Allah Menyukai Pendosa Yang Bertaubat Ketimbang Ahli Ibadah Yang Sombong Dengan Amalannya

jpn

Bimantika.net -Ikhtiar manusia meninggalkan perbuatan dosa dengan diiringi keinginan kuat untuk tidak mengulanginya lagi. Allah SWT amat menyukai setiap hamba-Nya yang bertaubat.

Taubat berasal dari kata kerja taaba. Kata tersebut terbentuk dari huruf ta, wau, dan ba sehingga menjadi tawaba yang artinya pulang, kembali, dan penyesalan.

QS. An Nisa ayat 17 menerangkan tentang Allah Menyukai HambaNYA yang Bertaubat ;

إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa: 17)

Tobat untuk meninggalkan Maksiat Allah Lebih menyukainya, Kata Maksiat adalah istilah perbuatan yang dilakukan umat muslim dalam melanggar dalam ketentuan Agama Islam

Maksiat juga bisa diartikan dalam mengerjakan larangan-larangan darj Allah SWT dan tentunya akan mendatangkan dosa bagi yang melakukannya.

Namun siapa sangka, ternyata Allah lebih menyukai orang yang bermaksiat, namun tentunya dengan sebuah syarat tertentu.

seperti yang dikutip Media Bimantika dari kanal YouTube Adi Hidayat Official dalam salah satu videonya.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, menjelaskan tentang orang yang sering melakukan maksiat namun sangat dicintai Allah daripada orang yang sholeh yang tidak pernah merasa salah.

“semua punya kesempatan untuk kembali, makannya saya sering katakan, Allah sangat mencintai para pelaku maksiat yang gemar bertobat dibandingkan orang sholeh yang tidak pernah merasa salah,” ujar Adi Hidayat.

Hal itu karena pelaku maksiat tersebut sadar akan dosa yang diperbuat sehingga dia segera bertobat kepada Allah.

Berbeda bagi mereka orang sholeh namun orang sholeh itu tidak merasa bersalah atau berbuat dosa, padahal manusia sebenarnya tidak luput dari kesalahan.

Sehingga dalam hal ini Allah sangat menyukai hambanya yang berulang kali melakukan tobatnya, walaupun dia melakukan maksiat lagi, namun dia melakukan tobatnya lagi.

Hal tersebut tentunya bukan untuk melakukan hal itu berulang-ulang selamanya, namun dengan bertobat Allah akan melapangkan hatinya betapa mudahnya melakukan kebaikan dan dijauhkan dari perbuatan maksiat.

“kalo sudah berdosa, tobatlah kepada Allah, minta maaf, setelah itu berbuat terus lebih baik, dan lupakan itu semua (dosa maksiat) sampai kita merasakan kebaikan itu nikmat dilakukan,” kata Adi Hidayat.

“sampai kita merasakan kebaikan itu nikmat dilakukan? itu halwatun iman namanya, itu tanda tobat kita diterima oleh Allah,” lanjut Adi Hidayat. (***//Berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *