
Bimantika.net. setelah pihak J selaku pemilik uang yang di pinjam oleh L selaku bendahara bagian umum pemerintah Kota Bima mengajukan masalahnya ke lembaga DPRD Kota Bima, pihak Dewan pun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara tertutup kemarin pada hari Rabu (20/1/2021) .
RDP tertutup karena hasil Voting Seluruh Fraksi-Fraksi DPRD Kota Bima. “Bahwa RDP itu tertutup atas kehendak sejumlah Fraksi yang ada di Lembaga DPRD Kota Bima” ujar Ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indra Wirawan, S. Ip saat di wawancara santai di Royal Cafe pada Kamis Malam (21/1/2021).
Saat wawancara santai di salah satu Kedai Kopi jantung kota Bima, Dae Pawan sapaan akrab Ketua DPRD Kota Bima lagi-lagi menjelaskan bahwa apapun yang menjadi laporan masyarakat di tindaklanjuti sepenuhnya sebagai wakil rakyat.
“Atas surat aduan dari Ibu J sehingga terjadilah proses hingga RDP kemarin memangil para pihak pelaku seperti L selaku bendahara bagian umum” tandas Dae Pawan.
Lalu apa tindak lanjut dari RDP ? Dengan lugas Dae Pawan menjelaskan bahwa atas RDP pertama dan kedua, tentu akan memanggil sejumlah para pihak yang berkaitan sesuai dengan yang tertuang dalam RDP tersebut.
“Saudari L sudah menyebut beberapa nama-nama yang mengetahui aliran dana pinjaman itu, nama-nama tersebut sudah di kantongi oleh pihak Dewan, dan tentunya akan dikembangkan dalam proses selanjutnya” ungkapnya.
Lalu Proses selanjutnya seperti Apa ? Dengan tegas Dae Pawan menyebutkan tidak menutup kemungkinan kita Pansus kan urusan utang piutang tersebut yang bisa berujung pada rekomendasi ke pihak penegak hukum dan wajib pihak penegak hukum tindaklanjuti itu sesuai tata aturan yang berlaku.
“Saat Pansus itulah nanti lembaga dewan memiliki rekomendasi yang akan ditindaklanjuti oleh APH (Aparat Penegak Hukum)”tegasnya.
Mungkinkah akan di panggil Pihak Bank karena masalah ini berkaitan dengan urusan keuangan ? Dae Pawan menjabarkan bahwa sangat memungkinkan karena urusan utang piutang itu ranah dan regulasinya pihak Bank sangat memahami secara rinci.
“Bila perlu kita akan panggil semua pihak yang pada akhirnya masalah utang piutang tersebut clear and clean” ungkap Dae Pawan mengakhiri wawancara santainya. (BNN_01)

