Bimantika.net KABUPATEN BIMA Jum’at Sore 23 Juli 2021 sejumlah Warga Desa Soro Kecamatan Lambu Kabupaten Bima Menggelar doa keselamatan yang dikenal dengan DO’A DANA.
Salah seorang Warga Farman H. Arifin menyebutkan bahwa kebersamaan warga Desa Soro ini adalah bentuk kebersamaan dalam rangka doa supaya virus Corona bisa lenyap di tanah mereka tinggali.
Menurut Mahasiswa Hukum STIH Bima ini bahwa Doa Dana ini adalah Hanya kebiasaan bukan tradisi
“Orang tua kita dulu selalu melakukan do,a bersama disetiap sudut perkampungan atau pedesaan jika ada wabah atau bencana melanda suatu pemukiman warga” demikian ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa Do,a tolak bala yang dalam frase bima menyebutnya sebagai do,a dana, sangat dipercaya ampuh menghalau bala atau bencana menimpa disuatu wilayah adalah hal utama menjadi pilihan sebagai bentuk permohonan terhadap Allah SWT, telah tertimpanya wabah penyakit atau bencana lain.
Dulu, menurutny Biasanya yang menginisiatif do,a dana tersebut adalah galarang/kepala desa/Lurah beserta tokoh agama dan toko masyarakat setempat.
Apakah kebiasaan baik ini sudah di anggap tahayyul atau wabah penyakit yang lebih tepat di sebut sebagai bencana massal ini tidak separah jaman dulu, sehingga tidak perlu mengadakan do,a tolak bala secara massal karna masih bisa di atasi.
Atau bencana virus Covid-19 ini tidak di anggap sebagai hal yang dapat mengancam jiwa seseorang sehingga cukup di antisipasi dengan 3M atau isolasi mandiri.
Menurut Panta Paju Sapaan akrabnya Jika covid 19 ini sangat menggegerkan dunia, lalu kenapa kita tidak contohi kebiasaan orang tua kita dulu dengan do,a tolak bala secara massal di tanah lapang atau di sudut-sudut pemukiman secara serentak dengan tetap mengunakan protokol kesehatan.
Mungkin dengan doa tolak bala ini mudah-mudahan Allah angkat wabah penyakit di bima ini menjadi sesuatu keberkahan berupa apapun yang Allah kehendaki, sebagai bentuk terangkatnya wabah.
Diakhir komentarnya Gilang Berharap semoga Bupati Bima, Walikota Bima, Gubernur NTB dan Presiden Republik Indonesia segera menggelar Doa Dana sesuai dengan kebiasaan leluhur masing-masing Wilayah di NkRI ini.(***)

