BIMAntika.net -Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB Ke-12 Rencana pembukaan nya 16 Juli 2026.
Porprov belum dimulai namun ada masalah yang terkait dengan persoalan para atlit yang berlaga untuk meraih prestasi regional.
Salah seorang Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bima, Muhammad Fauzi, S. Pt mempermasalahkan regulasi administrasi para atlit.
Menurut Ozy sapaaan akrab nya Terkait persyaratan atlit untuk ikut Porprov NTB cukup KTP NTB dan surat pernyataan bersedia membela NTB pada PON 2028 itu adalah Cacat hukum.
“Jelas syarat itu cacat hukum” ujar Ozy Selasa (14/7) dengan membeberkan sejumlah alasan rasionalnya.
Ozy pun beberkan sejumlah alasannya yakni ; Pertama, Keterlibatan pengurus Cabor selaku penanggungjawab tehnis pertandingan tidak dilibatkan dalam keputusan yang dianggapnya sangat lucu.
Kedua, Surat pernyataan siap membela NTB pada PON NTB 2028 tidak berlaku pada saat PON nantinya. Karena harus tetap melalui mekanisme mutasi atlit yang sudah berakhir pada tahun 2025.
Ketiga, KONI NTB tidak melaksanakan verifikasi data atlit yg akan berlaga pada Porprov NTB Ke Xll. Sehingga dipastikan kegaduhan tidak pernah berakhir.
Keempat, Surat pernyataan bersedia membela NTB pada PON 2028 hanya akal-akalan agar atlit luar NTB yang diam-diam Pindah KTP. ke NTB tahun 2026 ini agar bisa bermain di PORPROV XII NTB. dan dapat dipastikan tidak bisa membela NTB pada PON 2028 kalau tidak melalui mekanisme mutasi atlit sesuai regulasi KONI.
Kelima, Masuknya atlit luar NTB pada Porprov NTB secara langsung membunuh harapan atlit daerah untuk meraih prestasi terbaik pada porprov NTB. Dan sejatinya atlit dari luar NTB pasti lebih baik secara kemampuan dll. Dan mereka hanya mengejar Bonus.
Dan yang Keenam, Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi telah dikibuli oleh Oknum-oknum di KONI NTB. (****)

