Bimantika.net_
Warga Donggo Merasa Memilki kedekatan spesial dengan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP). Terbukti rasa memiliki itu melalui apresiasi warga setempat saat IDP melakukan kunjungan kerja (Kunker) pada hari Jum’at (7/2/2020) ribuan warga setempat sambut penuh keakraban dan familar atas hadirnya IDP.
Warga pun menyambut yel yel Umi Dinda Dua Periode. Salah seorang warga setempat saat Bimantika.net melakukan liputan langsung menyatakan bahwa IDP adalah sosok yang mereka nilai dekat dengan mereka dan mereka dekat dengan IDP. “Kami akan tetap lanjutkan dua periode dengan Umi Dinda, karena Umi Dinda kami masih membutuhkannya” ujarnya.
Pada kesempatan Kunjungan Kerja itu, Bupati IDP memberikan pesan penting pada warga khususnya Desa Mbawa Kecamatan Donggo agar senantiasa menciptakan kondisi harmonis dan tetap terjaga tali silaturrahim antara yang satu dengan yang lainnya. “Mari kita ciptakan kondisi yang aman dan nyaman serta tetap satukan tekad dalam bingkai silaturrahim yang tak pernah terputus” ungkap IDP. (BNN_01)
Komunitas Pengusung “Perubahan” Sape – Lambu menuju “Poros Baru”
Bimantika.net_ menyambut poros baru yang diprakarsai oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan mengusung putta terbaik Bima Timur yang juga kader terbaik PKS Firdaus, SH, MH dipadukan dengan Putra Terbaik Bima Barat Asli Kecamatan Donggo, H. Herman Alfa Edison (HAE) merubah konstalasi politik dan arah dukungan warga Bima timur, Demikian Ungkap MS pada Bimantika.net Jum’at (7/2/2020) menurutnya lahirnya Putra Sape sebagai salah satu kompotitor Bakal Calon Wakil Bupati dalam kancah Pilkada 2020 akhir-akhir telah merubah peta dan konstalasi politik di Wilayah Bima Timur Kabupaten Bima,, Hal ini terlihat dari sikap dan prilaku para komunitas Pengusung Gagasan Perubahan sudah mulai menurunkan ritme dalam melakukan sosialisasi dan konsolidasi. Pada prinsipnya mereka tetap konsisten dengan kata Perubahan, namun Perubahan itu bukan teruntuk kandidat wilayah lain, Namun Perubahan itu harus lahir dari Produk lokal yang merupakan representasi dari keterwakilan Wilayah Timur. Sampai keluar pernyataan dari para Komunitas pengusung Perubhan, “Buat apa menggaungkan Perubahan untuk orang lain, kalau memang Perubahan itu hadir dari Daerah kita sendiri, apalagi selama ini kita selalu dianggap sepele oleh wilayah-wilayah lain, masih lanjut pernyataan salah satu pemuda Bima Timur, Selama ini kita selalu mengekor dan diketerbelakangkan, padalah pemilih Bima Timur jauh lebih besar dibanding wilayah lain di Kabupaten Bima ini, berbicara potensi Sumber Daya Manusia jg tidak diragukan lagi, Lantas apa yg membuat kita harus mendukung yg lain Kalo perubahan itu bisa hadir dari Produk Wilayah Timur. Menutup komentarnya dengan slogan “Perubahan harus di mulai dari Ufuk Timur sebagai Pintu masuk Islam, Salam Perubahan untuk Poros Baru” tegasnya (BNN_01)
Pro Kontra Wanita Sebagai Pemimpin, Hanya Kepentingan Pilkada
Oleh : Fen Ncera
Aktifis Angkatan Muda Muhammadiyah “AMM”
Bimantika.net_Dalam pandangan saya bahwa kiprah politik perempuan di ranah publik agaknya masih belum dapat dilepaskan dari pro dan kontra. Kepemimpinan perempuan, khususnya jabatan politik, masih menjadi sesuatu yang “debatable”.
Dalam negara demokrasi seperti Indonesia sudah seyogyanya perempuan mempunyai kedudukan dan hak yang sama dalam membangun bangsa sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945.
Pemberdayaan dan pendidikan dalam dimensi apa pun bagi perempuan adalah suatu keharusan. Dalam partisipasi di ruang publik segala macam hambatan yang dikhawatirkan dapat meminimalisir peran dan kiprah perempuan untuk mengaktualisasikan diri seharusnya direformasi total.
Dalam realitanya ideologi, psikologi, dan minimnya sumber daya manusia perempuan kerap dijadikan senjata ampuh untuk menyerang eksistensi perempuan di ranah publik. Padahal, dari sisi ideologis, misalnya, tidak ada satu pun dalil yang bisa menjadi landasan kuat melarang kiprah politik perempuan.
Bahkan, dalam pandangan Islam, hal-hal yang berkaitan dengan hak-hak politik perempuan tertera dalam Al Quran, di antaranya pada surat At-Taubah: 71, yaitu: “Orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh untuk mengerjakan yang maruf, mencegah yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.”
Secara aktualisasi saya bahwa ayat di atas mewajibkan laki-laki dan perempuan untuk bekerja sama dalam berbagai bidang kehidupan. Serta melakukan kegiatan-kegiatan konstruktif. Di samping itu, sejarah Islam pun menunjukkan betapa urgennya peran perempuan di ruang publik.
Oleh karena itu, tidak heran saat itu banyak didapati kaum perempuan yang berani menyatakan sikap dalam sistem pemerintahan. Tidak berbeda dalam konteks kewarganegaraan perempuan memiliki hak dan kewajiban yang dapat ditinjau dari tiga aspek.
Pertama, dalam tataran individu semua kaum perempuan berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, pendidikan berkualitas, perekonomian yang memadai, dan jaminan pendidikan keagamaan.
Kedua, sebagai warga masyarakat, perempuan dan laki-laki berhak mendapatkan akses, manfaat, kontrol, dan partisipasi tehadap sumber daya dan informasi, dan mempunyai hak dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam proses manajemen pembangunan.
Ketiga, dalam konteks hak dan kewajiban sebagai warga negara, perempuan berhak untuk memilih dan dipilih, berbicara, berserikat, berusaha, dan memperoleh perlindungan hukum.
Tak kalah menarik adalah banyaknya artis-artis cantik terjun sebagai politisi dadakan untuk duduk menjadi anggota legislatif (caleg). Wajahnya yang ayu, bisa saja memukau para pemilih pemula dan manula. Sah-sah saja artis menjadi caleg. Bupati wakil bupati wali kota wakil wali kota gubernur wakil gubernur dan setingkat pusatpun boleh .
Saya mengatakan yang akan memilih adalah rakyat. Kalau politisi tulen berkualitas tentu sang artis akan kalah perolehan suaranya. Namun, kalau mereka tak bisa memperjuangkan aspirasi rakyat, jangan salahkan kalau pilihan berpaling.
Rakyat selalu butuh alternatif baru. Kalau penggantinya tak lebih baik cari pilihan lainnya. Begitu terus-menerus. Kita memang tak selalu puas dengan apa yang sudah dimiliki. Jadi para perempuan tetaplah berjuang dalam berpolitik untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Sayangnya, sampai saat ini jumlah perempuan yang menjadi wakil rakyat belum begitu banyak.
Perempuan hebat di Indonesia beragama islam yaitu :
1.Wali kota Surabaya
2..Bupati Bima
3.Bupati Bekasi Jawa Barat
4.Wakil Gunernur NTB
5.18 Wanita menjadi Kepala Daerah Di Indonesia pada pilkada 2018 .
Dalam hal ini menjadi bukti bahawasaNya perempuan nemiliki hak menjadi kepala daerah sesaui UU 1945 ini tidak bisa kita klaim .yang penting di dukung oleh mayorotas Islam dan Non Islam karna hiduo ini saling TOLERANSI antara sesama agama .
Dalam pandangan saya itu bahwa politisi perempuan diharapkan bisa memberi sentuhan kelembutan dalam politik agar kehidupan politik jadi damai dan santun. Tak perlu anarkisme. Kehadiran perempuan tentu akan membuat kehidupan politik semakin bergairah dan penuh dinamika dalam kehidupan demokrasi.
Banyak oknum oknum elite Politik menggunakan ayat ayat Allah dan hadis Rasulullah Saw untuk menjadi sebagai kepentingan Politik atau haus kekuasaan dan menajdi legalitas dalam pertarungan Politik di negeri ini.banya oknum yang tidak paham terkait sejarah islam yang sebenarNya maupun masih ngawur untuk menggunakan ayat tersebut padahal itu belum ada dalil yang kuat.
Kunker Di Kecamatan Bolo, IDP Di Sambut Warga Yel Yel 2 Periode
Bimantika.net
Dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker), Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) di Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima pada hari Rabu (5/2/2020) disambut meriah oleh warga setempat dengan yel yel Lanjutkan Dua Periode.
Rakyat sepertinya menganggap kedatangan IDP adalah sebagai Calon Bupati Bima Periode 2020_2025 sehingg setiap saat mereka meneriakkan yel yel Lanjutkan Dua Periode.
Ditengah kerumunan ribuan pasang mata dalam acara kunjungan kerja (kunker) tersebut Salah seorang Warga menyatakan SKALI WALI SKALI RAI (Sekali Lagi Sekali Lari) untuk Umi Dinda.
“Skali wali Menangkan IDP, Warga Sanolo Siap Memenangkan IDP” ungkapnya.
Dalam Kegiatan kunker tersebut, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE menyampaikan informasi positif buat warga setempat terkait dengan sejumlah pembangunan yang akan dituntaskannya di sisa masa jabatannya sekaligus untuk masa yang akan datang. “Insya Allah kami akan lanjutkan pembangunan kabupaten Bima yang lebih giat lagi bersama Pak Dahlan” ujar IDP yang di sambut histeris warga dengan teriakan Lanjutkan Lanjutkan.
Pada kesempatan itu, IDP menyampaikan pesan moral agar warga Sanolo tidak mudah ter profokasi dengan hal hal yang merugikan masyarakat itu sendiri. Dan berharap agar masyarakat tetap mencanangkan kebersamaan dalam menjaga ketentraman dalam bermasyarakat. “Mari kita ciptakan situasi yang aman dan nyaman dalam bermasyarakat sehingga tercipta kedamaian untuk kita semua” ajak IDP lagi lagi disambut tepuk tangan gemuruh oleh Warga sembari katakan IDP 2 Periode Lanjutkan (BNN_01)
Kunker Di Wera, IDP Di Sambut Tangis Dan Pelukan Warga Setempat
Bimantika.net_ Segelintir oknum Menolak IDP dua Periode Namun Sebahagian besar mengharapkan IDP Kembali Memimpin Demikian ungkap Salah Seorang Warga Saat Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Puteri SE (IDP) di Kecamtan Wera Kabupaten Bima dalam rangka melakukan kunjungan kerja.
Kehadiran IDP di Kecamatan Wera diserbu warga kaum emak-emak saat melakukan kunjungan kerja pada hari Kamis, (6/2/2020) tersebut diwarnai dengan tangisan para ibu ibu alias emak emak pencinta IDP.
Warga dimulai dari balita yang digendong ibunya, anak-anak hingga emak-emak tersebut sejak sekitar pukul 10.00 WIB sudah berkumpul di depan Kantor Camat Wera. Mereka berdatangan setelah diberitahu oleh tokoh masyarakat dan pengurus RT setempat, bakal ada kunjungan Bupati perempuan pertama di NTB melakukan peresmian Kantor Camat Wera.
Warga yang setia menanti IDP itu, rela berpanas-panasan. Meksi terik matahari yang panas, warga dengan menggunakan payung tetap menunggu kedatangan Bupati Bima. Akhirnya sekitar pukul 11.15 Bupati Bima yang ditunggu pun datang. Dengan menggunakan baju Coklat bersepatu lars itu Bupati turun dari kendaraan Dinasnya.
Sontak warga khususnya emak-emak dan anak-anak menyerbu menyalaminya hingga warga pun menangis memeluk IDP. Dan tidak ketinggalan momen itu, warga berkesempatan berselfie bersama orang nomor satu di Kabupaten Bima.
“Hanya sebagian kecil saja yang menolak Umi Dinda, Kami sebahagian besarnya siap memenangkan Umi Dinda dua Periode” ungkap ibu ibu Warga setempat sambil memeluk IDP (BNN_02)
Nasionalis Kerakyatan Manifesto Partai Gerindra
Bimantika.net_Ketua DPC Gerindra Kota Bima, Khalid Bin Walid berbincang ringan soal latar belakang berdirinya Partai Gerindra. Walid yang juga kini sebagai Ketua Komisi lll DPRD Kota Bima menguraikan bahwa Memberi nama partai politik gampang-gampang susah. Karena nama partai berkaitan dengan persepsi yang akan diingat oleh masyarakat selaku konstituen. Sebelum nama Gerindra muncul, para pendiri partai ini seperti Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Fadli Zon dan Muchdi Pr juga harus memikirkan nama yang tepat. Ketika itu di Bangkok, Thailand, mereka berkumpul untuk acara Sea Games Desember 2007, demi mendukung tim indonesia, terutama polo dan pencak silat yang berhasil lolos untuk dipertandingkan di sana.
Kebetulan Prabowo adalah ketua IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). Namun ajang kumpul-kumpul tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membahas nama dan lambang partai. Nama partai harus memperlihatkan karakter dan ideologi yang nasio-nalis dan kerakyatan sebagaimana manifesto Gerindra. tersebutlah nama “Partai Indonesia Raya”. Nama yang sebenarnya tepat, namun sayang pernah digunakan di masa lalu, yakni PIR (Partai Indonesia Raya) dan Parindra. “Kalau begitu pakai kata GERAKAN, jadi Gerakan Indonesia Raya,” ucap Hashim penuh semangat. Peserta rapat pun kemudian menyetujuinya. Selain gampang diucapkan, juga mudah diingat: Gerindra, begitu bila disingkat. Nah, setelah persoalan nama selesai, tinggal soal lambang. Lambang apa yang layak digunakan?
Muncul ide untuk menggunakan burung garuda. Namun, ini lambang yang sudah banyak digunakan partai lain. apalagi simbol Pancasila yang tergantung di dada garuda, mulai dari bintang, padi kapas, rantai, sampai kepala banteng dan pohon beringin, sudah digunakan oleh partai yang ada sekarang. Untuk menemukan lambang yang tepat, Fadli Zon mengadakan survei kecil-kecilan.
Hasilnya, sebagian masyarakat justru menyukai bila Gerindra menggunakan lambang harimau. Harimau adalah binatang yang sangat perkasa dan menggetarkan lawan bila mengaum. Namun, Prabowo memiliki ide lain, yakni kepala burung garuda, ya hanya kepalanya saja. Gagasan itu disampaikan oleh Prabowo sendiri, yang juga disetujui oleh pendiri partai yang lain.
Maka jadilah Partai Gerindra yang kita kenal sekarang. Perpaduan antara nama dan lambang yang tepat, sebab keduanya menggambarkan semangat kemandirian, keberanian dan kemakmuran rakyat. Kepala burung garuda yang menghadap ke kanan, melambangkan keberanian dalam bersikap dan bertindak. Sisik di leher berjumlah 17, jengger dan jambul 8 buah, bulu telinga 4 buah, dan bingkai gambar segi lima yang seluruhnya mengandung arti hari kemerdekaan, 17-8-1945. Dalam perjalanannya kemudian, terbukti, Gerindra mendapatkan tempat di hati masyarakat, meski berusia muda. Ketika iklan kampanye gencar dilakukan, burung garuda dan suaranya ikut memberi latar belakang sehingga para penonton merasa tergugah dengan iklan tersebut. (Advetorial)
PKS Bangun Poros Ke Tiga Dalam Pilkada, Stok Kader Terbaik Ada Di PKS
Bimantika.net
Pilkada Kabupaten Bima akan digelar akhir tahun 2020 ini, praktis elite partai politik dan para pemain politik pun disibukkan dengan perhelatan Demokrasi sekali dalam 5 Tahun ini. Sampai Berita ini di Release, yang positif Bakal Calon Bupati Bima adalah Calon Petahana Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE atau yang biasa disapa IDP, Drs. H. Syafrudin H. M. Nur Mantan Bupati Bima dan H. Herman Alfa Edison dan Nimran Abdurrahman, SH, MH.
Yang menarik adalah ketika terjadinya konfrensi Pers Ketua DPD PKS Kabupaten Bima, Ustadz Abdur Rahman selaku yang juga sekaligus sebagai Ketua TPPD Kab. Bima, memberikan sinyal yang begitu kuat bahwa sesungguhnya PKS yang sedang dikendalikannya akan membentuk Poros Baru yang disebutnya sebagai poros ketiga. Tentu kalau PKS membentuk Poros Baru Maka konstalasi politik semakin dinamis. Seiring dan seirama dengan pendapat salah satu kader PKS lainnya, Isman Gaffar yang memiliki pandangan pribadi bahwa poros Baru PKS bakal mengusung Kader terbaik PKS yang ada di Wilayah Bima Timur den rencama pasangan Figur Bima Barat, H. Herman Alfa Edison Putra Asli Kecamatan Donggo. HAE sebutan dari Herman Alfa Edison adalah Pengusaha sukses yang ingin mengabdikan dirinya untuk Dou Labo Dana Mbojo, sehingga dirinyapun sering lakukan pertemuan pertemuan dengan warga kabupaten bima hingga ke pelosok pelosok. HAE menjadi figur penting yang dibicarakan di internal PKS dan PKS ingin buktikan pada seluruh Rakyat Kabupaten Bima bahwa Poros Baru yang ingjn dibentuk oleh PKS adalah figur handal yang memiliki kualitas baik. Salah seorang simpatisan PKS pada Bimantika.net melalui Pesan Mesengernya Menyatakan bahwa kini saatnya PKS mengambil peran penting dalam Urusan Pilkada Kabupaten Bima. “Dengan Modal 4 Kursi Parlemen dari minimal 9 kursi sarat parpol mengusung pasangan Calon Kepala Daerah, tentu PKS tidak salah membangun poros ke tiga setelah Poros IDP_Dahlan, Syafru_Ady” demikian ungkapnya sembari menutup Pesan mesengernya dengan kalimat Stock Kader Handal dan Terbaik ada pada PKS (BNN_03)
PKS Bikin Poros Baru Di Pilkada Kabupaten Bima 2020
Bimantika.net
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah Partai yang memiliki Militansi yang sudah digeser oleh kepentingan politik partai lainnya. Bukti militansi para pencinta PKS adalah masih stabilnya perolehan Kursi Dewan di DPRD Kabupaten Bima dengan Fraksi Utuh. Pilkada Kabupaten Bima 2020 Partai PKS memang menjadi “seksi” diperbincangkan dengan posisi 4 Kursi Parlemen tentu ada Bargaining posisi bagi PKS itu sendiri dalam membentuk Poros Koalisi di Kancah Pilkada Kabupaten Bima.
Salah seorang Politisi Partai PKS, Isman Gaffar, ST memiliki pandangan pribadi soal poros baru tersebut. Menurut Isman,
Akan ada poros baru dalam Pilkada Kabupaten Bima. Ini penting untuk menjawab keraguan akan kurangnya stok orang orang hebat di Dana Mbojo.
Lanjutnya, Seandainya PKS benar mengusung Kadernya, yaitu Bpk. Firdaus SH. MH. Seorang akademisi dari wilayah Timur Kabupaten Bima, maka akan dapat merubah pola kontestasi pilkada 2020.
Wilayah Timur Kab. Bima adalah wilayah yang kaya dengan sumber daya Manusianya dan juga sumber daya alamnya, maka sangat penting untuk mengantarkan putra terbaiknya untuk dapat ikut mengelola dan Membangun kab. Bima.
Jangan sampai Bima timur yang kaya dengan SDM dan SDAnya ini hanya menjadi penonton, sehingga selalu terabaikan.
Terkait dengan siap beliau dipasangkan…? Bisa jadi dengan H. Herman Edison. Yang merupakan repsentasi dari wilayah Bima Barat.
Mudah mudahan paket ini bisa terwujud.
Isman tidak membantah kalau pandangan pribadinya tersebut sebenarnya sudah menjadi atensi secara kelembagaan oleh PKS.
“Itu sebagai analisa pribadi ana. Tapi kalo merujuk pada hasil konferensi pers oleh Pak Ust. Abdur Rahman selaku ketua DPD PKS, sekaligus sebagai Ketua TPPD Kab. Bima, sinyal itu sedang dalam pertimbangan, yang jelas kami akan melakukan survey dulu siapa yang paling layak diantara sekian putra putra terbaik Sape dan Lambu” demikian ujar Isman Gaffar. Ditanya soal PKS bakal berkoalisi dengan Parpol mana saja ? Isman enggan memberikan komentar dan cenderung merahasiakannya (BNN_01)
Bupati IDP Temui Langsung Korban Kebakaran Jala Nggembe, Dan Bantu Korban Secara Pribadi
Bimantika.net_ Bupati Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) disela sela kunjungan kerjanya di beberapa Desa di Kecamatan Bolo pada hari Rabu (5/2/2020) pada hari yang sama pula IDP melihat secara langsung kondisi para korban kebakaran di RT 13,14 Dusun Jala Desa Nggembe Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.
IDP dengan rombongannya hadir langsung di lokasi, disambut haru oleh masyarakat yang masih mengais sisa sisa reruntuhan akibat ganasnya si jago merah tersebut.
“kami hadir langsung disini untuk melihat kondisi riil korban dan sisa puing bangunan yang terbakar,” jelas IDP ditengah kerumunan warga.
Beberapa warga menjadi korban kebakaran adalah lansia, Bupati yang mendengarkan langsung cerita dari korban itu, hanya bisa mengelus dada, seolah merasakan bagaimana proses menyelamatkan diri korban yang usia lanjut.
“Alhamdulillah Allah masih dilindungi Allah, kami tidak bisa bayangkan bagaimana proses nenek menyelamatkan diri dan diselamatkan warga,” ujar IDP.
Bupati IDP pun mengimbau agar kedepan lebih hati-hati bila menyalakan api, terutama memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing untuk menjaga hal yang tidak diinginkan.
“Pastikan api di dapur padam baru meninggalkan rumah, selama ini kebakaran banyak bersumber dari api di dapur dan juga instalasi listrik yang sudah tidak memenuhi standar,” ujarnya.
IDP menyerahkan bantuan pribadi berupa uang tunai pada 5 KK yang mengalami kebakaran, dan meminta kepada korban untuk tabah menerima cobaan serta ujian yang terjadi.
“Bantuan tanggap darurat akan segera menyusul, bantuan pribadi ini hanya membantu sementara waktu saja, Kepala desa harus segera mendata dan melaporkan supaya bantuan dapat disalurkan Pemerintah,” demikian perintah IDP pada Kades (BNN_07)
Babe Bapak Politik Santun Bergaya Millenial
Bimantika.net
Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan M. Noer, M. Pd atau yang biasa disapa dengan Sebutan “Babe” adalah sosok dan figur yang santun dan Bergaya Millenial, gaya khasnya yang setiap ketemu siapapun selalu memberikan senyum menjadikannya Sang idola khusus kaum millenial walau dengan Usia yang tidak Muda lagi. “Beliau adalah Asset Langgudu Khususnya dan Bima raya umumnya adalah sosok yang bergaya slowly dan familiar” ujar Sohibul Hadis alias Igen Prakoso saah satu Pencinta Babe.
Menurutnya Babe sebagai Sosok mantan ASN sangat memahami betul bagaimana melakukan sesuatu yang terbaik selama dirinya menjadi Wakil Bupati Bima. Hubungan yang sangat harmonis dengan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) menjadikan Babe masih bergandengan tangan dengan IDP untuk melanjutkan prosesi dan akselarasi pembangunan di Kabupaten Bima. “Harmonisnya IDP_Dahlan untuk melanjutkan jilid ll terbukti dengan dikeluarkannya surat tugas oleh DPP Partai Gerindra dalam Pilkada Kabupaten Bima 2020” demikian ujar Igen.
Hal yang sama disampikan oleh Usman sang pemilik akun facebook “Bumi Nugroho” mengungkapkan bahwa karakter pak Wakil Bupati yang biasa dipanggil Babe menjadikannya sangat mengagumi Babe sehingga dirinya mengambil bagian penting dalam memperjuangkan IDP_Dahlan Jilid ll dalam bentuk membuat relawan Babe Centre.
“Babe Centre adalah kumpulan generasi muda millenial, kelompoknya sumur akal sehat” ujar Somad.
Menurutnya Babe Centre yang di inisiasinya adalah relawan khusus bagi pencinta Babe se Kabupaten Bima. “Kami terus konsolidasikan Babe Centre hingga ke RT, Dusun Dusun dan Desa se Kabupaten Bima” ujarnya. (BNN_01)
