Bima Bimantika,-
Anggota Komisi ll DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis S. Sos kembali sorot Pemerintahan Kabupaten Bima dibawah kendali Bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP, red).Pada Bimantika.net, politisi Partai Nasdem ini Menyatakan bahwa IDP tidak mampu merapikan cara kerja SKPD SKPD nya sehingga banyak program pro rakyat yang salah sasaran. Sebut saja program traktor di dinas Pertanian itu terbengkalai dan bahkan Edy Muhlis menduga banyak konspirasi terselubung antara kelompok tani fiktf dengan pola menerima bantuan dari dinas pertanian namun kelompok taninya tidak ada. “Ini ketidak beresan sekaligus perlu dilakukan evaluasi oleh IDP agar kedepan tidak lagi terjadi persoalan yang merugikan masyarakat bawah” Demikian Ujarnya.
Edy Muhlis berharap agar IDP lebih fokus lagi dalam menata pemerintahannya sehingga rakyat bisa menikmati hasil pemerintahan secara nyata. “Kami berharap agar IDP lebih fokus memajaukan kesejahteraan rakyat jangan fokus memajukan kesejahteraan kelompok tertentu” Demikian saran Edy Muhlis.
Masih menurut Politisi Asal Kecamatan Langgudu ini bahwa menurutnnya akreditasi Rumah sakit dari type V ke type D adalah sebuah bentuk ketidakmanpuan IDP melakukan restirasi di bidang pelayanan kesehatan. “Harusnya IDP merasa malu karena pelayanan publiknya sangat tidak efektif dan segera rombak itu management RSUD Bima agar RSUD bima bisa kembali pada posisi pelayanan yang prima” Demikian Ujar Edy. (//arif)
Kades Dena Serahkan Modal Usaha BUMDes
Bimantika,- Selasa (23/7 2019)
Pemerintah Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima menyerahkan dan melakukan prosesi penyerahan anggaran 50 Juta Rupiah untuk modal usaha Bumdes Desa Dena pada Bumdes Karawi Sama.
Anggaran ini tentunya akann menjadi penunjang sekaligus motivasi bagi BUMdes dalam rangka mengembangkan usaha dan ikhtiar sehingga terwujud BUMDes yang mandiri dan bermartabat, Demikian disampaikan oleh Kepala Desa Dena Syamsuddin Har pada Media BimaNtika.net.
Dalam Rangka Penyerahan 50 Juta Dana Bumdes Desa Dena Tersebut di serahkan langsung oleh kepala Desa Dena Syamsuddin Har kepada Ketua Bumdes Desa Dena M. Saleh H. Ahmad S,Pd.
Kepala Desa Dena Syamsuddin Har Saat di wawancarai diruangan kerjannya menjelaskan bahwa anggaran 50 Juta Rupiah yang telah kami serahkan pada hari ini untuk modal usaha Bumdes Desa Dena (Bumdes “Karawi Sama”) anggaran kegiatan yang dikucurkan oleh pemerintah yang bersumber melalui anggaran kegiatan Dana Desa (DD) untuk penyelenggaraan modal usaha program Bumdes ditahun 2019,”Jelasnya.
Saat berlansungnya penyerahan 50 juta Rupiah Dana Bumdes tersebut Syamsuddin Har dirinya selaku kepala desa dena dan pemerintah desa berharap pada Badan Usaha Milik Desa Dena (Bumdes “Karawi Sama”) semoga untuk kedepannya Bumdes bisa lebih meningkat dan lebih meningkat ke arah yang lebih maju. “semoga BUMDes karawi sama kedepannya lebih maju lagi” demikian Harap Kades. (Yadin)
IDP ! RAKYAT KORE SEDANG MEMBUTUHKANMU
Bimantika,-News
Mencetak generasi handal untuk masa depan bangsa dan negara adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat, lebih lebih lagi adalah tanggung jawab pemerintahan secara utuh dan menyeluruh. Salah seorang Guru SDN 4 Kore, Nurlaili, S.PdI adalah salah seorang Guru yang mulia hatinya untuk mengabdikan dirinya dan mendedikasikan dirinya dalan rangka ikut mencerdaskan anak bangsa. Salah satu cara yang dilakukan oleh Nurlaili adalab mendirikan “Rumah Baca”.
Saat dikonfirmasi Bimantika.net Nurlaili sangat mngharapkan pada semua pihak agar bisa membantunya dalam hal pengadaan buku buku bacaan buat anak anak khusunya di Kore.
“Saya dengan tulus ikhlas mengharapkan bantuan semua pihak agar bisa membantu kami demi mencetak generasi handal di kemudian hari” ungkapnya.
Sepertinya Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE selaku Bupati bima perlu memperharikan hal ini karna berkaitan dengan urusan majunya dunia pendidikan di daerah Bima tercinta ini. Bupati Bima, IDP sedang disapa oleh warga untuk bagaimana melihat mendengar dan merasakan apa keinginan dari masyarakat yang dipimpinnya.
Menurut Laili, bahwa dirinya saat ini sudah bergabung dengan Pustaka Indonesia Bergerak (PIB) langkah ini semata mata adalah sebuah ikhtiar besar sang Guru SD. (TIM)
Ketua Lembaga Dakwah DPP IMM Bongkar sejumlah ‘Skandal’ Pemkab Bima
Bimantika,-News
Ketua Lembaga Dakwah Dewan Pimpinan Pusat IMM, Furqan Jurdi membeberkan sejumlah skandal keuangan dan beberapa Pekerjaan Infrastruktur yang Amburadul. Menurutnya ini Adalah Bagian Kecil dari Indikasi Korupsi di Kabupaten Bima dan Masih Banyak Lagi potensi korupsi yang merugikan keuangan negara. Dirinya sedang memilah satu per satu datanya.
“Kita tidak boleh lagi teriak-teriak tanpa arah, ini sudah masalah kita bersama”ungkapnya.
Lanjut Furqan,
Dalam catatan BPK atas hasil audit di Kabupaten Bima, dengan catatan temuan setebal 26 halaman. Diantaranya, kekurangan volume pekerjaan rehabilitasi Pasar Bolo senilai Rp 4.221.359,74. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. EP. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan pemasangan rolling door, volume yang tertera dalam kontrak sebesar 196,080 m2 dengan harga satuan senilai Rp705.913,00/m2. Sedangkan berdasarkan pemeriksaan fisik oleh BPK, Inspektorat, PPK, Pelaksana dan Pengawas Pekerjaan yang dilaksanaan pada tanggal 4 Maret 2017, volume terpasang sebesar 190,10 m2. BPK merekomendasikan kepada Bupati Bima agar memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan mempertanggungjawabkan dengan menagih dan menyetorkan ke kas daerah senilai temuan.
Temuan kedua, keterlambatan 16 pekerjaan belum dikenakan denda senilai Rp 570.124.450,20. Hasil pemeriksaan secara uji petik pada empat SKPD menunjukkan sebanyak 16 pekerjaan mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan sehingga harus dikenakan denda senilai Rp 570.124.450,20.
Temuan lain, pekerjaan rehabilitasi Pasar Bolo pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan dilaksanakan oleh CV. EP senilai Rp1.172.364.136,40. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 120 hari kalender. Berdasarkan laporan mingguan kemajuan pekerjaan sampai minggu ke 17 diketahui, realisasi kemajuan pekerjaan sampai dengan 19 Desember 2016 adalah senilai Rp1.058.035.515,59, sehingga pekerjaan yang belum selesai senilai Rp 114.328.620,81.
Temuan lain pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), berupa pekerjaan lanjutan pembangunan pagar kandang yang dikerjakan oleh CV. PLG. Berdasarkan laporan kemajuan pekerjaan per tanggal 26 Desember 2016, diketahui realisasi kemajuan pekerjaan sampai dengan 26 Desember 2016 adalah senilai Rp 89.511.743,78 (tidak termasuk PPN) sehingga pekerjaan yang belum selesai senilai Rp 46.507.304,12. PPK belum mengenakan denda atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan selama 28 hari kalender senilai Rp 46.507.304,12.
Temuan di Dinas Kesehatan, pekerjaan peningkatan Puskesmas Woha pada Dinas Kesehatan dilaksanakan oleh CV. SR, senilai Rp2.363.000.000,00. Berdasarkan laporan kemajuan fisik pekerjaan per tanggal 20 Desember 2016. Atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan selama 5 hari kalender, CV SR belum dikenakan denda keterlambatan senilai Rp505.896,82. Dinas Pekerjaan Umum, berupa peningkatan jalan lingkar senilai Rp 30.194.152.000,00. Berdasarkan laporan kemajuan pekerjaan diketahui realisasi sampai dengan 28 Desember 2016 senilai Rp 25.800.469.095,53, sehingga pekerjaan yang belum selesai senilai Rp1.352.203.074,04.
Temuan juga terjadi pada peningkatan jalan Suni- So Lato, senilai Rp13.010.558.000,00. Namun berdasarkan realisasi kemajuan pekerjaan diketahui per Desember 2016 senilai Rp11.236.391.131,23. Sehingga pekerjaan yang belum selesai senilai Rp 591.389.006,91. PT PAP belum dikenakan denda keterlambatan senilai Rp 32.526.395,38.
Kemudian temuan pada peningkatan Jalan Papa-Nggelu CS, dilaksanakan oleh PT. TM senilai Rp24.133.369.000,00. Realisasi kemajuan pekerjaan sampai dengan 28 Desember 2016 senilai Rp20.847.283.508,09, sehingga pekerjaan yang belum selesai senilai Rp1.092.144.738,09. Atas pekerjaan tersebut telah dilakukan pembayaran senilai Rp21.720.032.100,00. Berdasarkan laporan kemajuan pekerjaan diketahui realisasi sampai dengan 28 Desember 2016 senilai Rp3.171.780.193,97 sehingga pekerjaan yang belum selesai senilai Rp166.935.799,68
Temuan juga pada proyek rehabilitasi daerah Irigasi Sambu Kecamatan Wawo. Dengan nilai Rp 472.303.000,00. Diketahui bahwa realisasi kemajuan pekerjaan senilai Rp387.718.617,95 sehingga pekerjaan yang belum selesai senilai Rp 41.648.622,30.
Selanjutnya, rehabilitasi daerah Irigasi Woro Desa Woro Kecamatan Madapangga. Pekerjaan Rehabilitasi Daerah Irigasi Woro Desa Woro Kecamatan Madapangga dilaksanakan oleh CV SK senilai Rp 567.738.000,00. Atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan selama 28 hari kalender, CV SK belum dikenakan denda keterlambatan senilai Rp 5.023.347,64.
Pekerjaan peningkatan daerah irigasi Sori Ncanga Desa Parado Kecamatan Parado dilaksanakan oleh CV DT, senilai Rp 584.128.458,16. Pekerjaan yang belum selesai senilai Rp 204.444.960,36.
Masalah terjadi juga pada pengadaan air bersih IKK Ambalawi. Perjanjian kontrak senilai Rp 9.906.530.000,00. Diketahui realisasi kemajuan pekerjaan senilai Rp 8.569.149.033,18, sehingga pekerjaan yang belum selesai senilai Rp 436.787.943,36.
Pengadaan air bersih IKK Wera, oleh PT DPK senilai Rp 4.908.073.000,00. Berdasarkan laporan kemajuan mingguan IV diketahui realisasi kemajuan pekerjaan senilai Rp 3.267.662.075,48 sehingga pekerjaan yang belum selesai senilai Rp 1.194.223.737,97. Atas pekerjaan tersebut telah dilakukan pembayaran senilai Rp 3.288.408.910,00.
Ada juga pengadaan air bersih IKK Woha, dilaksanakan oleh PT. SID, senilai Rp 4.635.021.000,00 . Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 90 hari kalender . PT. SID belum dikenakan denda keterlambatan minimal senilai Rp 115.637.877,21. (Tim)
Herman Effendy Nilai Bupati IDP Minim Prestasi
Bimantika,-News
Selama Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri Memimpin Bima, selama itu pula tidak ada pembangunan Fundamental yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bima, demikian ungkap Mahasiswa Pasca Sarjana Stisipol waskita dharma Malang, Herman Effendy, S. Sos.
Menurutnya bahwa kepemimpinan IDP (Indah Dhamayanti Putri,red) pembangunan di kabupaten bima jalan ditempat. “belum ada yang Fundamental yang menjadikan suatu keberhasilan dalam rezim IDP” Demikian ungkap Mahasiswa Magister Administrasi Publik ini.
Masih menurut Herman,
Dalam hal pelayan publik, masyarakat sangat merasakan jauh pangang dari api dalam pengertian arti nya bagaimana amanat UU tentang pelayan Publik tidak di implementasikan dengan baik oleh pemerintahan IDP.
“Pembangunan infrastruktur yang amburadul dan tidak merata di setiap kecamatan dan desa di kabupaten bima serta mutu dari pembangunan infrastruktur yang begitu Buruk karna minim nya pengawasan oleh pihak terkait sehingga pembangunan infrastruktur belum di resmikan banyak yang sudah rusak, ini semua karena lemah nya sistim pengawasan oleh pemimpin daerah atau pihak terkait atas pekerjaan tersebut” Demikian Tegasnya.
Lanjut Putra Asli Dena Madapangga ini bahwa hal tersebut tidak dapat di salahkan pihak kontraktor, krn tidak lah mungkin kontraktor melakukan hal tersebut apabila sang kontraktor terindikasi ada “deal”dengan para pengambil kebijakan. “itulah yang terjadi saat ini di rezim IDP” Demikian terangnya. (//arif)

Mantan Sekda Desak Bupati Bima Rombak Management RSUD.
Bimantika,- News
terkait dengan menurunnya akreditasi RSUD Bima yang menurun dari akreditasi C jadi Akreditasi D, sebagaimana yang diberitakan Bimantika.net beberapa hari lalu, kini Mantan Sekda Bima, Ir. H. Muchlis HMA mendesak Bupati Bima segera merombak Management RSUD Bima.
“Benar benar keterlaluan, harusnya rumah sakit itu naik type B, karena rsud bima termasuk rsud yg paling tua di ntb, bukan malah turun. Rumah sakit harus di rombak management nya, dan jangan dijadikan obyek proyek. Dia bisa dibuat lebih hebat dari klinik krn dana pemerintah tdk kurang” Demikian Ujar Ir. H. Muchlis (//arif)
Bupati IDP belum Maksimal Melayani.
Bimantika,-News
pemerintah Kabupaten Bima dibawah kendali Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE banyak menuai kritikan karena belum maksimal dalam berbagai hal, terutama dibidang pelayanan publik. Salah seorang mahasiswa Magister Kebijakan Publik, Herman Effendy, S. Sos menyampaikan bahwa UU No.25/2009 memberikan Penegasan bahwa Pemerintah Berkewajiban memberikan pelayanan dengan se baik baik nya kepada Masyarakat sebagai penerima pelayanan,sesuai dengan kebutuhan Masyarakat.
“Hal itulah yang masih belum maksimal nya berjalan di rezim Idp dahlan” ungkap Herman.
Lanjut Herman,
Aparatur negara masih di pandang bukan sebagai Profesi.
“Persepsi aparatur negara adalah bukan sebuah Pekerjaan, tapi pengabdian.mindset seperti ini ber DAMPAK pada kinerja aparatur dalam menjalankan tugas dan fungsi nya sebagai pelayan publik” tegasnya.
Masih Menurut Herman Effendy. dalam hal ini masih banyak Pejabat yang “ingin di layani”dan bukan sebalik nya. kesemua nya itu tergantung bagaimana seorang kepala pemerintahan dalam mengambil kebijakan dalam era New Public Managemen(NPM).apabila kepala pemerintahan tidak ada NIAT yang datang dari pribadi,sangat sulit untuk mengaplikasikan Peningkatan Pelayanan Publik tersebut.
“Pelayanan Publik merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam meningkatkan kebutuhan hidup Masyarakat” Demikian Ujarnya.
Oleh Karena itu Herman Effendy Mengajak Bupati Bima untuk merubah gaya kepemimpinan yang lebih pada urusan melayani. “budaya birokratik yang berorientasi pada birokrasi pada birokrasi atau aparatur pelayanan yang meminta di layani merupakan penyakit yang sudah lama meracuni dalam penyelenggaraaan pelayanan.
Budaya tersebut SUDAH tidak relewan lagi dengan peradaban sekarang dan harus kita kikis dengan mengubah melayani” Demikian ajak Herman. (Arif)
Topan Desak Bupati Bima, Copot Kepala Bappeda
Bimantika,-News
Direktur PD. Wawo, Sudirman, SH pada Bimantika.net mendesak Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE agar sesegera mugkin mencopot Kepala Bappeda, Drs. H. Muzakkir, M.Sc.
Topan Sapaan Akrab Direktur PD Wawo ini sengaja mendesak Bupati Bima agar masyarakat luas tau bahwa di Bappeda sana tempat awalnya sebuah rencana pembangunan kabupaten Bima, namun hanya namanya saja Bappeda tapi selebihnya kerjanya habiskan sppd perjalan keluar kota dan keluar daerah. “Bupati harus jeli melihat semua ini karena selama kepemimpinan IDP Dahlan saya belum lihat terobosan spektakuker dari Bappeda” demikian desak Tofan.
Lanjutnya, sekiranya Bupati Bima tidak segera mengambil sikap dan langkah pencopotan maka dirinya pun akan segera “mimbar bebas” di depan kantor Bappeda. “Bahkan kita Kemah dikantor Bappeda jikalau Bupati tidak segere mengambil langkah copot Kepala Bappeda” Demikian ungkap Tofan.
Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Drs. H. Muzakkir, M. Sc dimintai komentarnya via wasshapp terkait masalah ini enggan memberikan jawaban. (//arif)
Menunggu Sikap Politik Gubernur, Akankah Mempengaruhi Pilkada Kabupaten Bima ?
Oleh : Muslihun Yakub
Bimantika,- News
Kemenangan Partai Golkar dalam Pemilu Legislatif dengan memperolehn sembilan kursi di DPRD Kabupaten Bima adalah modal politik yang memastikan IDP untuk maju sebagai Calon Bupati Bima periode 2020-2025. Sekali lagi calon Bupati!! Sementara posisi Ketua DPRD secara otomatis diisi oleh Kader Golkar karena Golkar memperoleh kursi paling banyak. Siapa ketua DPRD yang akan diputuskan oleh Golkar….? Faksi internal Partai Golkar sejuta persen ingin memangkas Yandi. Sementara Yandi adalah putra Ketua Golkar Kabupaten Bima. Soal ini adalah ujian pertama kematangan IDP dalam berpolitik yang secara langsung punya keterkaitan dengan persepsi publik dan aksepsetasi politik IDP. Jika salah dalam mengambil keputusan pada soal ini, maka pintu awal kekalahan IDP dalam pilkada.
Golkar membutuhkan koalisi dengan partai lain untuk mengusung IDP kembali dicalonkan dalam Pilkada 2020. Dengan siapa Golkar berkoalisi? Soal ini dinamis dan pragmatis. PDIP, HANURA, adalah dua partai dalam konteks ke-Bima-an yang mengutamakan pragmatisme? Gue dapat selesai urusan (kurang lebih begitu).
Sementara PAN, NASDEM, PKS, relatif punya niat mengubah haluan bahwa IDP kalau bisa diakhiri satu periode. Tapi opsi itu bisa dibaca sebagai manuver mereka agar tidak sulit menjadi orang kedua dari IDP kecuali PKS. Menarik keluar PKS sebagai pengecualiaan dalam peta koalisi Mengusung IDP didasarkan pada analisis bahwa Dr. Zul/Gubernur NTB tidak menginginkan lagi IDP menang dalam periode kedua.
Strategi PKS bisa mematikan kartu politik Golkar dan IDP dalam konteks Pilkada 2020 jika PKS mampu sejalan dan seirama dengan GERINDRA. Dua partai ini bila sejalan dan bertemu dalam Kepentingan pembaharuan yang sama, maka IDP selesai apapun skenario dan strategi Golkar maupun Parpol yang berkoalisi dengan Golkar.
Siapa yang PKS inginkan? Kartu itu ada pada Dr. Zul, Gubernur NTB. Siapa yang disetting Gerindra? Ada dalam meja eks Kopassus. Mungkinkah PKS dan Gerindra mengusung Wakil untuk IDP? Sangat mungkin, tapi kecil peluangnya.
Bagaimana Langkah Politik Demokrat?
Demokrat ingin membuat skema alternatif, tetapi tidak cukup memadai punya kewibawaan untuk meyakinkan partai lain kecuali sedari awal sudah mengambil sikap di belakang Wakil Bupati. Demokrat tidak jeli, jelas ketinggalan kereta yang dampaknya menurunkan perolehan suara Demokrat untuk pemilu yang akan datang.
Tasrif : IDP sedang Menguji Elektabilitas Putranya jadi Ketua Dewan.
Bima Bimantika,-News
salah Seorang Dosen Muda STISIP Mbojo Bima, Tasrif, S. Sos, M. Ikom saat diwawancarai dikediamannya jalan Gatot Subroto Sadia Kota Bima pada hari minggu (21/7/2019) menganalisa langkah taktis politik yang sedang di iramakan oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.
Dosen Muda Magister Ilmu Komunikasi konsentrasi komunikasi politik inipun menyampaikan bahwa dengan adanya dua berita yang berbeda antara medis online visioner bima dan Bimantika.net adalah bisa di analisa secara taktis politik.
yang di Visioner Bima kira kira berita dengan Judul Putra Mahkota Jadi Ketus Dewan, sementara yang di Bimantika.net disebutkan baru diusulkan dalam rapat pleno pada hari minggu (21/7/2019) adalah semata mata dalam rangka melakukan semacam survey tahah awal untuk menguji ke publik terkait elektabiltas putra pertamanya tersebut untuk menduduki Jabatan Ketua Dewan.
Lanjut Tasrif, bahwa ada yang menyebut aklamasi ada yang menyebut baru usul, irama ini sengaja di pasarkan di ruang publik untuk menguji seberapa besar barang ini akan bisa diterima oleh masyarakat, sehingga akan menjadi ukuran pada penentuan sikap oleh sang permaisuri mendiang Almarhum Sultan Bima Ferry Zulkarnain, ST terhadap sang anak agar bisa dijadikan sebagai ketua DPRD Kabupaten Bima. (//arif//yaumul ma’ruf)
