Masrun : Terimakasih Aji Rum Sudah Pasang Lampu Jalan di Kendo

jpn

Bimantika.net -Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bima Nomor Urut 2 Ir. H. Mohammad Rum, MT dan Hj. Mutmainnah Haris, SH (Aji Rum-Umi Innah) atau disingkat AMANAH semakin mendapat simpati warga masyarakat Kota Bima secara meluas.

Saat pengukuhan tim pemenangan di Kelurahan Kendo, Kecamatan Raba, Calon Wali Kota Bima, HM Rum (Aji Rum) mendapat ucapan terimakasih dari warga setempat karena telah memprogramkan pemasangan lampu jalan.

Masrun H Hamzah didepan Aji Rum-Umi Inah dan masyarakat hadir menyampaikan beberapa hal kenapa dirinya mendukung Pasangan Calon (Paslon) Aji Rum-Umi Inah pada Pilkada Kota Bima Tahun 2024.

Selain visi dan misinya yang merakyat, juga program sudah dijalankan oleh Aji Rum saat menjabat PJ Wali Kota Bima. Dimana kini jalan di Kelurahan Kendo sudah terpasang lampu jalan.

Walaupun masih belum banyak dan perlu penambahan, tetapi Alhamdulillah kini beberapa Jalan di Kendo sudah diterangi lampu, tak lagi gelap gulita jalannya.

” Terimakasih Aji Rum sudah memperhatikan kampung kami ini dan semoga setelah jadi Wali Kota Bima bisa dilanjutkan program pro rakyat,” harap Hamzah.

Setelah terpilih nantinya, kami warga Kelurahan Kendo juga minta untuk pemasangan lampu jalan ditambah lagi, termasuk pengaspalan jalan juga.

Jalan menuju ladang kami saat alami rusak berat, untuk itu kami berharap nantinya bisa di prioritaskan.

Karena kami mayoritas petani, perbaikan irigasi pertanian yang sudah lama tak diperhatikan tolong di prioritaskan juga.

Menutup penyampaian, Hamzah tegaskan siap lahir batin bersama seluruh tim menangkan Aji Rum-Umi pada tanggal 27 Nopember.

” Kami tak tidur demi perjuangan memenangkan Aji Rum-Umi Inah, InsyaAllah menang,” pungkasnya.

Untuk informasi, Aji Rum-Umi Inah memiliki sejumlah program prioritas untuk petani, yaitu penyediaan bibit pertanian gratis, perbaikan jaringan irigasi, stabilitas harga pertanian, pupuk yang tersedia dan infrastruktur jalan yang memadai.(***)

Kondisi Pendidikan Hari Ini VS Pengaturan Pendidikan dalam Islam

jpn

Oleh : Zidniy Ilma (Aktivis Muslimah)

Bimantika.net -Sejak tahun 2022 hingga saat ini terdapat puluhan siswa SMP Negeri 60 Kota Bandung yang terpaksa harus belajar di luar ruangan kelas.

Total terdapat sembilan rombongan belajar (rombel). Dua di antaranya terpaksa belajar di luar ruangan kelas, tepatnya di taman sekolah.

Sedangkan tujuh rombel lainnya, sejak 2018 memang belajar di ruangan kelas, namun mereka mulai belajar pada siang hari karena pagi harinya ruangan kelas digunakan oleh siswa SD Negeri Ciburuy (metrotvnews.com, 28/09/2024).

Alarm Darurat Pendidikan

Faktanya, negeri ini tidak hanya menghadapi kurangnya fasilitas pendidikan seperti ruangan kelas.

Lebih dari itu, yang dihadapi saat ini ialah angka putus sekolah yang semakin meningkat.

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengungkapkan realitas pahit bahwa terdapat 1.235 anak di NTB yang putus sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD) sepanjang tahun ajaran 2023/2024.

Miris! Dari 1.235 anak tersebut, 665 di antaranya putus sekolah saat masih duduk di kelas I SD. Kabupaten Bima menjadi wilayah dengan angka putus sekolah tertinggi, mencapai 300 anak.

Disusul Lombok Timur (210 anak) dan Dompu (190 anak). Mayoritas yang putus sekolah berasal dari sekolah negeri.

Pengamat Pendidikan dari Universitas Cordova, Sopan Hidayat, S.Pd., M.Ed., mengatakan, “kemiskinan seringkali memaksa orang tua untuk memilih antara menyekolahkan anak atau memenuhi kebutuhan hidup.

Ditambah lagi kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan semakin memperburuk situasi.” (kabarksb.com, 08/07/2024).

Penulis sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Sopan. Lumrah terjadi, orang tua yang bimbang ketika ingin menyekolahkan anak-anaknya.

Antara biaya untuk makan dan biaya pendidikan bak perlombaan yang dipertaruhkan.

Tak heran jika banyak orang tua yang akhirnya tanpa ragu akan memilih untuk memenuhi kebutuhan hidup daripada pendidikan anak-anaknya. Kalau mau jujur, orang tua mana yang menjadikan keduanya sebagai pilihan? Mereka melakukannya karena keterpaksaan.

Salah Pilih Sistem!

Realitanya hari ini ialah tidak hanya orang tua yang kesulitan untuk menyekolahkan anak-anaknya, namun ada pula orang tua yang bingung untuk menyekolahkan anaknya di mana. Karena yang terjadi saat ini tidak hanya kurangnya fasilitas pendidikan, tapi dari segi kualitas atau output pendidikannya pun bisa dikatakan amat miris.

Lihatlah bagaimana output peserta didik hari ini. Banyak dari mereka yang lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah.

Pulang sekolah lanjut mengerjakan tugas yang menumpuk. Malam hari istirahat. Begitu seterusnya.

Tapi apakah akhirnya menjadikan peserta didik itu bisa diharapkan sebagai estafet masa depan bangsa?

Orang tua dan negara hari ini salah pilih sistem. Negeri kita, Indonesia, menerapkan sistem sekularisme kapitalisme.

Dalam sistem ini, aturan yang dipakai adalah aturan buatan manusia. Manusia atau siapapun yang sedang memimpin diberikan kewenangan untuk membuat aturan.

Tidak ada standar yang jelas terkait baik dan buruk. Aturan bisa diubah-ubah sesuai kepentingan segelintir orang atau kelompok.

Fasilitas pendidikan yang tidak memadai dan himpitan ekonomi juga terjadi akibat diterapkannya sistem sekularisme kapitalisme.

Dalam sistem ini, negara tidak berpihak penuh pada rakyat. Sekolah yang seharusnya menjadi kebutuhan rakyat, kondisinya justru seperti yang tertulis pada paragraf awal.

Memang ada alokasi anggaran pendidikan, namun sebenarnya dana itu sangatlah sedikit.

Mirisnya, banyak faktor yang membuat dana tersebut tak dapat tercerap sempurna, salah kelola, bahkan menjadi ajang korupsi.

Selain itu, faktor ekonomi. Adakah dari kita yang belum pernah mendengar kalimat “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”?

Kapitalisme meniscayakan hal itu terjadi. Dalam kapitalisme, individu dibebaskan untuk memiliki apapun selama ia memiliki modal.

Tak heran jika akhirnya kita melihat sumber daya alam seperti tambang, gunung, pulau dan lain-lain bebas dimiliki oleh siapapun yang memiliki modal.

Akhirnya terciptalah ketimpangan ekonomi yakni yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Hal ini selaras dengan jumlah kelas menengah yang terus turun, bukan?

Mencetak Peradaban Maju dan Mulia

Sebagai seorang muslim, kita akan mengembalikan segala sesuatunya atau beramal sesuai dengan aturan Islam. Islam tidak hanya sekadar agama, tapi juga ideologi.

Aturan dari Allah SWT ini paket lengkap, mengatur segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Dalam sistem Islam (khilafah), pendidikan merupakan kebutuhan pokok rakyat yang wajib disediakan oleh daulah.

Makna wajib ialah tersedianya pendidikan, baik dari segi fasilitas serta kualitasnya.

Pendidikan dalam khilafah tersedia secara gratis. Bagaimana bisa? Dalam khilafah, sumber pemasukan dan pengeluaran negara telah jelas diatur dalam kas Baitul mal.

Hal ini mampu dilakukan sebab salah satu pemasukan dalam baitulmal bersumber dari kepemilikan umum. Yaitu pengelolaan sumber daya alam yang hasilnya akan dikembalikan kepada rakyat sepenuhnya, salah satunya dengan menyediakan pendidikan secara gratis.

Tidak akan ditemukan anak yang putus sekolah dan fasilitas pendidikan yang tidak layak seperti hari ini.

Dalam hal ekonomi juga akan diatur dengan aturan Islam. Mustahil muncul ketimpangan ekonomi dalam khilafah. Karena seorang khalifah (pemimpin negara khilafah) adalah raa’in (pengurus rakyat). Rasulullah Saw. bersabda, “imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR. al-Bukhari). Jika kita ingin memperbaiki pendidikan yang ada di negeri ini, pastikan tidak salah pilih sistem.

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita memilih Islam untuk diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.
Wallahu a’lam. (***)

Ribuan Warga Kumbe Kompak Menangkan Paslon Nomor 2 Rum-Innah

jpn

Bimantika.net -Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bima Nomor Urut 2 Ir. H. Mohammad Rum, MT dan Hj. Mutmainnah Haris, SH (Aji Rum-Umi Innah) atau disingkat AMANAH hari ini Selasa (8/10) menggelar Blusukan.

Blusukan dilakukan di Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima disambut ribuan warga.

Aji Rum didampingi istri tercinta Hj. Dewi Wahyuni, SE atau biasa disapa Umi Dewi jalan keliling Kelurahan Kumbe dari Gang ke gang. menuju tempat acara di RT.01 RW.01.

Calon Walikota Bima Ir. H. Mohammad Rum, MT atau biasa disapa Aji Rum dalam sambutannya menyampaikan dirinya datang khusus hari ini di kumbe untuk menjalin silaturahmi dan persaudaraan dengan warga Kumbe.

“Harus ada orang kumbe yang jadi Walikota Bima, untuk itu mari kita satukan barisan coblos nomor 2 Amanah” ujar Aji Rum disambut Yel-Yel Nomor 2 Menang Menang Menang.

Lanjutnya, orang Kumbe orang besar, mari bersama buktikan saat ini orang Kumbe bersatu untuk Amanah.

Aji rum ingatkan warga Kumbe, Jangan sampai memberikan kesempatan kepada orang lain, karena ini momentum terbaik buat warga Kumbe.

Sementara itu Umi Dewi menambahkan jangan lupa tanggal 27 November 2024 coblos jilbab putih. Ini waktunya orang Kumbe Jadi Walikota Bima, kapan lagi kita punya walikota warga asli Kumbe.

Umi Dewi ingatkan warga Kumbe, Jangan beri jalan dan kesempatan orang lain. 99 persen warga Kumbe beri dukungan dan menangkan Amanah.

“Kelurahan besar Kumbe harus bersatu dukung Rum-Innah. Insyaallah nomor 2 menang. Semoga niat baik warga Kumbe dapat diijabah oleh Allah SWT” ungkap Umi Dewi (***)

Daerah Manapun di Indonesia, Tidak Ada PKH Daerah

jpn

Bimantika.net -Kepala Dinas Sosial Kota Bima Yuliana, S, Sos menjelaskan secara rinci tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahun Anggaran 2024 yang ditangani di Dinas Sosial Kota Bima.

Menurutnya, untuk bantuan sosial jenis Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Bima sudah berjalan selama belasan tahun lamanya.

Dan untuk pihak Dinas Sosial dalam kewajibannya menyiapkan dana pendamping sudah diberikan melalui pemberian 38 unit motor untuk para pendamping PKH

“Dan ada juga honor transport pendamping yang besarannya Rp300 ribu per bulan untuk 38 orang pendamping. Ditambah untuk anggaran kesekretariatannya” ujar Yuli Sapaan akrab Istri Ketua DPRD Kota Bima ini.

Lanjutnya, Bila dihitung nilai lebih dari 5% dari bantuan Kementrian Sosial untuk kegiatan PKH di Kota Bima.

“Bila dihitung nilai lebih dari 5% dari bantuan Kementrian Sosial untuk kegiatan PKH di Kota Bima”
ucap Yuli di ruang kerjanya, Selasa, 8 Oktober 2024.

Ia menambahkan, soal wacana yang sedang berkembang di suasana Pilkada munculnya Program PKH Daerah.

Dirinya menanggapi bahwa belum ada daerah-daerah di Indonesia yang melaksanakan program tersebut.

“Dan untuk penerima bantuan PKH di Kota Bima ada 9.344 KK. Setahu kami, belum ada daerah yang melaksanakan program PKH Daerah” ujarnya.

Selain belum ada payung hukumnya yang detail tentang PKH Daerah. Program itu juga sangat tergantung pada kemungkinan anggaran daerah untuk melaksanakan program tersebut.

Kata dia ada bantuan lainnya dari Kementrian Sosial berupa Bantuan Sembako untuk 11.802 warga Kota Bima. Nilai bantuannya sebesar Rp200 ribu per bulannya.

Ia menambahkan, selain PKH dan Bantuan Sembako yang bersumber dari APBN. Pihak Dinas Sosial pun memiliki program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang besarnya senilai Rp600 ribu yang bersumber dari APBD.

“Program BST ini akan diberikan kepada 3.000an orang pada warga yang belum menerima uang PKH dan Bantuan Sembako. Dan penerima BST ini akan dimintai KTP dan KKnya karena pencairan uang akan diberikan melalui nomor rekening,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, sebenarnya dari semua bantuan sosial yang ada selama ini. Selain tiga program di atas. Ada juga bantuan-bantuan sosial lainnya baik dari Pemkot Bima dan banyak lembaga swasta lainnya.

“Dan dilihat dari jumlah dan banyaknya warga penerima bantuan. Dihitung dari angka kemiskinan di Kota Bima. Nilainya sudah mencover bahkan melebihi dari bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat di Kota Bima,” tutup Yuliana. (***AgMM//)

Pj Wali Kota Bima Gelar Silaturahmi dan Audiensi Bersama Pimpinan STKIP Taman Siswa Bima

jpn

Bimantika.net -Penjabat (PJ) Wali Kota Bima, Drs. H. Mukhtar MH, menggelar silaturahmi dan audiensi bersama pimpinan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima, bertempat di ruang kerja Wali Kota Bima, Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pimpinan STKIP, para dosen, staf, dan perwakilan mahasiswa dari STKIP Taman Siswa Bima. Senin, 7 Oktober 2024.

Dalam pertemuan tersebut, PJ Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi atas peran STKIP Taman Siswa Bima dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bima. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas, terutama di bidang pendidikan.

“Saya sangat menghargai upaya STKIP Taman Siswa dalam menghasilkan tenaga pendidik yang kompeten. Sinergi antara Pemerintah daerah dan lembaga pendidikan seperti STKIP sangat diperlukan untuk mewujudkan Kota Bima yang lebih maju,” ujar H. Mukhtar.

Selain itu, audiensi ini juga membahas potensi kerjasama antara Pemerintah Kota Bima dan STKIP Taman Siswa dalam berbagai program pendidikan dan pengabdian masyarakat.

H. Mukhtar berharap STKIP Taman Siswa dapat berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah, seperti peningkatan kualitas tenaga pendidik dan penyuluhan pendidikan di tingkat kelurahan.

Pimpinan STKIP Taman Siswa Bima, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kesediaan PJ Wali Kota untuk berdialog langsung.

Mereka juga menekankan pentingnya dukungan Pemerintah daerah dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Bima, termasuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Audiensi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara Pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tinggi di Kota Bima, sekaligus menjadi ajang untuk saling bertukar ide dan gagasan dalam membangun sektor pendidikan yang lebih baik. (***)

Pj Walikota Bima Dilaporkan Tidak Netral, Ini Tanggapan Pemkot Bima

jpn

Bimantika.net -Menanggapi laporan masyarakat tentang Pj. Wali Kota Bima yang dinilai tidak menunjukkan sikap netralitas selaku ASN, secara fakta itu tidak benar.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima, Drs. H. Mahfud, M.Pd menanggapi pemberitaan salah satu media online yang menyebut Penjabat (Pj) Wali Kota Bima tidak netral pada pilkada 2024. Senin, 7 Oktober 2024.

Mahfud mengatakan, selama mendapat ijin tertulis dari Mendagri, Pj. Wali Kota Bima memiliki kewenangan untuk melakukan rotasi maupun mutasi. Tetapi ini bukan rotasi dan mutasi, melainkan menindaklanjuti proses seleksi JPT yang telah dimulai sejak bulan Mei yang sudah mengeluarkan anggaran cukup besar dan harus dipertanggungjawabkan.

Juru bicara Pemerintah Kota Bima ini menegaskan, tidak ada rencana mutasi. Dalam setiap kesempatan rapat, Pj. Wali Kota Bima selalu sampaikan ini. Apalagi yang menyangkut netralitas ASN menyongsong Pilkada 2024 agar seluruh aparatur untuk tidak melakukan politik praktis maupun mendukung pasangan calon tertentu.

“Yang ada saat ini, BKPSDM sedang mengajukan permohonan ijin pelantikan hasil seleksi terbuka pejabat tinggi pratama. Hal ini sudah melalui prosedur seperti rekomendasi KASN (sebelum dibekukan) dan pertimbangan teknis dari BKN dan selanjutnya diajukan ke Kemendagri melalui pemerintah provinsi”, ujarnya.

“Itu bukan mutasi, tapi melanjutkan proses seleksi terbuka yang sudah melalui mekanisme yang seharusnya”. Tegas Mahfud.

Ia menjelaskan bahwa 4 JPT antara lain BKPSDM, Sekwan, Pol PP dan Dishub adalah proses mengisi kekosongan jabatan. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan capaian kinerja utama masing-masing OPD maupun capaian indikator kinerja dapat lebih dipacu sesuai target yang ditetapkan.

“Pj. Wali Kota Bima hanya meneruskan ketentuan perundang-undangan, bukan berdasarkan kepentingan politik”. tuturnya.

“Soal hak politik, ASN memiliki hak yang sama, namun hak politik seorang ASN ada di bilik suara. Silahkan memilih sesuai dengan nurani masing-masing.” Pungkasnya. (***)

Aji Rum Sukses Loby Anggaran 2.5 M Untuk Air Bersih di Kota Bima Saat Jadi PJ

jpn

Kota Bima -Berkat hasil kerja cerdas dan loby mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Bima, Ir H. Mohammad Rum, MT Pemerintah Kota (Pemkot) Bima pada Tahun 2024 ini mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) sangat besar khusus untuk penanganan air bersih.

Hanya menjabat 10 bulan, Aji Rum mampu mendatankan anggaran Rp 12.5 milyar bersumber dari anggaran DAK untuk pengerjaan bor dan peningkatan jaringan perpipaan untuk kebutuhan pemenuhan air bersih sebesar Rp 7.5 milyar dan DAU Rp 5 milyar.

Kabid Cipta Karya, Dinas PUPR Kota Bima, M Syahwan, ST, MT dikonfirmasi diruang kerjanya menjelaskan, soal penanganan dan penuntasan air bersih di Kota Bima menjadi prioritas bagi Ir HM Rum saat menjabat Pj Wali Kota Bima.

Ia menjelaskan bahwa penanganan air bersih di Tahun 2024 telah dianggarkan melalui APBD lewat dana DAU sebesar Rp.5 miliar dan DAK bantuan Kementrian PUPR RI sebesar Rp.7,5 Miliar.

Total anggarannya RP 12.5 milyar dan itu hasil kerja dan lobi saat Ir HM Rum menjabat Pj Wali Kota Bima dan saat ini untuk dana DAK sedang dalam pengerjaan.

“Sementara ini, pekerjaan yang sedang berjalan hanya anggaran DAK Rp.7,5 miliar terbagi untuk 7 Paket proyek,” ungkap Syahwan.

Rinciannya paket pengerjaan untuk penanganan air bersih tersebut, yaitu pekerjaan penambahan jaringan di seluruh lingkungan di Kelurahan Ule.

Pekerjaan jaringan pipa distribusi dan jaringan sambungan rumah di Kelurahan Jatiwangi, kemudian pekerjaan pembuatan jaringan baru dan pengerjaan jaringan sambungan Rumah (SR) di Kelurahan Kendo.

Selanjutnya pekerjaan bor dan sambungan rumah di Kelurahan Penanae, pekerjaaan jaringan dan sambungan rumah di Kelurahan Kodo. Tambah lagi pekerjaan bor dan sambungan rumah di Kelurahan Nitu serta terakhir di Kelurahan Santi pekerjaan jaringan dan sambungan rumah.

Jelas Syahwan, dari tujuh item proyek tersebut seutuhnya untuk penanganan kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan bila telah selesai dikerjakan, maka sebagian besar wilayah yang alami kesulitan air bersih dapat tertangani.

Ditanyakan anggaran bersumber dari DAU? Diakuinya, untuk pekerjaan penanganan air bersih yang bersumber dari DAU sebesar Rp.5 miliar masih dalam proses tender di LPSE.

Bila itu sudah ada pemenangnya, sejumlah item pengerjaan bor dan pemasangan jaringan rumah di wilayah Barat Kota Bima mampu dituntaskan, sehingga masyarakat selama ini alami kesulitan mengakses air bersih dapat tertangani.

Tidak sampai disitu, di era kepemimpinan mantan Pj Walikota HMR, Syahwan pun mengaku, Pemkot Bima berhasil melobi anggaran DAK dari Kementrian PUPR RI sebesar Rp9,8 Miliar untuk pekerjaan penuntasan masalah air bersih di Tahun 2025.

Yaitu meliputi pengerjaan bor dan pemasangan jaringan di Kelurahan Jatibaru Barat, Jatibaru Timur, Penatoi, Paruga, Ntobo, Dara, Sarae dan Tanjung.

Belum lagi anggaran DAU 2025. Dan tambahan lagi, sedang upaya anggaran tambahan untuk Peningkatan kapasitas debit air di Dodu, Nungga dan Lelamase.

“Insya Allah di tahun depan. Masalah air bersih di Kota Bima bisa tertangani hampir 90%,” tutup alumnus strata dua UGM di ruang kerjanya.(***)

Era Aji Rum Serahkan Motor Pendamping PKH, Paslon Lain Buat Janji Saja

jpn

Bimantika net -Mantan Penjabat (Pj) Walikota Bima Ir. H. Mohammad Rum, MT yang saat ini menjadi Calon Walikota Bima nomor urut 2 sudah banyak berbuat untuk warga masyarakat Kota Bima.

Salah satunya adalah soal PKH yang menjadi viral di Kota Bima saat ini karena ada Paslon Walikota dan Wakil Walikota yang memberi janji pada warga dibuatkan PKH Daerah atau PKH Lokal

Sebelum Paslon lain bicara soal PKH paslon nomor urut 2 Ir. H. Mohammad Rum, MT dan Hj. Mutmainnah, SH (Aji Rum-Umi Innah) sudah action setahun yang lalu.

24 Desember 2023 Sebagai langkah konkret dalam mendukung Program Keluarga Harapan (PKH), H. Mohammad Rum, Penjabat (Pj.) Wali Kota Bima, secara resmi menyerahkan sepeda motor operasional kepada para pendamping PKH di Kota Bima.

Dalam acara serah terima yang berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Bima, H. Mohammad Rum mengungkapkan komitmennya untuk memperkuat implementasi program-program kesejahteraan di wilayah Kota Bima. “Pemerintah Kota Bima terus berupaya memberikan dukungan maksimal terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui Program Keluarga Harapan ini,” ujar H. Mohammad Rum.

Sebanyak 20 unit sepeda motor operasional diberikan kepada pendamping PKH yang tersebar di berbagai kelurahan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kota Bima.

Aji Rum saat itu berharap bantuan ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja para pendamping PKH dalam mendampingi keluarga penerima manfaat PKH.

Koordinator Pendamping PKH, Firdaus menyampaikan terima kasih atas perhatian Pj. Wali Kota Bima terhadap peran penting pendamping PKH.

“Dengan adanya sepeda motor operasional ini, kami dapat lebih cepat menjangkau keluarga penerima manfaat, terutama di daerah yang sulit diakses,” ungkap Firdaus.

Acara penyerahan sepeda motor operasional ini diakhiri dengan harapan semoga dukungan Pemkot Bima dapat terus memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bima.

Sementara dalam penyerahan sepeda motor operasional kepada Koordinator PKH Kota Bima, Yuliana, S.Sos selaku Kepala Dinas Sosial Kota Bima memberikan arahan yang menekankan bahwa penyerahan sepeda motor operasional bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendampingan PKH. Dukungan ini diarahkan untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan tepat waktu kepada keluarga penerima manfaat.

Selain itu, beliau menyoroti bahwa kolaborasi yang baik akan memperkuat pelaksanaan program dan meningkatkan dampak positifnya bagi seluruh penerima manfaat PKH.
“Saya menyarankan agar sepeda motor operasional ini dijaga dan dipelihara dengan baik oleh pendamping.

Pemeliharaan yang baik akan memastikan keandalan kendaraan dan kelancaran operasional dalam mendukung kegiatan PKH,” tutup Yuliana, S.Sos.

Setelah penyerahan, HM. Rum meminta Koordinator PKH untuk menyusun laporan berkala yang mencakup penggunaan sepeda motor, pencapaian program, serta kendala yang dihadapi. Laporan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan untuk mendukung kelancaran Program Keluarga Harapan di Kota Bima. (***)

Tim Paslon Nomor 2 Monggonao Rapat Dirumah Mantan Sekda

jpn

Beranda NTB News – Luar Biasa Inisiatif dari Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bima Nomor Urut 2, Ir. H. Mohammad Rum, MT dan Hj. Mutmainnah Haris, SH (Aji Rum-Umi Innah) atau disingkat AMANAH.

Hari ini Minggu 6 Oktober 2024, Tim Pemenangan Amanah Kelurahan Monggonao menggelar rapat koordinasi di kediaman salah satu penasihat tim yakni Mantan Sekda Kabupaten Bima Drs. H. Masykur.

Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh anggota tim yang hadir dengan semangat penuh untuk memenangkan Amanah di wilayah Kelurahan Monggonao.

Dalam rapat tersebut, Ketua Tim Gender Kelurahan Monggonao, Herlina menekankan pentingnya bekerja secara terorganisir dan berbasis data.

“Kami tidak ingin menyampaikan informasi yang tidak akurat. Setiap langkah harus berdasarkan data yang valid,” tegas Herlina dalam penyampaiannya.

Selain itu, seluruh anggota tim juga menyatakan komitmennya untuk terus berupaya keras dalam menyukseskan visi Amanah di Kelurahan Monggonao.

Sikap tegas dan strategi yang terencana menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut.

Acara ini diakhiri dengan pernyataan siap dari semua pihak yang hadir untuk memenangkan Amanah dan berkontribusi penuh dalam setiap langkah ke depannya. (***)

Dikes Kabupaten Bima Gelar Pelatihan Pelayanan ANC, Persalinan, PNC dan Skrining Hipotiroid Kongenital di FKTP

jpn

Bimantika.net – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima Gelar Pelatihan Pelayanan ANC, Persalinan, PNC dan Skrining Hipotiroid Kongenital di FKTP

Kegiatan yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari MoU Pelatihan yang antara Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dengan Bapelkes Mataram, diinisiasi oleh Bidang SDK kemudian ditindaklanjuti oleh Bidang Kesmas program kesga dalam pelatihan Pelayanan ANC, Persalinan, PNC dan Skrining Hipotiroid Kongenital di FKTP

Pelatihan yang diikuti oleh satu orang bidan pelaksana klaster 2 di masing-masing Puskesmas dilaksanakan di Hotel Same, Kota Mataram.

Kegiatan mulai dilaksanakan pada tanggal 6 – 12 Oktober 2024 dengan metode klasikal dan praktek yang terdiri dari 27 JPL.

Tujuan pelatihan ini bukan hanya agar para peserta pelatihan mampu melaksanakan ANC, persalinan, PNC dan SHK sesuai standar.

Peserta juga berkewajiban mensosialisasikan hasil pelatihan kepada seluruh bidan di puskesmas masing-masing sehingga target SPM yang menjadi tujuan program kerja dapat terpenuhi/tercapai.

Pelatihan dibuka oleh Kabid Kesmas. Dalam sambutannya beliau menyampaikan antara lain bahwa 4 pilar utama intervensi penurunan kematian ibu secara global

Empat pilar utama intervensi penurunan kematian ibu secara global antara lain : Keluarga berencana, Asuhan Antenatal, Persalinan bersih dan aman dan Pelayanan obstetri esensial.

Upaya-upaya tersebut dalam rangka menjamin agar setiap ibu dapat mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas di masa hamil, bersalin dan nifas serta program pelayanan SHK termasuk pelayanan KB. (***)