jpn
BIMAntika.net -Proyek pemasangan bronjong sungai di Desa Mpuri, kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, menuai sorotan tajam dari Tokoh pemuda Desa setempat yang akhir-akhir ini ambruk akibat cuaca buruk dan ekstrim.
Pekerjaan paket proyek tersebut bertujuan untuk menahan abrasi dan melindungi bantaran sungai dari terjangan banjir.
Pekerjaan Pemasangan Bronjong (Penguatan Tebing) Sungai Mpuri Kecamatan Madapangga tersebut telah selesai dikerjakan namum mengalami kerusakan disaat masa pemeliharaan akibat cuaca buruk dan ekstrim di wilayah tersebut.
Warga setempat yang dikonfirmasi Media Online Bimantika Jum’at 23 Januari 2026 merasa bersyukur atas masuknya proyek tersebut.
“Kami merasa sangat bersyukur atas hadirnya proyek pembangunan bronjong tersebut” ujar warga Desa Mpuri Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima.
Namun karena cuaca sangat ekstrim akhir-akhir ini ia pun mengakui bahwa pekerjaan yang baru selesai dilaksanakan tersebut ambruk.
“Dalam dua pekan terakhir ini suasana dan kondisi sangat ekstrim sehingga pekerjaan tersebut ambruk” ujarnya.
Ia mengaku sangat apresiasi pada pelaksana bahwa niat baik pelaksana sesegera mungkin akan melakukan perbaikan.
“Pelaksana sudah datang langsung melihat lokasi lapangan dan akan mengerjakan ulang dalam tempo yang sesingkat-singkatnya” ujar Warga.
Untuk diketahui publik bahwa Bupati Bima Ady Mahyudi melalui surat keputusan nomor: 118.45/51/07.04 Tahun 2026 tanggal 21 Januari 2026 Menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bima.
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan Rapat Koordinasi penanggulangan bencana yang berlangsung Selasa (20/1) di Ruang Rapat Wakil Bupati Bima.
Plt. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bima Fatahullah, S.Pd Jumat (23/1) menjelaskan, “Status Tanggap Darurat tersebut mencakup sembilan kecamatan.
Ke Sembilan Kecamatan tersebut yaitu Sanggar, Bolo, Woha, Monta, Palibelo, Tambora, Ambalawi, Wera dan Soromandi”.
Status tanggap darurat bencana tersebut berlaku selama 14 Hari mulai tanggal 21 Januari sampai dengan 3 Februari 2026.
“Dan dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai kebutuhan penanganan kebencanaan di lapangan”. Terangnya.
Dijelaskannya, mengacu pada data terkini BMKG, wilayah NTB diprediksi akan mengalami cuaca yang cukup ekstrem, diprakirakan berawan hingga hujan lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang dengan kecepatan bisa mencapai 45 km/jam di periode awal, dan 35 km/jam di periode akhir pekan, selama satu minggu ke depan mulai tanggal 22 hingga 28 Januari 2026. (****)

