Ketua DPRD Kota Bima Terima Predikat WTP dari BPK NTB, Bukti Pengelolaan Keuangan Baik dan Benar

jpn

Bimantika.net -Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, SH menerima piagam penghargaan dari BPK Republik Indonesia Perwakilan NTB Terkait dengan Predikat WTP.

Predikat tersebut diserahkan pada acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan sekretariat DPRD Kota Bima tahun 2024 Se-Wilayah Nusa Tenggara Barat Selasa (27/05/2025) di auditorium BPK perwakilan Provinsi NTB.

Piagam Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tersebut diserahkan oleh Kepala BPK Perwakilan NTB Suparwadi, SE., MM., Ak, ERMAP, CDFA kepada Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH..

Penyerahan piagam tersebut Pada acara yang mengangkat tema ‘Independensi, Integritas, Profesionalisme” dan dihadiri para Kepala Daerah dan Wakil kepala daerah Se-NTB dan Ketua DPRD Se-NTB

Kepala BPK NTB Suparwadi, SE, MM.Ak, ERMAP., CFSA dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama dan komitmen Pemerintah Kabupaten/kota untuk meningkatkan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel.

“BPK memberikan apresiasi atas kerja keras jajaran pemerintah daerah yang telah menjalankan praktik pengelolaan keuangan yang baik dan mudah-mudahan hal tersebut dapat dipertahankan”. Ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih mengungkapkan bahwa keberhasilan mempertahankan predikat WTP tersebut adalah kerjasama yang baik seluruh jajaran pemerintahan secara utuh dan menyeluruh.

“Selalu Ketua DPRD kota Bima saya sangat berharap hasil ini tidak boleh menjadikan para kepala OPD se Kota Bima lantas merasa puas lebih khusus lagi sekretariat Dewan” ujar Syamsurih.

Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menurut Syamsurih harus dipertahankan sebagai bukti baik dan benarnya tata kelola keuangan pemerintah daerah kota Bima. (****)

Bupati Bima Ady Mahyudi Terima Piagam Predikat WTP dari BPK Perwakilan NTB

jpn

Bimantika.net -Predikat tersebut diserahkan pada acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2024 Se-Wilayah Nusa Tenggara Barat Selasa (27/05/2025) di auditorium BPK perwakilan Provinsi NTB.

Piagam Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tersebut diserahkan oleh Kepala BPK Perwakilan NTB Suparwadi, SE., MM., Ak, ERMAP, CDFA kepada Bupati Bima Ady Mahyudi dan kepada Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari.

Pada acara yang mengangkat tema ‘Independensi, Integritas, Profesionalisme” dan dihadiri para Kepala Daerah dan Wakil kepala daerah Se-NTB, Ketua DPRD SE NTB tersebut, Kepala BPK NTB Suparwadi, SE, MM.Ak, ERMAP., CFSA dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama dan komitmen Pemerintah Kabupaten/kota untuk meningkatkan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel.

“BPK memberikan apresiasi atas kerja keras jajaran pemerintah daerah yang telah menjalankan praktik pengelolaan keuangan yang baik dan mudah-mudahan hal tersebut dapat dipertahankan”. Ungkapnya.

Bupati Bima Ady Mahyudi usai menerima piagam pada acara yang juga dihadiri para pimpinan DPRD Kabupaten/Kota Se-NTB tersebut mengungkapkan, keberhasilan mempertahankan predikat tersebut buah kerja keras dan jajaran Pemerintah daerah dalam mempersiapkan, menyajikan laporan pelaksanaan program/kegiatan masing-masing unit kerja dalam tahun anggaran 2024

Saya berharap hasil ini tidak boleh menjadikan para kepala OPD terlena, tapi menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola Keuangan di masing-masing unit kerja”. Harap Bupati Ady Mahyudi.

Predikat Wajar Tanpa Pengecuali an (WTP) tersebut merupakan capaian ke-10 yang diraih Pemkab.Bima dan Pertama dibawah Kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan.

Bupati Bima didampingi Sekda Adel Linggi Ardi, SE, Inspektur Drs.Agus Salim., M.Si, Sekretaris DPRD Edy Tarunawan, SH, Plt.Kepala BPKAD Kabupaten Bima Aries Munandar,. ST.MT dan jajaran BPKAD Kabupaten Bima. (****///RRS007)

Generasi Dihantui Penggangguran Massal, Islam Solusi Tuntas

jpn

Oleh: Farah Islamiyati (Aktivis Dakwah)

Bimantika.net -Ketika seseorang sudah menyelesaikan studi di jenjang perguruan tinggi, tentu ia berharap akan mendapatkan pekerjaan yang mapan dan layak bagi masa depan.

Namun, itu hanya menjadi suatu hayalan ketika hidup dalam sistem saat ini.

Sekarang banyak dijumpai para sarjana yang pengangguran, bahkan kerap dilabeli beban peradaban.

Tiap tahun, kampus-kampus meluluskan mahasiswa yang justru menambah panjang daftar penggangguran dan persaingan di dunia kerja.

Pengangguran Menjadi Problem Yang Berlanjut

Banyak kisah yang dijumpai di lingkungan kita atau di media, terkait kesulitan para sarjana untuk mendapatkan pekerjaan yang kerap berujung mereka hanya menjadi pekerja serabutan.

Tentu akhirnya mereka bekerja tidak sesuai dengan latar belakang keilmuan, keahlian dan jurusannya.

Berbagai kisah pilu seputar dunia kerja, di antaranya adalah para tenaga kerja lulusan pendidikan tinggi seperti diploma dan sarjana yang terpaksa banting setir menjadi pembantu rumah tangga, pengasuh anak, sopir, bahkan office boy (pramukantor). (bbc.com, 30/04/ 2025).

Berbagai cara pun dilakukan untuk bertahan hidup di tengah minimnya lapangan pekerjaan di sektor formal, terutama di tengah badai pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam beberapa tahun terakhir yg terus meningkat.

Kejadian ini dialami langsung oleh Heru Kurniawan, lulusan Sarjana Teknik Mesin tahun 2023, yang sekarang beralih menjadi supir mobil rental.

Ini baru satu dari sekian juta orang di luar sana yang mengalami hal serupa.

Gelar yang dulu dibanggakan dan diharapkan akan menjadi pintu kesuksesan mereka, kini tinggal wacana.

Begitu banyak lulusan-lulusan terbaik dari universitas ternama dan memiliki kemampuan yang mumpuni, namun mereka tidak punya peluang untuk menyalurkan kemampuan mereka.

Apalagi ketika mereka menunggu lowongan pekerjaan yang tidak memiliki kepastian di tengah dunia kerja yang kian selektif dan penuh.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip oleh cnbcidonesia.com (1/5/ 2025), memperlihatkan jumlah penggangguran yang bergelar sarjana pada 2014 sebanyak 495.143 orang.

Angka ini melonjak naik 981.203 orang pada 2020, dan meski sempat turun menjadi 842.378 orang di 2024, jumlah tersebut tentu masih terkategori tinggi.

Dengan angka yang tinggi sepertu itu, tentu tidak heran tagar #KaburAjaDulu mencuat sebagai ungkapan tidak langsung atas ketakutan para generasi muda akan nasib mereka.

Sekularisme Akar Masalah

Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), Indonesia menduduki peringkat pertama dari 6 besar negara ASEAN dengan angka pengangguran tertinggi.

Persentase pengangguran di Indonesia ada di angka 5,2%, lebih tinggi dibandingkan rerata negara lainnya yang ada di angka 3,29% (detikEdu, 03/05/2025).

Ini bukan suatu prestasi yang bisa dibanggakan, melainkan ini adalah potret buruk dari hasil periayahan di sistem sekularisme. Penguasa sekuler gagal membuka dan menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya.

Tersedianya pasar menjadi jaminan agar produk dan jasa bisa terserap oleh konsumen, sehingga lapangan pekerjaan terbuka. Akan tetapi pada saat ini, berbagai pasar di negara berkembang justru dikuasai oleh negara-negara besar semacam Amerika, Cina dan Eropa.

Akhirnya pasar dalam negeri justru dibanjiri oleh produk dari negara besar. Jadi tak heran jika lapangan pekerjaan akan semakin minim.

Problem utama kurangnya lapangan kerja bukan karena kurang keterampilan, kurang kolaborasi dan kurang pelatihan manajerial, tetapi terjajahnya negara-negara berkembang oleh negara-negara besar yang sedang eksis saat ini, yakni negara yang menganut ideologi kapitalisme.

Penjajahan yang terjadi menyebabkan salah satu faktor modal dari sumber daya alam yang dapat digunakan dalam upaya menciptakan lapangan pekerjaan, akan tetapi itu semua musnah. Begitu juga dengan pasar yang besar, tidak dikelola secara mandiri oleh negara.

Sehingga ini mengakibatkan sulitnya negara untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang luas.

Ditambah dengan abainya penguasa terhadap Kebutuhan hidup masyarakat yang mereka anggap sebagai beban.

Hal demikian merupakan rentetan permasalahan yang ada dalam sistem kapitalisme.

Paradigma Islam Seputar Ketenagakerjaan

Tersapat perbedaan yang sangat jauh antara paradigma sekularisme dengan Islam.

Sekularisme yang memisahkan agama dengan kehidupan sedangkan Islam mengurusi seluruh urusan umat dengan aturan-aturan Islam yang datang dari Allah SWT.

Ditambah pula dengan pemimpin dalam Islam yang memiliki karakter raa’in dan junnah, yang akan mengurusi seluruh urusan rakyatnya dengan syariat Islam.

Sebagai seorang muslim yang berakidah Islam, maka sudah selayaknya kita kembali kepada aturan Allah, bagaimana Allah mengatur perputaran harta tidak hanya diperuntukkan pada sebagian kalangan saja, akan tetapi sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 7 yang bermakna : “…agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu”.

Inilah pentingnya penerapan Islam dalam konteks bernegara dan bermasyarakat. Mustahil menerapkan syariat hanya pada satu sektor saja, misalnya sistem ekonomi yang berasaskan Islam, tanpa adanya negara yang mendukung dan dapat dipastikan tidak akan bisa berjalan secara maksimal.

Sehingga semua regulasi itu butuh negara untuk menjalankan perannya serta yang akan mampu memerintahkan aturan-aturan yang datang dari Allah untuk masyarakat mentaatinya.

Sektor ketenagakerjaan akan berjalan dengan baik jika penguasa memahami tugas besarnya memastikan seluruh syariat dapat tegak dengan sempurna.

Di dalam Islam, para laki-laki dimuliakan dengan perannya sebagai wali dan pencari nafkah. Jika syariat ini tidak tegak, maka pasti akan ada masalah turunan yang muncul. Mulai dari pemenuhan hajat keluarga yang tidak maksimal, hingga goyangnya bangunan keluarga dan rumah tangga muslim.

Maka penguasa dalam Islam, akan berupaya sekuat tenaga memastikan mereka semua dapat mencari dan memenuhi nafkah, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan.

Yang demikian pernah dicontohkan Rasulullah saw. pada kehidupan ketika negara menerapkan Islam.

Kemudian dilanjutkan dalam sistem pemerintahan khilafah Islam oleh para sahabat sampai dengan khilafah yang terakhir yakni khilafah Utsmaniyah. Inilah yang menjadi kebutuhan umat Islam hari ini yaitu memberlakukan Islam dalam negara khilafah.
Wallahu a’lam. (****)

Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM) Teken MoU Dengan Universitas di Philipina

jpn

Bimantika.net -Rektor Universitas Bima Internasional MFH (UNBIM) Mataram DR. Syamsuriansyah, M. Kes adalah sosok akademisi multi talenta dan simbol kebangkitan sains dan teknologi medis Indonesia.

Di mata ASEAN.
Dr. Syam sapaan akrab yang juga Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat NTB inijuga menjabat sebagai Presiden ASEAN Association of Schools of Medical Technology (AASMT) periode 2022–2024,

Tampil memukau dalam ASEAN Medical Technology Stakeholders Summit and Research Conference 2025 yang digelar di Filipina, 20-23 Mei 2025.

Beberapa waktu lalu menerima SK perubahan status dari Politeknik Medica Farma Husada Mataram menjadi Universitas Bima International.

Lagi_lagi Rektor Universitas Bima Internasional Doktor Syam langsung bergerak cepat terbang Ke Philipina.

Puluhan Universitas top Philiphina, Vietnam, Kamboja, Thailand dan Malaysia untuk jalin kerjasama strategis di kawasan ASEAN ia jumpai.

Kunjungan ke luar negeri melalukan study banding dan kerjasama internasional menjadi agenda tahunan Universitas Bima International MFH dalam menata kualitas internasional.

Menurut Doktor Syam bahwa kerjasama dengan berbagai pihak dengan Luar Negeri merupakan bagian dari program penguatan kerjasama luar negeri UBI-MFH.

“Ini adalah tanggung jawab kita peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi berbasis kolaborasi internasional yang tentunya menjadikan Universitas Bima Internasional berkiprah ditingkat dunia” ujarnya.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan pada tanggal 24 Mei dipusatkan di kampus Our Lady Fatima Universitas sebuah kampus top Philiphina. dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Bima Internasional MFH, Dr. Syamsuriansah, M.Kes dan Kepala Urusan Kerjasama International Dr. Alfisahrin, M. Si. Delegasi UBI-MFH menjadi satu satunya perwakilan kampus di NTB dan Indonesia.

Rektor dan Kepala KUI BIU MFH diterima dengan hangat oleh Prof. Dr. Juerel Nuevo, Prof. Bernard Ebuen, Prof. Dr. Jonathan, Prof. Vu Kuong Hui, Prof. Dr. Chea Sien, dan Prof. Dr. Nazile Saleh, Prof. Dr. Aye Aye Kin dan perwakilan kampus mitra BIU_MFH lainya di Seluruh kawasan ASEAN.

Ada beberapa ruang lingkup kolaborasi kerjasama yang disepakati dalam penandatanganan MoU tersebut.

Doktor Syam Menjelaskan diantara item nya dalam MoU itu adalah Pertukaran dosen dan mahasiswa (academic exchange program).

“Serta Riset kolaboratif lintas negara di bidang kesehatan, ilmu sosial, dan teknologi. Penyelenggaraan seminar dan konferensi internasional bersama. Yang tidak kalah pentingnya kolaborasi internasional terkait pengembangan kurikulum berbasis global dan peningkatan kapasitas institusional” demikian ujarnya.

Kerjasama dalam bentuk kolaborasi ini merupakan bagian dari visi UBI-MFH menjadi pusat pendidikan unggulan di kawasan Asia Tenggara.

Langkah internasionalisasi adalah langkah strategis untuk mendorong mutu akademik dan daya saing lulusan baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Kerjasama internasional ini adalah bentuk pendalaman pengalaman secara empiris dalam dunia pendidikan secara global” demikian ujar Doktor Syam. (*)

Bhabinkamtibmas Polsek Bolo Gotong Royong Bersama Warga Binaan

jpn

Bimantika.net -Minggu 25 Mei 2025 sekira pukul 09.00. Wita Bhabinkamtibmas Polsek Bolo Polres Bima Polda NTB Aiptu Junaidin melaksanakan gotong royong bersama warga binaan.

Gotong royong yang dilaksanakan oleh Aiptu Junaidin bersama warga binaan di Desa Rada itu dalam rangka rabatnisasi gang.

Dalam kegiatan itu juga Bhabinkamtibmas menyempatkan diri untuk menyampaikan pesan Kamtibmas.

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib menjelaskan kegiatan tersebut juga merupakan wujud Kedekatan Polri dan masyarakat.

“Kami akan selalu ada dan hadir dalam berbagai kegiatan positif kemasyarakatan”. Tutupnya. (***)

Kejuaraan Pencak Silat Bima Championship 1 di Gelar, Satsamapta Polres Laksanakan Patroli Pengamanan

jpn

Bimantika.net -Memberikan rasa aman dan memastikan situasi Kamtibmas kondusif Satsamapta Polres Bima kembali menggelar patroli dan pengamanan.

Kegiatan tersebut untuk memastikan Kejuaraan Pencak Silat Bima Championship 1 yang di gelar di Gelanggang olahraga (GOR) Desa Panda Kecamatan Palibelo Kabupaten itu berjalan dengan lancar dan aman.

Sejumlah personel Satsamapta Polres Bima yang dikendalikan oleh Kasatnya AKP Muhtar melakukan patroli secara menyeluruh baik di luar maupun di dalam GOR.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima Eko Sutomo S .I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka Sabtu 24 Mei 2025.

Masih menurut Adib, kegiatan semata-mata untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas yang dapat mengganggu jalannya event.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00.Wita dan berakhir pada pukul 18.00.Wita itu berlangsung dengan lancar dan Aman Pungkas Adib. (*##)

Bupati Bima Ady Mahyudi Buka Muscab Ke-7 IBI Kabupaten Bima

jpn

Bimantika.net -Pemukulan Gong oleh Bupati Bima Ady Mahyudi menandai dimulainya Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-7 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bima Tahun 2025 Sabtu (24/05/2025)di Gelanggang Olahraga (GOR) 7 Brother Woha.

Muscab yang mengusung tema, ” “Satukan Langkah Dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti” tersebut dihadiri pula oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bima, Ketua TP. PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti Ady Mahyudi, Ketua GOW Ny. Anita H. Irfan, Ketua DWP Persatuan Fitriani Linggi Ardi, Ketua PD IBI NTB Hj Rokhliana, S.ST., S. Keb.,Bd., MM dan Unsur Muspika kecamatan Woha dan Belo.

Bupati Ady Mahyudi dihadapan Ketua IBI Kabupaten Bima Bidan Sitha Isa Arrahwati, S.ST dan jajaran pengurus dalam sambutannya mengungkapkan tema yang diusung mencerminkan wujud komitmen pada bidan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan yang profesional.

“Musyawarah cabang hari ini dapat menjadi momentum yang menghasilkan kepemimpinan dan pengurus yang solid, profesional dan mampu bersinergi dengan pemerintah serta organisasi lain”. Harapnya.

Pemerintah daerah meyakini, IBI memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak serta menurunkan prevalensi stunting. Imbuh Bupati.

Menutup arahannya, Bupati Ady Mahyudi berharap agar IBI Kabupaten Bima dapat menjadi garda terdepan dalam setiap kegiatan kemanusiaan yaitu termasuk dalam membantu memberikan dukungan baik secara tenaga moril maupun materiil dalam penanganan korban bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bima.

Sebelumnya, Ketua IBI NTB Hj Rokhliana S.ST., S.Keb., Bd., MM dalam sambutannya menyatakan komitmen dan kesiapan mendukung semua program kerja IBI dan Program pemerintah Kabupaten Bima.

Hj. Rokhliana mengajak para pengurus untuk senantiasa menjaga organisasi, merawat dan menumbuh kembangkan dengan baik, semoga Musyawarah Cabang ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Bima ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat dan memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang ada serta menguatkan langkah kita bersama untuk mewujudkan visi dan misi IBI”. Ucapnya.(RRS/Ruma Rengge Sape /007)

Ketua DPRD Kota Bima Warning Kominfo Realisasikan Janjinya Pada Warga Nitu

jpn

Bimantika.net -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima gelar kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Warga Kelurahan Nitu Kecamatan Raba Kota Bima Jum’at (23/5).

RDP dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH berlangsung di ruang rapat Banggar DPRD Kota Bima.

Ada dinamika yang “hangat” dalam RDP tersebut yakni dengan lantang warga Kelurahan Nitu meminta Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Bima untuk segera menghadirkan Jaringan Internet di Kelurahan Nitu karena sudah dijanjikan oleh pemerintah itu sendiri.

Aspirasi lainnya disampaikan bahwa warga Nitu sangat membutuhkan Lampu Penerang Jalan (LPJ) untuk membantu penerangan dimalam hari.

Warga Nitu merasa “Dianaktirikan” oleh pemerintah Kota Bima sehingga mereka bersatu mendatangi gedung Dewan untuk menyampaikan aspirasinya.

“Kami terisolir dari jangkauan jaringan internet, apa lagi mau mengupdate informasi perkembangan terkini, sangat sulit bagi kami” ujar Salah seorang Warga Peserta RDP.

Diruang Dewan Rakyat menggugat pemerintah dalam hal ini dikhususkan pada Dinas komunikasi informatika kota Bima untuk sesegera mungkin memasang jaringan internet di Kelurahan Nitu.

Di momentum RDP Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima Drs H Mahfud M.Pd menyampaikan bahwa upaya dan ikhtiarnya sudah lama untuk memperhatikan soal jaringan internet di Kelurahan Nitu.

“Sudah lama kami ajukan ke PT Indosat, namun hingga kini belum ada kabar dari pihak Indosat” ujar Mahfud.

Mahfud berjanji manis di hadapan warga masyarakat Nitu bahwa dalam waktu dua bulan ini Pemerintah Kota Bima akan segera memasang jaringan internet di dua titik.

“Berikan waktu kami dua bulan ini untuk memasang jaringan internet di dua titik , yakni di Nitu I dan di Nitu II sekaligus memasang CCTV di dua titik tersebut ” demikian janji manis Mahfud.

Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH dengan tegas me “warning” pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Kominfo Kota Bima segera realisasikan janjinya untuk kemaslahatan warga masyarakat.

Syamsurih pun dengan tegas mempertanyakan pagu anggaran yang disiapkan Kominfo untuk soal jaringan Internet di Nitu.

Diruangan RDP itupun terjadi tanya jawab yang sangat menegangkan antara Ketua DPRD Kota Bima dengan Kepala Dinas Kominfo Kota Bima.

Syamsurih pun dengan lantang pertanyakan anggaran pemasangan Starlink di dua lokasi yang disampaikan oleh Kadis Kominfo.

Apakah anggaran pemasangan jaringan internet ini tidak terpengaruh ditengah efisiensi anggaran ? Tanya Ketua Dewan pada Kadis Kominfo ? “Tidak sama sekali pak Ketua,” jawab Mahfud Kadis Kominfo dengan sedikit agak tegang

Kemudian Ketua DPRD Syamsurih pun susul dengan pertanyaan Pagu anggarannya.

“Terus Berapa pagu anggaran yang disiapkan”? “Dua ratus sebelah juta rupiah” Jawab Mahfud.

Syamsurih Desak Dinas Kominfotik Kota Bima menepati janjinya, karena selama ini warga Nitu benar-benar terisolir dari jangkauan jaringan internet.

“Segera tepati janjinya pada warga masyarakat Kelurahan Nitu” Demikian warning Syamsurih Ketua DPRD Kota Bima pada Mahfud Kadis Kominfo. (“***)

Komisi l DPRD Kota Bima Rapat Audiensi Bersama FKGK Kota Bima

jpn

Bimantika.net -Rapat Audiensi Pimpinan dan Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima bersama Forum Komunikasi Gereja Kristen (FKGK) Kota Bima berjalan lancar.

Rapat Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Yogi Prima Ramadhan, S.E. didampingi Wakil Ketua Komisi I Aswin Imansyah, beserta Sekretaris Komisi I. Edi.

Hadir juga Anggota Komisi Haerun Yasin, SH. M.Ec. Dev, Muhammad Amin, S. IP., Amiruddin. S.H. Abdul Rabbi dan Muslim.

Rapat Audiensi juga didampingi oleh Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima Siswadi, S.Si, M.Ak, CRMO., beserta Staf Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima.

Rapat Audiensi ini mengundang Sekretaris Daerah Kota Bima, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Bima, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( KESBANGPOL ) Kota Bima, dan Kepala bagian Kesejahteraan Rakyat (KESRA) Sekretariat Daerah Kota Bima.

Forum Komunikasi Gereja Kristen (FKGK) Kota Bima adalah wadah dialog dan silaturahmi yang melibatkan gereja-gereja Kristen di Kota Bima.

Kegiatan Forum Komunikasi Gereja Kristen (FKGK) Kota Bima termasuk dialog dengan Pimpinan dan Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima seperti yang dilakukanya hari ini.

Rapat Audiensi Forum Komunikasi Gereja Kristen ( FKGK ) Kota Bima dengan Pimpinan dan Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima ini membahas berbagai isu yang relevan dengan komunitas Kristen di Bima.

ini menunjukkan pentingnya Forum Komunikasi Gereja Kristen (FKGK) Kota Bima, dalam konteks sosial dan Bermasyarakat di Kota Bima.

Rapat Audiensi ini di adakan pada hari Jum’at, 23 Mei 2025, dan bertempat diruangan Rapat Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bima. (****)

Penemuan Mayat di Desa Cenggu, Tim Identifikasi Polres Bima Olah TKP

jpn

Bimantika.net -Unit Inafis Satreskrim Polres Bima Polda NTB melaksanakan oleh TKP penemuan mayat di Desa Cenggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima Jum,at 23 Mei 2025 sekira pukul 10.30. Wita.

Mayat almarhum berinisial H (L/48) warga Desa Renda Kecamatan Belo itu ditemukan/ diketahui oleh salah satu warga sekitar di Di So Soki persawahan Desa Cenggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K,M.I.K., melalui Kasatreskrim Polres Bima AKP Abdul Malik SH.

Kronologinya Menurut keterangan salah warga yang didapatkan oleh petugas, awalnya dari Almt menggali parit di sawahnya, sedangkan warga berinisial T Warga Desa Cenggu itu sedang makan di gubuk persawahan miliknya.

Selesai makan dirinya melihat kearah almarhum sudah dalam posisi tidur arah Utara.

Merasa penasaran dirinya mengajak salah satu warga berinisial G warga Desa Renda yang ada disekitar persawahan

Keduanya pun mengecek lebih dekat, setelah mendekati dan mencermati dari dekat ternyata korban benar-benar sudah tidak bernyawa dengan posisi tidur terlentang menghadap Utara.

Kapolsek Belo Iptu Johansyah dan personelnya yang mendapat informasi itu langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Tiba di TKP setelah mengumpulkan keterangan saksi dan warga sekitar dan menghubungi Unit Inafis.

Pukul 11.10 Wita, Tim Inafis Sat Reskrim Polres Bima TKP dan mengevaluasi jenazah almarhum ke PKM Belo dan tim Inafis melakukan indentifikasi.

Jenazah almarhum tidak dilakukan autopsi Pasalnya pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kepergian almarhum dan tidak akan menuntut secara hukum.

“Kami pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan tidak menuntut secara hukum dan kejadian yang dialami almarhum merupakan musibah”. Ujar Suriadin yang mewakili keluarga Almarhum.

“Kami berusaha menghormati keinginan keluarga dalam setiap tindakan kami, keluarga korban tidak melanjutkan dengan pemeriksaan dalam atau otopsi. menunjukkan sensitivitas Polri terhadap perasaan keluarga yang berduka.” Kata Kasatreskrim.

Polres Bima dan Polsek Belo  berusaha menyelidiki dan mendokumentasikan segala bukti dengan teliti dan profesional.

“Upaya ini mencerminkan dedikasi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan tindakan yang cepat dan tepat”. Tutupnya. (****)

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom