Keterangan Foto : “Bos Bali ditengan Gender Pendukung IDP-Dahlan
Bimantika,_Ketua Gender IDP Madapangga, Sumarni, S. Pd menyebut bahwa Politic is the Art atau Politik adalah seni dan cara untuk mendapatkan kekuasaan dimana didalamnya adalah para kompetitor hebat dan tangguh yang siap memerankan dan menerima segala macam konsewensi dari sebuah politik itu sendiri.
“Ya itulah politik, seni memerankan diri untuk kepentingan umum, kepentingan rakyat secara luas dan menyeluruh” ungkap Sumarni.
Dirinyapun berharap pada semua pihak yang terlibat dalam oercaturan politik setidaknya politik juga harus bisa mengedepankan etika dan adab, kita setidaknya siap mental baja untuk bermain karena tidak semua politik dilakoni dengan cara yang sehat dan santun banyak dijumpai keras dan bahkan memilukan bahkan lebih sadis dari sebutan seekor binatang ataupun hewan itulah politik tak kenal kawan, kerabat, bapak, ibu dan saudara bahkan suami seakan semua tak berarti.
“itulah kenyataan pahit yg harus diterima apabila masuk didalam wilayah politik, oleh karena itu untuk menghindari segala macam gesekan sosial dan moral maka setidaknya kita kedepankan etika dan estetika dalam berpolitik” demikian pesan moral Sumarni.
Sumarni mengajak semua pihak bahwa dengan momentum Pilkada kabupaten Bima 9 Desember 2020, marilah kita segenap pendukung IDP DAHLAN terus menjadi yang terbaik dan bisa menjadai tim panutan tanpa harus mencela dan menghujat pasangan lain
“Mari kita tunjukan kehebatan masing-masing jawara yang kita dukung karena siapapun yang menjadi calon adalah tentu orang-orang pilihan terbaiknya rakyat dan mampu dikabupaten bima” demikian ajaknya.
Diakhir Wawancaranya, Sumarni ungkapkan tagline #sakaliwalisakalirai dengan mengomentari bahwa sekalipun orang lain tidak mengakui usaha orang IDP DAHLAN tapi bagi dirinya dan sejumlah Pendukung IDP-Dahlan merasa bersyukur setidaknya sudah bisa membuat yang terbaik dalam menciptakan harmonisasi politik. (BNN_02)

