BBWS NT I Mataram Perkuat Kapasitas Tenaga Pendamping, 92 TPM P3-TGAI Ikuti Training of Trainer

jpn

Bimantika.net -Satuan Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA III Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram menggelar kegiatan Penandatanganan Kontrak sekaligus Training of Trainer (TOT) bagi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni dan Kamis, 25 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas pendampingan di lapangan guna mewujudkan pembangunan irigasi yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Acara dibuka langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA III BBWS NT I Mataram, Ir. Syamsudin, S.T., M.T.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan momentum tersebut untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga pendamping menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Program P3-TGAI agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan pembekalan penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendamping sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional serta memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan,” ujar Ir. Syamsudin.

Sebanyak 92 Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) mengikuti pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari.

Hari pertama berlangsung di Hotel Mutmainah, Kota Bima, dengan materi teori yang disampaikan oleh Pelaksana Teknik OP SDA III Ir. Jus Arjula, S.T. bersama tenaga ahli Konsultan Manajemen Balai (KMB).

Materi yang diberikan meliputi Pedoman Umum (PEDUM), dasar hukum, Petunjuk Teknis (JUKNIS) P3-TGAI, tugas dan fungsi TPM, mekanisme administrasi, teknis pelaksanaan kegiatan, penyusunan laporan, monitoring dan evaluasi, hingga penggunaan aplikasi pelaporan P3-TGAI.

Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik lapangan di Kelurahan Salama. Melalui kegiatan observasi langsung, simulasi, dan praktik teknis di lokasi, para peserta memperoleh pengalaman nyata dalam melaksanakan pendampingan masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan TPM dalam memastikan mutu pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, menjaga ketertiban administrasi, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaan Program P3-TGAI.

Sebagai narasumber utama, Ir. Jus Arjula, S.T. menekankan pentingnya peran tenaga pendamping sebagai penghubung antara pemerintah dan kelompok petani penerima manfaat.

Para TPM juga dibekali tata cara pendampingan terhadap Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), maupun Induk P3A (IP3A) agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai pedoman program dan prinsip tata kelola yang baik.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, serta praktik penyelesaian berbagai persoalan yang kerap ditemui di lapangan. Metode pembelajaran tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan analisis, komunikasi, dan penyelesaian masalah sehingga tenaga pendamping mampu menjalankan tugas secara profesional, transparan, partisipatif, dan akuntabel.

Melalui penyelenggaraan Training of Trainer ini, BBWS NT I Mataram berharap dapat melahirkan tenaga pendamping yang memiliki kompetensi teknis maupun administrasi yang mumpuni.

Dengan kualitas pendampingan yang semakin baik, pelaksanaan Program P3-TGAI diharapkan mampu mendukung pembangunan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi secara optimal, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.
(RRS//RumaRenggeSape//007)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share via
Copy link