Dampak Positif Hadirnya Menparekraf Sandiaga Uno di Bima NTB

Oleh : Feriyadin, M.M.,*)

Bimantika.net Kehadiran Menparekraf RI di Bima, apakah memberikan dampak bagi daerah yang dikunjungi?

Bagi pandangan saya pribadi, merujuk dari ungkapan seorang guru bahwa “tak ada sesuatu yang terputus/terpisah” – peristiwa masa kini tak lepas dari tindakan masa lampau, begitupun dengan harapan masa depan tak lepas dari tindakan saat ini. Semua saling berhubungan.

Ungkapan di atas, sangat terkait dengan keberadaan pak menteri di tanah Mbojo (Suku Bima). Bahwa hadirnya pak menteri telah jauh-jauh hari direncanakan untuk datang ke Bima.

Upaya lobi yang dilakukan oleh Pemda setempat agar pak Menparekraf mengenal dan ikut berkontribusi dalam memasarkan dan mempromosikan setiap pariwisata daerah yang ada di Pulau Sumbawa.

Tepat pada tanggal 13 Juni 2021, Menparekraf melakukan Kunker ke Bima dan melihat beberapa destinasi dan daya tarik wisata yang dimiliki pulau Sumbawa, khususnya Bima kota dan Kabupaten.

Pada hari yang sama pula, semua perencanaan, kegiatan serta pengenalan potensi pariwisata daerah dipaparkan oleh masing-masing pimpinan daerah seperti: Wali Kota Bima, Bupati Bima, Bupati Dompu, dan Bupati Sumbawa serta Kadispar NTB di hadapan pak Menparekraf (DR. H. Sadiaga Salahudin Uno, M.BA).

Dari ragam penjabaran para pemimpin daerah serta kepala dinas pariwisata NTB, lebih mengarah pada pengangkatan potensi serta prospek Pariwisata yang dimiliki daerah.

yang nantinya perlu dukungan utuh dari kemenparekraf RI dalam urusan kerjasama lintas daerah maupun pusat (dilakukan secara terintegrasi), dukungan dalam pengembangan pemasaran dan promosi,

serta peningkatan kapasitas (SDM) Pelaku usaha Pariwisata dan ekonomi kreatif di era digital.

Mengacu pada informasi ini, saya melihat ada spirit/optimisme daerah dalam memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan pariwisata daerah melalui pembenahan destinasi,

Penguatan karakteristik lokal dan penyiapan SDM terampil dalam pengelolaan pariwisata daerah. Maka optimisme untuk menjadikan pulau Sumbawa, khususnya Bima sebagai destinasi baru bagi para pelancong Nusantara dan Mancanegara dapat direalisasikan.

Dalam hal ini, saya ingin menekankan bahwa, Semua pembangunan dari 3A (Amenity, Accessibility, dan Accomodation) tak ada artinya bila tidak ada A (Awareness).

Karena ketiga komponen diatas merupakan sumber daya yang dikelola oleh pelaku/masyarakat, sedangkan satu komponen A ini merupakan penggerak utama dalam mengelola sumber daya yang dimaksud.

Artinya, core dari kemajuan sebuah industri pariwisata adalah awareness (kesadaran). Oleh karena itu, Kita butuh elemen ini, karena ini merupakan lokomotif yang mampu menggerakkan ke 3-A tersebut.

*) Feriyadin, M.M.
(Dosen STIPAR Soromandi Bima)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *