Oleh : Khairil *)
Bimantika.net,_Pada tanggal 29 Juni 2020 terjadi demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat Langgudu Selatan. Desa yang berada di bagian selatan kecematan langgudu tersebut yaitu desa Sarae Ruma, Karampi, Pusu, Waduruka. Adapun tuntutan yang disuarakan oleh masa aksi yaitu tentang perbaikan jalan darat yang ada diwilayah langgudu Selatan . Bagi saya tidak ada masalah jika masyarakat melakukan demonstrasi terkait fasilitas umum yang perlu diperhatikan pemerintah tetapi jangan sampai juga mengatakan bahwa pemerintah tidak memperhatikan kehidupan masyarakat langgudu Selatan tampa mengetahui apa saja yang sudah dikerjakan oleh pemerintah masa kepemimpinan IDP-DAHLAN untuk memenuhi kebutuhan masyarakat empat desa yang ada diwilayah langgudu bagian selatan. Pergerakan dari ALIANSI PERJUANGAN RAKYAT LANGGUDU SELATAN saya rasa hanya melihat dari satu aspek yaitu tentang keadaan jalan yang belum diaspal. Jika dibuka secara bersama anggaran pembangunan yang dikucurkan untuk masyarakat langgudu Selatan cukup besar mulai tahun 2016 sampai dengan 2018.
Anggaran Pada tahun 2016 yaitu pembangunan jalan ekonomi tamandaka-pusu Rp. 291.773.000, Pembangunan jalan ekonomi Waduruka-Tamandaka sebesar Rp. 197.810.000, peningkatan jalan wane-karampi-Sido sebesar RP. 9.500.000.000, dan peningkatan Jalan so serae-tamandaka-Pusu Rp. 3.000.000.000. Pada tahun 2017 anggaran yang diturunkan juga cukup besar, perincianya yaitu lanjutan pembukaan jalan Tamandaka- Soro Afu Rp. 197.810.000, Pembangunan Jembatan Karampi RP.3.750.000.000, Pembangunan jembatan waduruka RP.3.750.000.000, Pembangunan irigasi dusun Soro Bali desa Karampi RP. 198.800.000.
Pada tahun 2018 perincian anggaran daerah yang digelontorkan oleh pemerintah daerah untuk infrastruktur yaitu Talud dan deker jalan Desa Karampi desa Sarae uma RP. 143.425.000, Lanjutan pembangunan jalan Tamandaka-Pusu RP. 375.500.000, Pembangunan Jembatan SP.3 Sarae nae-Pusu Rp. 2.875.000.000, Pembangunan DI. Narile Butu nuwa Desa Karampi Rp. 1.100.000.000. Anggaran tahun 2019 dibandingkan dengan anggaran pembangunan pada tahun sebelumnya memang cukup kecil yaitu untuk peningkatan jalan Sp.3 sarae nae-karampi RP. 98.800.000.
Dari keseluruhan anggaran masa kepemimpinan IDP-DAHLAN yang masuk di Kecematan langgudu paling banyak menerima anggaran infrastruktur adalah wilayah Langgudu bagian selatan, harusnya mereka sedikit bersabar atas keadaan jalan saat ini, karena tidak mungkin anggaran Kabupaten Bima difokuskan hanya untuk satu kecamatan.
Sebelum kepemimpinan IDP-DAHLAN semua orang tahu bahwa banyak wilayah yang belum mendapatkan penerangan listrik di Langgudu termasuk langgudu bagian selatan, pasca terpilih dan dilantik IDP-DAHLAN langsung memfokuskan untuk menyalurkan listrik keseluruh desa-desa yang belum mendapatkan penerangan diwilayah Langgudu. Jadi dalam permasalahan pengaspalan jalan masyarakat harus tetap bersabar dan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah melalui wakil2nya di setiap dapil.
Dalam pemerintahan masalah tetang infrastruktur selalu menjadi perhatian karena untuk mengukur keberhasilan pemimpin harus tersedia infrastruktur agar dapat menunjang ekonomi rakyat, jadi tidak ada istilah daerah yang di anak tirikan yang ada hanya butuh proses dan waktu. Untuk membangun wilayah semua butuh proses karena tidak mungkin menyelesaiakan permasalahan kabupaten bima dalam satu periode kepemimpinan.
*Penulis Adalah
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) Jakarta Asal Desa Rupe Kecamatan Langgudu

