Bimantika.net Iskandar Warga RT 17 RW 02 Kelurahan Ule Kecamatan Asakota Kota Bima sangat apresiasi pada kebesaran jiwa seorang pemimpin di Kota Bima yang diserang kehormatannya secara pribadi.
Ama La Bilal sapaan akrab Iskandar menyebutkan bahwa Berapapun dahsyatnya lontaran kata yang tak patut sebenarnya untuk didengar tapi Walikota H. Muhammad Lutfi, SE (HML) dan Istrinya Hj. Ellya Alwaini HML, SE mampu untuk tersenyum menyapa dan bekerja untuk kepentingan rakyat Kota Bima
“Umi Elly mampu tersenyum ditengah terpaan ujaran kebencian oknum warga Kota Bima dan terkadang terkadang Umi Elly memaafkannya” ujar Ama La Bilal.
Ama La Bilal yang juga sebagai Pengusaha muda Ayam Broiler, ayam kampung dan bebek yang sangat mandiri dalam berusaha ini menyebutkan bahwa semakin hari semakin Umi Elly menunjukan kualitas kepribadian yang begitu santun dan ramah.
“Mereka mengolok-olok kau lulusan Paket C tapi mereka yang mengakukan diri berilmu tapi latah mulutnya, sangat sedih melihat mereka yang katanya berilmu tapi sangat rendah untuk mampu berkata baik” demikian ujar Ama La Bilal
Dirinya selaku Warga yang berdomisili di Kota Bima berpesan pada Walikota HML dan Umi Elly Tetaplah selalu merendah karena kebaikan akan dibalas kebaikan.Keburukan akan membawa mereka pada kesesatan.
Hal senada disampaikan oleh Sekretaris DPD ll Partai Golkar Kota Bima, Tiswan Suryaningrat, SH dalam akun Facebook milik pribadinya mengunggah bahwa Walikota HML dan istrinya Umi Elly adalah sosok yang santun dan sabar saat diserang kepribadiannya oleh segelintir kecil oknum warga yang tidak puas terhadap kepemimpinan HML.
Dalam akun Facebook pribadinya, Tiswan menyebutkan bahwa Kesabaran adalah ketika hati tidak merasa marah terhadap apa yang sudah ditakdirkan dan tidak mengeluh.
Wahai pemimpin kami,engkau memiliki kecerdasan emosional yang mumpuni sebesar apapun serangan yang datang pada mu.
Engkau hanya tersenyum ketika mulut-mulut usil menyerang mu dengan kata-kata kotor tak beretika,
Yang engkau lakukan hanya bekerja utk rakyat mu. Membalas dengan kata-kata kasar dan kotor pun engkau mampu melakukanya, tapi engkau menjawabnya dengan senyum manis.
Teruslah berkarya dan bekerja untuk rakyat mu hingga dibatas waktu yang telah ditentukan, karena sejatinya karya mu nyata dan dapat dirasakan rakyat mu wahai pemimpin kami.
“Semoga sehat dan panjang umur serta sukses membawa perubahan wahai pemimpin kami” ujar tiswan. (***)

