Hadirnya Kapal Roro “Petaka” Bagi Pengusaha Pelra

Bimantika.net Kapal Roro KM Niki Mila Utama hadir di Bima sekaligus mengoperasikan rute Surabaya-Bima-Labuan Bajo. Hadirnya Kapal Roro ini memperlancar Transportasi Laut sehingga pemakai jasa transportasi Laut pun terbantu, Namun Petaka bagi Pengusaha Pelayaran Rakyat (Pelra) yang puluhan tahun menggantungkan harapan hidupnya sebagai sumber pencaharian untuk Keluarganya.

Hari ini, Jum’at (25/6/2021) Kapal Roro KM Niki Mika Utama bersandar di pelabuhan Bima di Dermaga Pelindo tanpa fasilitas Penyandaran yang memadai seperti lazim nya di dermaga Dermaga yang lain.

Keberadaan Kapal Roro dengan Rute Surabaya Bima Labuan bajo dengan rencana ritase enam kali sebulan ini adalah sebuah kemajuan perputaran ekonomi dengan cepat. Namun lagi-lagi menjadikan Pengusaha lokal ikut merasakan kepanikan yang sungguh luar biasa.

Kemajuan dahsyat ini berdampak pada sisi lain adanya kepanikan yang terjadi di pihak perusahaan yang bergerak di bidang Pelayaran seperti Perusahaan Pelayaran Rakyat ( PELRA) Perusahaan Bongkar Muat (APBMI ) Perusahaan Jasa Angkutan (JPT) serta Tenaga Kerja Bongkar Muat ( TKBM).

Hasil pantauan langsung di lapangan oleh media ini jumat (25/6/2021) sekira jam 11:00 Wita pagi puluhan mobil fuso mobil besar keluar dari kapal.

Anggota Pelra bima Sahbudin menyatakan bahwa dirinya dari perusahaan pelayaran lokal atau Pelra sudah mulai panik dengan adanya kapal Roro yang beroperasi di pelabuhan bima.

Kepanikan Sahbudin karena secara otomatis dirinya dan rekam Anggota Pelra lainnya akan gulung tikar sebab dengan adanya kapal roro yg beroperasi akan mematikan perusahaan lokal.

Menurutnya hadirnya Kapal Roro adalah Musibah baginya dan rekanya sebab di lihat dari keadaan yang terjadi semua pengusaha yang membutuhkan jasa pelayaran rakyat akan beralih ke Kapal Roro.

Masih di katakannya bahwa bukan hanya satu perusahaan saja yang akan mati suri tapi lebih banyak lagi perusahaan perusahaan lain yang bergerak di bidang jasa pelabuhan ini seperti JPT, PBM dan TKBM.

Dirinya menolak keberadaan kapal Roro ini agar perusahaan yang selama ini menghidupinya tidak gulung tikar.

“dan kamipun sangat mengharapkan kepada pihak terkait seperti KSOP Bima sebagai pengawas, Pelindo sebagai pihak operator pelabuhan serta pemerintah Propinsi NTB Cq Kepala perhubungan Darat untuk meninjau kembali keberadaan kapal Roro yang masuk di pelabuhan Bima” Demikian ungkapnya. (RRS//07)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *