Bumi sejuta sapi, Ide Besar Gubernur NTB

Bimantika.net

Gagasan ingin menjadikan NTB sebagai sentra peternakan terbesar di Indonesia patut kita apreseasi karena gagasan itu kemudian diderifasikan dalam misi menjadikan NTB bumi sejuta sapi, Demikian Ungkap Darus saat dimintai tanggapannya oleh Crew Bimantika.net pada hari senin (2/9/2019)
Dirinya menjelaskan bahwa
Ide besar tersebut mengkonfirmasi kepada public bahwa pemimpin NTB memahami betul potensi yang dimiliki NTB sebagai negeri agraris yang memiliki sejarah besar dan panjang dalam soal peternakan terutama peternakan sapi.

Gagasan tersebut juga mendapat apreseasi dari pemerintahan pusat yang ingin indonesia 2023 menjadi negara swasembada daging dan NTB kemudian menjadi provinsi terdepan untuk menjawab persoalan import daging di negeri ini.
“Keseriusan tersebut semakin membuat kita optimis melalui revisi penetapan kawasan peternakan yang tengah serius dilakukan oleh pemerintah NTB serta prioritas membangun industri pakan yang representative pada tahun 2020 diwilayah sumbawa” ungkap Darus.
Mantan Mentor Pilkada Kota Bima yang dikenal dengan papan putih tersebut melanjutkan bahwa
Pemimpin NTB memahami betul bahwa NTB memiliki paling sedikit tiga point untuk menopang gagasan brilian tersebut, pertama, ketersediaan lahan atau kawasan untuk pengembangan sektor peternakan yang sangat sangat luas mulai dari sumbawa hingga Bima.

Kedua, basis sosiologis masyarakat NTB yang telah mendarah daging dengan sektor peternakan, artinya sumber daya manusia NTB memiliki pengalaman dan kesiapan untuk mensukseskan NTB sebagai sentra peternakan di Indonesia
masih Menurut Darus,
Ketika potensi pakan atau bahan baku pakan sapi masih sangat melimpah dan belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya termasuk jagung yang diproduksi diwilayah NTB secara umum dijadikan sebagai bahan baku pakan ternak.

Tiga point tersebut merupakan potensj yang selama ini belum dimaksimalkan, sehingga gagasan brilian pemimpin NTB hari ini seolah menjawab kebuntuan akan persoalan mendasar diwilayah NTB.

Rasanya ide besar ini selaras dengan ajaran ” dan hewan ternak telah diciptakanNya untuk kamu padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat dan sebagiannya kamu makan (QS. An-Nahl : 5). Serta relevan dengan pepatah yang mengatakan ” negeri yang kaya ternak tidak akan miskin, negeri yang miskin ternak tidak akan kaya.

Artinya gagasan bumi sejuta sapi merupakan implementasi dari cara pemimpin NTB menjadikan provinsi NTB sebagai negeri yang kaya ternak sehingga menjadi negeri yang kaya dan tidak akan miskin. (//arif//yaumul Ma’ruf//abid)

Peternakan solusi kekuatan ekonomi dan kelestarian alam Kota Bima

Bimantika.net

Salah seorang mentor Pemenangan Pasangan Lutfi Ferry saat Pilkada Kota Bima 2018 silam, Darus, yang dikenal dengan papan Putihnya pada Bimantika net senin (2/9/2019) menyebutkan bahwa
Gagasan untuk menjadikan Kota Bima sebagai kota swasembada dan pengekdport daging merupakan gagasan brilian dan bentuk nyata dari optimalisasi potensi yang ada di Kota Bima.
Menurut Darus,
Secara historis Kota Bima merupakan kawasan pelepasan ternak terutama pada wilayah dataran tinggi, bahkan sumber ekonomi masyarakat Kota pada masa tersebut adalah peternakan dan didominasi oleh wilayah dataran tinggi.
“Artinya pemerintah menyadari betul bahwa pembangunan Kota Bima kedepan harus berbasis potensi terutama sektor peternakan yang sudah menjadi bagian dan urat nadi dari kehidupan masyarakat Kota Bima terutama di tiga kecamatan yaitu Raba, Rasanae Timur dan Asakota” jelasnya
Lanjut Darus,
Pengembangan sektor peternakan tersebut sekaligus sebagai bentuk reorientasi pembangunan basis ekonomi fundamental yang sesuai dengan potensi SDM dan topografi Kota Bima serta sebagai upaya melestarikan kebudayaan adiluhung yang telah diwariskan oleh para leluhur Bima.
“Leluhur tidak hanya mengajarkan bahwa peternakan sebagai kekuatan ekonomi serta kemakmuran tetapi juga mengajarkan bahwa peternakan merupakan urat nadi dari kelestarian alam. Artinya jika peternakan diabaikan maka alampun akan ikut hancur” ungkapnya.
Selanjutnya Darus Berpendapat,
Ajaran tersebut hari ini sangat terasa. Disaat peternakan tidak lagi menjadi sumber ekonomi, saat itu pula kelestarian alam hancur. Pohon pohon ditebang membabi buta untuk dijual sebagai sumber ekonomi baru. Kemudian setelah pohon habis tertebang ladang pegunungan dibakar untuk dijadikan lahan pertanian tadahujan, untuk dijadikan sebagai sumber ekonomi baru.
Menurutnya, Optimalisasi pemanfaatan kawasan dataran tinggi sebagai pengembangan sektor peternakan di Kota Bima merupakan solusi tepat untuk menjawab tantangan penguatan ekonomi berbasis potensi sekaligus mengembalikan kelestarian alam dataran tinggi.

Pembangunan kandang kolektif yang dipadukan dengan konsep terintegrasi pada lahan lahan potensial didataran tinggi dapat menjadi pilot project yang kedepannya akan berkembang menjadi kawasan peternakan seiring dengan perbaikan ekosistem dataran tinggi setahap demi setahap.

“Konsep tersebut selaras dengan focus pemerintah provinsi yang ingin menjadikan NTB sebagai sentra peternakan sapi di Indonesia melalui program strategis ” bumi sejuta sapi “, demikian Ungkap Darus.
Masih menurut Darus, sebagai pengejewantahan dari program swasembada daging Indonesia yang dicanangkan oleh pemerintahan pusat.
Jika pengembangan tersebut dilakukan, kedepan dataran tinggi akan kembali hijau oleh pohon atau tanaman buah serta dipenuhi oleh ternak yang melimpah sebagaimana sedia kala dimana jumlah populasi ternak didataran tinggi Kota Bima jauh melampaui jumlah populasi manusia yang ada di perkotaan.

Dengan demikian Kota Bima tidak hanya akan menjadi Kota swasembada daging tetapi menjadi Kota pengekspor daging karena memang permintaan pasar terhadap daging unlimitide, sehingga kesejahteraan dan kemakmuran itu menjadi nyata bagi warga Kota Bima. (//arif)

Matematika Peternakan dan Kemakmuran Kota Bima

Oleh : Darussalam

Di kota ini ada lahan tegalan/ladang seluas 7.191 Ha. Kalo kemudian kita jadikan 2.000 Ha saja sebagai areal pengembangan industri peternakan terutama peternakan sapi dengan pola kandang kolektif pada masing masing rata rata 1 Ha lahan, maka didapati ada 2.000 kandang kolektif.

Jika persatu kandang kolektif tersebut berkapasitas 100 ekor, maka ada 20.000 ekor sapi penggemukan yang dapat dipanen pertiga bulan di Kota Bima. Artinya jika setahun maka jumlah panen sapi potong mencapai 80.000 ekor.

Jika persatu kandang dikelola oleh 10 orang anggota kelompok, berarti ada 20.000 orang yang bekerja dan menjadikan sektor peternakan sapi sebagai sumber ekonomi utama di Kota Bima.

Kemudian dari bagi hasil keuntungan penjualan sapi, satu anggota kelompok mendapatkan Rp. 1.000.000/ekor, maka seorang anggota kelompok bisa mendapatkan keuntungan Rp. 10.000.000 persekali panen (tiga bulan). Artinya seorang pengelola kandang atau anggota kelompok mendapatkan penghasilan bulanan sebesar Rp. 3.333.333.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 10.000 lapangan kerja teratasi mempaui target, kesejahteraan n kemakmuran tercapai karena ada tambahan 20.000 orang/kk berpenghasilan lebih dari Rp. 3.300.000 sebulan.

Di sisi lain Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sebagai salah satu segment pasar sapi potong, akan sangat mungkin memproduksi daging 50 ton perbulan. Jal tersebut mengkonfirmasi bahwa Kota Bima menjadi salah satu industri peternakan yang representatif, serta tidak hanya menjadi daerah swasembada daging tetapi menjadi Kota pengekspor daging.

Selain akan mengiatkan hadirnya industri olahan daging, juga akan melahirkan industri kulit sapi, industri organik memanfaatkan rumen sapi dan banyak varian lainnya yang akan menjadi stimulan hadirnya industri industri lainnya.

Jadi terbayang bahwa lapangan kerja semakin terbuka luas dengan hadirnya berbagai industri baru tersebut. Hal ini rasanya sesuai dengan pepatah arab yang mengatakan bahwa ” negeri yang kaya ternak tidak akan pernah miskin, negeri yang miskin ternak tidak akan pernah kaya. (//arif)

Baperjakat tempatkan Sarjana Pertanian jadi Kabag Humas, management Amburadul Pemkot Bima

Bimantika.net

Baperjakat pemerintahan Kota Bima salah menempatkan posisi personal seorang Kabag Humas yang berlatar belakang sarjana Pertanian. Mestinya Baperjakat menilai seseorang yang diangkat dalam jabatannya haruslah menilai juga dari aspek disiplin ilmunya sehingga dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya bisa selaras antara disiplin ilmu nya dengan bagian yang ditempati. “Baperjakat Kota Bima sama sekali tidak ptofesional menempatkan ASN utamanya Kabag Humas sebagai corong Pemerintahan Kota Bima seorang yang berlatar belakang sarjana pendidikan” demikian uangkap Sumber Bimantika.net yang juga Sebagai Tokoh LSM Kota Bima M. Hadi.
Menurutnya Baperjakat sama sekali tidak mempertimbangkan segala hal sehingga penempatan seseorang dalam job nya jauh dari harapan masyarakat Kota Bima. Tagline Bangkit menuju Perubahan tidak akan bermakna apa apa kalau tim kerja Walikota Bima sama sekali tidak mampu menterjemahkan segala tata aturan itu dengan baik dan benar. Sehingga bisa jadi Terjadinya teguran keras dari Komisi Aparatur Sipil Negara pada Walikota Bima salah satunya adalah tidak sesuainya disiplin ilmu seseorang yang ditempatkan pada job yang di lantik. Lanjutnya bahwa sesungguhnya penempatan ini sangat amburadul seorang sarjana pertanian bisa ditempatkan sebagai Kabag Humas. “Padahal ratusan sarjana starata satu dan Magister ilmu Komunikasi di Pemkot Bima, kok ini di ambil sarjana Pertanian, ini kan tidak sesuai harapan jadinya” demikian ujarnya. (//arif)

Walikota Bima Tegaskan Tidak Ada Mahar Saat Mutasi dan Recruitmen Honor

Bimantika.net

Adanya berita Bimantika.net online dengan judul diduga kuat walikota bima memasang tarif untuk pejabat dan rekruitmen para honorer pada hari sabtu (31/8/2019) kemarin, kini Pemerintah Kota Bima melalui Kasubag Humas, Dian Memberikan klarifikasi. Menurutnya klarifikasi itu adalah hak jawab pemerintah kota Bima terkait pemberitaan. “Mohon dimasukan nama Pak Kabag H. Abdul Malik, M.Ap karena saya hanya Kasubag bang, itu sudah menjadi protap pekerjaan kami semuanya wajib atas nama Kabag Pak Malik” ungkap Dian melalui saluran WhatsApp nya yang ditujukan pada Pimpinan redaksi Bimantika.net.
Menurutnya,
Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE membantah informasi yang menyebut ada uang mahar ataupun tarif saat mutasi dan recruitmen honor di Lingkungan Pemerintah Kota Bima.

Sebagaimana disampaikannya pada berbagai kesempatan bahwa proses rotasi dan mutasi murni karena kebutuhan organisasi dengan mempertimbangkan kelayakan dan berdasarkan penilaian dari Baperjakat.

Mutasi dan rotasi yang dilakukan itu bertujuan untuk mempercepat pencapaian visi-misi yang didukung oleh aparatur sipil negara (ASN) yang profesional.

Sejak awal Walikota dan Wakil Walikota Bima berkomitmen untuk menyeleksi betul pejabat yang berpotensi dan profesional untuk ditempatkan sesuai dengan bidang dan kemampuannya. Kami dari awal berkomitmen untuk mewujudkan Kota Bima sebagai Kota yang Beradab.

Demikian pula dengan recruitmen honorer, tidak ada pungutan pada recruitmen honorer dan belum ada recruitmen pada satpol PP Kota Bima sebagaimana yang berkembang di media sosial.

Jika ada pemungutan liar yang diketahui diharapkan kepada masyarakat agar melaporkan tindakan tersebut kepada pihak penegak hukum, agar bisa diproses hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Dan apabila ada oknum ASN yang diketahui terlibat pungutan liar agar dilaporkan kepada inspektorat agar apat diproses dan diberikan sanksi sebagaimana mestinya. Siapa yang bayar, kepada siapa, berapa jumlahnya, agar bisa diusut secara tuntas, agar tidak menimbulkan fitnah.

Diharapkannya Masyarakat juga tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi isu yang belum diketahui kebenarannya. Isu yang berkembang di media sosial murni merupakan tindakan oknum dan tidak ada keterkaitan dengan pemerintah Kota Bima.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya berupaya melakukan pembenahan di internal serta menyempurnakan jalannya roda pembangunan yang ada di Kota Bima sebagaimana visi dan misi yang diusung oleh Walikota Bima dan Wakil Walikota Bima. Diharapkan upaya pembenahan yang sedang dilakukan ini tidak terhambat dengan berbagai isu yang belum terbukti kebenarannya tersebut. (//arif)

Pembangunan Mushola Al – Amin Ditandai Dengan Peletakan Batu Pertama

Bimantika.net

Pembangunan mushola Al – Amin Desa Ragi Kecamatan Palibelo ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Bima, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Camat Palibelo beserta perangkatnya, warga masyarakat desa ragi kecamatan Palibelo serta panitia pelaksana pembangunan masjid, pada hari Sabtu ( 31/8).
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dalam arahan mengatakan bahwa dengan dilakukanya peletakan batu pertama pembangunan musholla ini kedepannya warga masyarakat dapat memanfaatkan sarana dan prasarana musholla tersebut dengan melakukan kegiatan sholat 5 (lima) waktu sehari semalam serta kegiatan keagamaan lainnya, sehingga keberadaan musholla ini dapat bermanfaat bagi kita selaku umat muslim.
Oleh karenanya keberadaan musholla ini harus dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya terutama di bidang keagamaan sehingga syiar islam di desa Ragi akan menggema dan mengumandangkan asma Allah.
Dengan dilaksanakanya pembangunan musholla Al – Amin ini mari kita selaku warga masyarakat desa Ragi kecamatan Palibelo agar kita kawal bersama pembangunanya sehingga pada saatnya nanti pembangunan mushola tersebut dapat kita manfaatkan secara bersama – sama. Ujarnya.
Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE berharap selain sebagai tempat ibadah, musholla ini dapat dimanfaatkan dengan kegiatan keagamaan sehingga 2 (dua) program Pemerintah Daerah yang kami laksanakan dapat dirasakan oleh warga masyarakat yaitu program jum’at khusyu dan membumikan Al – Qur’an.
Momentum tersebut selain melakukan peletakan batu pertama, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE secara pribadi menyerahkan bantuan dana Rp. 5 Juta untuk kelanjutan pembangunan musholla tersebut yang diterima oleh panitia pembangunan musholla Al – Amin yaitu bapak Drs. A. Rajak. (Zen//humas)

Timses Walikota Bantah Ada Penarikan Sejumlah Uang Untuk Para Honorer

Bimantika.net

Adanya Berita Dari Aktivis Johan Jauhari yang menduga ada Oknum tim sukses Walikota Bima yang menarik sejumlah rente pada beberapa Honor daerah di media online Bimantika.net dibantah keras oleh wakil Sekretaris DPC PKB Kota Bika, M. Ardyan. Pada bimantika.net dirinya menyebut bahwa ada yang tidak sehat dari sebagian kalangan yg merasa diri aktifis di negeri ini adalah mereka gampang sekali menyebarkan tuduhan hanya berdasarkan dugaan yang tidak didukung oleh bukti dan fakta.
Pernyataan dan tuduhan itu hanya didasarkan pada dugaan dan opini sepihak yg tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Opini liar yg hanya didasarkan pada dugaan hanya akan menjadi fitnah dimasyarakat” ujarnya.
Lanjutnya apakah kita siap menerima dosa jariyah akibat dari fitnah yg kita sebarkan dan menjadi konsumsi masyarakat. Dirinya menghimbau kita semua agar menjaga lisan dan tulisan kita. Dan kalau memang itu sebuah kebenaran silakan dilaporkan pada pihak terkait untuk diambil tindakan secara hukum.
dirinyapun pada Bimantika.net menyebut bahwa
Tulisan singkat ini sebagai bantahan dan hak jawab kami dari partai pengusung dan tim lutfer terkait pernyataan johan jauhari atas tuduhan kepada walikota bima HML yang diduga kuat menarik sejumlah uang pada pejabat yang dilantik mulai dari eselom empat hingga eselon dua.
Masih Menurut Ardyan bahwa Sebagai manusia biasa, seorang Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) tidak luput dari kekurangan, untuk itu saran dan kritik dari berbagai pihak kami terbuka dan menerima masukan itu, selama masukan dan kritik itu untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama. Sebagai kader PKB dirinya bukanlah pendukung buta dan menutup mata, kritik dan saran tetap kami berikan kepada walikota, kalau ada prestasi kita apresiasi, “begitulah sinergitas yg kami bangun dalam mendukung pemerintahan ini, Obyektifitas tetap harus dikedepankan, karena subyektifitas itu tidak sehat dlm menilai sebuah permasalahan” tegas Ardyan. Dirinyapun mempersilahkan pada bung johan sampaikan kritiknya, mau lewat PKB juga boleh, kami terbuka untuk itu. (//arif)

Final liga 3 Zona Pulau Sumbawa di Lapangan Dena Madapangga, Herman Effendy Bercita-cita Jadikan Lapangan Dena Gor Mini

Bimantika.net
Sebelumnya Lapangan sepakbola Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima hanya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk ikat ternak mereka seperti Kambing dan sapi, sesekali digunakan untuk menjemur Padi bahkan nyaris tidak termanfaatkan dengan baik layaknya sebagai lapangan Bola. Hal ini tentu menggugah hati seorang Warga Dena Yang juga pengamat Olahraga Bola, Herman Effendy, S. Sos untuk mengubah semua itu menjadi sarana dan prasarana yang layak dipakai pertandingan dan kompetisi liga l.
“Ini adalah prestasi yang diukir oleh bang Herman Effendy dengan tinta emas” ungkap warga.
Bahkan salah seorang Wara dalam Akun Facebook pribadinya memosting lapangan sepak bola dengan narasi yang sungguh sangat luar biasa memberi apresiasi pada Herman Effendy.
“Lapangan Sepak Bola Dena, Layak Jadi Tempat Kompetisi, Kami masyarakat Kabupaten Bima Khususnya Kecamatan Madapangga bangga padamu abangku Herman Effendy, berkat perjuangan abang yang mampu memoles Lapangan Desa Dena sehingga lapangan tersebut dianggap layak dijadikan sebagai lokasi digelarnya Laga Final Leg Ke II FINAL LIGA 3 antara PERSEBI DAN PSKT Sumbawa.

Dan ini juga akan menjadi Laga syarat emosional karena disatu sisi abang sebagai Manager di PSKT dan disisi lain abang sebagai salah satu putra terbaik Kabupaten Bima saat ini.

Pun ini akan menjadi pertarungan gengsi antara abang dengan sang Keponakan yang menjadi EL CAPITANO DI PERSEBI Kabupaten Bima adinda Chairul.

Ayok anak muda,,
Ayok PERSEBI,,
Raih kemenangan di Leg I atau minimal hasil imbang karena di Leg ke II kita diuntungkan sebagai tuan rumah. Demikia ungkap salah satu warga dalam Akun Facebooknya.
Herman Effendy, S. Sos yang dimintai komentarnya mengaku bahwa dirinya insya Allah akan terus “korbankan” waktu dan materi untuk urusan sepakbola. Sebagai Manager PSKT Sumbawa Barat, Putra Asli Madapanga ini katakan bahwa PSKT Sumbawa Barat sudah sangat siap hadapi Persebi Bima. “PSKT KSB sudah Sangat Siap layani permainan Persebi Bima” ungkapnya.
Ditanya soal Langkah kedepan sebagai Putra Asli Bima dalam hal Olahraga Bola dengan tegas Herman Effendy katakan bahwa dirinya akan terus berbuat dan berkarya untuk urusan sepak bola sehingga sejak dulu dirinya lakukan upaya permak Lapangan Bola Dena tersebut. “Saya akan terus berkarya dan terus permak lapangan sepakbola Dena hingga dijadikan lapangan percontohan sebuah contoh Gor mini di Kabupaten Bima”demikian cita cita Herman. (//arif)

Stand DPMPTSP Kabupaten Bima Meriahkan NTB Expo 2019

Bimantika.net

Tahun ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kabupaten Bima mengikuti Pameran The 17 th NTB EXPO 2019 yang berlangsung selama lima hari tanggal 29 Agustus sampai dengan 02 September 2019 di Komplek Islamic Centre (IC) NTB Kepala DPMPTSP Kabupaten Bima Drs. Agus Salim M.Si Kamis (29/8) mengatakan, NTB EXPO 2019 diselenggarakan untuk mendukung kebangkitan UKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan memperluas akses pasar produk unggulan daerah. Juga dalam rangkaian memperingati Hari UMKM Nasional ke-4 tanggal 12 Agustus 2019, memperingati HUT RI ke-74 tanggal 17 Agustus Tahun 2019 serta dalam rangka mendukung penyelenggaraan Symposium Asia Pasific Network (APGN) ke-6 Tahun 2019. Dijelaskanya, event akbar yang berlangsung selama lima hari dan dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB di Komplek Islamic Centre (IC) NTB ini melibatkan para pelaku usaha (Sellers dan Buyers) dan investor dari seluruh Indonesia dengan potensi pengunjung lebih dari 15.000 orang. “Disamping memamerkan informasi potensi dan peluang investasi di kabupaten Bima, Stand DPMPTSP yang bermitra dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Bima juga menampilkan beragam komoditi yang merupakan potensi unggulan di Kabupaten Bima seperti , bibit bawag merah, bibit bawang putih, berbagai jahe bubuk, susu kuda liar dan beragam produk pangan lainnya serta produk olahan seperti bandeng presto dan lain sebagainya “Ungkap Agus. Ditambahkan Agus Salim, DPMPTSP kabupaten Bima juga ikut berpartisipasi pada NTB Expo tahun ini dengan menggandeng beberapa UKM untuk mempromosikan usahanya. “Keikut sertaan UKM merupakan wujud dari komitmen DPMPTSP dala upaya promosi penanaman modal dan fasilitasi usaha kecil dan menengah. Targetnya adalah supya ada perluasan pasar UKM dan kerjasama usaha kecil dan menengah dengan pengusaha besar”. Jelasnya. Selain DPMPTSP, Perangkat daerah lainnya yang berpartisipasi pada NTB Expo tahun ini yaitu Dinas Koperasi dan Dinas Perindag.

(//tkpd)

Izajah Ipa Suka Asli, Cuman Ada Kepentingan Segelintir Oknum Perindo saja

Bimantika.net

Gonjang ganjing internal Partai Perindo Kota Bima makin melebar, hingga saling tuding menuding memakai izasah palsu segala macam berdampak riuh rendah di publik. Sesungguhnya itu hanyalah masalah internal saja di Perindo, cuman karena adanya kepentingan oknum tertentu di Perindo Kota Bima berdampak pada Saling tuding di ruang Publik. Ungkap Johan Jauhari pada Bimantika.net. lanjut Johan bahwa sebenarnya masalahnya sepele terkait perolehan suara internal Partai Perindo Dapil Bima 2 Kota Bima yang meliputi Kcamatan Mpunda Dan RasaNaE Barat. Di dapil tersebut Hj. Ipa Suka ikut berkontestasi di Pileg April 2019. Lalu diinternal partai Ipa Suka mendapat suara tertinggi sehingga KPUD pun lakukan penetapan. Pasca penetapan terjadilah gejolak internal yang mengemuka diruang publik bahwa ada salah seorang Caleg yang juga pengurus Partai yang tidak rela kalau Ipa Suka di Lantik dengan sebuah alasan memakai izasah Palsu. Johan balik bertanya, kalau memang ijazah itu palsu yang di tuntut bukan Ipa Suka nya melainkan Ketua Dan Sekretaris DPC Perindo Kota Bima yang ajukan Ipq suka sebagai Caleg. “Itu kalau mau tuntut jangan tuntut Ipa suka, tapi tuntutlah Ketua dan Sekretaris Perindo yang sejak awal rekomendasikan nama Ipa suka untuk Jadi Caleg” ungkapnya.
Mestinya Ketua dan sekretaris Partai lakukan verifikasi awal saat Ipa suka ajukan diri jadi Caleg, bukan malah sebaliknya, saat KPUD menetapkan Ipa Suka sebagai caleg Terpilih tiba tiba saja oknum pengurus inti Partai yang persoalkan izasah palsunya ipa suka.
“Ini adalah kepentingan terselubung DPC Partai Perindo Kota Bima, harusnya Perindo Kota Bima berterimakasih pada Ipa suka pendulang suara untuk partai bukan malahan semakin dipojokkan secara internal, inilah politik praktis kepentingannya oknum petinggi perindo Kota Bima” ujar Johan.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua DPC Partai perindo Kecamatan Asakota, Alfin Nahruddin pada Bimantika.net menyebutkan bahwa Ipa suka adalah asset partai Perindo sehingga dirinya wajib melakukan advokasi. ” saya tidak punya kepentingan apapun cuman saja saya berkepentingan secara kepartaian bahwa Ipa suka itu adalah asset partai perindo yang harus diselamatkan dari berbagai upaya menjatuhkannya” ujar Bimo sapaan akrab Alfin. Lanjut Bimo, bahwa yang berhak menyatakan izasah Ipa suka itu asli atau palsu adalah pihak aparat penegak hukum yang ditugaskan oleh negara. “Ada lembaga hukum yang menjustifikasi, bukan orang per orang” katanya. Bimo pun menyampaikan bahwa sesungguhnya para penerbit Izasah Paket C nya ipa suka sudah mengakui semua bahwa sesungguhnya izasah itu resmi nama Ipa Suka dan nomor Induk siswa nya. “Tidak ada persoalan sesungguhnya karena dewan pendidikan dan stake holder pendidikan sudah mengakui bahwa izasah itu adalah Asli Punya Ipa Suka” tegas Bimo. (//arif)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom