 sekira pukul 10.15.Wita tepatnya di jalan lintas Bima -Dompu Desa Penapali, Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Kronologi, SPM yang dikendarai oleh RK (L/49) warga Kelurahan Lewi Rato Kota Bima itu melaju dengan kecepatan yang diperkirakan 80 km/jam dikawasan pemukiman.

RK melaju dari arah timur ke barat, sesampainya di depan SDN Inpres Penapali menabrak pejalan kaki sdr MI (L/8) warga Desa Penapali yang sedang menyeberang jalan di zebra cross depan sekolah.

Benturan itu terjadi pada jalur jalan sebelah selatan antara bagian depan sepeda motor dengan tubuh sebelah kanan pejalan kaki.

Akibat benturan SPM terjatuh terseret sejauh 20 meter bersama pengendaranya sedangkan pejalan kaki terseret sejauh 17 meter ke arah barat.

Akibatnya korban mengalami luka lecet pada wajah,luka lecet pada kedua tangan, dan patah tulang kaki kanan.

Walaupun sempat dirawat di puskesmas (PKM) Woha namun akibat lukanya cukup serius korban dirujuk ke RSUD Bima.

Sedangkan pengendara mengalami luka lecet pada tangan sebelah kiri dan saat kasus kecelakaan tersebut ditangani oleh penyidik Gakum Satlantas Polres.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasatlantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH.

Saat ini Satu unit Sepeda Motor dan pengendaranya diamankan di Mapolres Bima. (****)

Perguruan Tinggi Negeri Pertama di Pulau Sumbawa Segera Hadir di Kabupaten Bima

jpn

Bimantika.net -Satu kebanggaan tersendiri bagi warga masyarakat Kabupaten Bima dengan hadirnya Perguruan Tinggi Negeri yang berlokasi di Kabupaten Bima.

“Harapan besar datang dari pemerintah Kabupaten Bima dan sejarah pendirian IAIN Bima telah melewati waktu cukup panjang bersamaan dengan adanya proposal dari pemerintah Kabupaten dan pemerintah kota Bima”. Ungkap Ketua Komite Pendirian IAIN Bima Prof. Dr. H.Muhammad M.pd.MS dalam Rapat yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Fatahullah, S.Pd tersebut.

Ketua Tim Ferivikasi Djohan Soefi, SE dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Forkopimda Kantor Bupati Bima yang digelar setelah melakukan peninjauan lapangan mengungkapkan bahwa kehadiran tim untuk melihat fakta di lapangan.

Selanjutnya hasil survei tersebut akan dipaparkan dan dilaporkan kepada Menteri.

Tim juga menyampaikan kepada pemerintah Kabupaten Bima dokumen yang perlu dilengkapi.

“Penerbitan Perpres pendirian IAIN akan ada setelah Menpan melakukan proses lebih lanjut dokumen-dokumen yang diperlukan”. Urainya.

Terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Bima yang telah memenuhi syarat mayor dengan menyediakan 9,6 hektar lahan dari 5 hektar lahan persyaratan minimum.

“Kami atas nama Kementerian Agama menyampaikan apresiasi karena ini merupakan hal luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bima dan Aset tersebut perlu dilakukan pengamanan agar tidak dikuasai oleh pihak lain”. Imbuhnya.

Komite Pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima yang dipimpin Prof. Dr. H.Ahmad Thib Raya, MA didampingi Prof. Dr. H. Muhammad, M. Pd., M.S., Prof. Dr. Bahtiar, M. Pd., Si., Prof. Dr. Ismail, M. Pd., Prof. Dr. Syarifudin, M. Pd., Prof. Dr. Gazali, SH, MH dan Dr. H. Yudin Citriadin, M. tersebut hadir bersama tujuh orang Tim Ferivikasi yang berasal dari Kementerian Agama RI, Kementerian Ristek dan Dikti serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Kamis (24/7) melakukan kunjungan untuk melakukan verifikasi faktual Lahan IAIN Bima di eks-Kampus Vokasi Desa Sondosia Bolo.

Komite dan tim verifikasi yang melakukan peninjauan lapangan tersebut didampingi Kepala Bidang Aset BPKAD, Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perkim, Irbansus Inspektorat, Dinas Dikbudpora, Bappeda, Bagian Umum dan Bagian Hukum Setda melihat kondisi aset berupa tanah, bangunan dan mencocokkan dengan dokumen kepemilikan.

Tim Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Jeffri Aprianto, Lina Maulida Arif Putri S.HI dan Fahdiar Rizki Atu. A.Md (Setditjen Pendis), Sishka (Biro Hukum dan KLN), Hasyim Khumaedi (Biro Organisasi dan Tata Laksana), Kisman Supriyatna dan Lulu’atun Nasihah (Biro Organisasi dan Tata Laksana), Wahyu Lestari (Subdit Kelembagaan dan Kerjasama). (///RRS/Ruma Rengge Sape/007)

Bupati Ady Kunjungi Korban Kebakaran di Woha dan Serahkan Bantuan Tanggap Darurat

jpn

Bimantika.net -Pasca kebakaran yang melanda Rumah kayu panggung yang berada di 2 desa di kecamatan woha yaitu 1 unit di desa keli pada Rabu (23/7) dan 1 unit di desa donggobolo, pada Sabtu (5/7) lalu , Bupati Bima Ady Mahyudi yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Tajudin, SH., M.Si., Kepala BPBD Drs. H. Isryah, Sekcam Woha Drs. H. Muhammad Saleh, M.Si, Kades Donggobolo, Kades Keli, dan para pejabat terkait BPBD, Dinas Sosial Kabupaten Bima,  langsung bertolak mengunjungi lokasi terdampak bencana untuk melihat dari dekat kondisi yang dialami warga di desa Keli dan Donggobolo tersebut.

Tiba di tempat kejadian, Bupati Bima menyampaikan turut empati atas bencana dan musibah atas bencana yang dialami warga dan berharap dengan kondisi yang ada warga tetap bersabar sembari pemerintah terus berupaya untuk mencari solusi terbaik bagi penanganan kebakaran tersebut.

“Rasa empati yang amat dalam kami ucapakan kepada para keluarga yang mengalami musibah ini. Semoga ini menjadi pelajaran agar kita semua lebih berhati-hati dan bijak, baik dalam masalah listrik maupun masalah yang berurusan dengan kompor yang ada dalam dirumah”. Harap Bupati.

Kepada BPBD dan Dinas Sosial, Bupati menginstruksikan agar segera menindaklanjuti langkah-langkah penanganan pasca bencana, memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjangnya untuk para korban terdampak.

Dalam kunjungan tersebut Bupati Ady Mahyudi memberikan bantuan tanggap darurat berupa Makanan siap saji, tarpal, tikar, sembako dan kebutuhan sehari-hari lainnnya dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Bima, serta ada pula uang santuanan yang diberikan oleh Bupati Bima.

Sebagaimana laporan dari kedua kepala desa, kerugian material yang dialami oleh Indara (30 tahun/petani) warga desa Donggobolo perkiraan kerugian mencapai Rp 100 juta. Sedangkan warga desa Keli Masyudin (30 tahun/petani) dan Baharudin (35 tahun/petani) 2 kepala keluarga dalam satu rumah perkiraan kerugian mencapai Rp 15 juta. (“””//RumaRenggeSape//RRS//007)

Dari Bima untuk Indonesia : Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan

jpn

Oleh: Usamah, S.Pd.

Bimantika.net -“Ketika pendidikan menjadi hak, bukan kemewahan, maka keadilan sosial mulai menemukan jalannya.”
Kita hidup di era di mana kata “merdeka belajar” mengisi ruang publik dengan optimisme.

Namun, ketika menjejakkan kaki di pelosok Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kita dihadapkan pada kenyataan yang belum sepenuhnya merdeka. Kesenjangan pendidikan masih menjadi tembok besar yang membatasi mimpi anak-anak di wilayah ini.

Potret Kesenjangan di Timur Nusantara
Bima adalah salah satu kabupaten di NTB yang secara geografis luas dan topografinya menantang.

Anak-anak di Desa Nunggi, Ambalawi, dan pegunungan Wera, misalnya, harus menempuh jarak berkilo-kilometer untuk mencapai sekolah dasar. Fasilitas pendidikan sangat terbatas.

Beberapa sekolah masih berlantaikan tanah, kekurangan buku, bahkan kekurangan guru tetap.
Data BPS Kabupaten Bima (2023) menunjukkan bahwa angka partisipasi kasar (APK) untuk SMA masih berada di bawah rata-rata provinsi.

Bahkan, lebih dari 35% siswa usia sekolah menengah pertama di wilayah pedalaman tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi karena faktor ekonomi dan geografis.

Mengapa Kesenjangan Ini Terjadi? Penyebabnya tidak tunggal. Pertama, masalah geografis membuat akses ke sekolah menjadi mahal, secara waktu dan biaya.

Kedua, ketimpangan distribusi guru masih terjadi. Banyak guru muda enggan ditempatkan di wilayah terpencil karena minimnya fasilitas dan tunjangan yang tidak sebanding.

Ketiga, budaya lokal juga memainkan peran penting. Di beberapa wilayah Bima, pernikahan dini masih dianggap lumrah. Anak perempuan sering kali tidak diberi kesempatan mengenyam pendidikan lebih tinggi, karena dianggap tidak relevan dengan peran domestik mereka.

Keempat, kebijakan pembangunan pendidikan seringkali terpusat dan tidak partisipatif. Sekolah-sekolah di desa tidak dilibatkan dalam perumusan kebijakan, sehingga intervensi pemerintah tidak kontekstual.

Membangun Pendidikan yang Inklusif dan Berkeadilan

Menurut UNESCO (2021), pendidikan inklusif berarti semua anak, tanpa terkecuali, memiliki hak untuk mendapatkan layanan pendidikan bermutu, terlepas dari kondisi fisik, sosial, dan geografis mereka.

Di Bima, prinsip ini belum sepenuhnya terwujud.
Amartya Sen dalam Development as Freedom (1999) menjelaskan bahwa pembangunan seharusnya memampukan manusia untuk memiliki “kemampuan dasar” (basic capabilities), dan pendidikan adalah kunci dari kemampuan itu.
Bagaimana menjawab tantangan ini?

  1. Penguatan BOS afirmatif berbasis wilayah 3T. Dana BOS harus dikaji ulang agar benar-benar proporsional dan tepat sasaran untuk wilayah-wilayah tertinggal.
  2. Revitalisasi sekolah komunitas. Sekolah berbasis masyarakat atau community-based schools harus diperkuat, terutama di wilayah yang tidak dapat dijangkau oleh skema pendidikan formal konvensional.
  3. Pengembangan taman literasi dan rumah belajar lokal. Di Desa Mandala dan Nanga Wera, misalnya, taman-taman baca bisa dijadikan simpul pembelajaran berbasis komunitas.
  4. Peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan. Pelatihan daring berbasis kebutuhan lokal (contextual training) perlu dikembangkan untuk guru-guru yang berada di daerah 3T.
  5. Mendorong partisipasi perempuan dan kelompok rentan dalam pendidikan. Ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan benar-benar adil dan setara bagi semua anak.

Dari Timur, Harapan Itu Menyala

Pendidikan bukan sekadar bangku, buku, atau ruang kelas. Ia adalah fondasi keadaban suatu bangsa. Ketika anak-anak di desa terpencil Bima bisa bermimpi menjadi guru, dokter, atau pemimpin tanpa dibatasi oleh lokasi atau status sosial, maka saat itulah pendidikan telah menemukan maknanya yang hakiki.

Sebagai masyarakat Indonesia, kita tidak boleh membiarkan anak-anak di pelosok merasa menjadi warga negara kelas dua hanya karena mereka lahir jauh dari pusat pembangunan. Keadilan dalam pendidikan adalah bagian dari cita-cita kemerdekaan yang belum tuntas.

Penutup: Kolaborasi adalah Kunci

Solusi tidak bisa datang hanya dari pemerintah. Dunia akademik, NGO, tokoh adat, dan masyarakat sipil harus bergandengan tangan.

Pendidikan inklusif dan berkeadilan di Bima adalah tanggung jawab kita bersama. Dari Timur Indonesia, kita bisa menyalakan api harapan bagi generasi yang lebih adil dan tercerahkan. (****)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom