Pimpin Rakor Virtual, Bupati IDP Minta Camat Pantau Tahapan Pilkades

Bimantika.net Usai mengikuti Rapat Koordinasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB Senin (7/3) 2021 Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) memimpin Rapat Koordinasi secara Tatapmaya (virtual) dengan 18 Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima menggunakan aplikasi zoom meeting.

Dua agenda penting yang dibahas oleh Bupati dan para Camat pada kesempatan tersebut adalah mendengarkan pemaparan progres tahapan pemilihan kepala desa yang sedang berlangsung di sejumlah kecamatan dan menerima laporan cakupan vaksinasi.

Pada Rakor tersebut, Bupati Bima secara khusus menginstruksikan para Camat terus memantau perkembangan yang muncul dalam tahapan Pilkades. Hari ini adalah batas pendaftaran para bakal calon. Oleh karena itu Camat diminta melakukan pengecekan persiapan Pilkades di tingkat desa untuk memastikan kesiapan desa tersebut mengikuti pesta demokrasi.

Dalam Rakor yang dipandu oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan tersebut Bupati memaparkan,
“Kepada para camat yang desanya melaksanakan Pilkades pada tahun ini agar setiap dinamika yang muncul di lapangan dengan tingkat kerawanan tinggi dicermati dengan baik untuk diantisipasi sehingga tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas”. Terang Bupati.

Selain mengharapkan kewaspadaan, para camat dan jajaran harus memastikan partisipasi masyarakat pada Pilkades karena keberhasilan Pilkades juga ditentukan oleh tingginya tingkat partisipasi masyarakat pada setiap tahapan termasuk saat pencoblosan”. Harapnya.

Hal lainnya yang muncul dalam Rakor tersebut, Bupati mengingatkan para camat untuk mewaspadai perubahan cuaca. “Saya minta kepada para camat untuk tetap meningkatkan kesiap siagaan menghadapi perubahan musim karena seperti yang kita lihat, intensitas curah hujan masih tinggi dan kita belum melewati puncak musim hujan. Oleh karena itu agar mewaspadai timbulnya bencana di masing-masing kecamatan”. Kata Bupati.

Menutup arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kerja keras para Camat, Muspika, para kepala desa dan tenaga vaksinator dalam mengejar capaian target vaksinasi yang telah ditetapkan untuk masing-masing kecamatan. Namun demikian saya berharap capaian vaksinasi khususnya dosis II dan Dosis lanjutan terus dimaksimalkan. (***)

Beri Disiplin Prajurit dalam Berkendara, Kodim Bima Gelar Pemeriksaan Kendaraan

Bimantika.net Langkah Kodim 1608/Bima melalui Staf Intelijen melaksanakan pemeriksaan kelengkapan kendaraan anggota Koramil 1608/Bima bertempat di Makodim 1608/Bima Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda. Senin (07/03/2022).

Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap triwulan dengan melakukan pemeriksaan kendaraan mulai dari kelengkapan kendaraan dan dokumen kendaraan baik itu Surat Izin Mengemudi ( SIM ) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK ).

Ditempat berbeda Dandim Bima Letnan Kolonel Inf M.Zia Ulhaq,S.Sos., mengatakan ” kegiatan pemeriksaan kendaraan tersebut merupakan bentuk pengamanan personel Kodim 1608/Bima dalam berkendara” juga merupakan Program Kerja Anggaran bidang Intelijen kata Dandim.

Perwira Seksi Intelijen Kodim 1608/Bima Kapten Inf Seninot yang memimpin langsung pemeriksaan kendaraan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah program satuan yang bertujuan untuk tetap menjaga disiplin dan keselamatan personel dalam berkendara.

“Program satuan yang kita laksanakan bertujuan untuk selalu tetap menjaga disiplin dan keselamatan anggota dalam berkendara”, ungkap Kapten Seninot

Turut hadir Pasilog kodim 1608/Bima Kapten Cba Jemmy Lawalata, . Dan Unit Intel kodim 1608/Bima Letda Inf Husain, Batih Intel beserta Staf Intel kodim 1608/Bima
Ba Provost kodim 1608/Bima dalam pemeriksaan dan pengecekan kendaraan anggota kodim 1608/Bima. (***)

Bupati Cantik IDP Bacakan Komitmen Bersama dalam Rakor DRPPA

Bimantika.net Kunjungan Kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si ke NTB Senin (7/3) selain melakukan Rapat Koordinasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB.

Juga menghadiri Launching kabupaten/kota Ramah Perempuan dan Layak Anak Se-NTB dan Penanda tanganan Komitmen Bersama Provinsi dan Kabupaten/Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak (KRPLA) antara Pemerintah Provinsi NTB dengan para Bupati dan Walikota.

Dalam Rakor yang dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi SE (HML) dan beberapa pimpinan daerah seluruh NTB tersebut, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE (IDP) didaulat untuk membacakan komitmen bersama di hadapan seluruh pemangku kepentingan di NTB untuk mewujudkan Provinsi dan Kabupaten Ramah Perempuan dan Layak Anak (KRPLA).

Menteri PPPA I.G.A.Bintang Darmawati dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya semua level pemerintahan berkomitmen mewujudkan daerah ramah perempuan dan anak. “Upaya ini tentu saja dimulai dari level paling bawah. Tidak akan ada provinsi ramah perempuan dan layak anak tanpa kabupaten/kota ramah perempuan layak anak. Demikian pula tidak akan ada kabupaten/kota ramah perempuan dan layak anak tanpa desa/kelurahan ramah perempuan layak anak”. Tandasnya.

Sementara itu, Bupati Bima memaparkan, Pemerintah kabupaten Bima menindak lanjuti komitmen bersama tersebutdengan menerbitkan Surat Keputusan (SK) nomor 03/III/2022 Tentang Penetapan 16 Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di kabupaten Bima.

“16 desa tersebut akan menjadi 1 desa model dan 15 desa rintisan integrasi program dan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan pencapaian indikator dan mendorong partisipasi masyarakat untuk mendukung pelaksanaan DRPPA. Langkah ini juga penting dalam melakukan koordinasi, pemantauan, dan evaluasi atas pelaksanaan model, melakukan pembinaan dan pengawasan kepada pemerintahan desa/kelurahan untuk memastikan implementasi DRPPA”. Jelas Bupati

“Hal terpenting adalah sinergitas program dan kegiatan yang mencakup fasilitasi pengorganisasian perempuan dan anak, pelibatan perempuan dan anak dalam proses pembangunan di desa/kelurahan. Upaya ini mensyaratkan penyediaan data yang memuat data pilah tentang perempuan dan anak.

Aspek lainnya adalah fasilitasi pendampingan penyusunan Perdes, advokasi dan memastikan adanya pembiayaan dari keuangan desa dan pendayagunaan aset desa untuk mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak melalui pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di desa/kelurahan.

Ada banyak tantangan yang harus diselesaikan antara lain peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan berprespektif gender, penyediaan sistem pengasuhan berbasis hak anak, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penghapusan pekerja anak dan pencegahan perkawinan usia anak di tingkat desa/kelurahan. Juga layanan komprehensif di tingkat kabupaten dan provinsi bagi perempuan dan anak korban kekerasan”. Jelas Bupati

Pada Rakor tersebut Bupati Bima didampingi Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima Drs. Syahrul, Kabid Perencanaan Sosial Budaya Bappeda Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc dan Kabid Sosbud DPMD Iman N.Sulaiman S.Sos. (***)

Polemik Sumur Bor Berakhir, Kadis Perkim Setujui Keinginan Petani Rasabou

Bimantika.net Polemik sumur bor yang berlokasi di sekitar area pembangunan relokasi rumah dampak banjir di Desa Tambe, Kecamatan Bolo berakhir. Kepala Dinas Perkim Kabupaten Bima, Taufik ST menyetujui keinginan para petani So Mbadu Desa Rasabou.

Kesepakatan itu setelah kedua pihak mereview kembali pembicaraan awal penempatan sumur bor di wilayah Desa Rasabou.

Diantara point yang disampaikan oleh perwakilan petani melalui Pemerintah Desa (Pemdes), BPD dan kelompok masyarakat. Bahwa pemanfaatan air sumur bor disamping untuk kebutuhan di perumahan relokasi banjir, juga dimanfaatkan untuk irigasi pertanian di Desa Rasabou. Termasuk ganti rugi kepada pemilik lahan di lokasi sumur bor.

“Sesuai kesepakatan awal, air sumur bor ini juga dimanfaatkan untuk irigasi pertanian di sekitar. Kemudian lahan yang dipakai sumur bor secepatnya kita ganti rugi,” ujar Taufik saat pertemuan di kediaman Kepala Desa Rasabou, Senin (7/3).

Sebelumnya, penempatan sumur bor di wilayah Desa Tambe ditolak, bahkan dilakukan aksi demo oleh warga sekitar lokasi proyek.
“Saat itu warga Tambe menolak sumur bor. Usai demo meminta agar dialihkan ke wilayah Rasabou,” ucap Wakil BPD Rasabou, Muhammad Khardi.

Ia berharap, apa yang disepakati ini dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Yakni berkaitan dengan pembuatan jaringan atau saluran irigasi menuju lahan pertanian.
“Semoga tidak ada kendala maupun rintangan. Sehingga aspirasi masyarakat petani terwujud,” pungkasnya. (***//Oyank)

Era HML Seluruh Drainase Perkotaan di Kerjakan 2022, Bukti Serius Tangani Banjir Kota Bima

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) benar-benar maksimal memikirkan kenyamanan Warga Kota Bima.

Walikota HML dalam keterangan persnya saat di hubungi Media Online Bimantika Senin 7 Maret 2022 menjelaskan 10 tahun terakhir peristiwa banjir selalu terjadi di Kota Bima.

“Sepuluh tahun terakhir ini banjir menjadi momok yang menakutkan bagi warga Kota Bima” ujar Walikota HML.

Menurut Walikota HML itu pertanda adanya perubahan lingkungan baik perubahan fungsi lahan pertanian maupun perbukitan.

“Banjir di Kota Bima datang melalui dua arah, yaitu melalui pegunungan di Kota Bima dan dari Kabupaten Bima, tentu penanganan ini harus saya maksimalkan” ungkap Walikota HML serius saat di wawancara khusus media Bimantika.

Walikota HML berharap bahwa kita betul-betul menghasilkan suatu konsep gagasan dalam penanganan banjir dan pencegahannya.

“Kita menginginkan adanya penanganan banjir yang one system one integrated artinya penanganan ini tidak secara parsial tapi betul-betul penanganan tersebut secara kolektif” tegasnya.

Masih menurut Walikota HML bahwa sesungguhnya masyarakat yang kita relokasi perlu adanya pemberdayaan, begitu juga dengan lahan yang direlokasi atau ditinggalkan perlu adanya penataan berkelanjutan.

Dalam hal keseriusan Walikota HML, Kota Bima Dalam APBD nya di Tahun 2022 yang di syah kan oleh DPRD Kota Bima memiliki item pekerjaan pembenahan Saluran Drainase dan Talud sungai se Kota Bima.

Kabid PP Ekonomi dan Infrastruktur Bappeda Kota Bima, Arief Roesman Effendy, ST, MT, M. Sc yang di wawancara khusus media Online Bimantika Senin 7 Maret 2022 menyampaikan beberapa kebijakan pro rakyat Walikota HML dalam hal pembenahan seluruh saluran drainase Perkotaan Kota Bima di tahun 2022 ini.

Arief Roesman Effendy menguraikan saat di wawancara Media online Bimantika bahwa sejumlah Paket Saluran Drainase dan Talud di Kota Bima Tahun 2022 semata-mata upaya dan ikhtiar Walikota HML dalam mengatasi banjir Kota Bima.

Arief, pada media online Bimantika merincikan bahwa Pembangunan Bangunan Perkuatan Tebing dengan total Anggaran RP 3.950.000.000 Milyar dengan rincian Pekerjaan Pemasangan GUlly Plug Saluran Pembuang Jatiwangi (Lingkungan Gindi)

Pekerjaan lainnya adalah Pemasangan Talud Penahan Banjir RT. 11 Kelurahan Ntobo

Pemasangan Talud Sungai Kelurahan Melayu

Pembangunan Bronjong So Pantamu Kelurahan Ntobo.

Pembangunan Perkuatan Tebing Kelurahan Penanae.

Pembangunan Perkuatan Tebing Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda.

Pembangunan Perkuatan Tebing Lingkungan Bedi Kelurahan Manggemaci Kecamatan Mpunda.

Pembangunan Perkuatan Tebing (Pembangunan talud) Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba.

Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai RT. 2 Kelurahan Penanae

Pembangunan Saluran Pembuang Kelurahan Sambinae.

Pembangunan saluran pembuang santi 1.

Pembangunan talud sungai lanco tolobali Kelurahan Sarae.

Pembuatan Talud Lingkungan Kabanta Nungga.

Peningkatan Saluran Pembuang Lewijambu Kelurahan Ule.

Peningkatan Talud Sungai Jatiwangi – Santi (Belakang Santi Regency).

Perkuatan Tebing Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba

Perkuatan Tebing Sungai Kelurahan Lewirato

Perkuatan Tebing Sungai Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda.

Perkuatan Tebing Sungai Kelurahan Kendo.

Perkuatan Tebing Sungai Lingkungan Nae.

Perkuatan Tebing Sungai Linkungan Salama

Perkuatan Tebing Sungai Nungga

Rehabilitasi Saluran Pembuang Kelurahan Matakando.

Pembangunan Cek Dam Kelurahan Ntobo Kecamatan Raba

Pembangunan Check Dam Sambinae Panggi

Masih menurut Arief saat di wawancara media Online Bimantika bahwa sejumlah Operasi dan Pemeliharaan Tanggul dan Tebing Sungai dikerjakan.

Di antaranya menurut Arief pada Media Bimantika Belanja Operasional dan Pemeliharaan Sungai Tersebar

Rehabilitas Dam Nungga 1 Kelurahan Nungga

Rehabilitas Dam Nungga 2 Kelurahan Nungga Kecamatan RasanaE Timur.

Rehabilitasi Dam Raba Fanda Dodu Kelurahn Dodu.

Rehabilitasi Dam Risa Kelurahan Kumbe.

Rehabilitasi Dam Satampa Kelurahan Penaraga

Arief juga menjelaskan saat wawancara dengan Crew Media Bimantika bahwa Bidang Cipta PUPR menganggarkan juga Pembangunan Sistem Drainase Perkotaan.

Itemnya Menurut Arie saat wawancara khusus dengan media online Bimantika diantaranya Lanjutan Pembangunan Drainase Kelurahan Rabadompu Timur

Pembangunan Drainase Kelurahan Kumbe

Pembangunan Drainase Kelurahan Santi

Pembangunan Drainase Lingkungan Kabanta

Pembangunan Drainase Lingkungan RT. 03 RW. 04 Kel. Nae

Pembangunan Drainase Rengge Nae Kel. Rontu

Pembangunan Drainase RT. 02 RW. 01 Kel. Rabangodu Utara

Pembangunan Drainase RT. 04 Kelurahan Melayu

Pembangunan Drainase RT 11 Lingkungan Salama Tato Jatiwangi

Pembangunan Drainase RT. 24 BTN Tambana (Lanjutan)

Pembangunan Drainase So Ati Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima

Pembangunan Kolam Retensi Perumahan Relokasi Kadole

Pembangunan/Rehabilitasi Drainase Lingkungan RT 10 Kelurahan Kolo

Pembuatan Drainase Lingkungan RT.17 Kel. Kolo

Peningkatan Saluran Drainase Lingkungan Sambinae.

Pembangunan Drainase RT. 06 Lingkungan Karara Kelurahan Monggonao

Pembangunan Drainase RT.3 RW. 2 kelurahan Matakando

Pembangunan Saluran Drainase Kelurahan Tanjung

Pembuatan Saluran Drainase RW. 03 Kelurahan Paruga

Arief Roesman yang di wawancara media online Bimantika sekitar 2 jam lebih menyebutkan pula bahwa Rehabilitasi Saluran Drainase Perkotaan

Di antaranya Normalisasi Drainase Rabangodu Selatan

Normalisasi Drainase RT 04 RW 02 Rabangodu Utara

Normalisasi Drainase Zona Asakota tersebar

Normalisasi Drainase Zona Mpunda/Raba Tersebar

Normalisasi Drainase Zona Rasanae Barat
Tersebar

Pembangunan/Rehabilitasi Drainase Kelurahan Panggi

Pembangunan/Rehabilitasi Drainase Perumahan Relokasi Kadole Oi Fo’o

Rehabilitasi dan Tutupan Drainase RT 08 RW 07 Kelurahan Melayu

Rehabilitasi Drainase Jalan Anggrek Sarae

Rehabilitasi Drainase Lingkungan Kalate RT 09 Kelurahan Penatoi

Rehabilitasi Drainase Lingkungan Pelabuhan Kolo

Rehabilitasi Drainase RW 03-04 Kelurahan Nae

Rehabilitasi Saluran Drainase Jalan Mawar dan Seruni

Pembangunan Talud Jalan Lingkar Kel. Ntobo

Pembangunan Talud Jalan Lingkungan Sambinae

Pembangunan Talud Kelurahan Nungga

Pembangunan Talud Kelurahan Rontu

Pembangunan Talud Kelurahan Santi

Pembangunan Talud Lingkungan Karara Kelurahan Monggonao

Pembangunan Talud Lingkungan Kelurahan Rontu

Pembangunan Talud Lingkungan Niu Kelurahan Dara

Pembangunan Talud Pemukiman RT.07 s/d RT.09 Kelurahan Rontu

Pembangunan Talud Pemukiman RT.04 Kelurahan Penaraga

Pembangunan Talud Rabadompu Timur

Peningkatan Talud Permukiman RT. 03 Kel. Penaraga

Arief Roesman yang sangat akrab dengan Crew Media Bimantika juga memberikan data Bina Marga PUPR juga mengalokasikan diantaranya Pembangunan Drainase Jalan Yos Sudarso dan Pembangunan Drainase Kelurahan Lewirato (***)

Walikota HML Teken Komitmen Bersama Pencanangan Provinsi dan Kabupaten/Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak

Bimantika.net Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) menandatangani komitmen bersama pencanangan Provinsi dan Kabupaten/Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak di Mataram pada hari ini Senin 7 Maret 2022.

Penandatangan ini disaksikan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd.

Tidak hanya Kota Bima, adapula Kabupaten/Kota lainnya yang juga menandatangani komitmen bersama ini.

Kegiatan pencanangan Kota/Kabupaten Ramah Perempuan dan Layak anak ini diharapkan dapat menciptakan Kota yang ramah perempuan dan perduli pada anak sehingga sehingga mampu menekan angka kekerasan perempuan dan kekerasan pada anak.

Wakil Gubernur NTB dalam sambutannya mengharapkan kegiatan ini tidak hanya seremonial tapi tapi mampu menciptakan komitmen yang kuat dari seluruh Kepala Daerah dan stakeholder yang ada untuk menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya.

Adapun beberapa point yang tertuang dalam komitmen bersama pencanangan provinsi dan kabupaten/kota ramah perempuan dan layak anak, diantaranya :

(1) Mendukung pembentukan provinsi dan kabupaten/kota ramah perempuan dan layak anak;

(2) Memfasilitasi kegiatan provinsi dan kabupaten/kota ramah perempuan dan layak anak;

(3) Melakukan langkah-langkah kongkret dan berkelanjutan bagi perkembangan Provinsi dan Kabupaten/Kota Ramah Perempuan dan layak anak;

(4) Melakukan monitoring dan evaluasi berkala atas pelaksanaan rencana aksi Provinsi dan Kabupaten/Kota Ramah Perempuan dan Layak anak;

(5) Melaporkan perkembangan Provinsi dan Kabupaten/Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak secara berjenjang dan berkala.

Untuk di Kota Bima sendiri telah mengusulkan 7 (tujuh) kelurahan rintisan dalam menjalankan komitmen tersebut. Selain pencanangan juga diserahkan DAK Non Fisik kepada Kabupaten/Kota se-NTB. (***)

Walikota HML : “Tuntaskan Pembangunan Masjid Raya Cita-cita Saya”

Bimantika.net Tahun 2022 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bima kembali mengalokasikan tambahan anggaran Rp. 10 Milyar untuk kelanjutan pembangunan Masjid Raya Al-Mulwahidin Kota Bima.

Dalam rangka memastikan perencanaan dan pembangunan berjalan baik, Sabtu (5/3/2022) PPK bersama jajaran Dinas PUPR Kota Bima merepresentasikan rencana kelanjutan pembangunan Masjid Raya Al-Muwahidin Kota Bima dihadapan Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indra Wirawan S.Adm dan jajaran Pengurus Masjid Agung Al-Muwahidin Bima.

Dari anggaran Rp. 10 Milyar difokuskan penyelesaian pengerjaan selasar, penataan basement, penataan landscape dan beberapa pengerjaan lainnya.

Sementara untuk rencana kelanjutan dan penuntasan pembangunan Masjid Raya Al-Mulwahidin diupayakan kembali dialokasikan lagi pada tahun anggaran 2023.

“Dan ini akan dikonsultasikan kepada pihak BPKP Provinsi NTB dengan harapan Masjid Raya Al-Muwahidin Kota Bima dapat dituntaskan pada tahun 2023 mendatang” ujar Walikota HML.

Masjid Raya Al-Muwahidin Kota Bima yang diproyeksikan akan menjadi Islamic Centre di Kota Bima ini menjadi salah satu bentuk bentuk komitmen Wali Kota sesuai visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD 2018-2023.

Diharapkan dengan menuntaskan pembangunan Masjid Agung Al-Muwahidin Kota Bima ini akan menjadi pusat kegiatan dan aktivitas keagamaan yang ada di Kota Bima sebagai tempat ibadah dan syiar Islam.

“Terlebih juga Masjid Agung Al-Muwahidin Bima ini juga diharapkan akan menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kota Bima” ungkap Walikota HML.

Untuk diketahui, setelah belasan tahun tak tuntas-tuntas dibangun, diperiode kepemimpinan Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE dan Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH mulai fokus menuntaskannya.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE membeberkan bahwa dimulai tahun 2020 dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 10 Miliar.

Kemudian ditahun 2022 ini melalui APBD ditambahkan lagi alokasi anggaran sebesar Rp. 10 Miliar dan rencananya di tahun 2023 untuk penyelesaian terakhir sebesar Rp 6 Miliar.

“Tuntaskan Pembangunan Masjid Raya Al Muwahidin Kota Bima adalah cita-cita saya” demikian ungkap Walikota HML. (***//Kominfo Kota Bima)

Dandim Bima Gowes Bersama Kapolda NTB, Sehat Bersepeda di Bima

Bimantika.net Dandim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf M.Zia Ulhaq, S.Sos mengikuti Gowes bersama Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Joko Purwanto dalam rangkaian Gebyar Percepatan Vaksin Bima. “Gowes ” Sehat Bersepeda di Bima ” dengan Forkopimda Kota dan Kab.Bima Minggu pagi (06/03/2022).

Dalam kegiatan Tersebut hadir mendampingi Kapolda Kabidkum Polda NTB Kombes pol Abdul Azis Siagian SH
, Walikota Bima H.M.Lutfi,SE, bersama Kapolres Bima Kota AKBP Henry Noviyanto. Kapolres Bima AKBP Heru Sasongko SIK. Sekda Kab. Bima Drs. M. Taufik Hak M. Si, Danyon Brimob C Kota Bima AKBP Zulkarnain, Peserta Gowes dari Polres Kota/Kab.Bima, Peserta Gowes Funbike Bima serta Peserta dan masyarakat yang gemar bersepeda.

Ditemui di lokasi, Komandan Kodim Bima Letnan Kolonel Inf M.Zia Ulhaq,S.Sos menjelaskan, kegiatan diawali dengan Gowes/Fun Bike mulai Start dari Lobby Parkir Marina Inn Kota Bima menuju Route sepanjang Jalan Bima Sumbawa – Taman Panda – Kalaki – TMP Belo dan Route Balik kembali menuju Taman Panda Kab.Bima.

Peserta yang terdiri dari Komunitas sepeda dan Masyarakat pun sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dimulai dengan Start dari Jalan Gajah Mada selanjutnya rombongan Gowes/Fun Bike melalui Rute mulai Start dari Lobby Parkir Marina Inn Kota Bima menuju Route sepanjang Jalan Bima Sumbawa – Taman Panda – Kalaki – TMP Belo dan Route Balik kembali menuju Taman Panda Kab.Bima , ujarnya.

Tidak hanya itu, setelah para peserta tiba di garis finish acara pun dilanjutkan dengan melaksanakan Coffee Morning bersama Forkopimda dan jamuan makan pagi sambil menikmati lokasi wisata Bima, jelas Dandim. (***)

Kapolda NTB Apresiasi Sinergit Walikota HML, Dandim Bima & Polres Bima Kota Soal Gebyar Vaksinasi

Bimantika.net Sabtu 5 Maret 2022, Pemerintah Kota Bima, Polres Bima Kota dan Kodim 1608/Bima gelar acara percepatan vaksinasi yang dikemas dengan apik dan meriah dalam Gebyar Vaksinasi Berhadiah berlokasi di halaman utama Kantor Wali Kota Bima.

Acara tersebut sukses mendapat apresiasi yang besar dari seluruh masyarakat, dengan hadirnya warga Kota Bima yang berasal dari seluruh Kelurahan yang ada di Kota Bima.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Bima, Kapolda NTB, Dandim 1608/ Bima, Sekda Kota Bima beserta Kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Bima, Babinsa dan Bhabinkamtibmas seluruh kelurahan, Lurah dan RW/RT se-Kota Bima.

Dalam acara yang dikemas secara kreatif tersebut menyediakan hadiah utama 1 unit sepeda motor, ditambah dengan hadiah hiburan lainnya.

Ribuan peserta Vaksinasi memadati jalannya acara untuk mengikuti giat vaksinasi, mendatangi tim khusus yang ada. Masyarakat yang telah melaksanakan vaksinasi ditempat baik v1, v2 da, v3 mendapat kupon yang selanjutnya di undi.

Hadiah utama 1 unit sepeda motor di undi langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto, disusul dengan hadiah hiburan lainnya.

Usai pelaksanaan undian utama Kapolda NTB beserta Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE menemui warga yang masih mengikuti jalannya acara dengan tujuan untuk bertatap muka, silaturahmi dan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusias warga Kota Bima yang tinggi.

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE mengajak seluruh masyarakat untuk terus mensukseskan jalannya program vaksinasi sebab dengan suksesnya vaksinasi membawa pada kekebalan komunitas, yang akan membawa dampak senantiasa normalnya seluruh aktifitas di Kota Bima.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto, dukungan masyarakat tentunya merupakan dukungan nyata bagi segenap warga Kota Bima. Kinerja tim tak lepas juga dari kerjasama dari seluruh masyarakat.

“Apresiasi yang tinggi untuk keluarga kita di Kota Bima atas antusiasme dan kesuksesan program vaksinasi selama ini. Usai melaksanakan vaksinasi ini, sekembali ditengah keluarga dan lingkungan lakukan sosialisasi tentang pentingnya vaksinasi bagi semua, demi kebaikan Kota Bima jua”, terangnya.

“Membantu sesama dan demi kebaikan semua orang, bernilai ibadah!”, tutup Walikota HML mengingatkan.(***)

Sumur Bor di Segel Warga Rasabou, Ini Kata Kadis Perkim

Bimantika.net Ada tangisan, ada kegundahan, ada keresahan sejumlah Petani yang ada di So Mbadu Desa Rasabou, Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Tangisan dan keresahan Warga Petani ini bukan tanpa alasan, melainkan ada problem yang Pemerintah Kabupaten Bima lalai dalam memberikan pelayanan yang prima untuk warga masyarakatnya.

Keresahan itu berdampak pada Aksi menyegel sumur bor dalam yang berlokasi di sekitar perumahan relokasi dampak banjir, Ahad (6/3/2022), sekitar pukul 09.15 Wita.

Penyegelan sumur bor tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Kadis Perkim Kabupaten Bima yang tidak tunaikan janji.

Sebelumnya, sumur bor tersebut merupakan paketan mega proyek pembangunan rumah dampak banjir.

Menyusul ada penolakan dari warga Desa Tambe, sumur bor tersebut dialihkan ke Desa Rasabou yakni untuk pengairan lahan pertanian.

Akan tetapi, kenyataan di lapangan sumur bor tersebut tidak diperuntukan kebutuhan pertanian warga Desa Rasabou, tapi diperuntukan khusus penghuni rumah dampak banjir.

Salah satu petani So Mbadu, Muhtar kecewa dengan sikap pemerintah. Sebelumnya lahan untuk bangun sumur bor diberikan oleh pemilik lahan dengan harapan dapat menikmati azas manfaat sebagai sarana pengairan lahan pertanian.

“Pemerintah ingkar janji, katanya sumur bor untuk mengairi lahan pertanian. Kenyataannya tidak seperti harapan,” tegas Muhtar.

Petani lain, H. Abdullah mengeluhkan terkait pembangunan sumur bor tersebut. Pasalnya, petani sudah memberikan lahan tapi tidak mendapat azas manfaat.

Padahal, pembebasan lahan dilakukan karena harapan dapat menggunakan sumur bor untuk mengairi lahan pertanian.

“Kita seakan – akan ditipu, sumur bor bukan untuk kita. Tapi persediaan kebutuhan penghuni rumah dampak banjir,” keluhnya.

Wakil Ketua BPD Rasabou, Muhammad Khardi mengatakan, sebelumnya meminta sumur bor dialihkan ke wilayah desanya untuk kebutuhan pertanian.

Saat itu disepakati oleh Kadis Perkim, tapi kenyataan sekarang sumur bor tersebut persediaan kebutuhan penghuni rumah dampak banjir.

Hal itu dapat dibuktikan tidak adanya jaringan atau saluran air menuju lahan pertanian.

“Kadis Perkim tidak konsisten bahkan dinilai langgar janji. Sebelumnya menyepakati sumur bor untuk kebutuhan pertanian warga Rasabou, ternyata semua itu mimpi,” ujar Wakil Ketua BPD Rasabou yang biasa disapa Oyan itu.

Cerita Oyan, saat aksi demo penolakan sumur bor oleh sekelompok warga Tambe langsung meminta sumur bor dialihkan ke Desa Rasabou.

Karena Kadis Perkim dan komponen lain menyepakati hal itu, informasi tersebut disampaikan ke Kades Rasabou dan petani yang ada di desa setempat.

Saat itu semua sepakat dan menerima penggalian sumur bor dilakukan di wilayah setempat dengan alasan untuk kebutuhan pertanian.

Bahkan pemilik lahan merasa senang dan bersedia memberikan lahan untuk pembangunan sumur bor.

“Petani merasa kecewa, karena janji sumur bor untuk kebutuhan pertanian tidak seperti yang diharapkan,” terangnya.

Ia menyesalkan sikap Kadis Perkim yang apatis menepati janji, mestinya sebagai pejabat atau perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima harus konsisten.

“Jika sumur bor tersebut tidak diperuntukan lahan pertanian, kita harap Kadis Perkim merealisasikan pembangunan sumur bor di titik lain yang tentunya di wilayah Desa Rasabou,” pintanya.

Senada dengan Wakil BPD, Sekretaris BPD Rasabou, Faisal SPd pertanyakan janji Kadis Perkim bahwa keberadaan sumur bor untuk kebutuhan pertanian warga setempat.

Namun realita di lapangan tidak sesuai yang dijanjikan.

“Kalau memang sumur bor itu untuk kebutuhan pertanian, kenapa tidak dibikin saluran atau jaringan menuju lahan pertanian,” tanyanya.

Jika keberadaan sumur bor tersebut bukan untuk kebutuhan petani Desa Rasabou, maka kita minta sumur bor dibongkar saja karena merugikan petani.
“Petani sudah kasih lahan untuk bangun sumur bor, tapi azas manfaat tidak didapat. Ini kan lucu bahkan dinilai pembodohan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Bima M. Taufik, ST, MT membantah dengan keras adanya komitmen bersama warga bahwa sumur bor itu bisa dimanfaatkan untuk irigasi para petani.

Taufik menjelaskan bahwa Pemerintah Tidak sedang dalam agenda menyediakan infrastruktur untuk irigasi.

Ia berkisah bahwa saat membangun sumur bor anggaranya diperuntukan untuk penyediaan air minum untuk permukiman relokasi.

“Kalau saya baca berita yang dimuat oleh beberaoa media yang memosting berita itu yang menuding kadis Perkim berbohong, itu bukan komentar yang keluar dari kades rasabou, Ketua BPD Rasabou atau pemilik tanah/lahan yang waktu itu kami minta ijin untuk penggunaan lokasinya” demikian ungkap Taufik.

Menurut Taufik bahwa yang komentar di media bisa jadi orang yang mendengar berita sepotong-sepotong dari bukan sumber utama.

Oleh karenanya, Taufik menyarankan agar media sebaiknya meminta konfirmasi berita kepada pihak terkait, agar berita yang dimuat bukan opini pembuat berita.

“Tapi paling tidak memenuhi unsur : fakta, seimbang, dan lengkap. Apalagi berita yang dimuat tidak mengkonfirmasi sumber yang diberitakan” ujar Taufik sedikit dengan nada kesal.

Masih menurutnya Kalau media memberitakan judul Kadis Perkim Bohong, maka di pembukaan berita harusnya dia mengutip ucapan saya apa, dimana, kapan, dalam forum apa. Kemudian baru kemudian mengkonfirmasi fakta yang terjadi sekarang seperti apa, sehingga dengan demikian pembaca disuguhkan berita yang bermutu” demikian Taufik menerangkan. (***)