Isnaini Tantang Debat Terbuka Dengan Ardyansyah Pengurus PKB Kota Bima

Bimantika.net

Direktur Eksekutif INDeP, Muhammad Isnaini AR pada Bimantika.net rabu (11/9/2019) menyatakan bahwa dirinya menganalisa pola kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE sama sekali belum memberikan ke arah yang sesuai dengan harapan masyarakat Kota Bima secara utuh dan menyeluruh. Justru Isnaini berpendapat tim tim sukses dari Walikota Bima selalu menyajikan informasi informasi yang sesat dan menyesatkan publik. Dirinya memberikan contoh bahwa para tim sukses selalu menyebarkan informasi informasi yang tidak berguna buat rakyat di media media sosial sehingga masyarakat tidak tercerahkan secara baik. Ini menandakan bahwa para tim sukses belum mampu berbahasa dengan baik pula di tengah ruang publik. Dirinya memberikan contoh pada salah satu Tim Sukses yang juga sebagai Wakil Sekretaris DPC PKB Kota Bima M. Ardyansah yang mencounter langsung opini nya beberapa waktu lalu bahwa itu adalah pertanda tidak adanya kualitas personal yang dimiliki oleh orang orang dekat Walikota Bima yang nota bene sebagai tim sukses saat pilkada 2018 silam.
Isnaini pun kembali mengundang Tim Sukses Walikota tersebut untuk melakukan debat terbuka terkait kepemimpinan H. Muhammad Lutfi, SE.
“Kalau memang saudara Ardyan gentlement maka sesungguhnya segera buka acara debat publik, maka disitu kita membahasa apa yang menjadi issu pemerintahan secara luas, apakah Pemkot Bima sudah menuju ke arah Bangkit Perubahan atau jalan ditempat bahkan mungkin sedang mengalami langkah mundur” demikian ungkap Isnaini.
Dirinyapun menilau bahwa sesungguhnya orang orang dekat Walikota bima seperti Ardyansayah saat ini tidak ada yang mampu menarasikan sesuatu yang berhubungan dengan suksesnya Walikota Bima dalam urusan perubahan. Justru yang terjadi adalah orang dekat Walikota Bima membeberkan masalah masalah yang tidak substansial yang dilakukan oleh Walikota Bima. Intinya menurut Isnaini bahwa Walikota Bima sampai saat ini setelah menjabat satu tahun jadi walikota Bima belum ada gerakan dan gebrakan yang substansial dalam hal membangun Kota Bima ke arah yang lebih baik. (//arif)

DLH – PLN Bima kerjasama Hijaukan Kawasan Mata Air Oi Lanco Sape

Bimantika.net

Kepedulian PT. PLN sebagai BUMN ditunjukkan dengan melakukan penghijauan bersama dengan jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima Selasa Pagi (10/9) di Kawasan mata air Oi Lanco Desa Jia Kecamatan Sape Kabid Penataan Lingkungan pada DLH Kabupaten Bima Zainal Arifin, ST, MT mengatakan, kolaborasi antara dua instansi tersebut merupakan ditujukan bagi perlindungan mata air dan lingkungan hidup di Kabupaten Bima. Dikatakan Zainal, "selain jajaran PLN, kegiatan penghijauan tersebut dilaksanakan pada areal lahan masyarakat seluas 2 hektar yang berada di atas lokasi mata air dan melibatkan aparat pemerintah desa Jia, Babinkamtibmas, Babinsa, Sampela Mbojo dan duta Lingkungan Hidup". Tandasnya. Sementara itu koordinator pelaksana kegiatan penghijauan PT. PLN (Persero) UPP Pembangkit Jaringan (Kitring) Sumbawa G. Dian Aditya Ary Prayudi mengatakan, kegitan penghijauan didasari adanya pembangunan Tower Sutet PLN yang melewati kawasan mata air. Selanjutnya pihak PT. PLN meminta DLH Kabupaten Bima memfasilitasi adanya upaya kompensasi bagi mata air tersebut. "Kompensasi bantuan yang diberikan PLN berupa penanaman pohon buah-buahan sebanyak 230 pohon terdiri dari nangka, rambutan, sawo, mangga, alpukat, kemiri, asam, nitas dan mahoni". Pihak PLN juga memberikan bantuan 1 unit mesin pompa air, bak air, pipa dan selang air untuk penyiraman tanaman agar tetap bisa tumbuh di musim kemarau ini". Urainya. Menanggapi bantuan yang diberikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima Ir. Rendra Farid dan Kepala Desa Jia Sape Takwil H. Ahmad menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada pimpinan PLN Bima atas kerjasama dan dukungannya bagi perbaikan kualitas Lingkungan Hidup.

(//TKPD)

Politisi Tanpa Isi Kepala

Oleh : Muhammad Isnaini

Bimantika.net

Saat jalan pulang, saya mampir makan bersama istri. Sesaat sembari menunggu pesanan saya mengeluarkan HP dan mengaktifkan paket data, disitulah pesan whatsapp dari 7 (tujuh) orang yang mengirim link berita. Saat saya buka, saya dikagetkan dengan bahasa seorang politisi yang menurut hemat saya sangat emosional dan kampungan (semacam tidak pernah duduk dibangku sekolah. Mungkin dia dukun, pikir saya) di alenia pertama dan secara otomatis saya langsung menghentikan membaca. Ah, ini tulisan tidak layak untuk dibaca (buat saya tulisan itu menarik, bisa diliat dari pilihan bahasa di alenia pertama) gumam saya dalam hati.

Tapi karena begitu nyampe rumah, ternyata banyak teman-teman yang menginginkan untuk saya tanggapi. Baiklah, tidak ada ruginya buat saya menanggapi walau sempat dalam hati, buat saya tulisan itu hanyalah tulisan sampah yang diksinya sangat tidak patut untuk dibicarakan oleh seorang politisi terlebih politisi dari partai pengusung kekuasaan. Lebih-lebih tulisan itu dikeluarkan untuk menjawab tulisan kritikan terhadap penguasa. Ini soal diksi yang digunakan bukan soal tanggapan atas tulisan. Dalam budaya intelektual, pemilihan diksi adalah cerminan isi kepala dari seseorang yang mengucapkan diksi tersebut. Jika diksinya baik maka bisa dipastikan orang tersebut memiliki isi kepala dan jika tidak maka bisa jadi dia tidak memiliki isi dalam batok kepalanya alias tong kosong nyari teriaknya.

Point tulisan saya sebelumnya yang diberi judul “Lutfi, Ibarat Gajah Yang Berubah Jadi Semut” diantaranya adalah “….Lebih baik Lutfi memeriksa isi kepala tim dan para loyalisnya yang melakukan counter opini di publik. Apakah mereka cukup memiliki argumentasi.? Apakah mereka cukup memiliki narasi.? Atau jangan-jangan mereka cukup gagap mengucapkan kata dalam merasional segala sesuatu atas tuduhan terhadap Lutfi termasuk tuduhan kegagalan Lutfi dalam menciptakan perubahan di Kota Bima. Pertengkaran yang terjadi antara pengkritik dan loyalis kekuasaan hanyalah pertengkaran narasi dan argumentasi maka penyelesaiannya adalah dengan argumentasi dan narasi pula. Itu pentingnya Lutfi menaikan digit pikiran Loyalisnya supaya memiliki narasi dan argumantasi…..”

Tanggapan seorang politisi PKB yang bernama Ardiansyah terhadap tulisan saya tersebut memang sangat saya harapkan agar diskursus publik Kota Bima terisi oleh pertengkaran argumentasi antara kekuasaan dangan para pengkritiknya. Ini baik untuk demokrasi. Tapi tanggapan yang muncul tidak sebagaimana harapan saya melainkan hanya mengkonfirmasi tulisan saya sebelumnya (baca “Lutfi, Ibarat Gajah Yang Berubah Jadi Semut”) yang menyuruh Lutfi untuk memeriksa isi kepala Loyalisnya.

Dulu, jika kita menyempatkan waktu untuk membuka lembaran sejarah perjalanan para penguasa di dunia ini, kita akan menemukan bahwa sebagian besar para penguasa tersebut memiliki orang-orang yang biasa disebut sebagai anjing penjaga. Tugas anjing penjaga membisiki penguasa demi secuil potongan daging sisa dan menggonggong terhadap orang-orang yang dirasa berpotensi mengancam kenyamanan penguasa. Kenyaman disini bisa diartikan kenyamanan atas kejahatan-kejahatan yang sedang dilakukan atau kejahatan yang sedang direncanakan. Jika ada potensi gangguan baik dari rakyat maupun dari lawan politik penguasa, maka rencana kejahatan ini bisa berjalan tidak mulus. Terkadang penguasanya benar berpikir tentang Rakyat, tapi anjing-anjingnya ini yang kadang tidak benar. Mereka selalu punya cara untuk menjauhkan penguasa (bosnya) dari rahmat Tuhan untuk kembali kejalan yang benar.

Cerita diatas, biasa terjadi waktu zaman yunani, romawi, bizantium, persia atau bahkan mungkin terjadi juga di kerajaan-kerajaan nusantara, tentang anjing-anjing penjaga penguasa. Soal anjing penjaga, Hersu Corner di media RMOL.ID pernah mengatakan Media itu merupakan Anjing Penjaga Demokrasi (baca : catatan akhir tahun Media Itu Anjing Penjaga, Bukan Pujangga Istana).

Cerita tentang anjing penguasa diatas bukan dalam rangka menuduh penguasa di Kota Bima memiliki anjing penjaga melainkan bertujuan mengingatkan para pembaca agar tidak alpa tentang sejarah para penguasa-penguasa terdahulu yang memiliki anjing penjaga untuk menjaga taman mewangi kekuasaannya.

Kembali ke soal kata Ardiansyah dalam tulisannya, kata demi kata yang dia ucapkan seperti anak sekolah dasar yang sedang mengumpat teman karena memecahkan balon ditangannya. Dia bicara data ilmiah (walau mulutnya bau sampah umpatan emosional alias sangat jauh dari ilmiah) padahal belum ada satupun lembaga kredibel dengan metode ilmiah yang sudah mengukur kinerja Walikota Bima dalam menciptakan Perubahan di Kota Bima. Data apa yang dia pake.? Data pengamatan dia sendiri.?

Apakah Ardiansyah sudah membaca tulisan saya.? Atau dia tidak paham tulisan saya yang sebelumnya yang meminta Lutfi menyodorkan ke Publik soal “Program Prioritas” dalam menghadirkan perubahan di Kota Bima. Itu yang seharusnya dijelaskan secara rinci ke publik. Kota Bima mau dibawa kemana.? Apa point besar Perubahan yang Lutfi susun sebagai kebijakan yang akan dilaksanakan. Bukan malah bicara saya bukan WARGA KOTA BIMA, PELUANG KEBOCORAN PAD, RT/RW 500 Ribu, Dana BPJS, PENATAAN LAWATA, RELOKASI RUMAH dan MASJID RAYA.

Saya ingin isi otak Ardiansyah secara pelan-pelan dengan menjawab tulisa huruf kapital di atas. Soal saya warga Kabupaten Bima, ruang perkawanan dan pengetahuan Ardiansyah ini nampak sangat terbatas. Semacam Ardiansyah katak dalam tempurung. Begitu sempit cara berpikir dia. Apakah Ardiansyah dirumahnya tidak memiliki Televisi untuk nonton berita atau HP untuk membaca informasi-informasi bahwa orang Indonesia banyak yang berbicara tentang Palestina. Orang Aceh berbicara lantang tentang Kondisi Papua atau sebaliknya. Benar-benar disini Ardiansyah sedang meludahi mukanya sendiri dengan keterbatasan pengetahuannya tentang bahwa bukan hanya warga Kota yang boleh berbicara Kota.

Peluang kebocoran PAD, Ardiansyah silakan baca berita agar tau seorang Wali Kota memerintahkan DPRD agar menegur Kepala Dinas (OPD) karena tidak mampu menaikan PAD. Ini memalukan. Ini menandakan seorang Wali Kota yang sangat tidak memahami Tugas dan fungsinya sebagai Wali Kota. Kepala Dinas (OPD) merupakan bawahan Wali Kota maka jika Wali Kota merasa kinerja Kepala Dinas (OPD) Lemah maka itu tugas Wali Kota Untuk menegur atau mengganti yang bersangkutan. Bukan malah melempar tanggung jawab itu ke DPRD untuk omelin bawahan dia yaitu Kepala Dinas (OPD). Ini lagi-lagi Wali Kota sedang mengkonfirmasi ke Publik atas ketidakpahaman dia memimpin pemerintahan dengan Sloga Perubahan. Soal ini, jika ayam saya bisa membaca dia pasti akan tertawa.

Nampaknya 2 (Dua) hal ini saja dulu saya jawab secara sederhana sebab jika saya jawab semua apa yang Ardiansyah sebut dalam tulisannya, saya takut terlalu dini menelanjangi Kekuasaan di Kota Bima.

Ardiansyah, sebagai politisi dan jika menjadi Anggota DPRD Kota Bima sebaiknya cicil pelan-pelan isi tempurung kepalanya dengan isi yang berbobot agar bisa memperjuangkan nasib dan amanah konstituennya. Yang perlu dihindari oleh Politisi adalah muncul ke publik dengan isi kepala kosong, itu sangat memalukan ketimbang menjadi gelandangan di lampu merah. Sebab nasib seluruh rakyat ini ada ditangan Politisi. Dan bagaimana mungkin nasib seluruh rakyat diperjuangkan oleh Politisi berkepala kosong. Semoga anda paham sampai di sini Ardiansyah.

Sebelum saya akhiri tulisan saya, Teguran KASN dan release KPK tentang Komitmen Pemkot Bima Cegah Korupsi Paling Rendah di NTB merupakan Aib bagi Kekuasaan di Kota Bima. Ardiansyah tau apa yang dikatakan oleh KPK tentang Pemerintahan Kota Bima.? “Pemkot Bima yang dipimpin HM Lutfi berada di zona merah. Kota Bima menempati urutan paling buncit dari tiga daerah yang masuk zona merah. Yakni Pemda Lombok Timur, Sumbawa dan Kota bima. Sementara daerah lain di NTB masuk dalam zona kuning upaya pencegahan korupsi. Ada delapan areal yang diintervensi dalam korsupgah, diantaranya perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan satu pintu, kapabilitas aparat pengawasan interen pemerintah (APIP), manajemen ASN, optimalisasi pendapatan daerah, manajemen aset, dan tata kelola dana desa (baca : katada)

Ardyan : Beri Kesempatan HML untuk Berbuat Merubah Kota Bima

Bimantika.net

Salah seorang wakil Sekretaris PKB Kota Bima, M. Ardyansyah pada Bimantika.net selasa (10/9/2019) mengharapkan pada seluruh elemen masyarakat Kota Bima untuk memberi kesempatan pada Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML,red) untuk bangun Kota Bima menuju sebuah perubahan sebagaimana visi dan misi Pemerintahan Kota Bika.
Dirinya menyebutkan bahwa Tuduhan segelintir oknum yang menyimpulkan bahwa HM. Lutfi tidak memahami tupoksi dan tidak sadar sebagai seorang walikota justru mencerminkan pemahaman yang keliru dari oknum tertentu, karena eksekutif dan legislatif memiliki tanggung jawab yang sama dalam soal mengontrol serapan anggaran pada eksekutif.

“Artinya HM. Lutfi justru mendorong dan memberikan ruang yang maksimal kepada legislatif untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap SKPD yang menjadi mitra legislatif dalam setiap komisi” demikian ungkapnya.
Lanjutnya
Harusnya ruang yang diberikan oleh HM. Lutfi sebagai pemimpin kota menjadi pondasi untuk kemitraan antara legislasi dengan eksekutif, sehingga peran legislasi bisa lebih maksimal dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap eksekutif.

Pengalaman HM. Lutfi sebagai mantan legislator inilah yang kemudian di endors atau ditranformasikan pada legislator tingkat daerah dalam rangka memaksimalkan fungsi kontrol dan kemifraan antara legilatif dan eksekutif.

“Justru seharusnya oknum oknum sebagai tokoh LSM mengapreseasi sikap walikota Bima yang justru mendorong peran legislative serta membuka diri untuk dikontrol oleh legislatif. Karena inilah yang semestinya, sehingga mandat rakyat yang ada dipundak legilator dapat disalurkan melalui SKPD yang menjadi mitranya”saran nya
Masih menurut Ardyan bahwasannya
Sepatutnya kita bersyukur memiliki pemimpin yang membuka diri untuk dikontrol, diawasi oleh legislatif. Ini merupakan instrument dari implementasi kemitraan yang strategis antara eksekutif dan legislatif. Dengan demikian legislatif tidak ” dituduh ” hanya menjadi paduan suara yang sekedar mengamini apa saja yang dilakukan oleh eksekutif. (//arif)

Kedunguan dan Kedangkalan Befikir Dalam Menyimpulkan Kepemimpinan HM. Lutfi di Kota Bima

*( tanggapan terhadap opini Muhammad Isnaini di Bimantika.net 9 September 2019 )

Oleh : M. Ardiansyah

Bimantika.net

Uraian opini yang diciptkan oleh Muhammad Isnaini menunjukan bagaimana kedunguan dan kedangkalan berfikir Isnaini dalam menilai dan menyimpulkan kepemimpin sosok HM. Lutfi.

Opini tersebut hanya mengkonfirmasj kebencian personal dan sentiment negatif personal Isnaini terhadap sosok HM. Lutfi. Hal itu sangat terlihat dari cara bangunan opini yang sama sekali tidak berbasis pada fakta dan data atas apa saja yang telah ditorehkan oleh HM. Lutfi dalam umur kemimpinanya yang baru seumur jagung.

Karena memang Isnaini bukan warga Kota Bima dan tidak hidup di Kota Bima sehingga sangat dangkal untuk melihat perubahan yang telah terjadi di Kota Bima. Al hasil kesimpulan Isnaini dalam menilai kepemimpinan sosok HM. Lutfi hanya dipenuhi oleh sentiment dan ketidak sukaan personal.

Isnaini memaksakan diri untuk terburu buru memberikan kesimpulan negatif terhadap kepemimpinan HM. Lutfi, sehingga mengabaikan kaidah ilmiyah berbasis fakta dan data. Padahal begitu banyak fakta dan data perubahan dan kebijakan sebagai bentuk implementasi dari janji program yang telah dilakukan oleh HM. Lutfi sebagai walikota

Kepemimpinan Lutfi Feri telah mampu menutupi peluang kebocoran penerimaan PAD pada periode pemerintahan sebelumnya yang hanya mencapai 33 milyar pertahun meningkat menjadi 50.milyar pertahun.

Peningkatan oprasional RT/RW 500 ribu perbulan juga telah dilakukan, demikian halnya dengan pembagian kartu BPJS gratis untuk seluruh warga Kota yang sebelumnya masih ada kurang lebih 20.000 warga yang belum memiliki kartu BPJS. Semua ini tentu adalah komitment terhadap memberikan pelayanan kepada warga sebagai komitment terhadap agenda perubahan itu sendiri.

Penataan kawasan wisata Lawata untuk memberikan kenyamanan pengunjung wisata sekaligus para pedagang yang sebelumnya tercecer dan termarginalkan sepanjang trotoar jalan, juga merupakan bagian dari pemberian akses pedagang dalam meningkatkan pendapatkan sekaligus memanusiakan para pedagang kelontong sebagaimana mestinya.

Penyelesain pembangunan rumah relokasi telah dilakukan dengan baik oleh pemerintah Kota Bima yang menghasilkan rumah relokasi yang lebih layak dan berkualitas jika dibandingkan dengan rumah relokasi yang dibangun pada zaman sebelum HM. Lutfi menakodai kepemimpinan di Kota Bima.

Semua itu luput dari kesimpulan Muhammad Isnaini karena kedunguan dan sentiment personal Isnaini terhadap sosok HM. Lutfi telah mengubur intelektualitas seorang Muhammad Isnaini.

Demikian halnya kebijakan pemerintahan Lutfi Feri yang menggelontorkan anggaran besar kurang lebih 30 milyar untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Raya yang bertahun tahun terabaikan dalam pembangunan Kota Bima sebelumnya, merupakan bentuk komitment HM. Lutfi sebagai walikota dalam menunaikan janji program yang telah diikrarkan.

Lagi lagi kritik Muhammad Isnaini terhadap sikap Istri walikota yang melaporkan beberapa okmum menunjukan kedunguan dan kedangkalan berfikir seorang Muhammad Isnaini, karena gagal paham dan tidak dapat membedakan antara kritik dan penghinaan.

Semestinya Muhaamad Isnaini mengapreseasi bahwa negara hukum harus mengedepankan supremasi hukum, sehingga public mendapatkan pendidikan politic dalam memberikan kritik kepada pemerintah yang lebih baik dan lebih konstruktif. Harusnya langkah Istri Walikota diapreseasi sebagai bentuk komitment terhadap penegakan supremasi hukum.

Rasanya terlalu dini untuk memberikan kesimpulan terhadap kepemimpinan Lutfi Feri mengingat janji program akan ditunaikan selama lima tahun dan tentunya tidak bisa dilakukan dalam satu waktu melainkan dalam tahapan sesuai dengan sistem yang berlaku.

Masih banyak program program pro kerakyatan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan warga yang akan dilakukan oleh pemerintahan Kota di bawa kepemimpinan Lutfi Feri kedepan, karena memang Kota ini harus berubah menjadi lebih baik dan lebih sejahtera.

  • Penulis adalah Wakil sekretaris PKB Kota Bima

Proses hukum, sikap elegan dan terhormat Dari Keluarga Walikota Bima

Bimantika.net
Wakil Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bima, M. Ardyansyah pada Bimantika.net senin (9/9/2019) menyebutkan bahwa langkah Yang ditempuh oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE maupun isteinya Hj. Elly Alwainy melaporkan ke proses hukum sejumlah aktivis yang menyerang pribadinya adalah langkah yang sangat mulia dan memuliakan hukum itu sediri.
“Itulah langkah yang paling elegan dalam berbangsa dan bernegara di Republik yang berdasarkan Hukum ini” ujarnya. Salah satu
Kandidat Kuat Ketua DPC PKB Kota Bima ini melanjutkan bahwa “Semut” pun akan melawan kalau diinjak, apalagi manusia yg dituduh dan difitnah atas sesuatu yang tidak pernah dilakukannya.
“namanya manusia tentu punya harkat dan martabat dalam lingkungan sosial kemasyarakatan nya, dan Walikota pun punya hal tersebut” urainya.
Lanjut Ardyan, mungkin saja bagi sebagian orang tuduhan dan fitnah itu hal biasa, tapi bagi Walikota dan keluarga besaenya bisa jadi itu hal yg prinsip dan mengusik kehormatan dan harga dirinya. “Oleh karena itu, menyerahkan hal ini lewat proses hukum bagi saya itu lebih elegan dan terhormat” ujarnya.
Karena menurutnya itu salah cara seseorang mempertahankan kehormatan dan harga dirinya.
Kritik terkait kebijakan publik adalah biasa dalam alam demokrasi tentunya disertai data yang bisa dipertanggung jawabkan, tetapi kalau menghujat, menuduh apalagi fitnah tentu menimbulkan persoalan hukum kalau saja yang dituduh tidak terima atas tuduhan tersebut.
“mari kita dewasa menyikapi dan bersikap obyektif dlm menilai kinerja pemerintahan kota Bima khususnya” demikian ajak Ardyan (//arif)

Proses hukum, sikap elegan dan terhormat Dari Keluarga Walikota Bima

Bimantika.net
Wakil Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bima, M. Ardyansyah pada Bimantika.net senin (9/9/2019) menyebutkan bahwa langkah Yang ditempuh oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE maupun isteinya Hj. Elly Alwainy melaporkan ke proses hukum sejumlah aktivis yang menyerang pribadinya adalah langkah yang sangat mulia dan memuliakan hukum itu sediri.
“Itulah langkah yang paling elegan dalam berbangsa dan bernegara di Republik yang berdasarkan Hukum ini” ujarnya. Salah satu
Kandidat Kuat Ketua DPC PKB Kota Bima ini melanjutkan bahwa “Semut” pun akan melawan kalau diinjak, apalagi manusia yg dituduh dan difitnah atas sesuatu yang tidak pernah dilakukannya.
“namanya manusia tentu punya harkat dan martabat dalam lingkungan sosial kemasyarakatan nya, dan Walikota pun punya hal tersebut” urainya.
Lanjut Ardyan, mungkin saja bagi sebagian orang tuduhan dan fitnah itu hal biasa, tapi bagi Walikota dan keluarga besaenya bisa jadi itu hal yg prinsip dan mengusik kehormatan dan harga dirinya. “Oleh karena itu, menyerahkan hal ini lewat proses hukum bagi saya itu lebih elegan dan terhormat” ujarnya.
Karena menurutnya itu salah cara seseorang mempertahankan kehormatan dan harga dirinya.
Kritik terkait kebijakan publik adalah biasa dalam alam demokrasi tentunya disertai data yang bisa dipertanggung jawabkan, tetapi kalau menghujat, menuduh apalagi fitnah tentu menimbulkan persoalan hukum kalau saja yang dituduh tidak terima atas tuduhan tersebut.
“mari kita dewasa menyikapi dan bersikap obyektif dlm menilai kinerja pemerintahan kota Bima khususnya” demikian ajak Ardyan (//arif)

KPK Sebut Kota Bima Zona Merah, Pencegahan Korupsi Masih Rendah

MATARAM-Komitmen Pemkot Bima dalam mencegah korupsi masih sangat rendah. Itu terlihat dari rencana aksi koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah) yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pemkot Bima yang dipimpin HM Lutfi berada di zona merah. Kota Bima menempati urutan paling buncit dari tiga daerah yang masuk zona merah. Yakni Pemda Lombok Timur, Sumbawa dan Kota bima. Sementara daerah lain di NTB masuk dalam zona kuning upaya pencegahan korupsi.
Berdasarkan data KPK, peringkat pemda dalam upaya pencegahan korupsi; Kota Mataram 51 persen, Lombok Tengah 45 persen, Pemprov NTB 41 persen, Dompu 38 persen, Lombok Utara 34, Kabupaten Sumbawa Barat 34 persen, Kabupaten Bima 32 persen, Lombok Barat 32 persen, Lombok Timur 18 persen, Sumbawa 16 persen, dan Kota Bima 15 perse.
Ada delapan areal yang diintervensi dalam korsupgah, diantaranya perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan satu pintu, kapabilitas aparat pengawasan interen pemerintah (APIP), manajemen ASN, optimalisasi pendapatan daerah, manajemen aset, dan tata kelola dana desa.
Dari delapan areal itu, tiga masih masih berada di zona merah. Yakni pengadaan barang dan jasa 22 persen, kapabilitas APIP 23 dan dana desa 21 persen.
’’Penyebab utama pengendalian dan pengawasan masib lemah. Minimnya sistem informasi rencana umum dan kurangnya pelaksanaan sesuai tupoksi,’’ kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK Yuyuk Indriati Iskak saat mengisi workshop Jurnalis Lawan Korupsi di Hotel Golden Palace Mataram, NTB, Sabtu (7/9).
Dengan presentase itu wajar korupsi terbanyak ada pada pengadaan barang dan jasa serat suap. ’’Suap sangat rentan pada pengadaan barang dan jasa. Data KPK, suap serta pengadaan barang dan jasa mendominasi modus korupsi dengan angka 83 persen,’’ tambahnya. (Berbagai Sumber//mo//kpk)

Politeknik Medica Farma Husada Mataram Go International

Bimantika.net

Salah satu Kampus di Mataram Nusa Tenggara Barat Yakni Politeknik Medica Farma Husada menyelenggarakan acara Wisuda bagi para mahasiswanya beberapa waktu yang lalu. Ini adalah kesekian kalinya melakukan agenda tersebut dan menghasilkan ratusan alumni yang bermanfaat untuk mengabdikan diri demi Bangsa dan negara. Demikian ungkap Direktur Politeknik Husada Farma Mataram NTB, Syamsuriansyah H. M. Sadakah, M. Kes saat di wawancarai Bimantika. Net. Dirinya berterima
Terima kasih yang mendalam pada Team Politeknik Medica Farma Husada. “Special thanks to Honorable academic Collaboration PICOMS INTERNATIONAL COLLEGE UNIVERSITY, OUR LADY FATIMA UNIVERSITY AND ARRELANO UNIVERSITY AMONG INDONESIAN UNIVERSITIES” demikian ujar Muma Dena sapaan akrab Kandidat Doktor Bidang kesehatan ini.
Lanjutnya
Politeknik akan Tetap terus membuat sejarah dalam setiap momentum graduation. Mengapa? Dengan begini kami akan terus membuat para alumni bangga sebelum meninggalkan kampus mereka. “Hotel Aruna Senggigi menjadi hotel pilihan kami tahun ini dalam perhelatan wisuda. Terima kasih yang tiada terhingga kepada seluruh orang tua wali atas kepercayaannya memilih Politeknik sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan putra putrinya” ujar Putra Asli Desa Dena Kecamatan madapangga ini
Masih Menururnya,
Sebanyak 12 Perguruan Tinggi dari berbagai penjuru nusantara menghadiri perhelatan istimewa tersebut sekaligus melakukan Penandatanganan
Memorandum of Undestanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Perguruan Tinggi luar negeri. “Politeknik menjadi Pioner international Collaboration dan sekaligus menjadi sekretariat International Collaboration yang akan mempertemukan 4 negara dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, Pengembangan paedagogik, dan semua bidang keilmuan yang dibutuhkan oleh PT dalam negeri” ujar Muma Dhena.
Masih menurut Pria Berpenampilan parlente ini bahwasannya
Yang membuat perhelatan ini Hebat adalah Paduan suara politeknik yang diiringi oleh Lombok Orchestra dibawah pimpinan pak Budi sehingga tampilan wisuda menjadi lebih Elegan.
Dan Dirinyapun selaku Direktur Kampus Kesehatan tersebut menyatakan bahwa
Ada hal yang membanggakan kami bahwa kami mampu mengangkat DOSEN ASING dari Malaysia menjadi Doen Luar Biasa di bidang Ilmu BIOLOGY MOLEKULER yaitu Prof. DR.Moh. Nazil Bin Saleh. Insya Allah tahun depan kami akan menambah Dosen Asing dari Filipina dan Myanmar agar suasana akademik di Politeknik menjadi lebih INTERNASIONAL. (//arif)

Peduli Akan Bersihnya TPU : FKMD-BM Gelar Baksos

Bima, BimaNtika.Net

Peduli akan bersihnya terhadap Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Forum Komunikasi Mahasiswa Dena Bima Mataram “FKMD-BM” dalam menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) dengan melakukan gotong royong membersihkan tempat pemakaman umum disertai melakukan kegiatan Cet Pagar pada tempat pemakaman tersebut, Demikian pantauan langsung Media Online BimaNtika. Net ini pada hari minggu tanggal 08 september 2019.

Pada kegiatan tersebut turut dihadiri oleh, Jajaran Pemdes Dena, Jajaran Polsek Madapangga, Jajaran Anggota TNI Koramil 1608/02 Bolo, Babinkamtibas Dena, Ketua Osis SMAN 1 Madapangga beserta Siswa SMAN 1 Madapangga, dan Tokoh Pemuda, Warga Masyarakat Desa Setempat.

Dalam rangka kegiatan tersebut Qaidul Ilfani dirinya selaku ketua Panitia Bakti Sosial (Baksos) saat dikonfirmasi media ini menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar maupun yang lakukan ini merupakan bentuk inisiatif dalam hal kepedulian akan bersihnya tempat pemakaman umum desa dena (TPU) mengingat dan dilihat kondisi pada tempat pemakaman tersebut keadaanya sekarang dinilai cukup kotor maka di selenggarakan kegiatan Baksos dengan melakukan gotong royong,”Jelasnya.

“Qaidul Ilfani Dirinya selaku Ketua Panitia Baksos tersebut mengucapkan bentuk rasa apresiasi berterima kasih kepada Jajaran Pemdes Dena, masyarakat, Jajaran Polsek Madapangga, Jajaran Anggota TNI Koramil 1608/02 Bolo dan Siswa SMAN 1 Madapangga telah menghadiri kegiatan yang kami selenggarakan”

Dirinya mengharapkan kepada masyarakat desa setempat yang tinggal dekat dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Dena agar kiranya tidak membuang sampah dan bagi warga yang memiliki ternak tidak mengikat ternaknya pada tempat tersebut guna menjaga kelestarian akan bersihnya tempat pemakaman umum ini,Harapnya

Sementara itu salah seorang warga Desa Dena atas nama M. Sidik dirinya yang telah lolos meraih angka kemenangan menjadi Anggota BPD keterwakilan wilayah dusun pada kontestasi Pemilihan langsung secara demokrasi pada penyelenggaraan tanggal 04 September 2019 terkait pengisian keanggotaan BPD, dirinya Mengucapkan bentuk rasa sangat mengapresiasi terhadap Forum Komunikasi Mahasiswa Dena- Bima Mataram (FKMD-BM) dalam rangka menggelar kegiatan Bakti Sosial dengan melakukan gotong royong sebagai bentuk peduli untuk menjaga kelestarian akan bersihnya tempat pemakaman umum desa dena.

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom