jpn
Oleh : Prof. Dr. Muhammad (Guru Besar UIN Mataram)
Bimantika.net Sultan Muhammad Salahuddin dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Salah satunya adalah Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram NTB Prof. DR. Muhammad.
Dalam laman pribadinya menuliskan rasa bangga dan apresiasinya pada Sultan Muhammad Salahuddin.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kalimat yang sederhana namun sarat makna ini menjadi pengingat bagi kita,
Bahwa kemerdekaan dan kemajuan Indonesia dewasa ini tidak lahir begitu saja,
Namun merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, dan pengabdian para tokoh yang menorehkan jejak sejarah dengan darah dan air mata.
Salah satu di antara pahlawan besar itu adalah Sultan Muhammad Salahuddin dari Tanah Bima, Nusa Tenggara Barat.
Beliau sekaligus adalah seorang pemimpin, ulama, dan negarawan yang mengabdikan hidupnya untuk rakyat dan bangsa.
Sultan Muhammad Salahuddin yang merupakan raja terakhir Kesultanan Bima yang memerintah pada masa penuh gejolak,
Ketika bangsa Indonesia tengah berjuang mempertahankan kemerdekaan.
Beliau bukan hanya seorang penguasa, tetapi juga seorang pembaharu dan pejuang nasionalis sejati.
Dalam kepemimpinannya, ia berusaha menyeimbangkan nilai-nilai Islam, adat, dan modernitas, dengan semangat membangun masyarakat yang berpendidikan dan bermartabat.
Ketika semangat nasionalisme berkobar di seluruh nusantara, Sultan Muhammad Salahuddin turut menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Indonesia.
Ia menjalin hubungan erat dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional, dan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945,
Beliau secara tegas menyatakan Kesultanan Bima bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tindakan ini menunjukkan keberanian dan kebijaksanaan seorang pemimpin daerah yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kekuasaan lokal.
Jasa-jasa beliau tidak hanya dalam bidang politik, tetapi juga dalam pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Beliau mendorong pendirian lembaga-lembaga pendidikan Islam dan sekolah rakyat,
Serta membuka akses pendidikan bagi kaum perempuan — suatu langkah yang sangat maju untuk ukuran zamannya.
Visi beliau adalah melahirkan generasi Bima yang cerdas, berakhlak, dan mampu berperan dalam pembangunan bangsa.
Atas dedikasi dan pengabdiannya, pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Muhammad Salahuddin pada tahun 2025 ini.
Gelar ini bukan sekadar penghormatan simbolik, tetapi pengakuan atas keteladanan seorang pemimpin daerah yang berpikir nasional dan berjuang untuk kemerdekaan serta kemajuan rakyatnya.
Kini, tugas kita sebagai generasi penerus adalah melanjutkan nilai-nilai perjuangan beliau — menanamkan semangat cinta tanah air,
Memperkuat persatuan, dan mengabdi bagi kemajuan bangsa sesuai dengan bidang kita masing-masing.
Menghargai pahlawan tidak cukup dengan mengenang namanya, tetapi dengan meneladani semangat juang dan pengabdiannya dalam kehidupan nyata.
Sultan Muhammad Salahuddin telah menorehkan tinta emas dalam sejarah bangsa. Dari tanah Bima,
Beliau menunjukkan bahwa perjuangan untuk kemerdekaan dan kemajuan Indonesia datang dari setiap penjuru negeri.
Semoga semangat juangnya terus hidup dalam sanubari kita semua — generasi penerus bangsa yang mencintai Indonesia dengan sepenuh hati. (Quotation).
Untuk diketahui publik bahwa Presiden Prabowo Subianto resmi mengumumkan sepuluh tokoh bangsa yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia tahun 2025. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK Tahun 2025.
Adapun, pengumuman tersebut ditayangkan dalam Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025 di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK Tahun 2025,” demikian disampaikan dalam tayangan resmi upacara tersebut. (***//Bbs)