Banjir Kepung Wilayah Kota Bima, Walikota Siapkan Solusi Kongkrit Kerja Sama JICA dan Bank Dunia

Kepala Bidang Ekonomi dan Infrastruktur Bappeda Kota Bima, Arif Roesman Efendi, MT, Msc

Bimantika.net. banjir mengepung Kota Bima setelah seharian penuh setelah turun hujan dengan intensitas tinggi pada hari selasa (1/2/2021)

Warga RT 02 Ranggo Kelurahan NaE, Melody mengharapkan adanya penanganan banjir oleh Pemerintahan Kota Bima secara sempurna yang melibatkan arus bawah.

“Semoga bencana banjir yang kerap menghantui kehidupan warga Kota Bima bisa teratasi dengan baik oleh pemerintah” ujar Melody.

Menurutnya bahwa saat ini warga RT. 02 yang paling banyak mengalami korban banjir mereka membutuhkan bantuan darurat.

“Warga saat ini butuhkan bantuan Darurat” ungkap pemilik nama lengkap Mulyadin.

Masih menurutnya bahwa khususnya di Lingkungan Ranggo, dirinya berencana meminta ke pemerintah Kota Bima melalui Lurah agar ujung drainase lingkungan memerlukan alat berat sehingga setiap turun hujan tidak tergenang.

“Kami pengurus RT 01 dan RT 02 memprioritaskan urusan drainase tersebut” ungkap Mulyadin yang juga sebagai Ketus RT. 02 Ranggo Kelurahan NaE Kecamatan RasanaE Barat Kota Bima.

Sementara itu, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE (HML) melalui tim Bappeda Kota Bima saat di wawancarai Bimantika.net memberikan berbagai solusi konkrit.

Kabid Ekonomi dan Infrastruktur Bappeda Kota Bima, Arif Roesman Efendi, MT, Msc menyampaikan releasenya bahwa
Kota Bima saat ini sedang mempersiapkan kerjasama penanganan banjir perkotaan dengan Bank Dunia melalui Program NUFREP (National Urban Flood Resilience Technical Assistance Program).

Kerjasama ini direncanakan berlangsung selama 5 tahun mulai tahun 2021.
Hari ini dilaksanakan rapat dengan Tim Teknis Bank Dunia untuk membahas dan mempertajam usulan penanganan banjir di Kota Bima. Perwakilan Kota Bima terdiri dari Bappeda Litbang, Dinas PUPR, Dinas Perkim, DLH, BPBD dan Dinas Pertanian. Tahun 2021 adalah tahap persiapan dalam rangka mempersiapkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan mulai tahun 2022 sampai tahun 2025.

Terdapat 3 strategi besar penanganan banjir yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Bima yaitu: strategi pertama adalah Pengelolaan tata guna lahan di kawasan HULU untuk mengurangi puncak debit air dari daerah tangkapan air di kawasan hulu melalui pendekatan structural dan pendekatan non structural. Pendekatan structural di kawasan Hulu yang diusulkan meliputi: pembangunan embung di Ntobo, Nungga, Dodu, Lampe, Jatibaru serta Cekdam di Panggi. Sedangkan pendekatan non structural dilakukan melalui pengembangan pertanian alternative dimana didalamnya akan dikembangkan system terasering, membangun kembali kearifan lokal dalam bentuk Nteli untuk menahan sedimentasi dan pola pertanian terintegrasi antara tanaman tahunan dengan tanaman semusim serta peternakan di area-area sekitar lokasi di bangunnya embung tersebut.

Strategi kedua yaitu Memisahkan mekanisme penanganan akibat faktor banjir pluvial dan fluvial di dalam kota dengan membuat kompartemen-kompartemen drainase aman. Penanganan banjir yang di akibatkan oleh faktor banjir Pluvial (hujan setempat) diusulkan beberapa kegiatan yaitu : memperbaharui dan merehabilitasi sistem saluran drainase perkotaan antara lain: Kelurahan Penaraga, Penatoi, Lewirato, Mande, Sadia, Manggemaci, Monggonao, Santi, Nae, Pane, Paruga, Sarae, Tanjung, Dara, Melayu, Jatiwangi, dan Ule. Meningkatkan kapasitas kolam retensi,

pengerukan sedimen dan sampah pada saluran drainase serta membangun sumur resapan pada wilayah perkotaan. Sedangkan penanganan akibat Banjir Fluvial (meluapnya sungai) diusulkan Normalisasi sungai, Pengaturan sempadan sungai, Pembangunan tanggul/talud sungai. Adapun strategi ketiga adalah meningkatan kapasitas debit air di Kawasan HILIR dengan pendekatan non structural yang meiputi menyiapkan peraturan tentang pembangunan kawasan pesisir, Pengembangan ekosistem mangrove dan pengembangan sabuk hijau lainnya.

Sedangkan pendekatan structural di kawasan Hilir meliputi Membangun infrastruktur pencegah banjir rob, meliputi : pembangunan tanggul, peninggian dasar bangunan serta penataan dan normalisasi di beberapa kawasan hilir serta penataan cekungan kali Romo.

Khusus penanganan sungai padolo, melayu dan kali Romo akan dilaksanakan melalui kerjasama dengan JICA dan BWS Dalam rapat teknis tadi juga disepakati beberapa tindaklanjut antara lain menjadikan Taman Ria sebagai Taman Multi Guna yang tidak hanya berfungsi sebagai kolam retensi tapi juga memiliki fungsi lain secara ekonomi dan social budaya.

Disamping itu juga Kota Bima agar menyiapkan data dan informasi dalam rangka penyusunan Green book (buku hijau) yang akan disusun oleh kementrian PUPR. bahwa NUFREP Bank Dunia akan menyediakan tenaga ahli yang akan turun langsung ke Kota Bima untuk mendukung penyiapan kerjasama ini yang berbasis pada pendekatan green infrastructure dan nature base solution. (BNN_01)

2 Replies to “Banjir Kepung Wilayah Kota Bima, Walikota Siapkan Solusi Kongkrit Kerja Sama JICA dan Bank Dunia”

  1. Kl dilihat 3 strategi tsbt di atas bagus tetapi menurut saya yg perlu juga kita perhatikan yaitu bagaimana kita bisa melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan sehingga mereka bukan sebagai penonton tetapi sebagai pelaku juga ada unsur pemberdayaanya itu menurut saya yg sangat penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hacklink Hacklink Satış бэклинки casibom marsbahis casibom hacklink market marsbahis giriş vdcasino casibom casibom