Ratusan CJH Kota Bima Ikuti Simulasi Haji, Cara Lempar Jumrah Dibimbing Oleh Para Pembimbing Handal dan Berpengalaman

jpn

Bimantika.net -Hari ini Kamis 17 September 2026 Kantor Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Bima kembali menggelar manasik Haji.

Kali ini manasik Haji diselenggarakan dalam bentuk praktek secara langsung tata cara beribadah haji secara sempurna setelah kemarin melakukan praktek umroh mengelilingi ka’bah replika yang disediakan oleh Kantor Kemenhaj Kota Bima.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan CJH Kota Bima di Bimbing oleh sejumlah relawan Haji diantaranya H. A. Latif, S. PdI

Dalam manasik praktek Haji secara sempurna Tersebut nampak ratusan CJH sangat antusias mempraktekkan cara mengelilingi Ka’bah Replika yang sudah disiapkan oleh pihak penyelenggara bertempat di Eks Kantor Bupati Bima sebelah barat Kantor Walikota Bima.

Salah satu materi penting yang disampaikan oleh pemateri adalah lempar jumrah.

Lempar jumrah adalah salah satu wajib haji yang dilakukan di Mina, Arab Saudi, sebagai simbol perlawanan terhadap hawa nafsu dan godaan setan (mengenang kisah Nabi Ibrahim AS).

Berikut adalah panduan lengkap tata cara dan waktu pelaksanaan manasik lempar jumrah:

  1. Waktu dan Urutan Pelaksanaan tanggal 10 Zulhijah (Hari Nahr / Iduladha):Jemaah hanya melempar Jumrah Aqabah (yang paling besar) sebanyak 7 kali lemparan (satu per satu).

Tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah (Hari Tasyrik):Jemaah melempar tiga jumrah secara berurutan: dimulai dari Jumrah Ula, lalu Jumrah Wusta, dan terakhir Jumrah Aqabah.Masing-masing jumrah dilempar sebanyak 7 batu kerikil.

Jika mengambil Nafar Awal, selesai melempar sampai tanggal 12 Zulhijah (total 49 batu).Jika mengambil Nafar Tsani, melanjutkannya hingga tanggal 13 Zulhijah (total 70 batu).

  1. Ukuran dan Syarat Batu Kerikil ukuran batu sebesar biji kacang atau sebesar ruas jari tangan/kelingking.Batu diambil dari area Muzdalifah atau sekitar Mina.Batu harus bersih dan baru (belum pernah dipakai).

Tidak boleh melempar menggunakan batu besar atau benda lain yang bisa melukai orang lain.

  1. Tata Cara Melempar dilempar satu per satu (tidak boleh 7 batu sekaligus dilempar bersamaan, karena dihitung satu lemparan).

Menggunakan tangan kanan (menggunakan tangan sendiri, tidak boleh pakai alat pelontar atau diwakilkan kecuali uzur/sakit/lansia).

Diusahakan lemparan jatuh tepat ke dalam lubang atau area tumpukan (kolam) jumrah.

Mengucapkan takbir pada setiap lemparan: “Bismillahi Allahu Akbar” atau “Allahu Akbar”.

Memanjatkan doa setelah selesai melempar di tiap-tiap jumrah (selain Jumrah Aqabah pada tanggal 10, jemaah disunnahkan berhenti dan berdoa menghadap kiblat setelah Jumrah Ula dan Wusta).

  1. Tips Penting di Lokasi (Jamarat) Utamakan keselamatan dan ketertiban.Jangan ber dorong-dorongan atau terburu-buru.

Patuhi jalur resmi dan jadwal waktu melempar yang sudah diatur oleh petugas kloter. (****)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link