Edy Muhlis Sebut Tidak Menyerang Bupati IDP, Nas Kalate Tuding Oknum Dewan Pabrik Hoax

Ketua Komisi lll DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S. Sos

Bimantika.net Pasca dilakukannya konfrensi Pers oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP) Jum’at Malam 24 September 2021, yang menyebutkan bahwa mengajak Anggota DPRD Kabupaten Bima Edy Muhlis untuk tidak menyebarkan fitnah.

Atas konfrensi pers itu, Edy Muhlis, S. Sos ketua Komisi lll DPRD Kabupaten Bima membantah tidak pernah menyebar fitnah dan tidak pernah menyerang Bupati IDP.

Saat beberapa wartawan menanyakan bahwa menghangatnya suasana ini akibat ada pemberitaan awal menuding Bupati IDP menerima sejumlah uang dari mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima dan nara Sumber Edy Muhlis sehingga suasana makin Gaduh.

Ia menjelaskan bahwa itu di plintir saja sehingga dirinya melakukan klarifikasi.

“Atas pernyataan Bupati IDP itulah sehingga Saya mau mengklarifikasi agar persoalan itu tercerahkan” ungkap Edy Muhlis saat Konfrensi Persnya Sabtu 25 September 2021.

Menurut Edy Muhlis bahwa dirinya selaku Anggota Dewan Kabupaten Bima adalah pihak yang memediasi,

“Makanya hari ini saya mau luruskan supaya Bupati Bima tidak lagi mengatakan bahwa saya telah menyebar luaskan fitnah dan lainnya” ungkap Edy Muhlis.

Selaku Anggota DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis dengan tegas katakan bahwa dirinya sedang tidak menyerang Bupati Bima.

“Yang pasti hal itu tidak ada kaitannya dengan Bupati Bima. Saya minta kepada Syafrudin mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima agar mengembalikan uang orang sebesar Rp 275 juta yang telah dia ambil itu, itu pokok persoalannya” ungkap Edy Muhlis.

Lalu Edy menyebut juga bahwa Pernyataan Bupati IDP yang menyebut saya adalah memfitnahnya dan Menyebutkan saya sebagai sumber kegaduhan adalah sama halnya dengan menciderai dirinya sebagai pejabat publik

Edy Muhlis juga menyebutkan kronologis bahwa awalnya pihaknya menerima pengaduan dari H. Adlan Cs karena kapasitasnya sebagai ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima juga menangani Bidang Perhubungan.

“Yang bersangkutan datang meminta kepada Komisi III DPRD Kabupaten Bima agar memanggil mantan Kadis Perhubungan Kabupaten Bima itu” ujar Edy Muhlis.

Lanjut Edy, Hal itu terjadi sebelum pengumuman pemenang tender pengadaan 4 unit Kapal sebesar Rp 4 M lebih yang bersumber dari dana pusat. Mereka bilang dalam hal ini H. Adlan Cs mengaku bahwa uang sebesar Rp 275 juta itu telah diberikan kepada Syafrudin secara bertahap.

Mereka juga berharap agar tender pengadaan 4 unit KM itu dimenangkan oleh pihak mereka yang sudah menyetor sejumlah uang di kepala dinas saat itu.

“Ternyata tender 4 unit Kapal itu dimenangkan oleh orang lain. Karena uang mereka sudah lenyap, lantas bagaimana cara Syafrudin untuk mengembalikannya,” ungkap Edy Muhlis.

Aktivis Nas Kalate

Sementara Aktivis Bima Nasarudin Ibrahim saat dimintai komentarnya menyebutkan bahwa sesungguhnya Edy Muhlis adalah Anggota Dewan yang hobby produksi Hoax.

Nas Kalate sapaan akrab aktivis ini menyenutkan bahwa Merespon problem dan dinamika itu mestinya didasari atas dasar bentuk cinta, kasih sayang, dan dilandasi dengan data atau bukti yg akurat. Bukan didasari atas dasar kebencian semata.

“Tapi, cara itu hanya bisa dilakukan bagi orang- orang yang tercerahkan yakni; orang-orang yg jernih akal dan pikirannya” ungkap Nas.

Menurut Nas, Otak kotor, dan jiwa yang kotor memang mudah dirasuki dengan isu liar yang menjebak dirinya sendiri.

“Mantan eks kadis tidak boleh bungkam, dan harus bicara apakah isu tersebut benar atau tidak, agar kemudian supaya tidak menimbulkan perspektif buruk pada diri Bupati Bima IDP” Tegas Nas.

Menurut Nas Mantan Kadis Perhubungan harus bertanggungjawab, atas tuduhan pada diri bupati yg menerima uang senilai Rp, 257 seperti yang dikatakan bapak melalui anggota Dewan tersebut.

“Jika bapak bungkam, itu sama halnya membiarkan kegaduhan dan sengaja untuk menyebarkan fitnah” ungkap Nas.

Jika dilihat atau dianalisis dari bantahan seorang Anggota Dewan melalui media tersebut, maka Isi berita itu menunjukkan dia tidak lebih dari seorang pengumpul ocehan pinggir jalan yang kemudian mengepulnya sebagai fitnah.

“Jika seperti itu mental Dewan apa bedanya dengan Hewan” ungkap Nas dengan nada tanya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *