Penilaian Kinerja Stunting, Kabupaten Bima Raih Peringkat III

Bimantika.net

Kiprah Perangkat Daerah terkait dan para pemangku kepentingan dalam konvergensi pencegahan dan penanganan stunting berhasil menempatkan Kabupaten Bima pada peringkat III dari delapan daerah yang dinilai oleh Tim yang dibentuk Pemerintah Provinsi NTB.
Kepala Bidang Perencanaan Sosial dan Budaya Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc Rabu (21/8) mengatakan,
“Penilaian diikuti oleh delapan kabupaten Se-NTB dan melibatkan Kota Bima dan Kota Mataram sebagai peninjau”. Terang Raani.
Dijelaskannya, Tim menilai progres konvergensi stunting yang dilakukan oleh kabupaten terdiri dari poin aksi 1-4 dari 8 aksi konvergensi stunting yakni yang mencakup aspek Analisis data, Rencana kegiatan, Rembug stunting dan Peraturan Bupati tentang peran desa dan kecamatan dalam pencegahan dan penanganan stunting.
Aspek lainnya yang menjadi titik berat penilaian jelas jebolan S2 Belanda ini yaitu Pembinaan Kader pembangunan manusia (KPM), Manajemen data dan Review kinerja tahunan.
“Dari target 4 aksi yang dipersyaratlan, sampai dengan Bulan Juli 2019, Kabupaten Bima berhasil membuat lompatan progres capaian hingga aksi 5”.

Terkait capaian ini Raani mengungkapkan, “dukungan penuh Bupati dan Wakil Bupati Bima memegang peranan penting karena menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan stunting.
Dirinya juga menambahkan, dukungan perangkat daerah terkait, kecamatan dan desa juga berperan aktif melalui kebijakan penyaluran anggaran OPD dan APBDes.
“Hasil kinerja ini merupakan kolaborasi multipihak dengan Perangkat daerah pengampu yaitu Bappeda, Dikes, DPMD, DKP, Dinas Perkim, Dikbudpora dan Dinas Kominfostik. Disamping, peran media massa dalam pemberitaan dan sosialisasi konvergensi stunting diakui Tim Panelis sebagai salah satu yang dapat dipetik dari kabupaten Bima”. Imbuh Raani.
Tim Panelis menetapkan Kabupaten Sumbawa sebagai Juara I disusul Kabupaten Lombok Timur pada Juara II. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB Ir. Wedha Magma Ardhi, M. TP pada pertemuan penilaian di Hotel Grand Legi Mataram. (TKPD)

Bahas Tatakelola Garam, Gubernur NTB dan Bupati Bima Tatap muka Dengan Petani Garam

Bimantika.net
Saat ini, beberapa permasalahan yang dihadapi saat ini berkaitan dengan pengelolaan garam antara lain kualitas garam yang masih belum sesuai dengan standar garam industri, tingginya biaya upah pikul garam dari tambak menuju jalan raya dan kurangnya sarana dan prasarana infrastruktur.
“Di sisi lain, kisaran harga garam saat ini masih berada pada Rp. 7.000 per karung. Namun, kalau diolah maka harganya bisa lebih tinggi. Hanya saja, para pengusaha atau industri membutuhkan keamanan dari daerah dimana akan dibangun industri.
Demikian beberapa masalah yang muncul dalam dialog Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer dan Kadis Kelautan Provinsi NTB L. Hamdi M.Si, Rabu (21/8) di Ruang VIP Bandara Sultan Salahuddin Bima.
Dihadapan 22 petani garam dari tiga kecamatan sentra garam tersebut, Gubernur yang akrab disapa Dr. Zul tersebut mengungkapkan hadirnya industri pengolahan merupakan solusi tepat untuk mengolah berbagai hasil pertanian dan kelautan di NTB.
“Termasuk potensi garam yang ada di Kabupaten Bima. Sehingga, masyarakat petani bisa merasakan kesejahteraan dari hasil usahanya selama ini. Apalagi pengolahan itu menyangkut hasil garam yang ada di Kabupaten Bima, yang jumlahnya cukup besar.
Pada dialog yang dipandu Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma M.Si tetsebut, Gubernur memaparkan, “untuk mencarikan solusi terhadap harga garam di Kabupaten Bima, Gubernur akan mempertemukan para pengusaha garam di Indonesia dengan para petani, dengan langsung mengajak para pengusaha garam meninjau tambak garam minggu I September mendatang.
“Dalam waktu dua minggu, silahkan pilih satu orang setiap kecamatan untuk kita pertemukan dengan pengusaha garam Surabaya,” kata Gubernur.
Sesuai kesepakatan dengan para petani, Dr. Zul mengharapkan petani mampu memenuhi penyediaan kuota 40 ribu ton garam kualitas I dan II (K1/K2) untuk diserap dalam dalam industri.
Gubernur selanjutnya menugaskan Ir. L. Hamdi. M.Si Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB melakukan pengecekan ke sentra garam rakyat ketersediaan 40 ribu ton garam K1.
(//arif// TKPD)

Cebong x Kampret : Potensi Perekonomian Indonesia

Sudah menjadi fitrah manusia ketika mengidolakan atau mendukung sesuatu maka mereka akan mendukung sepenh hati dan menjadi buta seketika. Maka munculah sebuah kutipan yang mengatakan bahwa “cinta itu buta”. Bila kita tarik fitrah ini kedalam kehidupan sehari hari maka yang kita dapati adalah kutipan tersebut benar adanya, kecenderungan untuk mendukung sebuah pilihan ataupun idola secara mati matian serta tanpa pikiran yang open mind menjadi realitas didalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Realitas ini pun semakin menegaskan bahwa kehidupan berdemokrasi kita sedang terseok seok. Kayaknya perlu tumpangan nih demokrasi indonesia biar jalannya mulus dan nyaman.

Cebong dan Kampret, itulah label dari penghuni demokrasi di Indonesia. Yang cebong bisa dikatakan adalah kubu pemerintah dan yang kampret adalah kubu oposisi. Yaa… layaknya kelompok konservatif dan progresif di era pemerintahan perancis dulu. Awal awal lahirnya 2 kubu yaitu kiri dan kanan. Semakin kesini peran cebong dan kampret dalam kehidupan berbangsa dikhawatirkan memecah kehidupan berbangsa dan bernegara, sampai pada suatu waktu ditengah proses pertemuan 2 sahabat tapi dipisahkan oleh pilpres katanya mengeluarkan statement bahwa sudah tidak ada lagi yang namanya cebong dan kampret semuanya adalah merah putih dan yang satunya mengatakan tidak ada lagi vebong kampret yang ada adalah garuda pancasila. Adem gak tuh? Tentunya bagi sebagian orang yang berpikir ini adalah statemen negarawan dan menjadikan kita semua orang orang yang berpikir, tapi bagaimana kalau masih ada cebong kampret yang berkeliaran? Maka dari itu penulis ingin mengajak kita semua menelisik lebih jauh potensi cebong kampret selain menjadi buzzer dan tentara dunia maya. Kita lihat dari segi perekonomian dan sosialnya.

Pertama, kita melihat potensi cebong kampret ini dari segi sosial dan kemungkinannya menjadi paguyuban seperti PA 212. Menurut beberapa sosiolog Organisasi sosial merupakan suatu bentuk pengaturan tindakan atau perilaku individu untuk bekerja sama dalam mencapai visi atau tujuan yang disepakati. Nah potensi keguyuban cebong dalam membela dan membersamai pemerintah dapat dijadikan sebuah organisasi sosial yang intelek (ngakunya intelek) dalam kemajuan Indonesia. Dalam mengawal visinya untuk membersamai pemerintah maka kelompok cebong dapat menjadi partner pemerintah dalam membangun Indonesia. Untuk kelompok kampret pun begitu, kelompok kampret dijadikan sebagai organisasi sosial yang mendeklarasikan visinya yaitu menjadi oposan dari pemerintah, dengan dibentuknya organisasi sosial kampret toh ide ide para netizen yang masuk dalam kelompok kampret bisa terorganisir dan sampai ke pemerintah. Ini adalah sebuah peluang untuk membangunan kehidupan sosial yang sehat antara cebong kampret dengan memanfaatkan visi dari masing masing kubu dengan membentuk organisasi sosial yang membangun. Cakep gak tuh? Di Tivi tivi nanti dipenuhi oleh juru bicara dari kubu cebong dan kampret dengan intelektualitasnya masing masing. Prok prok buat CEBI dan KAMPI.

Kedua, setelah dibentuknya 2 organisasi sosial yaitu cebong dan kampret. Saatnya cebong dan kampret dengan segala keberaniannya didunia maya dikonkritkan dikehidupan sosial ekonomi. Bagaiaman tuh bang? Ya sekarangkan lagi jaman jamannya kurban nih, yaudah dari organisasi sosial cebong sama organisasi sosial kampret adu banyak banyakan hewan yang dikurbankan pas idul adha. Daripada adu hujatan dimedsos yang banyak menguras tenaga dan juga kuota internet mending menguras tenaga melakukan aktivitas aktivitas sosial dalam memeriahkan idul kurban nantinya. Misalkan dari 1000 cebong berkurban masing masing satu kambing, harga satu kambing kita patok kira kira 2,5 Juta Rupiah satu ekornya maka perputaran uang yang akan terjadi disektor riil yaitu 2,5 Miliar pada saat momen idul adha. Belum lagi dari kubu Kampret yang tentunya gak mau kalah dong dengan kubu cebong, pastinya dari kubu kampret akan berusaha berkurban lebih dari kubu cebong. Dan bayangkan dalam sejarah indonesia akan tercatat rapih dalam buku IPS dan Pendidikan Kewarganegaraan anak anak SD maupun SMP bahwa cebong dan kampret adalah Potensi ekonomi Indonesia dimasanya.

Berdasarkan data yang pernah dirilis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi ekonomi kurban sekitar Rp 69 triliun. Sampai sekarang siapa pihak yang menikmati potensi ekonomi kurban sebesar itu? Tentu jawabannya adalah masyarakat dipedesaan, karena para peternak dan produksi hewan kurban sampai saat ini masih terkonsentrasi didaerah pedesaan. Untuk cebong, disini ada kaitannya dengan DESA, yuk bantu junjunganmu buat menaikkan ekonomi desa toh kebijakan yang paling gencar saat ini adalah dengan menguatkan desa. Daripada ngehujat mending organisasi sosial cebong ikut urunan dalam membantu pemerintah biar gak ada celah noh buat organisasi sosial kampret dalam mengkritik. Dan untuk organisasi sosial kampret ngapain tuh dimoment saat ini? Ya bisa bikin kelompok ternak ataupun koperasi ternak. Kenapa? Biar nantinya ketika kampret dihujat oleh cebong dengan hujatan “bisanya kritik doang, solusi yang ditawarkan gak ada”. Nah jika kelompok kampret melakukan hal hal konkrit dimoment idul adha seperti ini akan menjadi aset atupun jawaban bagi hujatan cebong yang seperti tadi.

Kurban adalah momen bagi organisasi sosial cebong ataupun kampret untuk memperbaiki gizi kader kadernya, kenapa demikian? Semakin banyaknya kelompok ataupun orang orang yang berkurban maka distribusi protein hewani di Indonesia semakin merata dan banyak. Ini kesempatan bagi cebong ataupun kampret untuk memperkuat fisik daripada kader kadernya dalam mengawal visi dari masing masing kubu. Toh tanpa kader yang kuat secara fisik sebuah kelompok tak akan bertahan lama, karena kader kadernya sibuk mengobati penyakit ditubuhnya.

Indonesia sangat membutuhkan peran orang orang baik, karena Indonesia sekarang akan menginjak usia 74 tahun. Sudah begitu berumur Indonesia kita ini, maka untuk membuat kita semangat dalam mengawal Indonesia penulis ingin mengingatkan sebuah kutipan yaitu “Menua tanpa karya itu adalah sia sia”. Bagi kita yang mengaku Indonesia mari kita bantu Indonesia agar tidak menua tanpa karya karya terbaik serta kita jadikan Indonesia aset yang sangat produktif bagi anak cucu kita nantinya. Indonesia bukanlah hanya cerita tentang Cebong dan Kampret, tetapi indonesia adalah tentang Kita semua. Kita yang ingin bangsa ini menjadi bangsa yang inklusif dalam ekonomi dan pembangunan dan inklusif dalam akal sehatnya. Pada dasarnya Indonesia adalah negara yang berbhineka, walaupun sedang dalam kondisi bermusuhan dalam dunia maya ataupun dikehidupan nyata. Indonesia sebenarnya dapat melakukan hal hal positif dalam keadaan seperti ini, permusuhan ataupun sikap dingin dari kedua belah pihak yang berseteru adalah peluang bagi kita untuk mengadu domba kedua kelompok tersebut menjadi aset bagi perekonomian bangsa Indonesia saat ini. Jangan sampai kutipan “Cinta itu buta” menghiasi kehidupan berIndonesia kita, karena masyarakat Indonesia seharusnya adalah masyarakat yang terbuka pikirannya dan moderat dalam bersikap bukan menjadi masyarakat yang dibutakan oleh cinta. Cie.. cie…

Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 5 Bogor

BIODATA PENULIS

Nama : Rahmat Zuhair
Tempat, Tanggal Lahir : Kananga, 03 Oktober 1999
Alamat Sekarang : Asrama Rumah Kepemimpinan Regional 5 Bogor, Dramaga, Bogor Jabar
No. HP : 082236480175
Instagram : @rahmatzuhair
Pekerjaan : Mahasiswa Ekonomi Pembangunan IPB
Profil singkat : Saya adalah mahasiswa rantauan dari Bima NTB yang hobi dalam mengkritik karena dengan hal tersebut saya melakukan pemenuhan gizi bagi pikiran saya

Selamatkan Hutan, Satgas Dibentuk

Bimantika.net
Upaya untuk mengantisipasi dampak kerusakan hutan dan lahan terus diupayakan instansi terkait, antara lain dengan melakukan rapat koordinasi.

Kepala Bidang Penataan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima Zainal Arifin. ST, M.Si Sesaat setelah Rakor yang di helat di Mapolres Kabupaten Bima Rabu (21/8) mengatakan, rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan kegiatan penting untuk mengantisipasi kekeringan dengan potensi muculnya titik api serta kebakaran hutan dan lahan.

    Hal ini menjadi atensi khusus sesuai instruksi Presiden RI kepada seluruh kepala daerah, Polri dan TNI Se-Indonesia. 
        Dikatakan Zainal, Rakor yang diikuti 30 peserta dari unsur Kapolsek, BMKG, Camat, DLH, BPBD, Satpol PP,  KPH, SAR, dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima. 
         Rapat menyepakati pembentukan Satgas yang akan dikoordinasikan dengan seluruh kecamatan terutama beberapa kecamatan rawan terdampak bencama kebakaran hutan seperti Tambora,  Sanggar,  Parado, Monta, Lambitu, Wera, Ambalawi dan kecamatan lainnya.
          "Tugas utama Satgas  adalah membangun komunikasi dan koordinasi dan sinergitas antar komponen, serta bergerak bersama dalam melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan". Termasuk pelibatan pihak kecamatan dan pemerintah desa". Terang Zainal.

(//dlhk//arif tkpk)

Jelang Pilkada 2020, PAN gencar Lakukan Konsolidasi Dukungan

Bimantika.net
Hari ini Rabu 21 Agustus 2019, politisi Nasdem, Edy Muhlis, S. Sos menyebutkan bahwa ada rapat konsolidasi pentolan beberapa partai Politik di kabupaten Bima yang mengusung Ketua DPD PAN Kabupaten Bima Muhammad Aminurlah, SE untuk bertarung di Pilkada 2020. “Kami sedang melakukan rapat koordinasi lintas pentolan parpol untuk mendukung Maman maju di Pilkada kabupaten Bima” ujar Edy Muhlis. Lanjutnya, koalisi PAN Dan Nasdem Saja sudah memenuhi unsur untuk mengusung pasangan calon karna jumlah kursi parlemen kedua partai ini melebihi 9 kursi. Edy menguraikan bahwa dari hasil Pemilu April 2019 lalu, PAN mendapatkan 6 kursi dan Nasdem 4 Kursi sudah dari jumlah 45 kursi Parlemen sangat memenuhi tata aturan untuk mengusung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati.
“PAN dan Nasdem saja suda memenuhi sarat pencalonan apalagi di tambah dengan PKS Dan Gerindra” ujarnya.
Saat dimintai tanggapannya Edy menyebutkan bahwa Maman sapaan akrab Muhammad Aminurlah, SE ketua DPD PAN kabupaten Bima itu menyebutkan bahwa sosok Maman yang juga sedang ada dengan dirinya dalam Parlemen selama tiga periode tentu menjadi sebuah bukti bahwa rakyat di dapil Sape Lambu mencintai maman, dengan satu parameter dari sejumlah parameter lainnya tentu Maman sangat layak dan pantas untuk menjadi Bupati Bima Periode 2020-2025.
Rapat Lintas Pentolan Partai Politik inipun memberikan gambaran awal bahwa sosok maman adalah sosok yang sangat bisa diterima oleh lintas partai politik yang In sha Allah akan menjadi salah satu petarung dalam Pilkada 2020 nanti.
Masih Menurut Edy Muhlis bahwasannya Rapat Lintas Pentolan Partai politik semata mata dilakukan karena melihat sosok Maman selama menjadi Dewan tidak pernah tercela. Bahkan dirinyapun mengakui kalau Maman adalah politisi Multi talenta yang sangat menguasai alur alur pemerintahan. “Maman salah satu Anggota Dewan yang sangat memahami tata kelola pemerintahan dengan baik dan cermat” demikian ujar Edy Muhlis.
Sementara Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Muhammad Aminurlah, SE sejak awal sudah katakan PAN memiliki kader untuk mengusung di Pilkada kabupaten Bima 2020.
“Tidak ada lagi ke ragua raguan, in sha Allah PAN tetap mengusung kader terbaik PAN dalam Kontestasi Pilkada Kabupaten Bima 2020” ujar Maman sapaan akrab Ketua DPD PAN ini. (//arif)

Gubernur Beri Kode Dukung Dahlan Untuk Bupati Bima 2020

Bimantika.net

Gubernur NTB, DR. Zulkieflimansyah,SE, MSc tidak membantah menyebut Bupati pada Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Nor pada sebuah kegiatan kemarin yang diselenggaran di Bima NTB. Begitu juga halnya dengan Herman Edison yang ikut pada kegiatan TDA itu adalah Sahabatnya sejak lama.
Namun yang menjadi unik adalah ketika Gubernur berkali kali menyebutkan Dahlan sebagai Bupati Bima.
“Sekelas Doktor Zul gak mungkinlah menyebutkan Bupati pada Wabup kalau itu bukan sebuah isyarat bahwa beliau Dukung penuh Wabup Bika menjadi Bupati Bima kedepan 2020-2025” demikian ujar Sumber Bimantika.net yang juga sebagai dosen Di salah satu kampus di wulayah Kabupaten Bima.
Lanjutnya bahwa isyarat itu sangat kuat karena Dahlan memang mau dijadikan kader partainya Gubernur yakni PKS.
Gubernur Zul mengungkaokan bahwa dirinya tidak membantah memanggil Wabup sebagai Bupati saat ditemui awak media di ruang VIP bandara Salahudin Bima sebelum bertemu Warga Desa Sanolo Kecamatan Bolo.

Doktor Zul sapaan akrab Gubernur NTB sebut bahwa semuanya itu benar bahwa dirinya memanggil wakil bupati pada momen acara sebagai Bupati Bima. Hal itu tidak ada maksud apa-apa karena menurut dirinya Pak Dahlan juga adalah sahabatnya
Di tanya soal dukungan PKS pada pilkada kabupaten Bima 2020 ? Dengan santai Doktor Zul menyebut bahwa itu adalah ranah partai yang memiliki mekaniame. Dan membernarkan ada beberapa nama yang sudah diinventariair oleh PKS untuk di endoors menjadi Calon Bupati dan atau Wakil Bupati Bima.
“itu memang benar, Mengingat ada beberapa orang yang telah mendaftar di partai PKS pada pilkada serentak di wilayah NTB,” tutur EA I NTB.

Doktor Zul memberikan bahasa penekanan bahwa dirinya akan mendukung salah satu calon untuk pilkada kabupaten bima tahun 2020 dimana partai PKS akan mengirim dutanya,entah Bupati atau Wakil pada beberapa daerah yang melaksanakan pilkada.

“Siapapun yang diutus partai kita tunggu saja. Semua kembali pada partai,” tuturnya.
Hasil liputan bimantika.net sebelumnya bahwa koalisi khusus dikabupaten Bima memungkinkan sekali PKS Gerindra dan PAN bergabung mengikuti jejak koalisi Nasional (Rif//)

TP. PKK Kecamatan Lambu, Juara Lomba Cipta Menu Beragam

Bimantika.net
Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis Sumber Daya Lokal  antar TP. PKK Kecamatan bertema “Pangan Beragam untuk Generasi Yang Cerdas” dan diselenggarakan atas kerjasama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan TP.PKK Kabupaten Bima yang berlangsung Selasa (20/8) di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima berhasil mengantar Tim Penggerak PKK Kecamatan Lambu meraih juara I dan mendapatkan Uang pembinaan Rp 5 Juta pada lomba tahunan tersebut.

Kepala Bidang Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Kabupaten Bima Khairul Munir, SP Usai lomba mengatakan, ”Tim TP. PKK Kecamatan Lambu yang menyajikan paduan menu nasi tiga ubi, rendang jantung pisang, sate tempe acem dan pie ikan tersebut berhasil memikat para juri lomba yang mengusung secara ketat kriteria standar harga, keaslian bahan pangan lokal, mudah dijumpai, pengganti nasi dengan tiga pilihan (jagung, ubi, singkong), sayuran komoditi unggulan dan berbahan ikan”. Ungkapnya.
“Juara II diraih TP.PKK Kecamatan Sape dan mendapatkan hadiah Rp 4 juta, Juara III diraih TP. PKK PKK Kecamatan Donggo yang berhak membawa pulang uang pembinaan Rp 3 juta. Tim juri juga menetapkan TP. PKK Kecamatan Wera sebagai peraih Juara Harapan I dan mendapatkan hadiah Rp 2 juta, disusul TP PKK Kecamatan Monta pada posisi Juara Harapan II dengan hadiah 1,5 juta dan TP. PKK Kecamatan Woha pada Juara Harapan III dengan hadiah 1,25 juta.
Disamping itu Tim juri juga menetapkan TP. PKK Kecamatan Madapangga meraih Juara Favorit pada lomba tahun ini dengan hadiah Rp. 1,25 juta. Selain hadiah uang pembinaan, para juara juga diberikan piala dan piagam penghargaan”. Jelas pria yang akrab disapa Irul ini.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. Syaifudin mengatakan lomba tahun ini melibatkan tim juri yang berasal dari unsur Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima, ahli gizi dan ahli kuliner.
“Format lomba tahun 2019 secara utuh menerapkan pola yang ditetapkan pada lomba secara nasional, dan hal ini juga akan memperkaya materi Tim Kabupaten Bima sebagai duta provinsi NTB yang akan mengikuti lomba yang sama pada tingkat nasional memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diselenggarakan di kota Kendari bulan Oktober mendatang”. Terang Syaifudin.
Pada tahun ini, “Kategori yang dilombakan yaitu display paket lengkap makan siang (lunchbox) B2SA yang merupakan salah satu dari tiga klaster yaitu klaster serelia, klaster sagu, dan klaster umbi-umbian yang disesuaikan dengan potensi pangan masing-masing wilayah”. Ungkapnya.
(//dkap//tkpd)

Hj. Rostiati: TP. PKK Harus “Pintar” Memanfaatkan Peluang

Bimantika.net
Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis Sumber Daya Lokal  antar TP. PKK Kecamatan bertema “Pangan Beragam untuk Generasi Yang Cerdas” dan diselenggarakan atas kerjasama Dinas Ketahanan Pangan dan TP.PKK Kabupaten Bima ini ditujukan untuk menggali kreativitas anggota TP.PKK kecamatan dalam menciptakan dan mengembangkan resep masakan yang beragam, bergizi seimbang dan aman bersumber bahan pangan lokal seperti sagu, umbi – umbian, pisang, talas, sukun yang cukup tersedia di daerah kita.

“Karena itu seluruh peserta harus pintar dan bijak membaca peluang, dengan demikian, ke depan akan tumbuh kembang aneka kreasi makanan yang dapat menjadi salah satu alternatif pilihan makanan keluarga serta membuka peluang bisnis kuliner yang mendatangkan nilai ekonomis. Aspek lainy yang jauh lebih penting adalah, kita sedikit demi sedikit bisa mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi makanan beras”. Demikian Ungkap Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan, S.Pd saat memberikan sambutan pada Lomba Cipta Menu B2SA tersebut.
Hj. Rostiati dalam arahan pada lomba yang turut dihadiri Asisten II Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. H. Nurdin, Kadis Ketahanan Pangan Ir. Syaifudin, beberapa Kepala Perangkat Daerah dan Camat tersebut, “Lomba Cipta Menu diharapkan dapat memberikan manfaat positif terkait informasi pangan bergizi dan seimbang yang berasal dari sumber daya lokal”. Kata Rostiati.
Sebelumnya, Asisten II Setda Ir. H. Nurdin yang mewakili Bupati Bima dalam sambutannya mengungkapka, “penganekaragaman dan konsumsi pangan merupakan salah satu upaya yang terus dilakukan untuk menghasilkan sumberdaya manusia berkualitas dan unggul melalui perbaikan pola konsumsi pangan masyarakatbaik dari aspek jenis, sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral pangan”. 
Upaya ini akan dapat diwujudkan apabila pola konsumsi makanan sehari-hari dilakukan secara tepat, mengandung zat gizi lengkap sesuai kebutuhan tubuh, dalam asupan berimbang dan kemampuan memperhatikan daya beli masyarakat”. Terang Mantan Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan ini.
Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima Ir. Syaifudin dalam laporannya mengatakan, Lomba Cipta menu yang melibatkan TP. PKK Kecamatan Se-Kabupaten Bima ini merupakan wahana untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pangan tidak hanya nasi (beras dan terigu) tetapi masih banyak pangan alternatif yang dapat mengganti beras dan terigu sebagai sumber karbohidrat”. Terangnya.
Dikatakan Syaifudin, “Selain untuk meningkatkan citra pangan lokal, lomba cipta menu ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam mengembangkan dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal”. Tutupnya.
(//arif/dkp//tkdp)

Aksi Demo Depan Kantor Desa Dapat Pengawalan Ketat Aparat Gabungan dan Pemdes Dena Tanggapi

Bima, BimaNtika.Net-

Pada hari senin tanggal 19 Agustus 2019 Aliansi Pemuda Peduli Desa bersama HIPMAH, FKMD- BM dan HIMA MPB gelar kegiatan aksi demonstrasi menyampaikan orasi tuntutan di depan Halaman Kantor Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima saat pantauan media BimaNtika.Net.

Dalam rangka kegiatan Aksi Demonstrasi yang di gelar tersebut mendapat pengawalan extra ketat dari aparat gabungan Kepolisian Polsek Madapangga dan Polsek Bolo Serta Jajaran Anggota TNI Koramil 1608/02 Bolo ini berlangsung sekitar pukul 08:35 wita. karena dalam hal kegiatan aksi demonstrasinya mereka tersebut meminta pihak pemerintah Desa dena untuk melakukan keterbukaan terkait pengerjaan pagrisasi rumah warga yang belum terselesaikan.

Sehingga dari pada itu pula pihak aksi demonstrasi juga menuntut terhadap akses jalan gang yang berada di Rt 21 yang kini mereka nilai tidak layak untuk digunakan, Padahal kata mereka ( Aksi red) dalam kesehariannya warga sangat membutuhkan akses gang tersebut untuk diperbaiki “daur ulang” , namun oleh pihak pemerintah desa terkait, justru tidak pernah berpikir dan sadar akan anggaran yang digunakannya.

SURAT PERNYATAAN

Tuntutan para aksi tersebut akan menjadi problematika bilamana pihak pemerintah desa tidak responisasi tiga hal tuntutan mereka seperti terkait keterbukaan dan transparasi Dana Desa Tahun 2018- 2019, Keterbukaan Anggaran Pagarisasi Rumah Warga, serta Hentikan tumpang tindih terhadap Rt 21.

Qaidul Ilfani dirinya selaku koordinator Lapangan Masa Aksi ( Korlap), dalam penyampaian maupun melontarkan suara orasi kilatnya bahwa terkait apa yang menjadi sebuah tuntutannya tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap sikap pemerintah desa dena yang dinilai pembohong publik.

” Dirinya dan bersama masa aksi demonstrasi berharap terhadap pihak pemerintah desa jangan terus melakukan pembodohan publik, kita butuh pemerintah yang jujur dan bukan pemerintah “Culas”. Terangnya.

Sementara pada saat berlangsungnya kegiatan aksi demonstrasi akhir depan Kantor Camat Madapangga guna menghadirkan Pemdes Dena yang digelar oleh Aliansi Pemuda Peduli Desa,HIPMAH,FKMD-BM dan HIMA MPB terkait tuntutan aksi demonstrasi tersebut mendapatkan tanggapan dari Pemdes Dena sehubungan dengan adanya tuntutan terkait serta audensi langsung besama Pemdes Dena dan Camat Madapangga dengan masa aksi demonstrasi tersebut di ruangan kantor camat madapangga hingga berita ini Media Online BimaNtika.Net khabarkan.

Lanjut Qaidul Ilfani ; Adapun bentuk dibuatkan surat pernyataan yang telah di tanggapi oleh pemerintah desa dena tersebut pada hari hari senin tanggal 19 agustus 2019 telah disepakati bahwa sebagaimana tuntutan dari aksi demonstrasi tersebut yang berkaitan dengan kegiatan Rabatnisasi Gang di RT 21 RW 01 Desa Dena, Pemerintah Desa Dena yang dalam hal ini Syamsuddin Har dirinya selaku Kepala Desa Dena menyatakan bahwa kegiatan sebagaimana yang menjadi tuntutan tersebut dikerjakan pada anggaran perubahan APBDes Desa Dena Tahun anggaran 2019, Apabila kami dari Pemdes Dena tidak melaksanakan kegiatan pada tahun anggaran 2019 ini maka kami siap menerima segala konsekuensi sesuai hukum yang berlaku,Demikian surat pernyataan yang dibuat oleh kami dapat pergunakan sebagaimana mestinya.

Pembenahan Tatakelola, Solusi Atasi Kisruh Garam Rakyat

Bimantika.net
Menanggapi sejumlah aspirasi yang disampaikan elemen masyarakat berkaitan dengan anjloknya harga garam di kabupaten Bima, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma, M.Si Senin (19/8) mengungkapkan, “Kabupaten Bima merupakan lokomotif pembangunan sektor perikanan sebagai penyangga industrialisasi garam di NTB yang menitik beratkan pembangunan kawasan dengan mengedepankan prinsip efisiensi dan optimalisasi penggunaan lahan (minapolitan).

Sebagai sebuah komoditas unggulan yang menjadi prioritas di NTB, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bima, Pemerintah Provinsi NTB dan Kementerian Kelauatan dan Perikanan RI dalam pengelolaan garam dalam dari hulu sampai hilir diharapkan mampu memberikan solusi terhadap masalah harga rendah dan tidak stabil komoditas garam yang disebabkan rendahnya kualitas garam rakyat sementara dominan konsumennya di Jawa.

Sejalan dengan kebijakan diatas, Gubernur NTB telah menetapkan Roadmap Tahun 2020 -2024 dimana Kabuaten Bima menjadi salah satu kawasan pengembangan industri garam di NTB. Hal ini diharapkan memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan petani garam, khususnya di kabupaten Bima.

Dikatakan Hj. Nurma, dalam lima tahun kedepan, Pemerintah telah merancang skema industrialisasi garam dan pada tahun 2020 dititik beratkan pada upaya memperkuat IKM/UKM pengolah garam untuk menyediakan garam kemasan berstandar untuk konsumsi masyarakat NTB. “bahkan dengan inovasi kita dilakukan pengembangan untuk menghasilkan aneka produk garam sehingga pasar tidak hanya tergantung konsumen luar daerah”. Terangnya.

“Mengingat tingginya volume garam rakyat yang mencapai 296.000 ton pada tahun 2018, pemerintah juga berkomitmen membangun sarana pengolahan garam industri untuk menyediakan kebutuhan berbagai pabrik dan industri besar diluar daerah. Disamping pada saat yang sama tetap memberikan edukasi terkait penerapan teknologi produksi garam di sisi hulu (tambak) sehingga produksi garam rakyat berkualitas sebagai syarat dapat dibeli oleh pabrik.

Untuk mendukung kebijakan Gubernur, di tingkat kabupaten Bima, Bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE telah menanda tangani kuota penyerapan garam Rakyat sebanyak 40 ribu ton garam kualitas K1 dan K2 dengan PT. Garam Nasional. Selanjutnya juga dilakukan perjanjian dengan petani garam untuk menjamin ketersediaan kualitas garam sesuai kebutuhan perusahaan dan komitmen perusahaan yang akan membeli garam sesuai harga yang disepakati bersama. Jelas Nurma

Disamping itu, untuk mendorong pengembangan kawasan industri garam minggu lalu Bupati Bima juga telah menanda tangani jaminan kesiapan lokasi seluas 5 Ha. Bagi pemerintah kabupaten Bima penigkatan kualitas garam secara berkelanjutan menjadi titik berat pengembangan industri garam rakyat dengan menganggarkan pembelian geoisolaror melalui APBD tahun anggaran 2019. Tahun ini, pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima juga telah memperjuangkan dana Rp 3,4 milyar di Kementerian KKP untuk pembelian geoisolator. Tutup Nurma.
( dkp//arif//tkpd)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom