Bimantika.net Rabu (19/5/2021) Kantor kelurahan SaraE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima di sambangi, salah satu Tokoh Muda berpengaruh lingkungan Sarae, Khusus di RT 01 dan RT 06. Kelurahan Sarae.
Beliau salah satu pendiri sekaligus di percayakan, sebagai penasehat pada salah satu organisasi kepemudaan lingk.Sarae, yaitu Organisasi Pemuda LINGSAR KEL.Sarae yang telah di bentuk beberapa tahun yang lalu.
Bang Alen adalah sapaan akrabnya, yang memiliki nama lengkap Hanafi H.Mursalim, sehari harinya beliau bekerja sebagai ASN di lingkup Kabupaten Bima, Tepatnya di Disnaker Kabupaten Bima.
Silaturrahmi kali ini, terkait situasi dan kondisi kepemudaan khusus lingkungan Sarae, yang sudah sangat menghawatirkan dan perlu di carikan solusinya, salah satu yang menjadi atensi Bang Alen, adalah tingkat pengangguran anak mudanya, sementara potensi pemuda khusus lingkngan sarae RT 01 samapi RT 06 lebih kurang berjumlah 300 lebih anak mudanya. lalu pemicu terjadinya “juvenile deliquensy” kenakalan remaja yang mengarah pada penggunaan Narkoba dll, berawal dari imbas adanya ketiadaan pekerjaan dan pengangguran yang terjadi.” Ungkap bang Alen.
Sebelumnya, beberapa hari yang lalu dua pemuda lingkungan Sarae, Sdr.Fadli Syarifuddin Cs.bertemu lurah, juga terkait adanya rencana membuat program dengan melakukan pembinaan pada para anak mudanya melalui kegiatan kegiatan positif dan keagamaan.
Menanggapi antusiasme para pemuda tersebut, Kepala Kelurahan Sarae, Oka Budiman, S. Pd mengatakan pada prinsipnya, apa yang menjadi cita cita kepemudaan di lingkungan Sarae akan tetap mensupport dan menyokongnya.
“In Sha Allah, saya siap bersama para pemuda dan akan slalu mendukung apa yang menjadi keinginan para pemuda.”Ungkap Oka Budiman
Lanjut Budiman, wilayah kelurahan Sarae memiliki potensi besar, untuk bisa di kelola oleh adik adik pemuda yang menganggur, salah satu nya Adalah, kita punya areal PARKIR yang cukup luas, mencakup dari ujung keujung, di depan areal pertokoan, tinggal kemudian, adanya kemauan dan keseriusan para pemudanya untuk mau jadi para “JURU PARKIR” ,
Sementara hari ini, yang kita saksikan di sepanjang kiri kanan jalan areal parkir lingkungan Sarae para juru pungut atau tukang parkirnya adalah pemuda pemuda lain, bahkan rata rata orang labuan bajo dan orang Ende (Dou eja) lalu realitasnya hari ini, pemuda kita hanya jadi penonton di kampung sendiri Ini masalahnya” ungkap lurah.
Terakhir, lurah sarae berjanji akan siap membantu untuk memediasi para pemuda lingkungan Sarae dengan Bapak WALIKOTA BIMA H.MUHAMMAD LUTFI, SE, untuk meminta restu beliau, agar wilayah parkir, Khusus di lingkungan kelurahan sarae, harus di kelola sendiri oleh para pemudanya. Tentu dengan mekanisme pelaksanaan sesuai peraturan yang berlaku:
Antara lain yang pertama, bisa dengan sistem, bagi hasil dengan hitungan porsentase, bersama pemenang tender areal parkirnya.
Atau yang kedua, meminta khusus pada Walikota Bima agar wilayah parkir di lingkungan Sarae di khususkan untuk di kelola sendiri oleh Para pemudanya. artinya wilayah pengecualian yang tidak di tenderkan. (Dae)

