Bupati IDP Nyentil Soal Kata “Pakro” Sembari Sebut Dirinya Tidak Anti Kritik

Bimantika.net

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE atau bisa dengan sebutan IDP, angkat bicara Soal kata “Pakro” yang dua hari terakhir ini viral di media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Beragam tafsiran pun berseliwerang memunculkan kontra, pun tidak sedikit Rakyt yang Pro pada kalimat viral tersebut.
IDP pada Bimantika.net menyebut bahwa kalimat itu diungkapkan oleh nya sebagai bentuk sikap kekecewaan terhadap aksi penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara menutup jalan yang cenderung menghalangi pengguna jalan lainnya.
IDP pun ungkapkan bahwasannya semasih ada ruang untuk diskusi dan tatap muka secara langsung kenapa mesti dilakukan dengan pola dan cara tutup jalan.

Lanjut IDP, tutup jalan menghambat berbagai aktivitas masyarakat lainnya. “ada kebutuhan mendesak dari warga lainnya tentu akan terhambat dan Inilah yang mesti kita pikirkan,” jelasnya.
Masih menurut IDP, dirinya tidak alergi kritik dan tidak melarang kebebasan berpendapat. “Namun etika dan sikap dalam berpendapat harus dijunjung tinggi” ungkap IDP

IDP juga berpesan pada para petani, kalau ada keluhan kelangkaan pupuk dan kebutuhan lainnya itu lebih awal disampaikan ke penyuluh, UPTD dan kantor camat setempat.
“KUPT diajak berbicara karna keberadaan untuk menjembatani kepentingan rakyat pada dinas tehnis sehingga semua solusi bisa terwujud” urainya
IDP juga memberi Warning pada dinas tehnis agar lebih giat lagi lakukan pendekatan dengan kelompok tani.
Bahkan IDP ingatkan pada aparaturnya untuk selalu bisa di hubungi oleh rakyat.
“Percuma kita mempunyai beberapa grup WhastApp kalau tidak bisa berkordinasi dengan baik,” terangnya.

IDP akui, kemarin sore dirinya langsung memindahkan (memutasi) KUPTD Pertanian ke tempat yang lain.

“Saya bukan orang yang suka mengkaitkan masalah dengan jabatan. Tapi kalau permasalahan yang muncul tidak bisa ditangani, maka kita coba menempatkan orang lain,” tegasnya.
Lebih jauh IDP menegaskan, berbagai kalimat dan penyampaian orang yang tidak baik yang diarahkan terhadap dirinya, itu dianggap hal yang biasa. Apalagi, ini tahun politik.
IDP Kembali ingatkan, terkait masalah pupuk lebih khusus kepada dinas tehnik (Pertanian dan Koperindag) tidak boleh ada koordinasi yang terputus.
Kalau ada problem dilaporkan, lebih khusus kepada Sekda Bima selaku koordinator yang menangani masalah pupuk baik peredarannya, kelangkaannya agar di monitor dengan baik.
Bahkan IDP saat berbincang dengan Pimpinan Redaksi Bimantika.net menyebutkan bahwa dirinya tidak anti kritik. “Justru Kritik yang membangun itu adalah penting untuk sebuah introspeksi” tuturnya. (bnn-01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *