Kabag Tatapem Pemkab Bima Tidak Responsif, Ahli Waris Rencana Segel Sekolah

Kabag Tata Pemerintahan Pemkab Bima, Drs. H. Masykur dinilai oleh Sejumlah masyarakat Kabupaten Bima tidak responsif dalam menyelesaikan persoalan rakyat. Salah seorang Ahli Waris Tanah Sengketa SDN Inpres Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Syarif YK menyayangkan sikap dan prilaku Kabag Tatapem yang tidak responsif pada persoalan yang menimpanya padahal Kabag Tatapem juga sekampung dengannya di Desa Nggembe. “Harusnya Kabag Tatapem lebih prioritaskan urusan kaslahatan rakyat dan hindari berbohong dengan rakyat” ungkap Syarif.
Syarif adalah ahli waris ats tanah bangunan SDN Inpres Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima yang sudah bertahun tahun memperjuangkan atas hak atas tanah diatas bangunan SD Inpres Nggembe tersebut. Dirinya pun pada Bimantika.net senin (2/12/2019) memperlihatkan Bukti syah kepemilikan atas tanah tersebut berupa kohir dan lainnya. “Semua bukti kami pegang, tinggal saat ini punyakah niat baik dari pemerintah untuk menyelesaiakannya” demikian ungkap Syarif melaui Selulernya.
Syarif menyebutkan bahwa dirinya saat ini sedang di Jakarta dan Insya Allah dirinya dalam waktu yang tidak terlalu lama akan lakukan upaya upaya lain berupa penyegelan sekolah apabila tidak diindahkan sejumlah tuntutannya. “Tuntutan kami cukup hanya dengan bayar ganti rugi dan tidak lebih dari itu sehingga kamipun kalau sudah selesai urusannya maka kami anggap selesai” ujar Syarif. Masih menurut syarif bahwa Kabag Tatapem mestinya peka melihat persoalannya sehingga bisa terselesaikan dengan baik.
Syarif Menyebutkan bahwa Penyerahan surat permohonan tukar guling / ganti Rugi terkait SDN Inpres Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Dgn Bpk Drs.H.Maskur MM sebagai Kabag Tatapem kabupaten Bima dan Kabag Hukum Bpk Sirajudin SH

“Kami dari ahli waris memohon kebijakn pemerintah Daerah Kabupaten Bima untuk menindaklanjuti prosesi permintaan kami..karena sudah sekian kali belum pernah ditindaklanjuti, karena Bangunan sekolah SDN Inpres Nggembe tersebut di Bangun dari Tahun 1978 sudah puluhan tahun belum pernah diganti oleh pemerintah Daerah” ungkapnya. (BNN-01)

Syarif YK sebut Kabag Tatapem Pemkab Bima Tukang Bohong

Bimantik.net

Salah seorang Warga Desa Nggembe Kecamtan Bolo Kabupaten Bima, Syarif YK pada Bimantika.net menyebutkan bahwa Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Bima H. Masykur adalah tukang bohong. “Dia itu salah satu Pejabat Pemkab Bima yang pembohong karna tidak mampu lagi memposisikan dirinya sebagai pejabat pelayan rakyat” ungkapnya. Syarif kesal atas ulah Kabag Tatapem yang sudah dua kali menjabat sebagai Kabag Tatapem yang tidak mampu tuntaskan urusannya yang sudah bertahun tahun.
Dirinya menyebutkan bahwa sudah sangat lama dirinya lakukan Penyerahan surat permohonan tukar guling / ganti Rugi terkait SDN Inpres Nggembe Kec Bolo Kab Bima dengan dengan Kabag Tatapem Drs.H.Maskur MM dan Kabag Hukum Sirajudin SH

“Kami dari ahli waris memohon kebijakan pemerintah Daerah Kabupaten Bima untuk menindaklanjuti prosesi permintaan kami..karena sudah sekian kali belum pernah ditandaklanjuti, karena Bangunan sekolah SDN Inpres Nggembe tersebut di Bangun dari Tahun 1978 sudah puluhan tahun belum pernah diganti oleh pemerintah Daerah” ungkapnya. Dirinya sangat menyesalkan sikap Kabag Tatapem yang memiliki konflik kepentingan dengan lahan sengketa tersebut. “Kami tidak akan pernah berhenti untuk memperjuangkan urusan warisan ini karena itu adalah hak kami yang sampai saat ini pemerintah tidak punya niat baik untuk menyelesaikannya” demikian ungkap syarif. (BNN-01)

Syarif YK sebut Kabag Tatapem Pemkab Bima Tukang Bohong

Bimantika.net

Salah seorang Warga Desa Nggembe Kecamtan Bolo Kabupaten Bima, Syarif YK pada Bimantika.net menyebutkan bahwa Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Bima H. Masykur adalah tukang bohong. “Dia itu salah satu Pejabat Pemkab Bima yang pembohong karna tidak mampu lagi memposisikan dirinya sebagai pejabat pelayan rakyat” ungkapnya. Syarif kesal atas ulah Kabag Tatapem yang sudah dua kali menjabat sebagai Kabag Tatapem yang tidak mampu tuntaskan urusannya yang sudah bertahun tahun.
Dirinya menyebutkan bahwa sudah sangat lama dirinya lakukan Penyerahan surat permohonan tukar guling / ganti Rugi terkait SDN Inpres Nggembe Kec Bolo Kab Bima dengan dengan Kabag Tatapem Drs.H.Maskur MM dan Kabag Hukum Sirajudin SH

“Kami dari ahli waris memohon kebijakan pemerintah Daerah Kabupaten Bima untuk menindaklanjuti prosesi permintaan kami..karena sudah sekian kali belum pernah ditandaklanjuti, karena Bangunan sekolah SDN Inpres Nggembe tersebut di Bangun dari Tahun 1978 sudah puluhan tahun belum pernah diganti oleh pemerintah Daerah” ungkapnya. Dirinya sangat menyesalkan sikap Kabag Tatapem yang memiliki konflik kepentingan dengan lahan sengketa tersebut. “Kami tidak akan pernah berhenti untuk memperjuangkan urusan warisan ini karena itu adalah hak kami yang sampai saat ini pemerintah tidak punya niat baik untuk menyelesaikannya” demikian ungkap syarif. (BNN-01)

Cari Muka Pada Bupati, Pejabat Pemkab Bima “Libur” Ke Bali Tidak Sesuai Tupoksi

Bimantika.net

Pertandingan sepakbola antara Persebi Bima dengan Perseden Denpasar Bali yang berlangsung di Lapangan Denpasar Bali menjadikan banyak pejabat Pemerintah Kabupaten Bima “meliburkan” diri sehingga pelayanan publik pada hari senin (2/12/2019) terabaikan, pelayanan tentu tidak makasimal karena beberapa pejabat penting ikut dalam rombongan nonton bareng di Bali. Ini tentu menjadi sebuh contoh yang tidak baik dalam rangka pelayanan publik.
Wakil Ketua Komisi lll DPRD Kabupaten Bima, Firdaus, SH menyebutkan bahwa mental para pejabat Pemkab Bima sudah harusnya di ubah cara berpikir dan mainstreamnya sehingga tidak lagi bermental setor muka pada Pimpinan melainkan melakukan inovasi dan hal positif lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Bima. “Ini bukan zaman dan era feodal lagi, ini sudah erra millenial dimana teknologi 4.0 harus dikuasai oleh para pemangku jabatan di eksekutif bukan lagi setor muka kaya zaman feodal dulu yang selalu berurusan dengn upeti” ungkap Politisi Muda PDI Perjuangan ini.
Firdaus sangat menyayangkan sikap para pejabat yang meninggalkan kantornya hanya untuk datang di Bali menyaksikan main bola. Cara kita dukung Persebi bukan berarti harus meninggalkan kantor lalu nonton dilapangan. Ada cara yang lebih elegan lagi bagi kaum birokrat minimal sisihkan program programnya untuk kepentingan generasi bola. “Itu cara bermartabat mendukung Persebi bukan ramai ramai meninggalkan kantor dan pelayanan publik, akan tetapi ada cara lain yang lebih bermartabat seperti menyisihkan anggaran untuk Persebi kedepan jauh lebih meningkatkan kualitas Persebi dimasa yang akan datang” demikian ungkap Firdaus.

Kabag Tatapem Pemkab Bima Ingkar Janji, DPRD Warning Bupati IDP Beri Sanksi


Bimantika.net

Kapala Bagian Tata Pemerintahan Ingkar janji dengan Wakil Ketua Komisi lll DPRD Kabupaten Bima, Firdaus, SH yang sudah menyepakati penyelesaian konflik pemilik lahan taman panda dan lakukan fasilitasi urusan negosiasi lanjutan urusan pembangunan Taman Panda yang diduga kuat belum diselesaikan urusan pembebasan lahannya. Pada Bimantika.net, Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan bahwa eksekutif khususnya Kabag Tata Pemerintahan Pemkab Bima sebaiknya menepati janji untuk memenuhi urusannya dengan pemilk lahan pembangunan taman panda sehingga terselesaikan dengan bermartabat. “Malah kabag tatapem sedang berada diluar daerah nonton bola di Bali, apa urusannya nonton bola di bali dengan tupoksinya sebagai kabag tata pemerintahan” ujar Firdaus dengan kesal.
Lanjutnya bahwa urusan lahan warga yang belum terselesaikan secara tuntas tentu harus dituntaskan oleh Kabag sehingga tidak ada lagi persoalan yang muncul dikemudian hari. Menurut Firdaus Bahwa Dirinya dengan Kabag Tatapem sebelumnya sudah membuat janji antara dirinya dan pemilik lahan untuk melakukan prosesi penyelesaiannya pada hari senin (2/12/2019) namun tanpa adanya konfirmasi balik pihak Tatapem tidak memenuhi janjinya malahan keluar daerah hanya dengan urusan yang bukan tupoksinya. Dirinya berharap Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE agar senantiasa memberikan sanksi pada aparaturnya yang tidak mampu memberikan pelayanan yang prima pada masyarakat secara utuh dan menyeluruh. “Sebaiknya Bupati IDP segera memberikan sanksi keras pada kabag Tatapem yang meninggalkan tugasnya keluar daerah tanpa ada agenda pemerintahan yang jelas” ungkapnya. (BNN-01)

Hanif Akan Bongkar Siapa Saja Yang “Terlibat” Kasus Kuitansi 7 Juta

Bimantika.net

Hanif adalah Salah seorang yang dekat dengan Walikota Bima yang juga keluarga dekat Istri Walikota Bima Hj. Ellya Alwainy yang sedang menghadapi masalah kasus kuitansi 7 juta untuk rekruitmen Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota bima. beberapa hari lalu tiba tiba saja mesenger Pompinan Bimantika.net.

Diawal percakapan dengan Pimpinan Redaksi Bimantika.net, menyapanya dengan kalimat biasanya layak seorang sahabat. Karena Hubungan Persahabatan Pimpinan Redaksi Bimantika.net
Dan Hanif terbilang sahabat baik sejak awal Era Reformasi 1998. Dalam percakapan mesenger itulah Hanif berkelih kesah soal dirinya yang dibully akhir akhir ini. 
“Angkat berita 7 juta Dae nara sumberny saya”. Demikian ujar Hanif mengawali obrolan seriusnya. Lalu Bimantika.net mengembngkan pertanyaan ke Hanif dengan pertanyaan berikutnya Maksudnya aba mau arahkan kemana ini urusannya ?? Dengan tegas Hanif dalam pesan Mesengernya katakan bahwa “biarkan proses hukum berjalan tuntas, saya tak pernah ambil uang itu dari pelapor dan ada tiga kwitansi lain yg ditandatangani orang lain.
mengenai kwitansi 7 jt saya hanya menandatangani saja” ungkapnya.
Ada misteri dibalik kasus Hanif yang menggemparkan Kota Bima. Tidak berhenti sampai disitu Bimantika.net mendalami pertanyaan karena Hanief Mengaku hanya menandatangani saja sejumlah kuitansi sementara uangnya dia mengaku gak menerima. Bimantika.net pun kembali pertanyakan ketegasannya Hanif, Kalau memang Hanif tidak ambil uang itu lantas siapa yang menikmatinya ??? Lantas Adakah Keterlibatan Istri Walikota Bima Hj. Ellya Alwainy menikmati sejumlah uang itu ?? Dengan Tegas pula Hanif katakan bahwa “Gak ada Urusan sama Umi Elly Dae, dia gak tau apa-apa” ujar Hanief. Setelah memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, Hanif justru alihkan pembicaraan dan kekesalannya terhadap beberapa oknum dibalik kasus ini semua. Hanif menyebutkan bahwa kasus dirinya dipolitisasi karna menurutnya rivalitas Lutfer dan Manufer saat pilkada 2018 lalu masih terbawa sampai saat ini. dirinya siap membongkar kasus ini di pengadilan nanti. Dirinya sangat menyesalkan adanya Pertemuan beberpa oknum di tempatnya Aba D pemilik Toko M E sehingga kasus itu menyebar luas.
“yang jelas YB, JE dan D melakukan pertemuan untuk membahas kasus itu. dan merebaklah isu kwitansi tersebut setelah di bawa ke dolah toko murni elktronik” ungkap Hanif Kesal. (BNN-01)

Hanif Akan Bongkar Semua Siapa Yang Terlibat Kasus 7 Juta

Bimantika.net

Hanif adalah Salah seorang yang dekat dengan Walikota Bima yang juga keluarga dekat Istri Walikota Bima Hj. Ellya Alwainy yang sedang menghadapi masalah kasus kuitansi 7 juta untuk rekruitmen Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota bima. beberapa hari lalu tiba tiba saja mesenger Pompinan Bimantika.net.

Diawal percakapan dengan Pimpinan Redaksi Bimantika.net, menyapanya dengan kalimat biasanya layak seorang sahabat. Karena Hubungan Persahabatan Pimpinan Redaksi Bimantika.net
Dan Hanif terbilang sahabat baik sejak awal Era Reformasi 1998. Dalam percakapan mesenger itulah Hanif berkelih kesah soal dirinya yang dibully akhir akhir ini.
“Angkat berita 7 juta Dae nara sumberny saya”. Demikian ujar Hanif mengawali obrolan seriusnya. Lalu Bimantika.net mengembngkan pertanyaan ke Hanif dengan pertanyaan berikutnya Maksudnya aba mau arahkan kemana ini urusannya ?? Dengan tegas Hanif dalam pesan Mesengernya katakan bahwa “biarkan proses hukum berjalan tuntas, saya tak pernah ambil uang itu dari pelapor dan ada tiga kwitansi lain yg ditandatangani orang lain.
mengenai kwitansi 7 jt saya hanya menandatangani saja” ungkapnya.
Ada misteri dibalik kasus Hanif yang menggemparkan Kota Bima. Tidak berhenti sampai disitu Bimantika.net mendalami pertanyaan karena Hanief Mengaku hanya menandatangani saja sejumlah kuitansi sementara uangnya dia mengaku gak menerima. Bimantika.net pun kembali pertanyakan ketegasannya Hanif, Kalau memang Hanif tidak ambil uang itu lantas siapa yang menikmatinya ??? Lantas Adakah Keterlibatan Istri Walikota Bima Hj. Ellya Alwainy menikmati sejumlah uang itu ?? Dengan Tegas pula Hanif katakan bahwa “Gak ada Urusan sama Umi Elly Dae, dia gak tau apa-apa” ujar Hanief. Setelah memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, Hanif justru alihkan pembicaraan dan kekesalannya terhadap beberapa oknum dibalik kasus ini semua. Hanif menyebutkan bahwa kasus dirinya dipolitisasi karna menurutnya rivalitas Lutfer dan Manufer saat pilkada 2018 lalu masih terbawa sampai saat ini. dirinya siap membongkar kasus ini di pengadilan nanti. Dirinya sangat menyesalkan adanya Pertemuan beberpa oknum di tempatnya Aba D pemilik Toko M E sehingga kasus itu menyebar luas.
“yang jelas YB, JE dan D melakukan pertemuan untuk membahas kasus itu. dan merebaklah isu kwitansi tersebut setelah di bawa ke dolah toko murni elktronik” ungkap Hanif Kesal. (BNN-01)

I Wayan Sukadana : Perseden Bali Akan Tetap Lakukan Laga Tandang Vs Persebi Bima

Bimantika.net

penundaan pertandingan liga 3 leg 1 Perseden Bali Vs Persebi Bima membuat banyak pihak berspekulasi dan berpendapat yang menyalahkan pihak Askab Bima yang kurang koordinasi. Semestiny pertandingan itu dilaksankan hari ini Kamis (28/11/2019) ditunda besok hari Jum’at (29/11/2019). Adanya penundaan ini pula banyak pihak yang berspekulasi bahwa besok Perseden akan pulang tanpa bermain. Untuk menelusuri semua itu Bimantika.net lakukan wawancara langsung dengan Coach Perseden.

Pelatih Perseden Denpasar Bali, I Wayan Sukadana yang di konfirmasi Bimantika.net Kamis malam, menyebutkan bahwa Klubnya Perseden Bali akan tetap menjalani laga tanding dengan Persebi Kabupaten Bima besok hari Jum’at (29/11/2019), karena kalau tidak menjalani laga itu akan dianggap WO. Wayan saat ditanya wartawan Bimantika.net terkait urusan keamanan menyatakan bahwa dirinya memang memiliki rasa khawatir yang sangat luar biasa terkait tempat pertandingan yang hanya dipagari kayu seadanya. Rasa khawatir itupun. Dirinya langsung mengajukan ke medcom PSSI serta panitia pelaksana. “Saya sudah sampaikan kekhawatiran saya ke medcom pssi dan panitia pelaksana” ujarnya.
Atas kekhawatirannya tersebut medcom PSSI dan Panitia pelaksana memberikan jaminan keamanan pada pihak perseden.
“Medcom dan Panitia pelaksana merespon kekhawatiran kami dengan memberikan jaminan keamanan” demikian tandasnya. (BNN-01)

Demokrat Buka Pendaftran, BMD Siap Amankan Keputusan DPP

Bimantika.net

Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Bima membuka secara resmi pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima periode 2020-2025. Pembukaan pendaftaran tersebut akan berlangsung tanggal 29 November – 24 Desember 2019. Ketua Panitia Penjaringan, Irwan, SH pada Bimantika.net menyebutkan bahwa dirinya selaku Ketua Panitia Penjaringan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima memiliki tugas untuk melakukan prosesi penjaringan yang tentunya hasil penjaringan tersebut akan di laporkan ke DPD Demokrat NTB dan DPP. “Tugs kami di DPC hanya lakukan proses penjaringan selanjutnya kami akan serahkan hasil dan proses penjaringan tersebut pada Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Propinsi NTB dan Dewan Pimpinan Pusat” demikian ujar Irwan.
Masih menurutnya bahwa Partai Demokrat akan lakukan proses penjaringan ini secara terbuka tanpa harus di tutup tutupi pada publik karna partai demokrat selalu dengan managemen terbuka.

Masih menurut Irwan bahwa sesungguhnya apapun hasil keputusan dari Dewan Pimpinan pusat maka dirinya dan segenap anggot Demokrat siap memperjuangkannya di pilakda 2020 nanti.

Hal senada disampaian oleh Ketua Barisan Massa Demokrat (BMD) Kabupaten Bima, Amirullah bahwa dirinya selaku Ketua Sayap Partai Demokrat Kabupaten Bima diinformasikan langsung oleh BMD Propinsi NTB terkait dengan adanya pendaftran calon Bupati dan Wakil Bupati Bima. “Kita diperintahkan oleh BMD Propinsi NTB agar kami yang ada di BMD Kabupaten Bima selalu berkoordinasi dengan DPC untuk mengawa prosesi pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Bima” demikian uajr Ruma Rengge Sape sapaan akrab Amirullah.
Dirinya berkomitmen apapun hasil keputusan dari DPD maupun DPP Partai Demokrat maka dirinya selaku Kader Militan Demokrat akan siap melakukan pengawalan. “Siapapun yang direkomendasikan oleh DPP sebagai Calon Bupati Dan Wakil Bupati Bima maka itulah pilihan yang saya harus menangkan di pilkada 2020 nanti”ujarnya. (BNN-01)

Benarkah Laga Persebi dan Bali Lantaran Tidak Ada Bupati ??Ratu Tisha Pun Bersurat pada Kedua Klub

Bimantika.net

Pencinta sepakbola di Bima rupanya kecewa berat dengn di tundanya Pertandingan Persebi Bima VS Perseden Denpasar Bali di Lapangan Bou Lanta (GBL) Lambu yang dijadwalkan hari ini Kamis (28/11/2019). Ada issu yang beredar luas di masyarkat bahwa penundaan tersebut karena tidak adanya Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE di Bima. Namun informasi itu terbantahkan karena menurut Askab PSSI Kabupaten Bima, Wahyuddin, S. Ag penundaan tersebut karena semata mat urusan tekhnis. Bahkan Wahyu dalam akun Facebook pribadinya mengklarifiksi persoalan tertundanya laga tersebut.
“Di Pastikan Penundaan Liga 3 Indonesia Final Leg 1
Persebi Bima NTB Vs Perseden Bali Besok Tanggal 29 Nop 2019
Kick Of Jam 15.30 Wita
Lap. GELORA BOU LANTA.
Kec Lambu Kabupaten Bima”Demikian Klarifiksi Wahyu.
Wahyu menshare langsung surat dari PSSI bernomor 5252/AGB/1626/XI-2019 tertanggal 28 November 2019 yang ditujukan pada manager Klub Perseden Denpasar dan Persebi Bima yang berisikan penundaan pertandingan karena perangkat pertandingan berupa Wasit karena adanya penundaan penerbangan dan tak tersedianya tiket mengakibatkan perangkat pertandingan tidak bisa hadir sehari sebelum kickoff. Surat tersebut ditandatangi langsung oleh sekjen PSSI Ratu Tisha.
Pada Bimantika.net salah seorang Pencinta Bola menyatakn bahwa dirinya sangat kecewa dengan tidak becus nya Askab PSSI Kabupaten Bima daam melakukan management sehingga pertandingan tersebut di tunda. “Saya sangat kecewa pada Askab PSSI Bima yang tidak menghargai kami selaku penggemar sepak bola, setelah kami ada di lapangan baru ada informasi penundaan” ujar nya.
Masih menurutnya bahwa semestinya Askab PSSI Kabupaten Bima lakukan koordinsi yang mantap sebelum menentukan Kick off. “Harusnya Askab dan seluruh jajarannya lakukan koordinasi yang mantap sebelum penetapan kickoff sehingga msyarakat pencinta bola tidak merasakan kekecewaan” demikian ungkanya. (BBN-01)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom