Bimantika.net -Kantor Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Bima kembali Gelar Bimbingan Manasik Haji Untuk CJH Kota Bima 2027 di Masjid Baitul Hamid Penaraga Kota Bima Rabu 2 September 2026.
Tampil sebagai pemateri pertama Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kota Bima H. Eka Iskandar Zulkarnain, M. Si.
Ustadz Eka Sapaan akrab Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bima menguraikan materi amalan-amalan saat tawaf dan sa’i.
Bahkan ia menjelaskan Jika wudhu batal saat tawaf berlangsung sudah dua putaran langkah utamanya adalah segera bertayamum dan melanjutkan tawaf nya di putaran selanjutnya.
“Jadi bapak ibu saudaraku semua kalau saat tawaf tiba-tiba batal wudhu nya akibat buah angin segera tayamum dan lanjutkan tawafnya dengan putaran selanjutnya dan tidak dimulai dengan hitungan baru tinggal di lanjutkan saja” tegas ustadz Eka.
Ustadz Eka berulang-ulang katakan selesai tayamum akibat wudhu jamaah haji melanjutkan sisa putaran dari putaran terakhir yang sah tanpa harus mengulang dari awal.
Ustadz Eka pun menyampaikan Cara paling praktis menggunakan karet gelang saat tawaf adalah dengan memasang 7 buah karet di satu pergelangan tangan.
“Lalu memindahkannya satu per satu ke tangan yang sebelah setiap kali selesai satu putaran” ujarnya.
Ia pun menyampaikan Langkah-Langkah Penggunaan karet gelang tangan dengan sangat rinci kepada Ratusan Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Bima.
“Siapkan 7 buah karet gelang sebelum mulai tawaf ,Pasang ketujuh karet gelang tersebut di pergelangan tangan kanan., setiap kali Anda melewati garis start/finish (sejajar Hajar Aswad) dan menyelesaikan 1 putaran, pindahkan 1 buah karet gelang ke pergelangan tangan yang satunya” ujar Ustadz Eka.
Ustadz Eka Menambahkan Jika semua karet gelang sudah pindah ke tangan sebelah, berarti Anda telah genap menyelesaikan 7 putaran tawaf.
Info penting buat CJH agar senantiasa Gunakan karet gelang yang lentur dan tidak terlalu kecil agar nyaman di kulit dan tidak membuat pergelangan tangan sakit.
Metode ini sangat membantu agar konsentrasi doa Anda tidak terpecah karena takut lupa menghitung jumlah putaran di tengah kepadatan jemaah.
Lebih Lanjut Ustadz Eka kemukakan bahwa Setelah tawaf, disunnahkan untuk melakukan salat sunah dua rakaat di depan ka’bah atau belakang Maqam Ibrahim.
Panduan Singkat Salat Sunah Tawaf tempat utama: Tepat di belakang Maqam Ibrahim jika kondisi tidak padat atau berdesakan.Alternatif tempat:
Jika area sekitar Maqam Ibrahim terlalu ramai atau penuh, salat bisa dilakukan di mana saja di dalam kawasan Masjidil Haram atau tanah Haram Makkah.
Untuk mengingatkan CJH Kota Bima Niat: “Usholli sunnatan ba’da thawafi rak’ataini lillahi ta’ala” (Niat saya salat sunah setelah tawaf dua rakaat karena Allah Ta’ala).
Bacaan surat: Pada rakaat pertama disunnahkan membaca Surah Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca Surah Al-Ikhlas setelah Surah Al-Fatihah. (****)

