Jajaran Pemkab Bima Shalat Idul Adha di Lima Lokasi

Bimantika.net

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah jajaran Pemerintah Kabupaten Bima yang bertepatan dengan Ahad (11/8) berlangsung di lima titik.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, didampingi beberapa pejabat terkait menghadiri shalat Idul Adha di lapangan tanah putih Desa Sangia Kecamatan Sape.
Sementara, di halaman kantor Bupati Bima di Godo kecamatan Woha dihadiri Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer dan sejumlah pejabat struktural, fungsional dan staf Perangkat Daerah dengan Khatib Shalat Ied Ustadz Salahuddin.

Selain pada dua lokasi tersebut, pada Idul Adha tahun ini, Asisten II Setda Bidang Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Ir. H. Nurdin mewakili Bupati Bima untuk memberikan sambutan di Kecamatan Belo. Demikian halnya pada shalat Idul Adha di Kecamatan Palibelo, Bupati Bima diwakili Asisten III Setda Bidang Administrasi Umum Drs. H. Arifudin HMY.
Selain para Asisten, Bupati Bima juga menugaskan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM H.Muh Antonius, S.STP memberikan sambutan pada shalat idul Adha di Lapangan Kara Kecamatan Bolo dan pada kegiatan yang sama di Kecamatan Sanggar, Bupati Bima diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Drs.H. Arifudin.
(//TKPDKB)

Idul Adha di Sape Bupati Bima : “Kekaffahan Tauhid Menuntun Untuk Bersikap Istiqamah”

Bimantika.net
“Setiap peristiwa yang mewarnai lembaran waktu, bukanlah sekedar fenomena tanpa makna; melainkan berlakunya ketentuan Allah yang mengandung pembelajaran dan meniscayakan perenungan mendalam. Demikian halnya Idul Qurban, menjadi hari besar kemanusiaan dan keimanan; memancarkan cahaya kekaffahan tauhid; menuntun jiwa untuk bersikap istiqomah dalam “Amar Makruf – Nahi Munkar” Demikian disampaikan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri mengawali Sambutannya pada momentum Sholat Idul Adha 1440 H (Minggu, 11 Agustus 2019) bertempat di Lapangan Desa Sangia Kecamatan Sape.

Lebih lanjut Umi Dinda mengungkapkan bahwa Idul Qurban merupakan peristiwa agung yang mensejarah, mengilhamkan kepada kita semua tentang betapa pentingnya merajut kasih silaturrahmi, meningkatkan penghargaan atas harkat kemanusiaan serta mempatrikan rasa tanggungjawab guna mentransformasi hakikat nilai Islam menjadi ragam aksi nyata juang kemanusiaan, spirit keadilan serta pewarisan keteladanan; mendidik generasi agar menjadi insan yang memiliki kemapanan dan keimbangan kualitas diri; berupa keluasan cakrawala ilmu pengetahuan; kearifan dan kebijaksanaan serta ketaatan beribadah yang membuat generasi selalu terpaut untuk mengutamakan persiapan uhrawi tanpa melalaikan aktivatas duniawi; sehingga menjadikan mereka sebagai generasi handal; sanggup menata masa depan menjadi lebih baik dan dalam naungan Ridho Ilahi serta memiliki kepekaan rasa atas kekurangan sesama
Disampaikan pula bahwa Indahnya mutiara – mutiara hikmah Idul Adha, akan menjadi pembuka pintu curahan Rahmah dan Ridho Allah ketika telah menjadi energy pendorong setiap aktivitas kita; terutama dalam ikhtiar mewujudkan Dana Mbojo menjadi Dana ro Rasa yang Religius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal.

”Sebagai insan Islami sekaligus pribadi – pribadi pelaku pembangunan yang terus berupaya mencapai kemajuan daerah dan meningkatkan derajat kehidupan; saya berharap kiranya hikmah Idul Qurban menjadi nafas yang memestikan kita semua untuk berqurban; mengikhlaskan ego pribadi atau kelompok, mengarifi perbedaan menjadi keragaman yang memperkaya khasanah jiwa, saling berbagi, menghibur dan meringankan beban sesama” harap Bupati.
Terkait informasi pembangunan dan pemerintahan, Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan bahwa atas berkat Rahmat dan Kehendak Allah SWT., ikhtiar luhur segenap Dou Labo Dana guna mewujudkan Bima RAMAH nampak kian menunjukkan hasil yang membahagiakan.

Melalui Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2019 Kabupaten Bima tercinta ditetapkan sebagai Kabupaten yang tidak lagi terkategori sebagai daerah tertinggal.
Hal ini merupakan bukti, bahwa Jerih dan juang kita semua, ketulusan hati segenap masyarakat Kabupaten Bima untuk secara dinamis menunjukkan support dan partisipasi yang tinggi, telah menghantar kehidupan Dou Labo Dana “Kabupaten Bima” menjadi semakin baik.
“Untuk itu, Pemerintah Daerah menyampaikan penghargaan dan ungkapan terimakasih mendalam kepada segenap masyarakat serta menitip harapan dan do’a kiranya keberhasilan ini terus merekatkan komitmen kebersamaan untuk terus berikhtiar tiada lelah membangun dan berkarya” ungkapnya.
Sebagai akhir penyampaian pada momentum penuh barokah ini, Bupati Bima mengajak seluruh Muslimin / Muslimat Dana Mbojo untuk :
1. Meneladani kecintaan Nabiullah Ibrahim dan Ismail terhadap sesama manusia, terhadap lingkungan dan terhadap generasi muda, terapkan pada diri kita, keluarga kita dan dalam membangun Dana Mbojo tercinta.
2. Hidup patuh pada ajaran Allah dan Rasul serta pada norma – norma, hukum dan peraturan – perundangan.
3. Ciptakan lingkungan yang memungkinkan semua warga berkreasi, mencari rezki dan pendapatan yang dapat meningkatkan derajad ekonomi dan mutu hidup. Untuk ini, jaga ketertiban, keamanan, kenyamanan dan keindahan lingkungan; dukung dan undang siapapun yang membuka usaha demi menciptakan lapangan pekerjaan bagi saudara-saudara kita
4. Mendo’akan orang tua kita, saudara–saudara kita, kerabat dan sahabat kita yang tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah dan kini telah melewati salah satu wajib haji yakni wukuf di Padang Arafah; agar mereka diberi kekuatan, pertolongan dan dimudahkan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, kembali ke tanah air dengan sehat dan selamat, hingga dapat kembali berkumpul dengan sanak saudara serta menjadi haji dan hajjah yang mabrur / mabrurah. (Humaspro).

Kesadaran Untuk Sebuah Perubahan PILKADA BIMA

Oleh : DR. Ikhwan HZ,SE,M.Si *)

Bimantika.net
Merupakan Cita-cita kita bersama untuk mewujudkan masyarakat Bima yang sejahtera, karena itulah kehendak mutlak dari kehadiran Pemimpin daerah. Kebahagiaan masyarakat terwujud jika pemimpin mengambil peran maksimal untuk melakukan perubahan yang lebih baik.

Kita bercita-cita hadirnya pemimpin yang memberikan perlindungan kepada Masyarakat dikala terhimpin masalah ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, harga komoditas pertanian, harga garam, semua masalah terurai dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan kemampuan mengelola Potensi ekonomi daerah yang memberikan multyplayer effect pada peningkatan kesejateraan masyarakat.

Untuk apa memilih lagi pemimpin yang tidak mampu mensejahterahkan rakyat dan pada titik ini diperlukan kesadaran untuk memilih figur baru untuk sebuah perubahan. Changes Leadership adalah sebuah keharusan, Seperti saran dari Michael Beer Ahli manajemen ” Breaking The code of change” Berubah itu adalah memilih tindakan yang berbeda dari sebelumnya, dan perbedaan itulah yang menghasilkan sebuah perubahan. Jika kenyataan yang harus kita terima dimana ekonomi daerah stagnan, kerawanan sosial terjadi, kemiskinan terjadi, patologi sosial terjadi ( Narkoba, judi, kekerasan, konflik, ketidanyamanan) menghimpit kehidupan masyarakat maka Hukum yang berlaku adalah Perubahan kepemimpinan.

Kita tidak ingin melihat Mandeknya Pembangunan Ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur sebagai kebutuhan dasar masyarakat disinilah kita membutuhkan kepemimpinan yang efektif yang mampu mentransformasi keadaan ekonomi dan sosial masyarakat yang kurang baik menjadi lebih baik.dan sebaliknya kita tidak memerlukan figur pemimpin hanya sebagai simbol saja. pemimpin seperti ini tidak produktif karena orientasi pada pencitraan bukan pada kinerja.

Kompleksitas masalah sosial dan ekonomi saat ini tidak bisa diselesaikan dengan cara yang biasa, perlu terobosan dan berani mengambil keputusan yang tidak lajim (out side the book), yang menawarkan strategi penyelesaian disinilah watak kapabilitas individu diuji yang diukur atas kontribusinya pada perbaikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat telah menginvestasikan harapan akan adanya perbaikan kehidupan mereka dengan hadirnya pemimpin tapi apaboleh dikata harapan itu hanya tertukar dengan sebungkus Rokok dan Kopi untuk dinikmati sesaat yang seharusnya dengan menjatuhkan pilihan kepada orang yang tepat akan memberikan Nilai Manfaat jauh lebih baik untuk kemajuan dan perubahan kondisi ekonomi dan sosial. Para petani tersenyum karena harga-harga naik, para Nelayan tradisional diberdayakan untuk membudidayakan ikan dengan nilai ekonomi yang tinggi, terciptanya lapangan kerja di desa melalui Usaha Bisnis Desa, Perlindungan keamanan dan kenyamanan masyarakat, kegiatan dan syiar agama digallakan, Budidaya peternakan ditingkatkan, Ekonomi pariwisata ditingkatkan, Infrastruktur jalan di desa-desa diperbaiki, Terjadinya pemerataan dan akses pendidikana dan kesehatan..

Inilah Harapan dan Cita -cita mengapa kita perlu memilih Kepala daerah Yang Visioner untuk melakukan perubahan-perubahan menjadi lebih baik. Jangan Memilih Calon atau Figur Populis, yang mengandalakan Trahh dan keturunan .. Atau Karena mereka kasih uang ( membeli Suara masyarakat) Akhirnya Kerugian besarlah yang terima masyarakat selama lima Tahun dan Bukankah Agama Islam juga mengajarkan ” Pilih pemimpin yang Cerdas ( Fathonah). Seperti J. Maxwell Quality of Leader J. menyatakan Tanggungjawab pemimpin bukan hanya sekedar melaksanakan tugas namun Tanggungjawabya jauh dari Itu Yaitu Ketuntasan dan Kesempurnaan untuk membahagiakan masyarakat.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta

Poros Penantang IDP makin Gencar lakukan loby loby politik

Bimantika.net

Pilkada Kabupaten Bima yang dihelat 2020 kemungkinan besar tidak terlalu banyak para kontestasinya karena poros poros Parpol pendukung hanya terbelah dua, seiring dengan poros Koalisi Nasional. Hampir semua petinggi Partai Politik selalu berkomentar Koalisi Nasional Pilpres 2019 adalah patokan untuk Lakukan Koalisi di tingkat Daerah.
Ketua DPD PAN Kabupaten Bima Muhammad Aminurlah, SE memberikan isyarat perlawanan dengan gebrakan gebrakan nyata membangun silaturrahim dengan Partai yang “sehati” dengan PAN yakni Partai Gerindra.
Disudut Kota Bima, beberapa waktu lalu, petinggi PAN dengan Kader Gerindra Sempat melakukan komunikasi Politik dengan santai di salah satu kafe di Kota Bima.
Crew Bimantika.net tidak menyia nyiakan kesempata untuk mengambil foto kedua Petinggi PAN dan Gerindra Tersebut.
Maman Sapaan Akrab Ketua DPD PAN Kabupaten Bima kembali menegaskan pada Bimantika.net bahwa dirinya dipastikan membentuk poros sendiri di Pilkada 2020 nanti. Dengan modal 6 Kursi Parlemen tentu sangatlah mudah kalau berkoalisi dengan Gerindra yang 5 kursi.
Aturan Pengusungan Pasangan calon tentu memenuhi syarat minimal 20 porsen parlemen.
Untuk diketahui bahwa syarat parpol mengajukan pasangan calon bupati dan Wakil Bupati adalah minimal didukung oleh 20% kursi parlemen. Arrinya kalau di Deean Kabupaten Bima total kursinya 45 kursi Parlemen maka regulasi menghendaki minimal 9 kursi Parlemen baru bisa parpol maupun gabungan parpol mengajukan bakal calonnya. “Sementara PAN dan Gerindra memiliki jumlab anggota Parlemen 11 orang Parlemen, tentu sudah melampaui aturan dalam mengajukan pasangan bakal calon Bupati”.
Maman Menegaskan bahwa dirinya sudah menyatakan sikap sejak awal untuk ikut Kontestasi Pilkada 2020, PAN akan mengusung kadernya baik maju sebagai Calon Bupati maupun sebagai Calon Wakil Bupati. “Yang sangat Memungkinkan adalah Koalisi PAN dan Gerindra apalagi kalau kawan kawan PKS dan Demokrat ada dalam poros Koalisi kami maka Insya Allah akan semakin mudah menarik simpati rakyat kabupaten Bima” demikian ungkap Maman.
Sementara Kader Terbaik Partai Gerindra, Sulaiman MT, SH pada momentum tersebut tidak memberikan tanggapan apapun. “Saya hanya Kader Partai tentu pengambil kebijakanlah yakni Ketua Partailah yang punya gawe untuk memberi tanggapan” Demikian Ujar Dae Eman Sapaan akrab Anggota Dewan Tiga periode ini.
Namun Dae Ema memberi isyarat bahwa Gerindra dan PAN punya satu kesamaan sehingga tidak sulit untuk berkoalisi. (//arif)

Petahana dan Gerimis Di Musim Kemarau

Oleh : Muhammad Isnaini *)

Bimantika.net
Apa yang bisa kita harapkan dari gerimis ketika kemarau panjang melanda? Tentu kita akan salah besar, jika ada harapan dalam gerimis tersebut. Jangankan menumbuhkan pohon, menghapus tempelan debu di daun saja tidak.

Saat kemarau, tentu kita membutuhkan hujan yang begitu deras. Selain menciptakan mata air juga dahaga kekeringan seketika akan sirna. Tumbuh-tumbuhan tumbuh subur, dedaunan menghijau, tanaman hutan kebun semua menjadi rimbun.

Kiasan diatas menggambarkan kondisi politik pra pilkada kabupaten bima 2020. Ketika pilkada menjelang, insan politik biasanya berteriak untuk berbicara suksesi kepemimpinan. Ada yang bertahan untuk mempertahankan yang ada dan ada pula yang menyerang untuk menumbangkan kekuasaan dengan menghadirkan penantang.

Pilkada kabupaten bima kali ini, para penantang berbicara menumbangkan kekuasaan dengan berbicara tanpa variabel yang jelas. Misal, dengan lantang mereka bicara bahwa petahana bisa dikalahkan dengan alasan gagal namun mereka kesulitan mengucapkan variabel sebagai takaran sehingga terkesan sangat emosional. Begitupun saat sebagian lainnya menuntut dan mengatakan bahwa sang petahana sebagai pemimpin tanpa ide dan gagasan, mereka sendiripun gagap untuk menghadirkan dan mengucapkan ide serta gagasan yang mereka miliki.

Ada ketimpangan yang sangat besar ketika Tuhan hanya menghadirkan gerimis disaat bumi dilanda kemarau panjang. Atau memang jangan-jangan kemarau itu hanyalah halusinasi mereka yang hidup di gurun tanpa mengetahui kondisi sesungguhnya didaerah tropis yang sejuk dan mewangi pepohonan serta dedaunan.
*) Penulis Aktif di DPD l KNPI NTB

Dewan Nilai Bupati Bima Gagal Bangun Kesejahteraan Rakyat

Bimantika.net
Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos saat di wawancarai Bimantika.net di seputar Wilayah Kota Bima kamis (8/8/2019) menyebutkan bahwa saat ini Bupati Bima Gagal memberikan kesejahteraan pada masyarakat. Menurutnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bima saat ini tidak berpihak pada kepentingan rakyat. “APBD sangat tidak berpihak pada rakyat bahkan tidak ada dana kesejahteraan untuk rakyat yang tertera dalam APBD makanya tugas saya sebagai Dewan jelas menantang kebijakan itu dan kita pernah ribut saat paripurna” kenang Edy Muhlis.
Lanjutnya pada saat pembahasan APBD selalu dirinya memperjuangkan item.dan klausul tentang kesejahteraan rakyat, tentang dana kesehatan untuk rakyat tentang dana bakulan bagi kaum ibu ibu. “Semua itu akan tidak ada artinya setelah klinis APBD yang ada perjalanan Dinas dan segala bentuk tetek bengek yang tidak pro pada rakyat” tegas Edy Muhlis. (//arif)

Masih Kuatkah IDP Sebagai Petahana ?

Bimantika.net
Release seorang aktivis Muda, Delian Lubis yang disampaikan pada Bimantika.net menyebutkan bahwa ada fase fase tersendiri dimana sang Petahana dalam sejarah Pilkada terkalahkan. Karena Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP,red) Petahana maka sangat sulit dikalahkan. Benarkah begitu?

Delian Lubis menganalisa balik logikanya, karena IDP Petahana maka dia berpotensi untuk Tumbang. Kenapa bisa? Karena Kinerja yang sangat buruk ! Kinerja yang buruk juga membuat popularitas ikut juga anjlok & terpuruk!

Bukankah Safru dulu Petahana ? Dia Petahana tapi Tumbang! dia tumbang bukan karena KINERJA BURUK tapi komunikasi politik diarus bawah tidak bekerja dan STIGMA Safru PELIT.
Berikut Analisa Delian Lubis terkait peluang Kewilayahan bahwa
Wilayah TIMUR seperti SAPE, LAMBU, WERA, AMBALAWI, terluka dengan gaya kepemimpinan IDP. Wilayah BARAT memendam kecewa pada kepemimpinan IDP khususnya MADAPANGGA. Sementara SILA IDP butuh kelihaian diatas rata-rata untuk mendulang suara.

BIMA SELATAN khusus WOHA, BELO, LANGGUDU, IDP tidak punya taring apapun kecuali wilayah PALIBELO, itupun kalau msh menguat sentimen pro Turunan Sultan.

BIMA UTARA seperti DONGGO, SOROMANDI, IDP tak punya taring juga.

Nah, figur alternatif adalah skenario lain yang bisa membuat PETAHANA TUMBANG.

Orang parpol sbg figur alternatif hanya buang-buang uang dan tenaga. Kalahnya sudah bisa diprediksi dr skrg.

IDP akan terbakar dari orang TERDEKATnya atau orang yg sama sekali jauh darinya.

Siapa mereka, TUNGGU 6 BLN sebelum pendaftaran. *(Delian Lubis)

AGENDA KOREKSI DIRI IDP & DAHLAN

Oleh : DR. Ikhwan HS, SE,MM,M.Si*)

Bimantika.net
Obstacle is the way.. bahwa semua jalan ada hambatan? jalan pikiran ini yang digunakan sementara ini, tampa kreatifitas berfikir yang menghadirkan solusi dari cengkraman persoalan ekonomi dan sosial masyarakat. Untuk menguji jalan pikiran ini kita ajukan beberapa kegagalan program IDP & D. yang tidak sejalan dengan Undang- Undang :

Absenya keberpihakan pemerintah pada persoalan petani memunculkan kecurigaan bahwa Undang- undang No 19 tahun 2013 mengenai jaminan perlindungan petani tidak di jalankan, dijelaskan Pemerintah daerah perlu membantu Petani dalam : kesulitan memperoleh prasarana dan sarana produksi, kepastian usaha, risiko harga, kegagalan panen, praktik ekonomi biaya tinggi, dan perubahan iklim dll. Lantas dibuatkan juga Perda untuk memberikan proteksi kepada petani? Miris juga saya melihatnya ketika ada bantuan Mesin pembajak sawah diatur secara transaksional oleh orang – orang yang bukan petani untuk mendapatkan Fee?

Sama halnya juga petani garam bagaimana perlindungan kepada mereka dengan harga rendah yang membuat terpuruknya nasib mereka? bagaimana upaya yang dilakukan dalam memberikan perlindungan kepada petani garam dan Nelayan sesuai UU Nomor 7 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petani Garam. Apakah juga dibuatkan Perdanya?

Masyarakat juga mengeluhkan bagaimana tanggung jawab Pemda untuk mengatasi listrik yang sering padam setiap minggu? Apakah diabaikan undang Ketenagalistrikan nomor 30 tahun 2009 pasal pada pasal 3 & 4 mengenai adanya kewenangan serta tanggung jawab Membangun ketenagalistrikan? Permasalahan ini juga yang menyebabkan Investor tidak berminat berinvestasi di Bima.

Dengan seringnya bencana kebakaran didesa- desa bagaimana program penanggulangannya? Kenapa mobil kebakaran saja sangat minim? Kenapa Undang- Undang No 24 Tahun 2007 tidak maksimal di jalankan?

Lalu dimanakan Hak – hak masyarakat dipenuhi sebagai bukti hadir dan keberpihakan Pemerintah? Maka Perlu dilakukan koreksi total terhadap kegagalan IDP: D dalam menjalankan programnya?
*) penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta

Target “Merdeka” Sinyal, BAKTI Kominfo dan Pemkab Bima Teken MoU

Bimantika.net
Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kamis (8/8) melakukan penanda tanganan Nota Kesepahaman (MoU) MoU pembangunan enam titik Base transceiver station (BTS) atau menara telekomunikasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Hotel Sakala Resort Tanjung Benoa Bali.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Kementerian Kominfo mewujudkan pemerataan sinyal telekomunikasi di seluruh Indonesia hingga ke pelosok dengan target Indonesia ‘merdeka’ sinyal pada 2020.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Bima H.M. Antonius, S. STP sesaat setelah prosesi penanda tanganan MoU mengatakan, penanda tanganan MoU ini merupakan ikhtiar mewujudkan target Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kerangka MoU tersebut, pada tahun 2019, Kabupaten Bima mendapatkan alokasi pembangunan BTS yang berlokasi di Desa Talapiti, Mawu, Kole Kecamatan Ambalawi dan Desa Waduruka, Pusu Kecamatan Langgudu dan dusun Woro Desa Parado Wane Kecamatan Parado. PemerintahKabupaten Bima diminta untuk menyiapkan lahan lokasi dan membebaskan biaya retribusi perijinan terkait pembangunannya”. Terang pria yang akrab disapa Anton ini.
“Awalnya Kementerian Kominfo memberikan alokasi BTS untuk lima titik, setelah dilakukan upaya lobi, akhirnya kabupaten Bima mendapatkan tambahan satu titik lagi yaitu di dusun Woro Desa Parado Wane Kecamatan Parado, sehingga menjadi enam titik BTS”. Jelas Anton.
Melalui kerangka kerjasama ini, maka langkah membangun prasarana telekomunikasi di area terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dapat diwujudkan secara bertahap.
Ditambahkan Anton, perjuangan membangun BTS ini merupakan wujud upaya perjuangan Pemerintah kabupaten Bima dalam memajukan dunia telekomunikasi dan informasi melalui pembangunan “tol langit” di kabupaten Bima”. Terangnya. (TPD)

Sufi Sebut Pilkada Kabupaten Bima jauh Dari Ide Dan Gagasan

Bimantika.net
Anggota DPRD Kabupaten Bima, Syaifullah saat diskusi dengan politisi PDI Perjuangan Firdaus, SH di salah satu Cafe di Kota Bima pada Kamis (8/8/2019) menyebutkan bahwa jelang Pilkada Kabupaten Bima tidak ada narasi yang mengarah pada gagasan maupun ide ide.
“Justru yang terkemuka saat ini Anti IDP dan Pro IDP dua Periode” sebutnya.
Sufi sapaan akrab Politisi PKS ini mengharapkan generasi pembaharuan perlu tuangkan ide ide cemerlangnya untuk membangun peradaban di Bima ini. “Kita perlu bangun peradaban itu sehingga wacana dan narasinyapun penuh dengan ide dan gagasan bukan soal suka dan tidak suka” ujar sufi Sapaan akrab Anggota Dewan Dua Periode ini.
Sufi pun mengaku bahwa dirinya tidak peduli dengan urusan IDP dan Dahlan, justru dialam pikirnya adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Saya gak punya urusan apapun dengan urusan IDP dan Dahlan, siapapun Bupatinya tentu kita pikirkan efek apa kira kira yang berdampak pada Urusan Kemaslahatan rakyat” Demikian ujarnya.
Sementara Politisi Muda PDI Perjuangan yang juga mantan aktivis jalanan, Firdaus, SH menyepakati pola pikir tersebut, sehingga dirinya dengan Sufi yang saat inu di PKS memiliki kesamaan dalam cara pandang menyikapi urusan rakyat.
“Yang kita bicarakan memang harus pada esensi kerakyatan bukan wacana dan narasi sempit” Ujar Firdaus. (//ym//yp)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom