Bimantika.net -Penguatan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Bima dalam mendorong pembangunan yang lebih merata hingga tingkat desa.
Di bawah kepemimpinan Bupati Bima Ady Mahyudi, penguatan koordinasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat menjadi elemen penting dalam mengoptimalkan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan warga.
Komitmen tersebut sejalan dengan peran Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti Ady Mahyudi, yang terus mendorong penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, serta penyelarasan program Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan dasar yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.
Dalam Rapat Penyusunan Program Bersama Tim Pembina Posyandu Tahun 2026 di Aula Hotel Lila Graha, Kota Bima, Selasa (20/10/2026), Murni Suciyanti menegaskan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah agar program yang dirancang dapat berjalan searah dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Dukungan kebijakan pemerintah kabupaten, koordinasi antar lembaga, serta keterlibatan aktif pemerintah kecamatan dan desa menjadi faktor penting dalam memastikan program Posyandu berjalan efektif.
Keterlibatan Bupati Ady Mahyudi dalam arah pembangunan daerah menjadi konteks penting bagi penguatan agenda tersebut, terutama dalam mendorong agar pelayanan dasar memperoleh perhatian dalam perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah.
Melalui koordinasi lintas sektor yang terarah, penguatan Posyandu diharapkan dapat terhubung dengan berbagai program pembangunan daerah, mulai dari kesehatan dan pendidikan hingga pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat.
Bagi Murni Suciyanti, keberhasilan Posyandu tidak cukup diukur dari terbentuknya kelembagaan atau terlaksananya kegiatan rutin.
Hal yang lebih mendasar adalah bagaimana kehadiran Posyandu mampu menjawab persoalan warga, memperluas akses pelayanan, serta memastikan masyarakat di tingkat desa memperoleh perhatian sesuai kebutuhan mereka.
Karena itu, penguatan enam bidang SPM yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial membutuhkan keterlibatan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah kabupaten berperan dalam penyelarasan kebijakan dan program, sementara pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta kader Posyandu menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan menjangkau masyarakat secara langsung.
Capaian pembentukan Tim Pembina Posyandu di 18 kecamatan yang telah mencapai 100 persen, serta pembentukan di tingkat desa yang mencapai 95 persen dari total 191 desa, menjadi modal untuk memperkuat pelaksanaan agenda tersebut.
Dengan dukungan 686 unit Posyandu dan 4.320 kader, Kabupaten Bima memiliki jaringan pelayanan berbasis masyarakat yang dapat terus dikembangkan melalui pembinaan, pendampingan, dan evaluasi berkelanjutan.
Sinergi antara Bupati Ady Mahyudi, Murni Suciyanti, perangkat daerah, pemerintah desa, dan para kader diharapkan mampu memperkuat kesinambungan program, sehingga Posyandu tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan rutin, tetapi juga bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Orientasi pembangunan yang berpijak pada kebutuhan warga menjadi penting agar setiap kebijakan dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang nyata di lapangan.
Menutup kegiatan, Murni Suciyanti bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., MM., berharap rapat penyusunan program menghasilkan dokumen kerja tahun 2026 yang terukur, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hasil perencanaan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi penguatan koordinasi pemerintah daerah hingga desa, sekaligus memperjelas langkah-langkah pembinaan Posyandu ke depan.
Pada akhirnya, pembangunan daerah tidak hanya tercermin dari program yang direncanakan, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan keterlibatan pemerintah daerah, kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, serta partisipasi aktif masyarakat, penguatan Posyandu di Kabupaten Bima diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan dasar dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

