Bupati IDP & Jebakan Populis

Oleh : DR. Ikhwan HS, SE, MM, M. Si *)

Bima Bimantika,-Popularitas figur saja tidak cukup untuk melakukan perubahan besar yang bermanfaat buat masyarakat, Kita memerlukan Figur pemimpin cerdas dengan visi besar dan gerakan besar ( Big Push) Ia memiliki gagasan, perencanaan dan eksekusi yang tepat untuk menghasilkan manfaat dalam skala luas. Politisi Populis tampa ketrampilan memimpin seperti mobil mogok ditengah jalan

Rational Choice salah satu cara melihat untuk / rugi memilih figur yang memimpin Daerah. Pendapat ini ingin melihat figur alternatif terbaik melalui keputusan rasional yang mana figur yang memberikan manfaat buat kemajuan daerah.

Kompeksitas masalah ekonomi di bima tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan figur populis saja karena tidak ada kreativitas yang mendorong kemajuan perekonomian daerah . Figur populis hanya menciptakan keterbelakangan pembangunan daerah seperti : Investasi rendah, produktivitas kerja rendah, Pendapatan daerah rendah, tidak memiliki kemampuan managerial Pengelolaan birokrasi akhirnya menjadi daerah miskin. Kekayaan daerah tidak bisa dikelola menjadi produk unggulan yang bernilai bisnis buat masyarakat dan akhirnya menciptakan suatu Virtuous Circle ( Lingkaran setan).

Beberapa kasus kepala daerah dengan Jebakan populis figur hanya menciptakan biaya ekonomi tinggi ( KKN) dan banyak kegagalan dalam membangun daerah.

Efek dari populisme mengikis tujuan esensial Pilkada yang ingin mencari Figur pemimpin visioner yang mampu membawa perubahan ke arah kemajuan daerah. Akhirnya seperti Analogi Karstev ( 2008) ” Memang ada sepatu berbentuk populis namun tak ada satupun Kaki yang cocok mengenakannya”

Pemimpin hanya mengandalkan populisme dimisalkan seperti bunglon yang bisa berubah – ubah warna kulit menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya dan mereka pandai membuat retorika politik untuk meyakinkan masyarakat yang dipoles oleh antek- anteknya.

Model kepemimpinan figur populis tidak menjalankan birokrasi yang dynamis tetapi dengan birokrasi statis bahkan anti konsep perubahan dengan ide- ide kemajuan karena ia simbol kharismatik saja. Seperti sejarah Presiden Peron menunjuk istrinya jadi wakil presiden karena sangat populer kecantikannya sehingga Ia menyatakan ” I’ etat cest moi = Akulah Negara”

Suatu masyarakat memilih pemimpin populis sama dengan gejala sakit kepala ! Jadi kepala tidak berfungsi untuk berfikir secara rasional karena sakit.

Pada konteks inilah perlunya keasadaran untuk memilih mana yang memberikan keuntungan bagi masyarakat. Kecerdasan kita untuk bernalar logis dengan akal sehat ( Rasional Choice).
*) penulis :
Dr. Ikhwan HS SE MM, M.Si ( Dosen Fak Ekonomi dan Bisnis Univ Gunadarma & Wakil Rektor Univ Islam Attahiriyah Jakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom