Tumbuhkan Kesadaran Berlalulintas di Kalangan Pelajar Unit Kamsel Satlantas Polres Bima Kabupaten Sambangi SMK Pelita Harapan

jpn

Bimantika.net -Unit Kamsel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bima Kabupaten Polda NTB melaksanakan kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada para pelajar di sekolah SMK Pelita Harapan Senin 27 April 2026 pagi

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Bima Kabupaten itu bertujuan untuk menanamkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas sejak usia dini, serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.

Personel Satlantas memberikan materi tentang pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, penggunaan helm standar SNI, larangan berkendara bagi pelajar yang belum memiliki SIM, serta etika berlalu lintas di jalan raya.

Kapolres Bima AKBP Muh. Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,MH, melalui Kasat Lantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH menyampaikan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar.

“melalui sosialisasi ini diharapkan para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, ,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian Satlantas Polres Bima Kabupaten dalam memberikan edukasi kepada para siswa.

Demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas Satlantas Polres Bima Kabupaten akan terus melakukan kegiatan serupa khususnya di kalangan pelajar.

Polres Bima Kabupaten melalui Satlantas nya berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan di sekolah-sekolah wilayah Bima.

Diharapkan, kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran pelajar akan pentingnya keselamatan berlalulintas. (****)

Festival Rimpu Mantika 2026 Sukses Digelar, Wali Kota Bima Aji Man Apresiasi Para Pihak Yang Terlibat

jpn

BIMAntika.net -Pemerintah Kota Bima dibawah kepemimpinan Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE dan Wakil Walikota Feri Sofiyan, SH menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Festival Rimpu Mantika Tahun 2026.

Kesuksesan event budaya tahunan ini tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai elemen, mulai dari unsur TNI-Polri, instansi vertikal, OPD lingkup Pemkot Bima, pelaku UMKM, komunitas budaya, relawan, insan pers, hingga partisipasi aktif masyarakat Kota Bima secara luas.

Aji Man sapaan Wali Kota Bima bersama jajaran pemerintah daerah menilai, Festival Rimpu Mantika tahun ini menjadi bukti nyata kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kearifan lokal Bima ke tingkat yang lebih luas.

Antusiasme masyarakat serta dukungan berbagai pihak telah memberikan warna tersendiri dan menjadikan event ini berlangsung meriah, aman, dan penuh makna.

“Atas nama Pemerintah Kota Bima, kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, dan kontribusinya demi suksesnya Festival Rimpu Mantika Tahun 2026,” ujar Aji Man Wali Kota Bima, pada Sabtu malam (25/04/2026).

Namun demikian, Pemerintah Kota Bima juga menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut masih terdapat berbagai kekurangan.

Untuk itu, Wali Kota Bima menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila selama penyelenggaraan festival terdapat hal-hal yang kurang berkenan, baik dari segi pelayanan, teknis pelaksanaan, maupun aspek kenyamanan lainnya.

Aji Man menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyelenggaraan Festival Rimpu Mantika Tahun 2026 masih terdapat kekhilafan dan kekurangan.

“Hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk penyelenggaraan yang lebih baik di masa mendatang,” tambahnya.

Pemerintah Kota Bima berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas dalam setiap pelaksanaan event daerah, sehingga Festival Rimpu Mantika ke depan dapat semakin memberikan manfaat, tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan promosi pariwisata daerah.

Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kota Bima berharap dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat akan terus terjaga demi kemajuan daerah yang lebih baik.(**//Kominfo//)

Pemkot Bima Bantah Bawa Pulang Hadiah Pawai Rimpu Mantika 2026

jpn

BIMAntika.net -Pemerintah Kota Bima melalui Juru Bicara resmi, Dr. Muhammad Hasyim, memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan kisruh dalam pembagian hadiah bagi peserta Pawai Rimpu Mantika 2026. Sabtu, 25 April 2026.

Dalam keterangannya, Dr. Hasyim menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan adanya ketidakjelasan atau penyelewengan hadiah tidaklah benar.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah hadiah yang belum sempat dibagikan bukan dibawa pulang oleh panitia atau pihak pemerintah, melainkan diamankan sementara.

“Perlu kami luruskan, tidak ada hadiah yang dibawa pulang. Semua hadiah yang tersisa telah diamankan oleh panitia secara resmi, walaupun pada akhirnya seluruh sisa hadiah diambil paksa oleh sejumlah peserta dari atas mobil bak terbuka” tegasnya.

Ia menjelaskan, penghentian sementara proses undian doorprize terjadi akibat gangguan listrik dari PLN yang menyebabkan seluruh rangkaian pengundian tidak dapat dilanjutkan. Kondisi tersebut berada di luar kendali panitia penyelenggara.

“Situasi ini murni karena faktor teknis, yakni padamnya aliran listrik. Karena proses undian doreprize membutuhkan pengeras suara, maka prosesnya tidak bisa dilanjutkan saat itu,” jelas Dr. Hasyim.

Pemkot Bima juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami menjamin seluruh proses undian hadiah telah dilakukan secara transparan,” pungkasnya.

Pawai Rimpu Mantika sendiri merupakan bagian dari rangkaian festival budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bima, dengan partisipasi ribuan peserta dari berbagai kalangan. (****//Kominnfo)

Kepemimpinan Baru PGRI Kabupaten Bima Diharapkan Jadi Pelindung Kepentingan Guru, Bupati Tekankan Perubahan Konkret

jpn

Bimantika.net 25 April 2026 — Komitmen menghadirkan perubahan nyata dalam dunia pendidikan kembali ditegaskan Ady Mahyudi saat membuka secara resmi Konferensi Kerja Kabupaten I (Konkerkab I) dan Konferensi Luar Biasa (KLB) Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Bima di Gedung PGRI, Belo.

Forum strategis ini tak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga penentu arah masa depan perlindungan dan perjuangan hak-hak guru di daerah.
Mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas dan Bima Bermartabat”,

konferensi tersebut menghadirkan jajaran penting dunia pendidikan, mulai dari pengurus PGRI tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta para guru sebagai ujung tombak pendidikan.

Dalam konteks nasional, peran PGRI dinilai semakin krusial di tengah dinamika kebijakan pendidikan yang menuntut adaptasi cepat, peningkatan kualitas, serta keberpihakan nyata kepada tenaga pendidik.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa kepemimpinan PGRI yang terpilih harus mampu melampaui rutinitas administratif dan benar-benar hadir sebagai pengayom bagi guru.

Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan klasik—mulai dari kesejahteraan, distribusi tenaga pendidik, hingga perlindungan profesi—membutuhkan organisasi yang kuat, responsif, dan berani memperjuangkan kepentingan anggotanya.

“Konferensi ini bukan sekadar forum seremonial, tetapi momentum menentukan arah baru. Ketua PGRI yang terpilih harus menjadi garda terdepan dalam mengayomi dan menyelesaikan persoalan guru secara konkret, bukan hanya simbolik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam proses konferensi adalah hal yang wajar dalam demokrasi organisasi.

Namun, ia menggarisbawahi pentingnya menjaga soliditas agar PGRI tetap menjadi rumah besar yang menyatukan, bukan memecah.

Sementara itu, Wakil Ketua III PGRI Provinsi NTB, Lalu Kaharudin, menyebut Konkerkab sebagai ruang evaluasi menyeluruh terhadap program kerja organisasi. Ia menilai, keberhasilan PGRI ke depan sangat ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan baru dalam membaca persoalan riil di lapangan dan merumuskan solusi yang implementatif.

Sorotan utama kini tertuju pada Ketua PGRI Kabupaten Bima yang terpilih. Harapan besar disematkan agar figur tersebut tidak hanya mampu merawat organisasi, tetapi juga tampil sebagai pelindung dan pembela guru dalam menghadapi berbagai tekanan dan tantangan profesi.

Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan nasional, keberadaan pemimpin PGRI yang berpihak pada guru menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi pilihan.

Dengan demikian, hasil konferensi ini diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan semata, tetapi melahirkan gerakan nyata yang menjawab kebutuhan guru dan mendorong terwujudnya pendidikan berkualitas

di Kabupaten Bima sejalan dengan visi besar Indonesia menuju masa depan yang lebih unggul.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Wagub NTB Umi Dinda Ikut Pawai Rimpu dengan Puluhan Ribu Peserta Rimpu di Festival Rimpu Mantika Kota Bima

jpn

BIMAntika.net Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M. IP memimpin langsung Festival Rimpu Mantika yang digelar di Kota Bima, Sabtu (25/4/2026).

Umi Dinda sapaan akrab Wakil Gubernur NTB ikut mengenakan rimpu, busana tradisional khas perempuan Bima.

Dimomentum tersebut Wagub NTB berjalan bersama rombongan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima dari titik start Paruga Nae Convention Hall hingga berakhir di Lapangan Serasuba.

Kehadiran orang nomor dua di NTB itu menjadi sorotan di tengah membludaknya peserta dan masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.

Sepanjang perjalanan, Wagub tampak aktif menyapa warga dan peserta yang antusias mengikuti kegiatan.

Pawai ini diikuti sekitar 85 ribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum.

Partisipasi langsung Wagub NTB dinilai sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah provinsi NTB terhadap pelestarian budaya lokal, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Pawai Rimpu Mantika merupakan bagian dari Festival Rimpu Mantika 2026 yang telah masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN).

Selain menjadi ajang budaya, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat identitas daerah dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dengan keterlibatan pimpinan daerah serta puluhan ribu peserta, Pawai Rimpu Mantika 2026 menjadi bukti bahwa budaya rimpu tetap hidup, berkembang, dan terus menjadi kebanggaan masyarakat Bima.

Kehadiran Wagub NTB menambah semangat dan antusiasme ribuan peserta serta masyarakat yang memadati jalur pawai.

Pawai rimpu yang menjadi ikon budaya Bima ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, organisasi perangkat daerah, komunitas budaya, hingga masyarakat umum yang tampil mengenakan rimpu dengan beragam kreasi. Sepanjang rute pawai, suasana tampak semarak dengan nuansa adat yang kental.

Umi Dinda menyampaikan bahwa Rimpu Mantika bukan hanya sekadar festival, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal yang memiliki nilai historis dan identitas kuat bagi masyarakat Bima.
“Rimpu adalah warisan budaya yang harus terus kita jaga dan lestarikan.

Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya memperkuat jati diri daerah, tetapi juga mendorong promosi budaya Bima ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.

Pawai Rimpu Mantika 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat potensi budaya sebagai kekuatan utama pembangunan daerah.

Umi Dinda berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi agenda unggulan yang mampu menarik perhatian lebih luas di masa mendatang.

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, Rimpu Mantika 2026 sukses menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bima. (****)

Bupati Bima : Selasa Menyapa, Wujud Nyata Penjabaran Visi Bima Bermartabat

jpn

Bimantika.net -Pemerintah Kabupaten Bima terus menghadirkan inovasi dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui program unggulan “Selasa Menyapa”.

Sebuah gerakan nyata yang tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi jembatan komunikasi langsung antara pemimpin daerah dan rakyatnya.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Sangga, Kecamatan Lambu, Kamis (23/4), berlangsung semarak dengan nuansa budaya lokal, mulai dari penyambutan pengalungan sarung tenun khas Bima, tarian Hadrah, hingga penampilan Wura Bongi Monca oleh pelajar SMA Negeri 2 Lambu.

Pada malam harinya, suasana semakin hangat melalui agenda “Ngopi Bareng” yang menjadi ruang dialog terbuka, penuh keakraban, dan sarat makna kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bima Ady Mahyudi didampingi Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy menegaskan bahwa kepemimpinan saat ini berkomitmen penuh untuk menjabarkan visi “Bima Bermartabat” secara nyata, menyentuh langsung kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok desa.

Melalui “Selasa Menyapa” pemerintah daerah menghadirkan pola kepemimpinan yang responsif, mendengar tanpa sekat, serta bergerak cepat dalam menindaklanjuti aspirasi warga.

Bupati Ady Mahyudi menekankan bahwa program ini adalah bentuk kesungguhan pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai mitra yang memahami denyut kehidupan rakyatnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada masyarakat Kecamatan Lambu, khususnya Desa Sangga dan Simpasai, atas sambutan hangat dan partisipasi aktif yang mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

Senada dengan itu, Wakil Bupati menegaskan bahwa meskipun terdapat berbagai keterbatasan, komitmen untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan tidak akan surut. Dengan pendekatan humanis dan dialogis yang terus diperkuat, “Selasa Menyapa”

Diharapkan menjadi simbol kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat, sekaligus penggerak semangat kolektif menuju Bima yang lebih maju, bermartabat, dan penuh harapan di masa depan. (RRS//RumaRenggeSape//007)

Selingkuhi Istri Orang Yang Juga Sebagai Teman Isterinya, Seorang Pria Diamankan Polisi dari Amukan Massa

jpn

BIMAntika.net -Gerak cepat Personel Polsek Bolo Polres Bima Kabupaten Polda NTB mengevakuasi dua pasang yang menjalin hubungan terlarang dari amukan di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

Kasus dugaan perzinahan atau perselingkuhan itu terjadi di Rt 13 Desa Tambe Kecamatan Bolo pada Kamis 23 April 2026 pukul 02 dini hari.

Sebagai informasi kedua sejoli ini masing-masing sudah berkeluarga dan masih bertetangga.

Mirisnya ID Ini berteman baik dengan isteri SH yang menjadi selingkuhan nya

Adapun indentitas keduanya SH (L/42) dan ID (P/36) dan menjalin hubungan terlarang itu sudah satu bulan.

Puncaknya aksi bejat Keduanya diketahui oleh warga sekitar dan langsung hendak melakukan main hakim sendiri namun aksi sekelompok warga tersebut berhasil di halau oleh petugas dari Polsek Bolo yang langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapatkan Informasi.

Dihadapan Petugas kedua nya mengakui menjalani hubungan terlarang itu sudah satu bulan terakhir dan pada Saat di grebek warga Kedu sejoli ini berada di satu kamar rumah ID. dan sempat melakukan hubungan intim.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH., melalui Kapolsek Bolo AKP Nurdin.

Lanjutnya, untuk menghindari aksi masa saat keduanya diamkan di Mapolres Bima Kabupaten.

Pasca kejadian tersebut situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Bolo dilaporkan dalam keadaan Kondusif. (****)

IAIN Bima Penuhi Seluruh Persyaratan, Masuki Tahap Lanjutan Perizinan

jpn

Bimantika.net 23 April 2026 – Komite Pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima resmi mengumumkan bahwa seluruh persyaratan administratif dan ketentuan sesuai peraturan perundang-undangan telah terpenuhi.

Dengan capaian tersebut, proses pengajuan izin pendirian IAIN Bima kini memasuki tahapan lanjutan.

Ketua Komite Pendirian IAIN Bima, Prof. DR. H. Muhammad, M. Pd menyampaikan rasa syukur atas progres signifikan ini.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan konsistensi berbagai pihak sejak awal proses pengajuan.

“Alhamdulillah, seluruh persyaratan telah terpenuhi. Ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan IAIN Bima sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan negeri yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Profesor Muhammad menyampaikan apresiasi kepada para tokoh dan tim yang terlibat, di antaranya Ahmad Thib Raya, almarhum Muhammad Nur, Bahtiar Simimbora, Ismail Thoib, Syarif Syarifudin, Gazali, Yudin Dae, dan Imran, serta sponsor utama Hj. Misfalah, S. Pd yang juga sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin, serta Direktur Jenderal Pendidikan Islam Ahmad Suyitno atas dukungan dan pengawalan sejak tahun 2020.

Selain itu, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bima juga dinilai sangat strategis, khususnya peran Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati Irfan Zubaidin dalam mendorong percepatan proses pendirian institusi tersebut.

Tak kalah penting, kontribusi operator lapangan seperti Ndai Ruma Rengge Sape dan Sujirman Soejir turut diapresiasi karena memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.

Menutup pernyataannya, Profesor Muhammad mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar proses ini segera memperoleh izin resmi dari Presiden Republik Indonesia.

“Semoga seluruh tahapan berjalan lancar dan IAIN Bima segera terwujud sebagai pusat pendidikan, pengembangan keilmuan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Bima,” tutupnya.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

PKH Daerah Wujud Nyata Program Walikota Bima Aji Man Berikan Perlindungan Pada Warga Tidak Mampu dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

jpn

BIMAntika.net -Pemerintah Kota Bima terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi Program PKH Daerah Kota Bima Tahun 2026 yang dihadiri Wali Kota Bima, H. A. Rahman, S.E., di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Kamis, 23 April 2026.

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa program PKH tidak sekadar dimaknai sebagai bantuan sosial, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat rentan, khususnya warga kurang mampu.

“PKH bukan sekadar bantuan sosial. PKH adalah bentuk kepedulian pemerintah, sekaligus jembatan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan perhatian lebih,” ujarnya.

Ia menekankan tiga prinsip utama dalam pelaksanaan PKH, yakni tepat sasaran, tepat pemanfaatan, dan tepat penyaluran. Menurutnya, ketepatan sasaran harus didukung oleh data terpadu yang akurat dan selalu diperbarui, sementara pemanfaatan bantuan perlu diperkuat melalui sinergi lintas sektor antara Dinas Sosial, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.

Wali Kota juga mengajak seluruh camat dan lurah untuk terus melakukan pembaruan data, memperkuat pengawasan, serta memberikan pelayanan dengan penuh kepedulian.

“Kita tidak boleh membiarkan bantuan salah sasaran, karena setiap rupiah yang kita kelola adalah amanah rakyat, apalagi di tengah kondisi keterbatasan fiskal,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam menekan angka kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan yang merata.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bima, H. Lalu Sukarsana, S.I.P., menyampaikan bahwa program PKH daerah merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan jaminan sosial bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, Dinas Sosial sebagai pelaksana teknis menjalankan program ini dengan mengacu pada Peraturan Wali Kota Bima Nomor 23 Tahun 2025 tentang Program Keluarga Harapan.

“Melalui program ini, kita berharap dapat menekan angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Ini adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi dari seluruh pihak,” jelasnya. (****//Kominfo)

Wapres Gibran Apresiasi Pemkot Bima Gelar Festival Rimpu Mantika 2026 Era Kepemimpinan Aji Man

jpn

BIMAntika.net -Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., memimpin langsung rapat persiapan Festival Rimpu Mantika 2026 di Aula Maja Labo Dahu.

Rapat ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama sekaligus memastikan seluruh rangkaian persiapan berjalan optimal.

Sebagai agenda budaya unggulan, Festival Rimpu Mantika bukan sekadar perayaan, tetapi juga upaya melestarikan kearifan lokal dan memperkenalkan identitas khas Kota Bima ke panggung yang lebih luas.

Dengan sinergi yang solid, Festival Rimpu Mantika 2026 diharapkan tampil lebih meriah, berkualitas, dan memberi dampak positif bagi masyarakat.

Disisi lain, Pemerintah Kota Bima di era kepemimpinan Aji Man Sapaan akrab Walikota Bima menyampaikan ucapan Terima kasih atas apresiasi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka atas penyelenggaraan Festival Rimpu Mantika “Preserving Culture and History”

Wapres Gibran dalam Vidionya yang didokumentasikan oleh Dinas Kominfostik Kota Bima menyampaikan Semoga dengan kegiatan Rimpu Mantika semakin memperkuat pelestarian budaya dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan identitas lokal, yang tidak hanya merepresentasikan budaya lokal secara kreatif namun juga menonjolkan peran perempuan sebagai penjaga nilai-nilai adat.

Dukungan ini menjadi suntikan semangat dan kebanggan sebagai bagian dari pelestari budaya untuk bersama-sama memeriahkan dan mensukseskan event ini. (“***//Kominfo)