Foto : Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama Kota Bima, Drs. H. Furqan Ar Roka
Bimantika.net adanya kisruh antara Orang tua murid dan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Qolam Tambana Kota Bima Endah Sulistianingsih, S. Ag mendapat tanggapan dari Kementrian Agama Kota Bima.
Kisruh itu berawal dari adanya keluh kesah orang tua Murid Ibu Mufidah yang kesulitan meminta fotokopi izasah anaknya untuk keperluan pada sekolah setingkat diatasnya.
Mufidah menceritakan persoalannya bahwa Saat ini dirinya sangat membutuhkan fotocopy izasah anaknya namum kepala sekolahnya tidak mengizinkan untuk foto copy karena belum lunasi tunggakan sekolah.
“Saya punya anak sekolah di MIS Al-Qur’an Al-Kolam dulu sudah lulus selama 3 tahun dan lanjut di pondok imam syafi’i” ungkapnya.
Ia pun menceritakan bahwa Ada tunggakan di MIS Al-Qur’an Al-Qolam itu sekitar 700 ribuan.lebh kurang
“Kendala nya sekarang saya sudah bangkrut di tambah lagi anak saya sakit kritis saat ini baru pulang berobat, saya di Mataram selama 1 bulan dia masih kronis” ujarnya sedih.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama Kota Bima, Drs. H. Furqan Ar Roka menyebutkan akan memfasilitasi persoalan itu untuk dicarikan solusi dan jalan keluar terbaiknya.
“Insya Allah kita akan mencoba memfasilitasi urusan ini terkait dengan orang tua murid dan Kepala Sekolah MIS Al Qolam Tambana” demikian ungkapnya saat dihubungi Media Online Bimantika Sabtu Malam 23 Oktober 2021.
H. Furqan melanjutkan bahwa sesungguhnya masalah ini perlu duduk bersama semua pihak dan akan di fasilitasi pihak kemenag Kota Bima untuk menemukan solusi dari apa yang menjadi kendalanya.
“Karna ibu Kepala MIS Al Qolam juga pernah menyampaikan ke kami bahwa yang bersangkutan itu baru tahun 2021 ini meminta izasah anaknya yang sudah 3 tahun tamat di Madrasah itu” ungkapnya.
Ia Menjelaskan juga bahwa MIS Al-Qolam itu adalah pengelolaannya bersifat swasta sehingga butuh kerjasama antara pihak orang tua murid dan pihak madrasah.
“Walau demikian tidak terlepas dari pantauan dan bimbingan dari pihak kami kementrian Agama Kota Bima” tegasnya sembari berjanji akan pertemukan kedua belah pihak untuk mencarikan jalan keluar terbaik. (***)

