Pelra dan TKBM Akan Boikot Pelabuhan, Ungkap Konspirasi Jahat Sahbandar Bima

Bimantika Net. Sejumlah penguna jasa pelabuhan seperti Perusahaan Pelayaran Rakyat (Pelra) ,Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Asosiasi Bongkar Muat Indonesia Cabang Bima (APBMI), serta Asosiasi Keagenan Kapal Indonesia cabang Bima pada selasa tanggal (29/6/2021) melakukan rapat konsolidasi dengan agenda pembahasan ‘menolak” kapal Roro utk masuk di pelabuhan Bima.

Liputan langsung Koordinator Liputan Media Bimantika Amirullah, di lokasi rapat di jalan Remartadinata jam jam 12 .00 wita siang tadi ,dengan hasil keputusan rapat melakukan Audensi dengan pihak Otoritas Pelabuhan Bima pada hari kamis tgl 1/7/2021 jam 9.00 Wita di kantor Kesahbandaran Bima (KSOP).

Ketua TKBM ( Tenaga Kerja Bongkar Muat ) Burhan Aco menegaskan dirinya dengan seluruh TKBM lakukan aksi Boikot Pelabuhan jika tidak terjadi pembicaraan yang memihak pada kepentingan TKBM.

“Saya selaku ketua tkbm “menolak ” keras ada nya kapal Roro yg masuk di pelabuhan bima karena banyak alasan rasional kenapa melakukan penolakan” ujarnya.

Dirinya menyebutkan bahwa alasannya yang pertama dengan masuknya kapal roro ini anggota bongkar muat yang di pimpin nya tidak lagi mendapatkan pekerjaan dan pekerjaan inilah sebagai matapencaharian

“tetap bagi anggota saya, karena barang barang yang ada di kapal tidak lagi di butuhkan tenaga bongkar muat karena di muat langsung pake fuso ataupun mobil besar ujar nya” ujarnya.

Masih di katakanya apabila pihak terkait seperti Syahbandar, Pelindo tidak mendengarkan maka pihak TKBM akan melakukan boikot pelabuhan Bima agar kegiatan pelabuhan mati total tegas nya,di tempat yg sama pengurus Keagenan Kapal (Pelnas).

Pihak Keagenan Kapal H.Jaharudin menyesalkan tindakan pihak pihak terkait seperti Syahbandar bima yang tidak melihat sisi untung ruginya kepada pengguna jasa yang lain yang apabila kapal roro masuk menyandar akan mengusir kapal kapal lain yang lagi melakukan kegiatan bongkar muat karena panjang kapal tidak sepadan dengan panjang dermaga.

Masih di katakan nya ini berdampak kerugian bagi pengguna jasa lain nya dan berdampak juga pada P2T ( Pusat Pelayanan Terpadu)di pelabuhan Bima.

Semua anggota Rapat secara secara serentak menolak keberadaan kapal Roro yg masuk pelabuhan Bima baik Pelra ,Pelnas, PBM dan TKBM
(RRS 07)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *