Bimantika.net Pondok Pesantren Modern Darulifta Algontory (PMDA) Bima yang berlokasi di Jalan Pendidikan RT. 12 RW. 05 Desa Kananga Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.
Pondok Pesantren Modern ini dibawah payung Yayasan Alif Bimasakti yang di bina oleh Pembina Yayasan H. Andi Andrian, ST., MT., Ketua Yayasan H. Dian Ilyas Dranolid, S. Pd, dan pengasuh Pondok Pesantren H. Muh. Yunan P. Lc., M. HI.
Minggu (11/4/2021) Ponpes diresmikan untuk melakukan proses belajar mengajar.
Pengasuh Pondok Pesantren, H. Muh. Yunas yang juga lulusan alumni Pondok Pesantren Gontor sekaligus Alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini mengemukakan bahwa pondok pesantren yang di gawangi nya ini bersifat Pondok Pesantren Modern.
H. Yunan menguraikan bahwa Pondok Pesantren yang di Asuhnya ini dengan kurikulum pembelajaran
70 Porsen Keagamaan dan 30 porsen pengetahuan Umum.
Mata pelajaran Keagamaan antara lain Dikte Bahasa Arab atau Al Imlak, tafsir, hadist, Mahfudz at ( kata2 bikak para Ulama) Tauhid, (Ako’id bahasa Arab, Al Insa’ (karangan bahasa arab)
“Untuk mata pelajarannya 20 untuk putra dan 21 untuk yang putri dengan tambahan mata pelajaran kewanitaan yakni Nisaiyah, Sistemnya berdiri sendiri, tidak SMP, tidak Madrasah dan Untuk Pondok Murni KMI Kuliatul Muallimin Al Islamiyah” Ujar H. Yunan.
Terkait dengan Tenaga pengajar H. Yunan menjelaskan bahwa tenaga pengajar yang diasuhnya didatangkan langsung dari Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Surabaya
Pondok Pesantren Modern Darulifta Algontory atau disingkat PMDA didirikan oleh tiga orang yakni
H. Andi Andrian, ST., MT. (selain sebagai pendiri Ponpes MDA, juga bertindak sebagai Pembina Yayasan Alif Bimasakti)
Hj, Nurmuslimah, ST., MT (selain sebagai pendiri Ponpes MDA, juga bertindak sebagai Pembina Yayasan Alif Bimasakti)
Ustad. H. Muh. Yunan Putra, Lc., M. HI. (selain sebagai pendiri Ponpes MDA, juga bertindak sebagai Pimpinan dan Pengasuh Ponpes)
Visi Sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah talab al-’ilmi; dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan umum, dengan tetap berjiwa pesantren serta menjadikan Pancasila dan Undang-undang sebagai dasar dan landasan Negara.
Misi Membentuk generasi yang unggul menuju terbentuknya khairal ummah.
Mendidik dan mengembangkan generasi muslim dan muslimah yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat.
Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek.
Mewujudkan warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
H. Yunan menjelaskan Ponpes Modern Darulifta Algontory (PMDA) bahwa PMDA menganut sistem yang sama dengan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Maka demikian pula dengan Motto yang dimiliki oleh PMDA, mengambil Motto yang sama dengan Gontor. Hal tersebut bertujuan agar alumni atau jebolan dari PMDA setidaknya menyerupai alumni-alumni Gontor walaupun tidak 100%. Maka Pendidikan di PMDA menekankan pada pembentukan pribadi muslim dan muslimah yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas.
Berbudi tinggi
Budi pekerti yang tinggi dan luhur adalah landasan utama yang akan dihadirkan oleh PMDA kepada para santri dan santriwati serta para tenaga pendidik bahkan sampai kepada pengasuh Ponpes. Di lain sisi, dengan budi pekerti luhur inilah orang mengenal dan mengetahui manusia tersebut adalah orang berpengetahuan dan beriman.
Berbadan Sehat
Mens sana in corpore sano, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kira-kira seperti itulah sebuah ungkapan yang sering sekali di dengar. Dengan tubuh yang sehat para santri dan santriwati akan mampu menjalankan tugas dan disiplin serta ibadah yang baik. Maka untuk menjaga kesehatan, Ponpes tetap akan melakukan rutinitas olahraga yang dilakukan secara bersama maupun berjama’ah.
Berpengetahuan Luas
Kyai Gontor sering berpesan bahwa pengetahuan itu luas, tidak terbatas, tetapi tidak boleh terlepas dari berbudi tinggi, sehingga seseorang itu tahu untuk apa ia belajar serta tahu prinsip untuk apa ia manambah ilmu.
Para santri dan santriwati di Pondok ini dididik melalui proses yang telah dirancang secara sistematik dan kurikulum yang pasti dan autentik untuk dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mereka. Santri tidak hanya diajari pengetahuan, lebih dari itu mereka diajari cara belajar yang dapat digunakan untuk membuka gudang pengetahuan
Berpikiran Bebas
Berpikiran bebas tidaklah berarti bebas sebebas-bebasnya (liberal). Kebebasan di sini tidak boleh menghilangkan prinsip, teristimewa prinsip sebagai muslim mukmin. Justru kebebasan di sini merupakan lambang kematangan dan kedewasaan dari hasil pendidikan yang telah diterangi petunjuk ilahi (hidayatullah). Motto ini ditanamkan sesudah santri memiliki budi tinggi atau budi luhur dan sesudah ia berpengetahuan luas. (BMM/01)




