Kapolsek Woha Pimpin Pengamanan Pawai Budaya HJB Ke-384 di Kecamatan Woha

jpn

Bimantika.net -Kapolsek Woha Polres Bima Polda NTB, AKP Sudirman SH memimpin langsung pengawalan dan pengamanan kegiatan Pawai Budaya, Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bima ke 384.

Pawai budaya peringatan Hari Jadi Bima (HJB) Ke- 384 itu titik star Paruga Na.e Desa Talabiu- Finish Kantor camat Woha,dengan tema “RIMPU MA RIMPA, dengan momentum hari jadi Bima kita bangun sinergi menuju Bima ramah yang maju”diikuti sekitar 2000 orang/72 peserta.

Pawai yang dimulai sekitar Pukul 13.40. WITA Rabu (3/7/24) Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K., lewat Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka mengatakan pawai budaya ini digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Bima (HJB) ke-384.

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri SE., M.Ip.,
Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., Ketua DPRD Kabupaten Bima M. Putera Ferryandi S.IP., Kepala BPKAD Adel Linggi Ardi, Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bima Drs. Dahlan, Keswan Kabupaten Bima Edy Tarunawan SH., Camat Woha Irfan H.M.Noer S. Sos., Kapolsek Woha AKP Sudirman SH., Kasat Intel Polres Bima Iptu Sukardin SH., Lettu Bambang Iriawan., Anggota DPRD Kabupaten Bima Firdaus SH., Anggota DPRD Kabupaten Bima M.Sidik., Ketua PKK Ny,Rosdianti Dahlan., Ketua PKK Kecamatan Woha Ny.Irfan H.M.Noer S.Sos., Kepala instansi /UPT Se-Kec Woha., Kepala sekolah SD,SMP,SMA Kecamatan Woha., Kepala Desa se-Kecamatan Woha.

Adapun peserta pawai budaya peringatan hari jadi Kabupaten Bima Ke 384 ini Semua instansi/UPT se Kecamatan Woha,Kepala dan Guru Sekolah SD/SMP/SMA se-Kecamatan. Woha,Pemerintah Desa/BPD se-Kecamatan Woha., dan Perwakilan Tokoh Masyarakat Se Kecamatan Woha.

Pelaksanaan pawai Budaya dengan titik star di Paruga Nae Desa Talabiu Kecamatan Woha dilepas oleh Sekcam Woha Risman, S. Pd

Rombongan /peserta pawai yang sampai di lokasi finis Kantor Camat Woha di sambut oleh para pejabat di instansi se-Kecamatan Woha.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 16.10 Wita berjalan aman, lancar dan terkendali Pungkas Adib menutup rilisnya.(***)

Polisi Bantu Evakuasi Korban Tenggelam di Pantai Jala Desa Nggembe

jpn

Bimantika.net -Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial SN warga Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima meninggal dunia akibat tenggelam dipinggir pantai di dusun jala desa nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima

Kapolsek Bolo Polres Bima Polda NTB Iptu Nurdin yang mendapatkan informasi tersebut bersama jajarannya langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membantu mengevakuasi Korban ke RSUD Sondosia guna mendapatkan perawatan medis namun nyawa korban tidak terselamatkan.

Sebagai informasi bahwa Kondisi mengidap penyakit epilepsi atau Ayan dan kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00. Wita

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bima Eko Sutomo, S.I.K.,M.I.K., melalui Kapolsek Bolo Iptu Nurdin pada Rabu (3/6/24)

Kronologi menurut Polisi Awalnya korban bersama teman-temannya mencari tiram di pantai Desa Nggembe untuk dijual korban bersama rekannya masuk kedalam laut untuk mencari tiram.

Saat hendak pulang sekitar pukul 16.00.wiita. NS memanggil korban berkali-kali namun tidak di gubris oleh korban sehingga.Korban yang menyahut panggilan itu akhirnya beberapa rekannya melihat korban terjatuh di dalam air sehingga pada langsung membantu korban.

Namun karena lumpur sehingga usaha pertolongan terlambat.

Rekan korban yang panik meminta bantuan dan tidak lama kemudian datang warga sekitar berusaha membantu dan mengangkat korban di pematang tambak.

Warga bersama dengan personel Polsek Bolo berusaha melarikan Almarhumah ke RSUD Sondosia namun nyawa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi/ ayan tidak tertolong dan mengembuskan napas terakhir.

Korban di bawa oleh warga ke RSUD Sondosia untuk mendapatkan perawatan medis dan tidak lama kemudian korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

keluarga korban mengikhlaskan atas meninggalnya Almarhumah dan tidak akan membawa kerana hukum dan akan dibuat surat surat penolakan Autopsi.

Terpisah Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui kasi humas Iptu Adib Widayaka turut berdukacita yang mendalam atas kepergian almarhumah.

“Saya atas nama pribadi dan Institusi turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhumah semoga amal ibadah almarhumah diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran”. Kapolres mendoakan. (***)

Hadiri Pawai Budaya HJB Ke 384, Kapolres Bima Tunggangi Kuda Pacu

jpn

Bimantika.net -Pawai Budaya dalam rangka menyambut Hari Jadi Bima ( HJB ) tahun 2024 yang ke 384 pada Jum’at tanggal 05 Juli 2024 dengan Tema ” SINERGI MENUJU BIMA RAMAH YANG MAJU “

Memeriahkan hari jadi Kabupaten Bima yang ke 384 ini pemerintah Kabupaten Bima menggelar pawai budaya RIMPU MA RIMPA di lakukan secara serentak di seluruh Wilayah Kabupaten Bima.

Untuk itu Pihak Kepolisian Resor Bima Polda NTB dan Polsek jajaran menerjunkan personel nya guna melakukan pengamanan dan pengaturan lalulintas.

Hal itu diwujudkan oleh personel Polsek Bolo yang dikendalikan oleh Kapolseknya Iptu Nurdin pada Rabu 03/07/24 sekira pukul 13.30. Wita.

Dirilis humas Bima peserta pawai di kecamatan Bolo di bagi menjadi 2 dari arah barat menuju timur dengan Finis di cabang Donggo dengan titik Start di dusun lara Desa tambe, yang diikuti peserta dari Desa tambe , Rasabou , kara , Rato kananga , leu dan Desa tumpu kecamatan Bolo., dengan rute yang di lalui yaitu desa tambe , rasabou dan Desa Rato.

Sedangkan Peserta dari arah timur menuju barat dengan Finis di cabang Donggo dengan titik Start di SMAN 2 dengan peserta dari desa Sanolo, Sondosia, Darussalam, Bontokape , Timu , Rada dan Desa Nggembe dengan rute yang dilalui Desa Bontokape, Timu , leu dan desa kananga.

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kapolsek Bolo Iptu Nurdin mengatakan pengamanan itu dilaksanakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta Pawai Budaya dan mencegah terjadinya Guankamtibmas.

Sementara itu, untuk mencegah terjadinya kemacetan Polsek Bolo melakukan rekayasa/ pengalihan arus lintas sehingga masyarakat pengguna jalan tidak terganggu.

Sebagai tamu kehormatan Kapolres Bima dalam kegiatan tersebut menunggangi Kuda Pacu.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Bima Hj Indah Darmayanti putri SE.M.IP
Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K., Camat Bolo Hj Arabiyah., Ketua DPRD kabupaten Bima M. Ferryandi Putera. Anggota DPRD Dapil II., Kepala Dinas Dikpora., Kepala Dinas Pariwisata,.Kabag Ekonomi., Pimpinan BUMN dan BUMD., dan Forkompinda Kecamatan Bolo.

Kegiatan pengamanan Pawai Budaya Hari Jadi Bima ke 384 itu berlangsung dengan lancar dan aman Tutupnya. (***)

Usai Kunker di Polsek Sanggar, Kapolres Bima dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Polsek Tambora

jpn

Bimantika.net -Kepala Kepolisian Resor Bima Polda NTB AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., didampingi oleh Ketua Bhayangkari Cabang Bima Ny. Dian Eko Sutomo mengunjungi Polsek Tambora.

Kunjungan Kapolres ke Polsek Tambora ini usai dirinya dan rombongan mengunjungi Polsek Sanggar pada Selasa (2/6/24) sekira pukul 13.20. WITA.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kapolres Bima ini merupakan program kerja Kapolres.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Bima ikut didampingi oleh Wakapolres Bima Kompol Saogi Sujana Angsar, Wakil ketua Bhayangkari Cabang Bima Ny. Diya Saogi Sujana Angsar, Kasat Intelkam Iptu Sukardin SH,Kasat Resnarkoba Iptu Fardiansyah SH, Kasi Humas Iptu Adib Widayaka.

Setibanya di Mapolsek Tambora Kapolres dan rombongan disambut langsung oleh Kapolsek Tambora Ipda Adi Darmawan, Ketua Bhayangkari Ranting Tambora dan Pengurus Bhayangkari Ranting Tambora serta personel Polsek Tambora.

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personel Polsek Tambora yang menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Kecamatan Tambora.

Dirinya juga menekankan kepada seluruh personel agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta menjaga kesehatan dan silahturahmi bersama masyarakat dan selalu bersyukur atas Nikmat yang Tuhan berikan.

Orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resor Bima ini juga menekankan kepada seluruh personel Polsek Tambora agar tidak terlibat Narkoba, perjudian maupun pelanggaran lain sekecil apapun.

Dalam kunjungan kerja tersebut Ketua Bhayangkari Cabang Bima Ny. Dian Eko Sutomo juga menyalurkan tali asih kepada 24 anak yatim piatu di wilayah Kecamatan Tambora.

Penyaluran tali asih itu merupakan wujud nyata kedekatan dan kepedulian Bhayangkari Cabang Bima kepada sesama terlebih anak yatim-piatu.

“Semoga apa yang kami lakukan bermanfaat dan bisa meringankan beban sesama serta menjadi Nilai ibadah dihadapan Allah SWT”. Ucap ibu dua orang anak itu.

Dirinya juga menyampaikan kepada Ketua dan Pengurus Bhayangkari Ranting Tambora agar menjaga hubungan dalam berumah tangga serta hidup rukun dengan masyarakat.(***)

Pertemuan Orientasi Upaya Promotif dan Preventif Kesehatan Jiwa Berlangsung Lancar

jpn

Bimantika.net -Hari ke 2 (Rabu 3 Juli 2024), pertemuan Orientasi Upaya Promotif Preventif Kesehatan jiwa Tingkat Kabupaten Bima yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bima di Hotel Lilagraha Kota Bima Berjalan lancar.

Pertemuan hari ke dua yang dijadwalkan tiga hari ini dengan Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi NTB, Made Armeini Sedana Putri, SKM

Materi yang dibawakan oleh pemateri dari Dinas Kesehatan Propinsi NTB ini membahas tema sentral Kebijakan Nasional kesehatan jiwa.

Satu atau lebih gangguan jiwa dan perilaku dialami oleh 25% dari seluruh penduduk pada suatu masa dari hidupnya. World Health Organization (WHO) menemukan bahwa 24% pasien yang berobat ke pelayanan kesehatan primer memiliki diagnosis gangguan jiwa.

Gangguan jiwa yang sering ditemukan di pelayanan kesehatan primer antara lain adalah depresi dan cemas, baik sebagai diagnosis tersendiri maupun komorbid dengan diagnosis fisiknya (World Health Report 2001).

Masalah kesehatan jiwa di Indonesia cukup besar. Saat ini gangguan jiwa menduduki nomor 2 terbesar penyebab beban disabilitas akibat penyakit berdasarkan YLD (years lived with disability).

Depresi sendiri merupakan peringkat ke 8 penyebab beban utama akibat penyakit berdasarkan DALY’s (disability-adjusted life year)

Sedangkan usia terbanyak yang dipengaruhi adalah usia produktif antara 15-45 tahun (The Global Burden of Disease Study, 2010).
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018).

Data nasional untuk orang dengan Skizofrenia sebesar 7 per mil untuk Angka Nasional.

Sedangkan Provinsi NTB 10 per mil. Untuk Gangguan Mental Emosional (GME) angka nasional sebesar 9,8%, sedangkan Provinsi NTB 13%.

Angka nasional untuk Depresi adalah 6,1%, sedangkan Provinsi NTB 8%.

Masalah jiwa lainnya adalah pemasungan yang dilakukan pada orang dengan gangguan jiwa berat (ODGJ).

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa angka pasung nasional mencapai 31,1%, sama dengan angka pasung Provinsi NTB 31,1%.

Banyak alasan terjadinya pemasungan, antara lain kurangnya pengetahuan jiwa masyarakat tentang gangguan jiwa dan penanganannya, stigma masyarakat, sulitnya akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatanan jiwa baik di tingkat fasyankes primer maupun di tingkat rujukan sekunder dan tersier.

Di samping itu masalah kesehatan jiwa tersebut dapat menimbulkan dampak sosial antara lain meningkatnya angka kekerasan baik di rumah tangga maupun di masyarakat umum, bunuh diri, penyalahgunaan napza (narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya), masalah dalam perkawinan dan pekerjaan, masalah di pendidikan, dan mengurangi produktivitas secara signifikan.

Hal ini perlu diantisipasi, mengingat WHO mengestimasikan depresi akan menjadi peringkat ke-2 penyebab beban akibat penyakit di dunia (global) setelah jantung pada tahun 2020, dan menjadi peringkat pertama pada tahun 2030.

Namun demikian kesenjangan pengobatan (treatment gap) antara masyarakat yang membutuhkan layanan dan yang mendapatkan layanan kesehatan jiwa di negara-negara berkembang termasuk Indonesia sangat besar yaitu lebih dari 90%.

Hal ini berarti bahwa hanya kurang dari 10% pasien gangguan jiwa mendapatkan pengobatan.

Kesenjangan pengobatan tersebut antara lain disebabkan adanya hambatan dalam akses layanan kesehatan jiwa.

Kondisi yang terjadi saat ini adalah terdapatnya beban yang sangat besar di RSJ/RS rujukan utama (layanan tersier) di Indonesia, meskipun sebagian dari kasus tersebut sebenarnya dapat ditangani di pelayanan kesehatan primer.

Layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi di fasilitas kesehatan tingkat pertama merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa yang tercantum di dalam pasal 34. Integrasi kesehatan jiwa ini juga merupakan rekomendasi dari World Health Organization (WHO) dan World Organization of Family Doctors (WONCA), serta kebijakan regional ASEAN yang telah disepakati bersama oleh tiap Negara anggota ASEAN.

Hal ini juga merupakan kebijakan nasional yang tercantum dalam Rencana Aksi Kesehatan Jiwa tahun 2015-2019, lampiran RPJMN 2015-2019, dan Standar Pelayanan Minimal di Provinsi dan Kabupaten/Kota Bidang Kesehatan tahun 2015-2019.

Penyelenggaraan layanan kesehatan jiwa di layanan primer berdasarkan Peta Strategis adalah Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan terlatih kesehatan jiwa, melaksanakan upaya promotif kesehatan jiwa dan preventif terkait kesehatan jiwa, serta melaksanakan deteksi dini, penegakan diagnosis, penatalaksanaan awal dan pengelolaan rujukan balik kasus gangguan jiwa.

Layanan tersebut dilakukan dengan memperhatikan komorbiditas fisik dan jiwa.

Layanan kesehatan primer di Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sebagai ujung tombak layanan kesehatan di masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Puskesmas atau FKTP diharapkan berperan dalam penyediaan layanan kesehatan jiwa yang terpadu dengan layanan kesehatan umum.

Penyediaan layanan kesehatan jiwa di Puskesmas atau FKTP harus tetap dijalankan untuk memenuhi hak dan kebutuhan masyarakat. Terbatasnya sumber daya kesehatan terlatih jiwa merupakan salah satu masalah yang perlu diatasi.

Untuk itu perlu peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas atau FKTP di samping supervisi dari tenaga profesional kesehatan jiwa.

Peningkatan kapasitas tersebut berupa Pelatihan bagi tenaga kesehatan tentang bagaimana Mendeteksi Dini dan Penatalaksanaan Gangguan Jiwa yang sering Ditemui di Puskesmas atau FKTP.. (***)

Kendarai Sepeda Motor, Kapolres Bima dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Polsek Sanggar

jpn

Bimantika.net -Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo, S.I.K.,M.I.K., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Bima Ny. Dian Eko Sutomo Kunjungi Polsek Sanggar.

Pembina dan Ketua Bhayangkari ini melaksanakan kunjungan kerja dengan mengendarai sepeda motor dan menempuh jarak ratusan kilo meter pada Selasa (2/7/24) sekira pukul 10.00.Wita.

Dalam kunjungan kerja tersebut Kapolres dan Ketua Bhayangkari juga ikut didampingi oleh Wakapolres Bima Kompol Saogi Sujana Angsar, wakil ketua Bhayangkari Cabang Bima Ny Diya Saogi Sujana Angsar, Kasi Humas Iptu Adib Widayaka, dan Pengurus Bhayangkari Cabang Bima.

Setibanya di Mapolsek Sanggar Kapolres dan rombongan disambut langsung oleh Kapolsek Sanggar Ipda Eric As Ary dan Ketua Bhayangkari Ranting Sanggar Ny. Nur Laila Aric, pengurus Bhayangkari Ranting Sanggar dan Personel Polsek Sanggar.

Dalam sambutannya Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K.,Mengingatkan kepada seluruh anggota Polsek agar selalu bersyukur dengan apa yang sudah di miliki.

Ia juga menekankan kepada anggota agar menjauhi narkoba dan judi online maupun bentuk pelanggaran lainnya.

“Jadilah Bhayangkara sejati yang senantiasa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan”. Ujarnya.

Selain itu dalam kunjungan tatap muka tersebut mengecek kesiapan personel Polsek sanggar dalam rangka pengamanan tahapan pemilihan kepala daerah/ Pilkada

Terkait pelaksanaan Pilkada agar anggota Polsek selalu memantau setiap kegiatan nya, jika ada hal – hal menonjol agar di informasikan

Polsek merupakan ujung tombak untuk itu Kapolres kembali menekankan kepada seluruh personel Polsek sanggar agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya

Dirinya juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Kapolsek Sanggar dan Personel yang telah menjaga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek sanggar.

Kunjungan kerja tersebut merupakan program rutin Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K.,

Sementara itu Ketua Bhayangkari Cabang Bima Ny. Dian Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., mengingatkan agar Bhayangkari Ranting Sanggar menjaga hubungan dalam berumah tangga, hidup harmonis baik dengan keluarga maupun dengan tetangga.

Setelah itu Ketua Bhayangkari Cabang Bima melakukan pengecekan kelengkapan administrasi Bhayangkari Ranting Sanggar didampingi pengurus Cabang Bima.

Dalam kunjungannya Ketua Bhayangkari Cabang Bima Ny. Dian Eko Sutomo menyerahkan tali Asih kepada 28 anak yatim piatu di Kecamatan Sanggar.

“Penyerahan tali asih merupakan wujud kedekatan dan kepedulian Bhayangkari Cabang Bima kepada anak yatim piatu semoga dengan apa yang kami lakukan bisa bermanfaat dan menjadi Nilai ibadah dihadapan Allah SWT”. Ujar Ibu dua orang anak itu.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman pengamanan dalam kunjungan kerja Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Bima dikendalikan oleh Kapolsek Sanggar Ipda Eric As Ary. (***)

Merokok Sambil Salin Bensin Pria Asal Desa Doridungga Terbakar, Polsek Donggo Bantu Evakuasi

jpn

Bimantika.net -Personel Polsek Donggo Polres Bima Polda NTB bantu evakuasi korban kebakaran di Desa Doridungga Kecamatan Donggo Kabupaten Bima.

Insiden kebakaran yang menimpa Pria berinisial DM (27) ini terjadi pada Selasa (2/7/24) sekira pukul 12.52 WITA Siang tadi.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas Iptu Adib Widayaka.

Kejadian berawal korban sedang menyalin bensin di dalam kios dari jerigen ke botol untuk di jual eceran namun pada saat penyalinan korban sambil membakar rokok.

Sehingga api menyambar bensin dan terjadi kebakaran yang menyebabkan korban mengalami terbakar di sekujur badan.

Beruntung korban bergegas keluar dari dalam kios. masyarakat di sekitar yang melihat kejadian berupaya melakukan penyelamatan terhadap korban dengan cara menyiram menggunakan oli ke korban dan selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Donggo guna mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Donggo Iptu Nazaruddin yang mendapatkan informasi itu memerintahkan personelnya untuk mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan membantu mengevakuasi korban.

Sesampainya di Puskesmas Donggo korban mendapatkan perawatan medis namun luka bakar yang dialaminya cukup serius Korban akan dirujuk ke RSUD Bima.

Dari hasil olah TKP awal yang dilakukan oleh personel Polsek Donggo Insiden itu terjadi diduga kuat karena kelalaian korban.

Untuk itu Kapolres Bima sebagaimana diulas kasi humas iptu adib Widayaka menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menjalankan aktivitas agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.(****)

Bupati IDP Serahkan Bantuan Pribadi di Arena MTQ Kecamatan Soromandi

jpn

Bimantika.net -Di sela beberapa agenda pemerintah daerah, Senin (1/7) Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri, SE.M.IP (IDP) menghadiri sekaligus menutup secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XIX Tingkat Kecamatan Soromandi yang dipusatkan di Lapangan desa Wadukopa.

Bupati IDP yang hadir bersama empat orang Kepala Bagian lingkup Sekretariat Daerah dan Camat Donggo Ardavis S.ST pada kesempatan malam penutupan tersebut menyerahkan bantuan pribadi senilai Rp. 5 juta kepada panitia MTQ.

Dalam sambutannya dihadapan Camat Julkifli SH.,M.Hum, Unsur Muspika, Kades dan Ketua BPD Se-kecamatan Soromandi dan para alim ulama serta tokoh masyarakat setempat menyampaikan sejumlah hal.

MTQ merupakan bagian dari ikhtiar penajaman visi religius dalam pembangunan bidang keagamaan.

Bukan hanya untuk melahirkan Qori dan Qoriah atau sekedar mengutus siapa yang akan mengikuti musabaqah pada tingkat selanjutnya.

“Tetapi yang terutama adalah menanamkan kecintaan akan membaca dan memahami isi kandungan Al-Quran kepada generasi yang akan mewarisi pembangunan di daerah kita” Terang Bupati.

Secara khusus, pada malam penutupan MTQ tersebut Bupati menyampaikan rasa bangga atas kebersamaan seluruh keluarga besar kecamatan Soromandi baik yang berdomisili di Jakarta maupun di kota-kota besar lainnya dalam memberikan sumbangsih dan dukungan pagi keberlangsungan kegiatan sosial keagamaan di daerah di wilayah tersebut.

“Semoga ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan dan desa lainnya akan dukungan penuh para tokoh dan dermawan yang merupakan putra terbaik yang saat ini menetap di luar wilayah Soromandi. Imbuhnya. (***)

Jadi Irup Hari Bhayangkara Ke-78, Kapolres Bima Sampaikan Amanat Kapolda NTB

jpn

Bimantika.net -Peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara Ke-78 dengan Tema “Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi Yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas”, Jajaran Kepolisian Resor Bima dihelat di Lapangan Upacara kantor Bupati Bima, Senin (1/7) dengan Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo, S.I.K, M.I.K bertindak sebagai Inspektur Upacara (IRUP).

Upacara Bhayangkara Ke-78 tersebut turut dihadiri Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP, Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putera Ferryandi, S.IP., M.IP, Unsur FORKOPIMDA, Pj. Sekretaris Daerah Suwandi, ST., MT, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima H. Mujiburrahman, S.Ag, Pimpinan OPD, Para pejabat utama (PJU) Polres Bima, Kabag LIngkup Setda, dan Para Camat pada lingkup pemerintahan kabupaten Bima.

Kapolres Bima yang membacakan amanat Kapolda NTB mengapresiasi atas meningkatnya kepercayaan masyarakat atas kinerja POLRI dari 71,6% pada bulan Desember 2023 menjadi 75,3% pada Juni 2024.

Kepercayaan pada POLRI akan selalu diuji. Seberapa tinggi tingkat kepercayaan masyarakat, seberapa tinggi kepuasan masyarakat itu menjadi hal yang penting.
“Ini perkembangan baik, tapi masih harus terus ditingkatkan. Polri harus terus memperbaiki diri, berbenah diri, melakukan reformasi-reformasi di segala lininya” Ujar AKBP Eko Sutomo.

Selanjutnya, Kapolres Bima menyampaikan, tantangan yang akan dihadapi POLRI kedepannya semakin berat, masalah kamtibmas dan penanganan isu-isu harus dikawal cepat, program prioritas nasional dan pembangunan ibu kota nusantara harus dikawal secara serius, kualitas layanan harus ditingkatkan, kejahatan dengan teknologi canggih harus diantisipasi.

“Oleh karena itu dibutuhkan kesigapan dan kecepatan, butuh penguasaan teknologi dan inovasi, serta komunikasi publik yang baik. Imbuhnya.

Acara dilanjutkan dengan Syukuran yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (aula) Kantor Bupati Bima. (***)