Gaza Terus Diserang, Dihancurkan dan Diblokade: Urgensi Tegaknya Perisai Umat Islam

jpn

Oleh : Saima, S.I.P (Penggiat Literasi Kota Bima)

BIMAntika.net -Gaza makin samar di pemberitaan, tetapi penderitaan yang dialami oleh warga Gaza tak pernah berhenti. Alih-alih menjadi sorotan pertama bahwa Israel telah memperluas wilayah pendudukan di Jalur Gaza, Palestina, hingga 59 persen wilayah tersebut dan tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali genosida di wilayah kantong Palestina itu. (jatim.antaranews.com,03/05/2026).

Kemudian Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyebutkan bahwa jalur Gaza merupakan tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis (bali.antaranews.com,04/05/2026).

Tidak hanya itu, kelompok Zionis pun kembali mencegat kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan bagi penduduk Gaza. Armada bantuan kemanusiaan, Global Sumud Flotilla menyebut militer Israel telah menculik 211 aktivis dalam operasi di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, pada Kamis (30/4/2026).

Sebanyak 22 dari total 58 kapal telah dicegat, kapal-kapal tersebut terdiri dari berbagai delegasi, dengan anggota kru dari 48 negara berbeda. Insiden ini telah memicu kecaman internasional terutama karena lokasi pencegatan yang dilakukan, dinilai sangat jauh dari zona blokade Gaza (video.kompas.com, 01/05/2026).

Sangat memilukan menyaksikan kesengsaraan para saudara seiman di Gaza yang tak berkesudahan. Israel tidak membiarkan siapapun untuk menolong Gaza, bahkan berhasil membungkam pemimpin negeri muslim.

Seakan-akan penderitaan anak-anak Gaza yang dijadikan korban tidak menggerakkan hati kita.

Gaza Terkini: Krisis Kemanusiaan dan Solidaritas Global

Dalam hiruk-pikuk kemajuan peradaban global, saat negara-negara maju berusaha keras untuk menunjukkan diri sebagai pelindung hak asasi manusia, ironi yang paling menyedihkan justru terjadi di Gaza. Jika ada ungkapan umum yang menyatakan, “kehidupan seperti roda yang berputar”, apakah itu juga tepat untuk masyarakat Gaza? Mungkin, pertanyaan tersebut terus bergulir dalam pikiran mereka, warga Gaza. Ketika penderitaan mereka tampak tak pernah berakhir. Saat kenyataan yang mereka hadapi terus-menerus diserang, dirusak, dan diblokade tanpa jeda atau perlindungan yang berarti.

Wilayah kecil yang terpencil ini telah menjadi simbol nyata betapa kemanusiaan sering kali sekadar jargon, bukan nilai yang benar-benar dijunjung tinggi. Gaza, dengan lebih dari dua juta penduduk yang hidup dalam ruang yang sempit, telah berubah menjadi penjara terbuka terbesar di seluruh dunia.

Kini bahkan diskusi tentang penghentian permusuhan telah menghilang dari berita. tidak ada perundingan, tidak ada perwakilan untuk perdamaian, tidak ada suara yang sungguh-sungguh membela Gaza tidak dari otoritas Palestina di Tepi Barat, dan juga dari para pemimpin mereka sendiri.

Pelanggaran hukum laut internasional menunjukkan dengan jelas bahwa kelompok Zionis tidak mengenal batas dalam memperpanjang blokade terhadap Gaza. Mereka melakukan tindakan ini karena mereka menyadari bahwa umat Islam cenderung pasif atas segala yang mereka lakukan. Berbagai upaya diplomatik untuk mencapai perdamaian tidak pernah mengakhiri genosida. Beberapa kali gencatan senjata dicanangkan, namun pihak Zionis selalu melanggarnya secara sembrono. 

Di samping itu, sebutan “teroris” yang mereka gunakan untuk membenarkan tindakan agresif mereka adalah alasan palsu yang terus-menerus disuarakan oleh Zionis untuk mengkriminalisasi setiap bentuk dukungan terhadap Palestina.

Sebenarnya, Israel adalah teroris yang sejati. Mereka dengan sadis membunuh anak-anak, wanita, bahkan orang tua.

Konflik antara Palestina dan Israel bukan hanya konflik lokal, tetapi juga merupakan tantangan bagi sistem global.

Lalu adanya penguasaan ilegal Israel terhadap wilayah Palestina merupakan salah satu bentuk kolonialisme di era abad ke-21, yang didukung oleh keheningan masyarakat internasional. Hipokrisis dunia Barat dan negara-negara yang mengklaim sebagai pelindung hak asasi manusia malah memberikan dukungan terhadap kekerasan di Gaza.

Sungguh menyedihkan, di tengah banyaknya tindakan biadab yang dilakukan oleh Zionis, tidak ada respons dari para pemimpin negara-negara Muslim.

Tidak ada satu pun negara Muslim yang mengerahkan angkatan lautnya untuk melindungi kapal-kapal tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa sistem negara yang sekarang ada, tidak dibuat untuk melindungi umat Islam, tetapi untuk mempertahankan keberadaan Zionis.

Dari penjelasan di atas, bisa kita ambil kesimpulan bahwa inti permasalahannya adalah ketidakadilan dan ketiadaan negara yang didirikan atas dasar akidah Islam, sehingga negara-negara muslim, termasuk Palestina, menjadi sasaran penjajahan orang Barat.

Islam dan Solidaritas terhadap Gaza

Setelah memahami inti masalah penjajahan Palestina oleh Zionis, umat harus segera bertindak untuk membebaskannya dan tidak menunda-nunda lagi.

Mereka perlu diusir dari wilayah Gaza, sudah cukup dengan berbagai upaya cacian, penolakan, dan diplomasi yang tidak berarti di berbagai forum internasional yang terbukti tidak mampu menghentikan kekejaman Zionis. Bahkan mereka semakin kejam dan beringas.

Umat Islam harus mengingat bahwa :
”Sesama muslim adalah saudara seaqidah. Kita adalah satu tubuh, jika satu bagian tubuh sakit, bagian tubuh yang lain akan merasakan sakit itu.” (HR.Bukhori dan Muslim)

Islam memiliki tradisi yang panjang dalam mempromosikan keadilan dan pembebasan, sebagaimana ditunjukkan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi yang menguasai Al-Quds tanpa terjebak dalam negosiasi yang membosankan, tetapi justru melalui kekuatan iman dan taktik militer Islam.

Di sini letak pentingnya kesatuan dalam upaya dakwah secara kolektif untuk memperbaiki pemahaman umat yang telah terdistorsi oleh ideologi kapitalis Barat, khususnya dalam menyelesaikan isu gaza.

jpn

Umat perlu memiliki pandangan yang seragam bahwa persoalan Gaza bukan semata-mata isu kemanusiaan, melainkan juga merupakan bentuk penjajahan.

Selain itu, mengusir penjajah yang seperti Zionis jelas tidak dapat dilakukan hanya dengan mengeluarkan protes, melakukan demonstrasi, atau melakukan boikot yang selama ini dilakukan oleh sebagian umat Islam.

Namun, itu memerlukan tindakan militer, yaitu jihad fisabilillah. Seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. terhadap kaum Yahudi Bani Qainuqa, ketika mereka menghina seorang perempuan Muslim.

Rasulullah saw. langsung menyatakan perang terhadap kaum Yahudi tersebut segera setelah menerima kabar pelecehan itu.

Islam dengan jelas telah menjelaskan cara syariat yang harus diikuti ketika menghadapi konflik dan ketidakadilan. Berdasarkan ayat-Nya; “Dan bertempurlah di jalan Allah melawan mereka yang memerangi kalian, tetapi jangan melebihi batas.

Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas. Dan bunuhlah mereka di tempat yang kalian temui, dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kalian. . . ” (TQS. Al-Baqarah : 190-191).

Islam yang membawa beragam pedoman dan sekaligus jalan keluar untuk setiap masalah. Ideologi ini memiliki potensi untuk bersaing dan melawan pemikiran Barat di arena global. Dengan ideologi ini, peremajaan peradaban Islam dan kesatuan negara-negara muslim akan tercapai.

Oleh karena itu, tidak ada alternatif lain selain berpartisipasi dalam kelompok dakwah ideologis yang akan memimpin umat, berjuang secara kolektif mewujudkan pemimpin yang menjalankan syariat dan memimpin perjuangan untuk memerdekakan Gaza serta negara-negara lainnya yang terjajah.

Semua ini menunjukkan bahwa umat Islam tidak dapat terus berharap pada alternatif yang disediakan oleh sistem sekuler global.

Solusi yang sesungguhnya harus berasal dari suatu perspektif yang berbeda, yaitu Islam kaffah, yang tidak hanya berfungsi sebagai panduan spiritual tetapi juga sebagai sebuah sistem hidup yang menyeluruh yang dapat mengelola urusan komunitas dengan cara yang komprehensif.
Wallahu a’lam bish-shawwab. (****)

Galakkan Pelestarian Lingkungan, Bupati Bima dan Wabup Hijaukan SDN Kanca dan Parado Wane

jpn

BIMAntika.net -Hari Kedua pelaksanaan Program Selasa Menyapa Putaran II di Kecamatan Parado Selasa (12/5/26), selain peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur publik, Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy, terus mendorong kepedulian masyarakat bagi pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman pohon di halaman SDN Kanca dan SDN Parado Wane.

Bupati, Wakil Bupati beserta Ketua TP-PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Camat Parado hamzah, S.Sos, Muspika disambut meriah di gerbang SDN Kanca.

Dan kemudian melakukan dialog dan penanaman pohon para guru, siswa-siswi sekolah setempat.

Menurut Bupati Bima Ady Mahyudi menyebut Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk karakter.

Menurutnya Melalui kegiatan ini, kita mengajarkan pentingnya menjaga alam dan mencintai lingkungan sejak usia dini.

“Oleh Karena itu, kegiatan penghijauan lingkungan sekolah memiliki manfaat besar dalam menciptakan suasana belajar yang sehat dan nyaman bagi para siswa”. Ujar Bupati Ady Mahyudi dihadapan para guru dan siswa-siswi SDN Kanca.

Pada kesempatan tersebut, secara khusus Bupati Ady Mahyudi berharap pohon yang ditanam dapat dirawat bersama sehingga memberi manfaat bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy mengungkapkan gerakan menanam pohon menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendorong budaya hidup bersih dan sehat.

“Lingkungan yang hijau akan menciptakan udara yang sehat dan suasana yang nyaman. Karena itu, kesadaran menjaga lingkungan perlu terus ditanamkan kepada generasi muda,” terang Wakil Bupati.

Pada momentum tersebut, juga dilaksanakan pemasangan prasasti Program Selasa Menyapa di Kantor Desa Kanca dan Kantor Desa Parado Wane sebagai simbol hadirnya pemerintah daerah di tengah masyarakat melalui pelayanan dan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. (****//RRS007//RumaRenggeSape)

DPRD Kota Bima Dalami Polemik Penataan Lapangan Serasuba, Hasilnya Tak Bermasalah dan Masih Sesuai Tata Aturan

jpn

BIMAntika.net -Komisi III DPRD Kota Bima menggelar rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Inspektorat Kota Bima untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait polemik pekerjaan penataan Lapangan Serasuba.

Rapat yang berlangsung di DPRD Kota Bima, Senin kemarin (11/5/2026), dipimpin Ketua Komisi III Sukri Dahlan dan dihadiri sejumlah anggota dewan, di antaranya Amir Syarifuddin, Firmansyah, Vivi Deliana Febrianti, dan Sari Desiaty.

Dalam forum tersebut, DPRD meminta penjelasan secara menyeluruh mengenai pelaksanaan proyek, hasil audit, status aset kawasan Serasuba, hingga masa pemeliharaan pekerjaan yang saat ini masih berjalan.

Kepala Dinas PUPR Kota Bima, Didi Fahdiansyah, menjelaskan proyek penataan Lapangan Serasuba mulai dikerjakan sejak Juli 2025 dan berakhir pada 29 Desember 2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp3,2 miliar.

“Pekerjaan tersebut telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan terdapat sejumlah catatan yang sudah ditindaklanjuti oleh pelaksana sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Didi dalam rapat.

Ia menegaskan proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan sehingga proses perbaikan dan penyempurnaan pekerjaan tetap dapat dilakukan.

Selain itu, Dinas PUPR mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, masukan publik menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas proyek konstruksi di masa mendatang, termasuk melalui penguatan pengawasan teknis dan uji material.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kota Bima, Ardhy Aulia, menegaskan penetapan kerugian negara tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus melalui audit resmi lembaga berwenang seperti BPK maupun BPKP.

“Dari hasil audit, memang terdapat beberapa catatan administratif dan teknis, namun sudah ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” katanya.

Terkait status aset kawasan Serasuba, Inspektorat menjelaskan area tersebut merupakan aset pemerintah daerah yang selama ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Bima. Saat ini, pemerintah juga tengah melakukan penataan administrasi aset guna menghindari polemik di kemudian hari.

Komisi III DPRD Kota Bima menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan terus dikawal melalui fungsi pengawasan dewan. DPRD juga meminta polemik yang berkembang disikapi secara objektif dengan mengedepankan data, hasil audit, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Di akhir rapat, seluruh pihak sepakat pembangunan fasilitas publik harus tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat luas dengan menjunjung transparansi, kualitas pekerjaan, dan akuntabilitas pelaksanaan proyek. (***)

WaliKota Bima : Selain Tempat Ibadah, Masjid Berperan Penting Sebagai Pusat Pembinaan Umat dan Penguatan Nilai-nilai Religiusitas

jpn

BIMAntika.net -Wali Kota Bima menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Masjid Agung Al-Muwahhidin di ruang kerja Wali Kota Bima. Rabu(13/05/26)

Silaturahmi yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota Bima ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kemasyarakatan dan SDM, serta Kabag Kesra Setda Kota Bima.

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan oleh pengurus Masjid Agung Al-Muwahhidin.

Wali Kota Bima menegaskan bahwa masjid memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Ia juga berharap agar sinergi antara pemerintah daerah dan pengurus masjid dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung berbagai program keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mampu menciptakan lingkungan yang religius, harmonis, dan berdaya.

Wali Kota Bima juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima siap berkontribusi dalam melengkapi berbagai kebutuhan Masjid Agung Al-Muwahhidin, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun dukungan terhadap program-program keagamaan yang dijalankan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kerja sama serta meningkatkan kontribusi masjid dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan. (****//Zulfikar//Kominfo)

Walikota Bima Aji Man : Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Terus Terjalin Menuju Kota Bima BISA Melalui Dukungan Pajak

jpn

BIMAntika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE., menghadiri kegiatan silaturahmi bersama para pelaku usaha se-Kota Bima yang berlangsung di Ruma Dining Kota Bima, Rabu (13/05/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bima didampingi Asisten III Setda Kota Bima, serta Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.

Turut hadir Ketua Komisi I DPRD Kota Bima, Kepala Kantor Pajak Pratama Kota Bima, Kepala BPKAD beserta jajaran, serta para pelaku usaha dari sektor perhotelan, rumah makan, dan hiburan.

Pada sesi dialog dan tanya jawab, Wali Kota Bima menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pelaku usaha yang selama ini telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari para pelaku usaha yang turut berperan dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Tentu pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi para pelaku usaha dalam mendukung pembangunan di Kota Bima,” ujar Aji Man, sapaan akrabnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan besar, khususnya terkait kondisi anggaran daerah akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat secara signifikan. Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan dalam pembelanjaan daerah maupun pelaksanaan pembangunan.

Karena itu, Aji Man berharap adanya dukungan dan sinergi dari seluruh pelaku usaha untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan daerah, termasuk melalui sektor pajak dan retribusi.

“Melalui pajak parkir, pajak kendaraan, pajak hotel, dan restoran, kami berharap dapat membantu pemerintah dalam membangun daerah serta menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Wali Kota juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk mendukung program Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Asri), terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah di lingkungan usaha masing-masing.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha terus terjalin demi mewujudkan Kota Bima yang maju, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. (****//Kominfo))

Truck Pengangkut Jagung Terguling Polsek Soromandi Bergerak Cepat Menuju TKP

jpn

BIMAntika.net -Kecelakaan lalulintas tunggal terjadi di tanjakan so amu Desa Kananga Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima pada Selasa 12 Mei 2026 sekira pukul 19.30.Wita.

Personel Polsek Soromandi Polres Bima Kabupaten yang mendapatkan Informasi itu langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pengaturan Arus Lalulintas serta berupaya melakukan evakuasi muatan truk.

Kecelakaan tunggal itu melibatkan mobil truk yang memuat jagung dengan kapasitas muatan mencapai 10 ton.

Mobil dengan No.Pol W 9820 NQ yang dikendarai oleh SF (L/45) warga Desa Kananga Kecamatan Bolo ini terguling yang diakibatkan Kreke As Mobil truck tersebut patah.

Supir dan kenek selamat namun jagung seberat 10 ton itu tumpah berserakan di jalanan. dan anggota Polsek Soromandi berusaha mengumpulkan dan disimpan di tempat yang lebih aman agar tidak menggangu aktivitas masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH., melalui Kapolsek Soromandi Ipda Mujahidin.

Hingga saat ini Mobil tersebut belum di derek dan masih berada di TKP.

Pasca kejadian itu situasi Kamtibmas dan arus lalulintas terpantau lancar dan Kondusif. (****)

Ngopi Bareng “Selasa Menyapa” di Parado, Warga Terima Beragam Bantuan dan Layanan Pemerintah

jpn

Bimantika.net -Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai rangkaian Program “Selasa Menyapa” Pemerintah Kabupaten Bima yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Parado Wane, Senin (11/5).

Melalui agenda “Ngopi Bareng” bersama masyarakat Desa Parado Wane dan Desa Kanca, pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan warga sambil menyerahkan berbagai paket bantuan sosial dan layanan kemasyarakatan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, serta Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy didampingi Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan. Turut hadir Camat Parado Hamzah, S.Sos, unsur Muspika, para kepala desa se-Kecamatan Parado, alim ulama, tokoh masyarakat, kepala sekolah serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bima yang mendampingi langsung Bupati dan Wakil Bupati dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Kehadiran lengkap jajaran OPD tersebut menjadi gambaran kuat bahwa Program Selasa Menyapa bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi momentum bagi pemerintah daerah untuk turun langsung mendengar kebutuhan warga sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

Dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, pemerintah daerah menyerahkan sejumlah bantuan bagi masyarakat dua desa tuan rumah. Bantuan tersebut meliputi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta paket sembako bagi warga yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain itu, melalui Dana Desa juga disalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan penanganan stunting yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bima.

Sementara Dinas Ketahanan Pangan turut menyerahkan paket makanan tambahan berupa telur, beras, minyak goreng dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan anak usia dini juga tampak dalam kegiatan tersebut.

Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ketua GOW dan Bunda PAUD Kabupaten Bima menyerahkan bantuan bagi TK, PAUD dan kelompok bermain di Desa Parado Wane dan Desa Kanca sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang dan pendidikan generasi muda di wilayah pedesaan.

Di sela kegiatan, Ady Mahyudi menegaskan bahwa Program Selasa Menyapa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“Program Selasa Menyapa menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk hadir lebih dekat dan memastikan pelayanan serta bantuan dapat diterima langsung oleh warga,” ujarnya.

Sementara itu, H. Irfan Zubaidy mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar pelayanan publik dan program pembangunan berjalan maksimal hingga menyentuh kebutuhan warga di tingkat desa.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Ngopi Bareng “Selasa Menyapa” di Parado, Warga Terima Beragam Bantuan dan Layanan Pemerintah

jpn

Bimantika.net -Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai rangkaian Program “Selasa Menyapa” Pemerintah Kabupaten Bima yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Parado Wane, Senin (11/5).

Melalui agenda “Ngopi Bareng” bersama masyarakat Desa Parado Wane dan Desa Kanca, pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan warga sambil menyerahkan berbagai paket bantuan sosial dan layanan kemasyarakatan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny. Murni Suciyanti, serta Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy didampingi Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Anita H. Irfan. Turut hadir Camat Parado Hamzah, S.Sos, unsur Muspika, para kepala desa se-Kecamatan Parado, alim ulama, tokoh masyarakat, kepala sekolah serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bima yang mendampingi langsung Bupati dan Wakil Bupati dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Kehadiran lengkap jajaran OPD tersebut menjadi gambaran kuat bahwa Program Selasa Menyapa bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi momentum bagi pemerintah daerah untuk turun langsung mendengar kebutuhan warga sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan efektif hingga ke tingkat desa.

Dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, pemerintah daerah menyerahkan sejumlah bantuan bagi masyarakat dua desa tuan rumah. Bantuan tersebut meliputi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta paket sembako bagi warga yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain itu, melalui Dana Desa juga disalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan penanganan stunting yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bima.

Sementara Dinas Ketahanan Pangan turut menyerahkan paket makanan tambahan berupa telur, beras, minyak goreng dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan anak usia dini juga tampak dalam kegiatan tersebut.

Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ketua GOW dan Bunda PAUD Kabupaten Bima menyerahkan bantuan bagi TK, PAUD dan kelompok bermain di Desa Parado Wane dan Desa Kanca sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang dan pendidikan generasi muda di wilayah pedesaan.

Di sela kegiatan, Ady Mahyudi menegaskan bahwa Program Selasa Menyapa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“Program Selasa Menyapa menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk hadir lebih dekat dan memastikan pelayanan serta bantuan dapat diterima langsung oleh warga,” ujarnya.

Sementara itu, H. Irfan Zubaidy mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar pelayanan publik dan program pembangunan berjalan maksimal hingga menyentuh kebutuhan warga di tingkat desa.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Sekda Kota Bima Tegaskan Percepatan Pembangunan IPAL di Penatoi Dalam Rangka Pengendalian Banjir Perkotaan

jpn

BIMAntika.net -Dalam rangka mendukung program pengendalian banjir perkotaan di Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunnraji, ME memimpin rapat koordinasi terkait progres pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk limbah tahu dan limbah ternak sapi warga di Kelurahan Penatoi, bertempat di ruang rapat Sekda, Selasa (12/05).

Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda Kota Bima, Kepala Bappeda Kota Bima, Konsultan Pengawas dari World Bank, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Camat Mpunda, serta Lurah Penatoi.

Dalam rapat itu dibahas kondisi limbah tahu dan kotoran sapi warga yang selama ini masuk ke drainase primer dan dinilai menjadi salah satu persoalan serius yang memerlukan penanganan segera, khususnya oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu sistem drainase perkotaan yang menjadi bagian penting dalam pengendalian banjir di Kota Bima.

Sekretaris DLH Kota Bima, Hj. Komalasari menjelaskan bahwa pembangunan IPAL di Kelurahan Penatoi memiliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi. Program tersebut direncanakan untuk 10 penerima manfaat dengan alokasi anggaran sebesar Rp10 juta per unit IPAL. Namun di lapangan, kebutuhan pembangunan dan hasil produksi limbah yang harus ditangani melampaui kemampuan anggaran yang tersedia.

Selain pembangunan IPAL, pihak kelurahan juga melakukan intervensi sosial melalui edukasi kepada para pemilik ternak agar kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk kompos sehingga tidak lagi dibuang ke saluran drainase.

Sekda Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunnraji, ME menegaskan bahwa pembangunan IPAL bagi warga di sekitar bantaran sungai Kelurahan Penatoi harus segera dilaksanakan agar tidak menghambat program lanjutan dari NUFReP di Kota Bima.

Sekda meminta minggu depan program pembuatan IPAL untuk limbah di Kelurahan Penatoi bagi 10 penerima manfaat sudah harus mulai jalan.

“Jika dinas teknis tidak mampu selesaikan, saya yang akan selesaikan. Ini penting dilakukan segera, jangan karena hal sepele mengorbankan program selanjutnya dari Bank Dunia,” tegas Sekda.

Ia berharap seluruh pihak terkait dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat langkah penanganan limbah domestik masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan mendukung program pengendalian banjir perkotaan secara berkelanjutan di Kota Bima. (***//Kominfo)

Program Selasa Menyapa, Pemkab Bima Serap Aspirasi Warga Parado Secara Langsung

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kabupaten Bima bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kembali melaksanakan Program Selasa Menyapa di Kecamatan Parado dengan menyambangi masyarakat Desa Wane dan Desa Kanca.

Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat hingga ke tingkat desa.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh keakraban itu diisi dengan berbagai aktivitas mulai penyambutan oleh Anak anak sekolah SD dan SMP dengan Tarian Dan pengalungan Bunga oleh Camat parodo dengan di dampingi oleh Muspika dan Masyarakat desa wane dan kanca sebagai pusat kegiatan selasa menyapa

Serta hadir pula warga desa lain yang berdekatan dengan dua desa tersebut seperti warga desa rato dan lainya ,Pantau langsung oleh Media ini di lapangan.

Salah satu warga wane Daus Bimbo menyatakan Program Selasa Menyapa dari Pemerintahan Ady -Irfan sangat menyentuh sekali buat warga masyarakat.

“Program Selasa menyapa kami masyarakat sangat merasakannya apalagi kami yang jauh dari ibukota bisa secara langsung berdialog mengeluarkan unek-unek bagaimana desa dan kecamatan kami bisa maju dan punya daya saing dengan desa desa dan kecamatan kecamatan yg lain di kabupaten bima” ujarnya.

Lanjutnya bahwa Kecamatan Parado adalah kecamatan yang berada di wilayah pengunungan yang punya banyak potensi Alam yg perlu di kelola dengan baik.

“Lewat kesempatan Selasa Menyapa ini kami masyarakat bisa secara langsung mengeluarkan Aspirasi kami” ujarnya.

Masih di katakan nya bahwa masyarakat juga bisa bersenda gurau dengan Pimpinan Daerah.

“Rakyat Senang Mulai dari duduk bersama, ngopi bareng, makan bersama hingga melaksanakan salat berjamaah dengan pemimpinnya” ujarnya.

Ia menegaskan Seluruh rangkaian kegiatan menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan kami masyarakat tanpa sekat formalitas birokrasi.

Dalam dialog terbuka yang digelar bersama warga, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

Aspirasi terkait pembangunan infrastruktur desa, pelayanan kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga kebutuhan air bersih menjadi beberapa hal yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah.

Bupati Bima Ady Mahyudi dalam sambutannya menegaskan, Program Selasa Menyapa bukan sekadar agenda kunjungan rutin, tetapi merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat melihat kondisi nyata sekaligus mendengar langsung harapan warga.

Program ini juga dinilai menjadi sarana efektif untuk memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

Lanjutnya Kehadiran pimpinan daerah bersama jajaran OPD di tengah warga menunjukkan bahwa pemerintah ingin membangun pola pelayanan yang lebih terbuka, partisipatif dan responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Melalui Program Selasa Menyapa, Bupati Bima Ady Mahyudi berharap tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Pendekatan dialogis yang dibangun dalam program ini diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah tutupnya “.
(RRS//RumaRenggeSape//007)