Bimantika.net Kota Bima_ Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bima di Hotel Mutmainnah Kota Bima Sabtu 18 September 2021 berhasil dengan memproduksi kisruh internal yang berujung pada semakin tidak simpatiknya rakyat pada Partai Bersimbol Kan 9 Bintang ini.
Wakil Sekretaris DPC PKB Kota Bima Demisioner, Muhamad Ardiansyah, ST bahwa kisruh internal tersebut berawal dari tidak adanya Konsistensi internal sehingga menolak hasil Muscab secara keseluruhan.
Menurut Ardiasyah bahwa Ketidakterimaan ini terjadi karena nama sekretaris yg dikeluarkan oleh DPP tidak sesuai dengan komitmen awal.
“arogansi ini tidak bisa diterima, masa suara arus bawah dipecundangi hanya karena kepentingan salah satu pihak.. jangan karena DPP memiliki kekuasaan berlaku sewenang-wenang dan menafikan keinginan pengurus di arus bawah” ungkapnya.
Masih menurut Ardiansyah yang juga sebagai Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Kota Bima ini bahwa Pengurus DPC Demisioner dan semua DPAC telah berproses bersama dari awal terkait muscab ini.
“Tapidipecundangi diujung perjalanan oleh sikap tidak beradab dan keluar dari etika aswaja yang selalu didengungkan dan diperjuangkan sebagai nilai perjuangan PKB” tandas Ardiansyah.
Lalu apa pandangan Rakyat Arus bawah ? Salah seorang Pengurus RT di Kelurahan NaE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima, Makruf Muhammad menyebutkan bahwa kisruh dan kepentingan elit PKB membuat warga yakin bahwa sesungguhnya PKB sedang pertontonkan ketidakbecusan dalam menjalankan nilai-nilai Demokratisasi.
“Ini menunjukkan bahwa PKB sebenarnya sedang tidak mampu mengartikulasikan makna demokratisasi bangsa secara sehat” ungkapnya.
Ardiansyah memberikan warning Jangan pernah mengkhianati, perjuangan keringat dan air mata orang-orang yang sudah membesarkan PKB dari awal, karena dlm tradisi Nahdlyin kualat itu nyata.
“PKB kota bima ini punya cerita dan mitos tersendiri, yang kadang sulit dijelaskan secara nalar” ungkap Ardyan.(***)

