Optimalkan Capaian Bima Ramah, IDP & Dahlan Diharapkan Jilid ll

Bimantika.net
Pilkada Kabupaten Bima memang masih jauh, namun diskursus soal siapa yang akan bertarung sudah mulai deras bergelinding ditengah publik. Mulai dari pasang memasang kandidat hingga kemunculan nama-nama baru yang digadang-gadang siap bertarung. Bahkan IDP dan Dahlan diprediksi akan berlawanan pada kompetisi tahun 2020. Belakangan, nama sekda kabupaten Bima juga ikut terseret.

Merespon hal ini, Zulchijjah, Alumni Magister Politik Jakarta, menilai peristiwa kemunculan tokoh-tokoh baru adalah kewajaran dalam berdemokrasi. Semakin kencang kompetisi, semakin bagus. Dan itu menandakan Bima tidak miskin tokoh. Semua punya peluang yang sama. Namun agak aneh bila ada yang mengatakan IDP dan Dahlan akan menjadi dua variabel yang saling “menghabisi” nantinya.

“IDP dan Dahlan masih terikat janji menuntaskan visi Bima Ramah. Capaian Bima Ramah hari ini harus dioptimalkan, tentu tidak cukup 5 tahun, harus 10 tahun agar benar-benar dirasakan masyarakat capaian itu. IDP dan Dahlan sama-sama bertanggung jawab atas keberlangsungan Bima Ramah. Karenanya di 2020 nanti harusnya kembali berpasangan”. Katanya di Bima, Selasa (13/08/2019).

Menurutnya, akan aneh jika IDP dan Dahlan bersaing satu sama lainnya, sebab nasib Bima Ramah bisa tak terurus, kasian rakyat. Sejauh ini perlu diakui bahwa Bima Ramah memang belum mencapai hasil maksimal, namun ada banyak sektor-sektor tertentu yang sudah mengalami kemajuan, walaupun belum bisa memuaskan semua pihak.

“Bima Ramah jilid 2 harus dilanjutkan, lebih-lebih parpol pengusung di tahun 2015 lalu harus ikut ambil peran untuk terus menyatukan dua pemimpin ini. Jangan karena ada kepentingan praktis, lalu berperan ganda, dan membuat kegaduhan yang tidak perlu”. Katanya.

Zoe sapaannya, juga menambahkan, tim kedua belah pihak agar segera bisa saling mensupport kembali untuk kemajuan daerah, dan tidak perlu terjebak pada isu perpecahan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan rakyat banyak.

“Sekarang saatnya tim harus kembali bersama membantu juga mengawal IDP dan Dahlan melanjutkan misi kemajuan daerah”. Tutupnya. (//yaumul Ma’ruf)

Pemerintah Silaturahmi Dengan Legium Veteran, Warakawuri, Generasi Muda

Bimantika.net Dalam rangka mengenang perjuangan yang dilakukan oleh para legium Veteran, para pemuda dan Warakawuri, Pemerintah Kabupaten Bima melakukan silaturahmi. Kegiatan tersebut dilangsungkan di aula rapat Bupati Bima pada hari Selasa ( 13/8). Turut hadir dalam kegiatan ini Sekda Kabupaten Bima, Para Asisten, Staf Ahli, Kabag Lingkup Setda Bima, Unsur FKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.
Wakil Bupati Bima Dahlan M.Noer mengatakan bahwa kemerdekaan yang kita raih dan rasakan saat ini tidaklah datang begitu saja namun memerlukan proses yang panjang dan pengorbanan para pejuang, diantaranya yang pada saat ini telah hadir ditengah-tengah kita, yang telah rela mengorbankan jiwa, raga maupun harta mereka, dengan tekad kuat dan pantang menyerah, tanpa pamrih serta percaya kepada kemampuan sendiri untuk menghadapi bangsa asing yang ingin menguasai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Walaupun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sudah berlangsung 74 tahun yang lalu, tetapi sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa tantangan yang kita hadapi saat ini bukan bertambah ringan melainkan bertambah berat. berbagai permasalahan yang kita hadapi saat ini memerlukan perhatian yang serius dan kerja keras untuk menanggulanginya. Untuk itu, peranan seluruh komponen masyarakat menjadi sangat penting, karena tanpa bantuan dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat, khususnya dukungan dari para veteran pejuang, kami tidak akan bisa berbuat maksimal dalam membangun Daerah Kita.
Melalui kesempatan yang baik ini, mari kita semua untuk bahu membahu, bekerja sama, mentauladani semangat dan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan para pejuang pendahulu kita dalam memacu pembangunan di Kabupaten Bima yang kita cintai ini. sebagai rasa penghormatan dan penghargaan serta rasa terima kasih kami atas jasa-jasa para veteran pejuang, pemerintah kabupaten Bima.
Semoga tali silaturahmi antara pemerintah dengan para veteran, dapat terus terjalin dengan baik, dan semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menunjukkan jalan bagi kami untuk bisa selalu memberikan perhatian, sebagai wujud penghormatan kepada para veteran yang kami banggakan.
Saya berharap semoga dengan dilakukanya silaturahmi dengan para veteran pejuang yang dilaksanakan setiap tahun, dapat menjadi momentum untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan kita bagi seluruh masyarakat, Khususnya masyarakat Kabupaten Bima.
Menurut Ketua DPC. Legium Veteran H. Muchtar H.AB dalam penyampaian pesan dan kesan bahwa pertama – tama kami selaku DPC. Legium Veteran menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Bima yang telah melaksanakan kegiatan ini, sehingga dari kegiatan mempererat tali sulaturahmi.
Kami berharap semoga dengan adanya silaturahmi ini pemerintah Kabupaten Bima dan Legium Veteran Republik Indonesia dapat ditingkatkan dan kami selaku ketua Ketua Dewan Pengurus Cabang ( DPC) siap mendukung dan mengawal program yang dilaksanakan oleh kepala daerah dalam rangka membangun daerah Kabupaten Bima kearah yang lebih maju.
Momentum ini ditandai dengan penyerahan tali asih kepada 100 orang anggota Legium Veteran yang secara simbolis diterima oleh 10 orang anggota Legium Veteran. Yang dilakukan oleh Wakil BUpati BIma dan Sekda Kabupaten Bima kepada masing –masing anggota legium vetean.(humas)

IDP tak Punya Rekam Jejak “mesra” dengan Akademisi

Bimantika.net

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dinilai oleh kalangan akademisi di Kabupaten Bima tidak memiliki rekam jejak “mesra” dengan kaum akademisi, bahkan memberdayakan kaum intelektual muda dalam aspek apapun tidak pernah dilakukan oleh Bupati Bima, Demikian ungkap Dosen Muda Stisip Mbojo Bima, Tasrif, S. Sos, M. I. Kom pada Bimantika.net saat diwawancarai di kediamannya jalan gatot subroto Sadia Bima selasa (13/8/2019).
Dosen Muda asal Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima ini menyebutkan Kalau dilihat dari jejak rekam IDP dalam dunia pendidikan tentu memiliki kekurangan, karena pempimpin yang memiliki visi tentang pembangunan SDM dalam hal ini dunia pendidikan adalah pemimpin yang hadir dari pendidikan.
“IDP tidak lahir dari dunia pendidikan yang bagus sehingga mengukurnya pun sangat bisa kita lakukan, karena parameternya jelas” tegasnya.

Tasrif Mengemukakan bahwa Bagaimana pun semua kita tahu bahwa IDP untuk izajah paket C saja masih di persoalkan oleh publik.
“Kalau IDP punya naluri utk memikirkan tentang pentinya akan pengetahuan, maka harusnya beliau akan menghargai para birokrat yang memiliki gelar akademik Doktor utk menjadi pucuk pimpinan pada dinas2 terkait” tegas Tasrif.
Masih menurut Tasrif, Dan kalau Bupati Dinda paham akan dunia pendidikan, anaknya bukan di ekploitasi utk jadi anggota DPRD, harusnya dia fokus mengarahkan anaknya utk melanjutkan pendidikan formal hingga ke negara Inggris sana. Dulu ada statemen yang menarik bahwa setiap tahun IDP berencana akan membiayai pemuda pemuda potensi untuk melanjutkan kuliah, dan mudah-mudahan itu akan ada tindak lanjutnya. “Harusnya statemen itu harus direnspon oleh bawahannya, dalam hal ini dinas tehnis terkait yakni Dikpora” demikian urai.
Tasrif.
Menurut Tasrif bahwa sesungguhnya langkah kongkrit yang wajib dilakukan oleh Bupati IDP saat ini adalah segera MoU dengan Pihak Kampus agar seluruh Mahasiswa Kabupaten Lulusan Cumlaude di Kampus kampus seluruh Indonesia ini dibiayai oleh APBD untuk melanjutkan jenjang study hingga doktor. “Kalau langkah kongkrit ini IDP Lakukan maka secara tidak langsung IDP menanam saham di dunia intelektualitas dan dunia ilmu pengetahuan” demikian masukan Tasrif.(//arif)

Defisitnya Nilai Bima Ramah

Oleh : DR. Ikhwan HZ, SE, MM, M,Si*)

Bimantika.net
Bima Ramah sebenarnya adalah sebuah spirit perubahan yang memberikan energi kebaikan, kepeloporan, keteladanan dan keberhasilan. Konsep ini digali dari nilai- nilai Kearifan lokal ” Dana Mbojo ” warisan leluhur yang tertanam . Akan tetapi setelah di uji dilapangan berbanding terbalik menjadi *Bima Tidak ramah, ” diksi ini tidak memberikan Efek yang menular pada perubahan budaya masyarakat, ketertiban sosial, pengetahuan masyarakat, perilaku beragama, perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hemat saya, minimnya daya ungkit bima ramah akhirnya yang muncul Defisitnya nilai kehormatan kepada pemimpin. Nilai Bima ramah gagal menjawab persoalan pokok masyarakat untuk di implementasikan secara kontekstual dalam menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial masyarakat.

Kehendak umum berlaku dengan pernyataan ” Penghormatan diberikan jika berbanding lurus dengan prestasi” sehingga apa boleh buat sinisme dan sindiran bertebaran. Pada sisi lain ungkapan kekecewaan menular dalam bentuk protes memblokir jalan umum, petisi, nota keberatan dan surat protes.

Akumulasi kekecewaan akan berkurang jika yang memimpin cepat merespon dan memberikan solusi. Banyak pendekan yang bisa dilakukan misalnya melalui dialog konstruktif dengan tokoh masyarakat, ulama, aktivis, DPRD dan kaum terpelajar lainnya untuk memberikan pengertian dan pemahaman. Partisipasi publik penting untuk memberikan solusi dan jalan keluar dari semua urusan publik. Saya yakin pendekatan ini akan dilakukan, hanya saja kehilangan momentum.

Akhirnya kita berbicara pola dan ukuran keberhasilan dan kegagalan. Isyarat keberhasilan akan bisa dilihat dari terciptanya masyakat beradab, tertib sosial, indeks kebahagiaan, minimnya gesekan dan konflik, di sinilah kita menguji kualitas kepemimpinan apakah sukses berpola, gagal berpola maka pola harus dievaluasi dan dipelajari.

Ketika pemimpin berhasil orang akan bicara tampa harus kita menyuruh., tapi kalau gagal, biasanya phisikologis kegagalanya itu disembunyikan, tetapi ada yang lebih berbahaya lagi Ketika rapor kegagalan itu diajukan sebagai prestasi untuk melanjutkan kepemimpinan. Kalau keinginan dan dorongan kelompok pragmatis ini benar – benar terjadi maka sama dengan masuk dua kali pada lubang yang sama!

Parameter keberhasilan dan kegagalan di analogikan dengan Matematikan sederhana ada bilangan deret ukur itu 1,3,5,9 dst. Kepemimpinan yang mengikuti deret ukur pasti memiliki daya ungkit yang yang membuahkan prestasi dan kebanggaan. Analogi terbaliknya dengan pola kepemimpinan mengikuti deret hitung 1,2,3 dst tidak memilki daya ungkit atau efek menular dari program yang di kerjakan.

Kendala kepemimpinan pasti banyak, misanya minimnya anggaran daerah, budaya masyarakat yang keras, SDM birokrasi yang tidak produktif, terbatasnya Infrastruktur publik, Kualitas SDM, Teknologi, minat investor, ekosistem bisnis yang belum terbentuk, Regulasi daerah, Belum optimalnya pemanfaatan kantor daerrah dan dinas serta energi listrik yang terbatas dll.

Tetapi harus diingat ada saham masyarakat yang dinvestasikan kepada kepala Daerah yaitu” Kepercayaan ” bahwa bupati terpilih adalah terbaik dan tepat untuk memimpin daerah, dan membawa perubahan dan kemajuan daerah. kehendak rakyat menjatuhkan pilihan itu merupakan amanat yang harus dibuktikan kemanfaatanya untuk masyarakat.

Manisfestasi dukungan rakyat adalah modal sosial yang harus diberikan benefit nya dalam ukuran keberhasilan pembangunan…
dan logika kita sulit menerima jika gagal di analogikan berhasil dan karena persepsi keberhasilan itulah maka harus melanjutkan lagi 2,periode ?

*) Penulis Adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gunadarma dan Wakil Rektor Universitas Attahiriyah Jakarta

BPBD lakukan Pelatihan Destana

Bimantika.net
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima menyelenggarakan agenda penting yakni persiapan Desa tangguh bencana (Destana) di beberapa desa di wilayah Kabupaten Bima yang berpotensi Tsunami. Persiapan Destana ini semata mata dilakukan untuk melatih para relawan di desa tertentu yang rawan bencana yang pada akhirnya mereka akan tangguh menghadapi bencana, demikian ungkap Kepala Seksi Pencegahan BPBD Kabupaten Bima, Dra. Siska Wahyuni pada Bimantika.net saat di wawancarai di ruang kerjanya Senin (12/8/2019).
Pada Kesempatan itu Siska membeberkan bahwa untuk tahap pertama akan lakukan persiapan destana di Desa Rupe dan Dumu kecamatan Langgudu dengan peserta 50 orang perdesa. “Nanti kita akan adakan persiapan pelatihan selama dua hari dalam ruangan dan satu hari simulasi luar ruangan” ujar Siska.
Lanjutnya Bahwa Persiapan Destana ini akan bertahap ke desa selanjutnya yakni desa monta, pantai Wane, Rontu dan Wera.
“Dalam kegiatan nanti kerjasama lintas sektoral antara BPBD dan skpd lainnya seperti Badan SAR dan skpd terkait” ujar Siska menutup pembicataan. (//Yaumul Ma’ruf)

Idul Adha 1440 Hijriah, Ratusan Hewan Kurban Disebar pada 18 Kecamatan

Bimantika.net
Pelaksanaan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah jajaran Pemerintah Kabupaten Bima yang bertepatan dengan Ahad (11/8) dilaksanakan pada lima lokasi dan ASN dan masyarakat setempat dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di seluruh wilayah kecamatan

Sesuai catatan yang disampaikan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Bima Ramli S.Pdi sesaat sebelum pelaksanaan Shalat Idul Adha di lapangan kantor Bupati Bima, pada Idul Qurban tahun ini terdapat 56 ekor sapi dan 7 ekor kambing melaporkan kepada panitia.
Dikatakan Ramli tahun ini Pemerintah Kabupaten Bima menyebar 21 ekor sapi ke-18 Kecamatan disusul Bupati Bima beserta keluarga 20 ekor sapi, Wakil Bupati Bima H Dahlan M. Noer 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing, BPR Syariah 14 Ekor Sapi, Bank NTB Syariah 4 ekor sapi, Gubernur NTB 2 ekor kambing dan Basyirun 1 ekor Kambing.
Di beberapa kecamatan lainnya, seperti Bolo, sesuai laporan Camat Dra. Mardiana, hewan kurban tahun ini berjumlah 204 ekor yang terdiri dari 72 ekor sapi dan 130 ekor kambing. Demikian halnya di Langgudu, sesuai laporan Camat setempat Drs. Abubakar, tahun ini terdapat 44 ekor sapi, dan 38 kambing.

Idul Adha 1440 H


Demikian halnya di kecamatan Sanggar, usai pembacaan sambutan Bupati Bima oleh Staf Ahli Bupati Drs H. Arifudin H Ab panitia PHBI mengumumkan ada 28 ekor sapi/kerbau dan 18 ekor kambing. Sementara di kecamatan Wawo, sesuai laporan Camat setempat Drs.Aidin, terdapat 27 ekor sapi dan 77 ekor kambing, tak ketinggalan, sesuai laporan Camat Tambora Drs. Isyrah, jumlah hewan di kecamatan yang dipimpinnya sebanyak 10 ekor sapi dan 12 ekor kambing.
(TKPDKB)

Untuk Desa Dena, Abdul Haris H.M.Sadakah Mengabdi

Bimantika.net
Abdul Haris H. M. Sadakah adalah sosok yang ramah dan santun, saat wartawan Bimantika.net wahyudin mewawancarai nya beliau senin (12/8/2019) langsung sambut dengan Senyuman khasnya. Dirinya maju dalam Kontestasi Pilkades Desa Dena dengan
Niatnya Membangun Desa Dena ke arah tingkat yang lebih baik lagi dalam rangka Untuk Melanjutkan kegiatan yang belum pernah tersentuh.

Abdul Haris H.M.Sadakah akan menyiapkan dirinya semaksimal mungkin untuk Calon Kades Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima dalam rangka kontestasi Pilkades serentak tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada Desember 2019 ini.
“Saya mohon Doa dan Dukungan seluruh lapisan masyarakat dena” ungkap Haris sebelum menyampaikan Visi Misinya secara utuh.

Aba Koo sapaan Akrab Abdul Haris H. M. Sadakah Meminta Doa dan Dukungan seluruh Warga Desa Dena


Aba Ko’o sapaan akrab sosok Calon Kades Dena ini menjelaskan pada media Bimantika.net bahwa tujuan dan keinginan dirinya Bakal Calon Kades Dena dalam kontestasi pilkades serentak tahun 2019 tersebut demi membangun dan melanjutkan desa dena ke Arah tingkat Yang Lebih Meningkat Lagi, Bukan berarti bentuk tujuan dan keinginan pribadi saya dalam hal tersebut untuk melemahkan terhadap kepemimpinan kepala desa yang sudah Demisioner tetapi visi dan misi saya kedepannya apabila dipercayakan oleh seluruh masyarakat desa setempat menjadi kepala desa guna melanjutkan program kegiatan yang mungkin belum pernah tersentuh, “Jelasnya.

Lanjutnya, Adapun yang berkaitan dengan hal bagian dari visi dan misi saya program kegiatan ketika kedepannya dipercayakan dan diangkat oleh masyarakat dena untuk jadi seorang kepala desa dena tersebut :

  1. Visi
    Gotong royong membangun Desa Dena. yang jujur, Adil, Sejahtera, Berbudaya dan Berahklak Mulia.
  2. Misi
  • Mewujudkan pemerintah desa yang jujur dan Berwibawa dengan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
  • Mengedepankan kejujuran dan musyawarah mufakat dalam kehidupan sehari hari baik dengan pemerintahan maupun dengan masyarakat desa.
  • Meningkatkan profesinalitas seluruh perangkat desa.
  • Mewujudkan sarana dan prasarana desa yang memadai.
  • Mewujudkan perekonomian dan kesejahteraan warga desa.
  • Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat desa yang maksimal.
  • Meningkatkan kehidupan desa secara dinamis dalam segi keagamaan, gotong royong, pertanian, peternakan, dan kebudayaan. (Yadin)

Wabup Dahlan: Semangat Berqurban Harus Menjadi “Napas” Ummat

Bimantika.net
Pelaksanaan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah jajaran Pemerintah Kabupaten Bima yang bertepatan dengan Ahad (11/8) di Halaman Kantor Bupati Bima di Godo diikuti jajaran pejabat dan ASN dan masyarakat setempat.

Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer dalam sambutannya dihadapan jamaah Shalat Idul Adha mengatakan, “sebagai insan maupun pelaku pembangunan, hikmah Idul Qurban hendaknya menjadi napas setiap muslim. Hal ini seyogyanya tercermin dalam semangat berbagi dan meringankan beban sesama manusia”. Ungkap Wabup.
Berkaitan penyelenggaraan pemerintahan, ikhtiar mewujudkan secara bertahap Bima RAMAH telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Hal ini dengan tetapkan Kabupaten Bima sebagai daerah yang tidak lagi termasuk dalam kategori daerah tertinggal. Bagaimanapun lanjut Wakil Bupati, hal ini dapat terwujud berkat perjuangan dan partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Bima dalam mengantar Dou Mbojo dan daerah ini ke arah yang semakin baik”. Ungkap Dahlan.
Menutup sambutannya Wabup mengajak seluruh elemen untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan semua pihak berkreasi.
“Mudah-mudahan, kita dapat terus meningkatkan komitmen berkarya, meneladani Nabiullah Ibrahim Alaihissalam dan menerapkannya dalam diri dan keluarga”. Harap Wabup.
Kepada para jamaah, Wakil Bupati juga mengharapkan agar keluarga yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah, mampu menunaikan semua rukun haji dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Khatib Shalat Idul Adha, Ustadz Salahudin dalam nukilannya mengatakan pengorbanan Nabi Ibrahim Alahissalam beserta keluarga pada hakekatnya dalam rangka rekonstruksi tauhid ummat. “Penyembelihan Nabiullah Ismail AS merupakan ujian keimanan dan kesabaran dari Allah SWT. Oleh karena itu, semangat Idul Qurban diharapkan bernilai dalam menata kehidupan ke depan dan pada saat yang sama juga menjadi refleksi untuk menciptakan “ittihadul ummah”. Terang Khatib.
(TKPDKB)

Politisi Nasdem Nilai Petahana IDP Tidak Punya Management Pemerintahan yang baik

Bimantika.net
Petahana Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP, red) bukanlah petahana yang tangguh karena ini menyangkut urusan kinerja IDP Selama memimpin Kabupaten Bima tidak memberikan dampak Positif Buat Masayatakat, Demikian Ungkap Politisi Nasdem Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos pada Bimantika.net sabtu (10/8/2019). Sebagai Petahana Kuat, tentu akan ada bias kalimat Siapapu pasangan sama IDP, IDP tetap menang. Tapi menurut Edy bias kalimat itu tidak ada justru yang ada kalau IDP Pisah sama Dahlan maka terjadi Pertarungan yang ketat. Artinya IDP benar benar tingkat elektabilitasnya Anjlok seiring dengan tidak adanya karya monumental yang signifikan buat kesejahteraan masyarakat secara utuh dan menyeluruh. Ada banyak contoh kegagalan IDP dalam membangun Bima seperti antara lain Menghapus Dana Kesehatan Untuk Rakyat Miskin, Tidak mampu meningkatkan anggaran Bakulan buat pedagang kecil di kampung kampung, Justru Edy Muhlis menuding Anggaran Perjalanan dinas semakin ditingkatkan.
“Saya sebagai Anggota Dewan tau persis postur APBD nya yang pernah saya bakar di ruang sidang Paripurna dulu” ungkap Edy Muhlis.
Masih Menurut Edy Muhlis bahwa petahana IDP sama sekali tidak punya prestasi di berbagai sektor. Mantan Ketua HMI Cabang Bima ini oun membeberkan kegagalan IDP membangun Pertanian, justru di Dinas Pertanian beberapa tahun terakhir ini terjadi kisruh dan kegaduhan. “Pertanian sumber masalah selama IDP Memimpin, mulai dari urusan kasus bawang merah, pengadaan bibit ekspayer, pembagian alat pertanian yang cenderung bukan pada poktan sesungguhnya, terjadinya jual beli alat pertanian yang seharusnya petani menerima dengan gratis dan segala macam persoalan di Dinas Pertanian” Ujar Edy Muhlis.
Masalah yang timbul kemudia di SKPD dinas Kesehatan antara bawahan dan atasan tidak seiring seirama dalam menjalankan tugas negara, pernah ada ketidak singkronan antara Kepala GFK dengan Kepala Dinas Kesehatan, “ini semua adalah tanda tidak beresnya skpd di pemerintahan IDP” tegas Edy Muhlis. (//arif)

Firdaus : “Saatnya Bupati Evaluasi Program Pro Rakyat”

Bimantika.net

“PDIP Partai Wong Cilik” sepertinya penggalan kalimat itu ada benarnya juga, karena sosok Kader Muda PDIP Kabupaten Bima yang juga sebagai Anggota Dewan Terpilih Dapil Bima 1, Firdaus, SH selalu melakukan silaturrahim hingga ke akar rumput. Ini menandakan bahwa sesungguhnya politisi di bawah Panji Kepala Banteng Moncong Putih tersebut memperlihatkan dirinya sebagai Kelas Rakyat Arus Bawah.
Di mintai tanggapannya terkait dengan perkembangan pembangunan di Kabupaten Bima, Firdaus Yang Juga Pendiri LSM LSIP inipum mengungkapkan bahwa Postur APBD Kabupaten Bima sama sekali tidak memberikan gambaran utuh tentang bagaimana mensejahterakan masyarakat. Dirinya membeberkan contoh riil bahwa APBD Kabupaten Bima sejak 2015-2019 yang dirinya pelajari hanya anggaran Bakulan rakyat yang sangat sedikit. “Ini sudah mencerminkan bahwa pemkab bima tidak pro rakyat kecil” ungkapnya.
Firdaus pun beberkan angka anggaran bakulan dalam klausul APBD tersebut kalau di rata-ratakan hanya berkisar 1,6 Milyar per tahun dari jumlah APBD 1,9 Triliun.
“kalau mau rakyat arus bawah sejahtera wajib hukumnya Pemkab Bima anggarkan dana bakulan untuk rakyat pedagang bakulan di kampung kampung itu minimal 30 – 40 milyar tiap tahun” harapnya.
Masih menurut Firdaus bahwa Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri sudah saatnya melakukan evaluasi anggaran dan mengusulkan anggaran itu yang pro pada kepentingan rakyat.
Menurutnya kepemimpinan Umi Dinda sudah berjalan 3 tahun ini tentunya menjadi bahan evaluasi Bupati agar APBD jauh lebih bermanfaat untuk masyarakat secara luas.
“Saatnya Umi Dinda lakukan evaluasi atas kinerja terutama urusan program pro rakyatnya” Demikian ujar Firdaus. (//arif)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom