Ada Apa Distan Kabupaten Bima Dengan Benih Jagung Bioseed ? Rakyat Sebut “Bibit Racun”

Pict Illustration

Bimantika.net KABUPATEN BIMA_Dinas Pertanian Kabupaten Bima tahun anggaran 2021 menganggarkan anggaran pengadaan benih jagung lebih kurang senilai Rp. 3,5 Milyar.

Dari anggaran itu dinas pertanian anggarkan untuk pengadaan bibit jagung dengan merk Bioseed dan Pertiwj.

Atas dua merk bibit/benih jagung yang asing di kalangan petani kabupaten bima itu tentu kelompok tani penerima bantuan pun merasa tidak cocok dengan bibit/benih itu.

Warga kelompok tani kabupaten bima biasanya tanam jagung dengan benih merk NK 121, Bisi 2 dan Betraz.

“KUPT Pertanian di 18 Kecamatan akan kesulitan sosialisasi benih/bibit baru tersebut apalagi bibit itu sudah pernah di coba di Pulau Lombok al hasil produksi petani jagung lombok mengalami penurunan produksi” ujar Sumber media online Bimantika yang enggan di media kan namanya.

Ia pun menyebutkan bahwa dugaan kuat adanya spekulasi salah satu kepala seksi di Dinas Pertanian dengan kepala dinas pertanian kabupaten bima yang dengan sengaja merubah ditengah jalan usulan kelompok tani terkait bibi dan benih yang diinginkan oleh para Kelompok Tani.

“Saya yakin kelompok tani se-kabupaten bima berharap bantuan bibit jagung Bisi 2, NK 121 ataupun bertraz, bukan Bioseed dan Pertiwi, kuat dugaan usulan para kelompok tani diganti ditengah jalan” ungkapnya.

Lanjutnya bahwa bibit atau benih merek Bioseed dan Pertiwi sama sekali asing bagi Petani Jagung Bima sehingga mereka analogikan bahwa bibit itu adalah Racun buat para petani.

Disi lainnya menurutnya merk Bioseed dan Pertiwi sama sekali tidak beredar dipasaran luas sehingga secara kualitas dipertanyakan.

Masih menurutnya bahwa dipilihnya merk benih jagung yang tidak sesuai dengan usulan Poktan akan membuat para KUPT kesulitan untuk mensosialisasikan karena benih ini adalah benih yang gagal panen di pulau lombok.

“Akan menjadi kendala di tingkat arus bawah yakni para kelompok tani sehingga nantinya jangan pula salahkan para poktan menolak keberadaan benih tersebut” ungkapnya.

Tuntum Wahono selaku CRA Bioseed yang di hubungi Media Online Bimantika Jum’at 13 Agustus 2021 menyebutkan bahwa Bioseed di Tahun 2021 tidak lakukan proses jual beli secara langsung, namun lebih banyak melayani kerjasama dengan pemerintah di seluruh Indonesia.

“Tahun-tahun sebelumnya Bioseed memang memiliki petugas dan sales marketing di seluruh wilayah NKRI termasuk di Bima NTB, namun tahun 2021 kami tidak lagi menjual secara langsung” demikian Ujarnya.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *