Kepsek MIS Al Qolam Tambana Kelola Dana Bos Tidak Ingin Di Ketahui Publik dan Arogan

Foto : Ilustrasi

Bimantika.net Sebagaimana yang dilansir Compas.Com bahwa Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan dana bantuan Rp 3,62 triliun dana yang sudah disalurkan untuk 48.000 madrasah swasta.

Adapun dana yang dicairkan itu untuk Biaya Operasional Raudlatul Athfal (BOPRA) dan Biaya Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Tahap I.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, total dana tersebut belum termasuk anggaran BOPRA yang dicairkan kantor wilayah Kemenag provinsi dan BOS Madrasah negeri yang anggarannya sudah ada di satuan kerja masing-masing.

“Ditjen Pendidikan Islam tengah memproses pencairan BOS Madrasah swasta tahap II. Anggaran yang akan disalurkan mencapai Rp 3,668 triliun,” kata Yaqut melalui keterangan tertulisnya, Senin (2/8/2021).

Berkaitan dengan Dana Tersebut, Media Online Bimantika Mencoba konfirmasi dengan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidiyah Al Qur’an Al Qolam Tambana Kota Bima Ibu Sulis Enggan memberikan jawaban dan cenderung arogan.

Untuk Berita Selanjutnya saya ingin ajukan Pertanyaan Terkait Dana Bantuan Operasional Siswa, Saya dengar ada rekayasa Jumlah siswa, pertanyaan Saya Seberapa Banyak Siswa disekolah Ibu, dan Seberapa Banyak Bantuan Dana Bos selama Ibu memimpin MIS Al Qur’an Al Qolam ???? Demikian Media Online Bimantika ajukan pertanyaan pada hari Sabtu 23 Oktober 2021.

Dengan arogannya Kepala MI Tersebut menjawab bahwa sesungguhnya tidak ada urusan dengan Media.

“Bukan urusan bapak, itu urusan saya dengan Kemenag” demikian ujarnya penuh Arogan.Mu

Munculnya pertanyaan itu setelah adanya kejadian tindakan tidak manusiawinya Kepala MIS Al-Qur’an Al-Qolam Tambana yang tidak memberikan permintaan orang tua murid yang ingin fotokopi izasah anaknya yang belum melunasi uang sekolahnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Bima, Drs. Abdul Azis, M. Pd menyesalkan sikap Kepala MIS Al-Qur’an Al-Qolam Tambana yang tidak ingin merespon pertanyaan Wartawan.

“Pak Arif di mana rumah orang tua siswa itu, Insya Allah besok 2 orang anggota dewan pendidikan akan kesekolah besok untuk konfirmasi, saya sudah suruh untuk ikut menyelesaikan permasalahan yang di hadapi oleh orang tua siswa itu, mudah-mudahan ada jalan keluar tks infonya” ungkap Dae Ejo sapaan akrabnya.

Selanjutnya Dae Ejo mengharapkan kepada Kepala MIS tersebut untuk tidak berlaku arogan karena wartawan memiliki tugas untuk mencari dan menulis berita sesuai Undang-Undang yang mengaturnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *