BBWS Nusa Tenggara I Salurkan 4.700 Liter Air Bersih ke Desa Runggu, 526 Warga Terdampak Kekeringan Terbantu

jpn

Bimantika.net -Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan kembali ditunjukkan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I) Mataram. Melalui Posko Bencana, BBWS NT I menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.20 WITA tersebut, satu unit truk tangki berkapasitas 4.700 liter dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Bantuan itu menjangkau sekitar 200 kepala keluarga atau 526 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.

Penyaluran air bersih tersebut dilaksanakan berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan sekaligus bentuk respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Bagi warga Desa Runggu, bantuan air bersih bukan sekadar distribusi air dari satu tempat ke tempat lain.

Di tengah musim kemarau, ketersediaan air menjadi kebutuhan mendasar untuk memasak, minum, menjaga kebersihan, dan menunjang aktivitas sehari-hari keluarga.

Tokoh masyarakat Desa Runggu, Ruslin, S.H., menyampaikan bahwa kekurangan air bersih merupakan persoalan yang berulang setiap tahun. Ia berharap BBWS NT I tetap melanjutkan penyaluran air bersih selama musim kemarau, sekaligus mempertimbangkan pembangunan sumur dangkal sebagai solusi yang dapat membantu masyarakat memperoleh akses air secara lebih berkelanjutan.

“Setiap tahun kami selalu mengalami kekurangan air bersih. Kami berharap penyaluran air bersih tetap dilakukan selama musim kemarau dan ada upaya pembangunan sumur dangkal untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” demikian harapan Ruslin.

Pelayanan yang Menyentuh Kebutuhan Dasar Masyarakat

Kehadiran BBWS NT I di Desa Runggu memperlihatkan bahwa penanganan persoalan sumber daya air tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur berskala besar, tetapi juga menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat.

Ketika kekeringan membatasi akses terhadap air bersih, langkah tanggap darurat seperti distribusi air menjadi sangat berarti bagi warga yang membutuhkan.

Bagi masyarakat Kabupaten Bima, upaya seperti ini patut diapresiasi karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Bantuan air bersih membantu meringankan beban warga, terutama keluarga yang harus mengalokasikan waktu, tenaga, dan biaya tambahan untuk mendapatkan air selama musim kemarau.

Mendorong Solusi Jangka Panjang

Meski distribusi air bersih memberikan bantuan cepat, persoalan kekeringan yang berulang membutuhkan penanganan yang lebih berkelanjutan. Harapan warga Desa Runggu mengenai pembangunan sumur dangkal layak menjadi bahan koordinasi dan kajian teknis bersama instansi terkait, dengan mempertimbangkan kondisi geologi, ketersediaan air tanah, kualitas air, serta kebutuhan masyarakat setempat.

Sinergi antara BBWS NT I, BPBD Kabupaten Bima, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi penting agar penanganan kekeringan tidak berhenti pada bantuan darurat. Pemetaan wilayah rawan kekeringan, identifikasi sumber air potensial, serta perencanaan infrastruktur air yang sesuai dengan kondisi lapangan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan air masyarakat.

Membangun Kepercayaan Melalui Kerja Nyata

Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah tumbuh ketika kehadirannya mampu menjawab persoalan nyata di tengah kehidupan warga. Bagi BBWS NT I, keberlanjutan pelayanan, ketepatan sasaran bantuan, serta keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat merupakan unsur penting dalam memperkuat hubungan dengan warga Kabupaten Bima.

Penyaluran 4.700 liter air bersih di Desa Runggu menjadi salah satu bentuk ikhtiar membantu masyarakat menghadapi musim kemarau. Namun, harapan warga tentu lebih besar: bukan hanya memperoleh bantuan ketika kekeringan datang, melainkan juga mendapatkan solusi agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara lebih aman dan berkelanjutan.

Dengan koordinasi lintas sektor dan tindak lanjut yang sesuai kebutuhan lapangan, BBWS NT I diharapkan terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi persoalan sumber daya air. Sebab, pada akhirnya, keberhasilan pelayanan publik tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari sejauh mana upaya tersebut mampu memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan akses terhadapnya merupakan harapan setiap keluarga. Bagi warga Desa Runggu dan masyarakat Kabupaten Bima, setiap langkah nyata untuk mengatasi kekeringan menjadi alasan untuk menaruh harapan pada pelayanan yang semakin responsif, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan rakyat.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link